Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN

AWAL PART III


AKADEMI KEBIDANAN ALIFA PRINGSEWU

MATA KULIAH : ASUHAN KEBIDANAN I


PENGAJAR : HIKMAH IFAYANTI, S.Keb., Bd
MENGEMBANGKAN PERENCANAAN
PADA ASUHAN KEHAMILAN
KUNJUNGAN AWAL
1. MENETAPKAN KEBUTUHAN DASAR
2. MENETAPKAN KEBUTUHAN BELAJAR/BIMBINGAN BAGI PASIEN
3. MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK PENGOBATAN KOMPLIKASI
RINGAN
4. MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK KONSULTASI ATAU RUJUKAN KE
TENAGA KESEHATAN LAIN
5. MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK KONSELING
6. MENETAPKAN KEBUTUHAN KONSELING HIV / AIDS
7. MENETAPKAN JADWAL KUNJUNGAN SESUAI DENGAN
PERKEMBANGAN KEHAMILAN
Menetapkan Kebutuhan Dasar
1. Pemeriksaan Laboratorium awal adan rutin yang harus dilakukan adalah
pemeriksaan Hb, untuk mengetahui apakah pasien dlm keadaan anemia atau
tidak di awal kehamilannya.

2. Pemeriksaan Laboratorium yang lain


-Kadar leoksit
-Protein uri
-Hematokrit
-Pemeriksaan darah utk penapisan malaria
-Pemeriksaan pembiakan bakteri jika ada indikasi khusus untuk menegakkan
diagnosis infeksi
Menetapkan Kebutuhan
Belajar/Bimbingan bagi Pasien

Berdasarkan Berdasarkan Materi penyuluhan


Apa yang pengkajian kesehatan sesuai dengan usia
ditanyakan data subjektif kehamilannya
pasien dan objektif -Gizi selama hamil
- Istirahat
- Kebersihan
- Pemberian ASI
-KB pasca persalinan
-Aktivitas seksual
- Kegiatan sehari-hari
- Obat-obatan
-Sikap Tubuh yang baik
- Asap rokok
- Pakaian dan sepatu
MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK
PENGOBATAN KOMPLIKASI
RINGAN

1. Bidan mempunyai hak untuk melakukan pengobatan komplikasi


ringan pada ibu hamil

2. Dalam pemberian pengobatan ini bidan juga tetap harus


memperhatikan aturan dosis yang tepat. Jika obat yang diberikan
adalah antibiotik, maka hati-hati dengan adanya riwayat alergi
pasien terhadap obat antibiotik.
MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK
KONSULTASI ATAU RUJUKAN KE
TENAGA KESEHATAN LAIN
1. Dalam pelaksanaan asuhan kadang dijumpai kasus yang
membutuhkan konsultasi atau rujukan ke tenaga kesehatan lain
2. Konsultasi ini bertujuan agar pemecahan masalah yang diambil benar-benar
sesuai dengan apa yang dialami oleh pasien karena ditangani secara lebih
spesifik oleh ahli yang kompeten.
Contoh kasus:
No Contoh kasus
1 Riwayat abortus > 1 kali Dokter obgin
2 Bumil dengan Depresi Psikolog/Psikiater
3 Bumil dg DM & Jantung Dokter spesialis Peny dalam dan
ahli gizi
4 Bumil dg Penyakit Hepatitis Dokter spesialis Peny dalam
5 Bumil dg HIV dr .SpPD, psikolog, tokoh agama,
pendukung mental ibu
6 Bumil dg hiperemesis gravidarum dr. SpOG
MENETAPKAN KEBUTUHAN UNTUK
KONSELING
1. Setiap pasien yang diasuh mempunyai karakteristik yang berbeda-
beda dan mempunyai kebutuhan yang berbeda pula
2. Bidan perlu untuk menitikberatkan ini untuk membuat keputusan
tentang perlu tidaknya diberikan konseling secara khusus
3. Konseling ini dimaksudkan agar permasalahan atau ketidaktahuan
pasien dapat diatasi sehingga masa kehamilan dapat berlangsung
dengan aman dan nyaman
4. Beberapa kasus yang membutuhkan konseling :
- Primigravida
- Multigravida dengan sibling rivalry
- Pasangan usia muda
- Kehamilan di luar nikah
- Primitua
- Kehamilan dengan penyulit
MENETAPKAN KEBUTUHAN
KONSELING HIV / AIDS

1. setiap pasien hamil yg positif hiv harus kita dampingi dengan


pemberian konseling secara intensif
2. Bumil dg hiv sangat rentan dg berbagai kondisi psikologis
yang labil
3. Materi konseling antara lain:
- Penerimaan ibu terhadap kehamilan ini
- Motivasi untuk melanjutkan dan melakukan perawatan
kehamilan
- Dukungan lingkungan, keluarga, dan pasangan
- Pengambilan keputusan terhadap perawatan dan pengobatan
(misalnya bekerja sama dg yayasan yg memberikan perhatian
lebih pada penderita HIV/AIDS)
MENETAPKAN JADWAL
KUNJUNGAN SESUAI DENGAN
PERKEMBANGAN KEHAMILAN
1. Jadwal kunjungan dibuat berdasarkan
kesepakatan antara pasien dengan bidan. Bidan
memberikan gambaran atau informasi mengenai
frekwensi kunjungan ibu hamil (minimal 1 bulan
sekali atau 4 kali selama hamil).
2. Jadwal kunjungan dibuat berdasarkan
kesepakatan, hal ini dimaksudkan agar pasien
mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan
dirinya serta adanya penghargaan terhadap
pasien dalam membuat keputusan
TERIMA KASIH