Anda di halaman 1dari 46

RESEARCH VALIDITY

By Group 4
 Yugi Hilmi 1802642
 Yushilatu Felayati A 1802510
Apa Pentingnya Validitas Dalam Suatu
Penelitian?
Validitas Penelitian

Validitas Konklusi Statistik Validitas Internal

Validitas Konstruk Validitas Eksternal


Validitas Konklusi Statistik

Validitas Konklusi Statistik merupakan validitas mengenai


kovariasi antara variabel independen dengan variabel dependen
yang dihasilkan oleh bukti analisis statistik.

Kondisi 1 : variabel A (yang diduga sebagai penyebab atau


variabel independen) dan variabel B (pengaruh yang diperkirakan
atau variabel dependen) harus berkaitan atau terkait. Ini disebut
kondisi hubungan.
Contoh Hasil Analisis Statistik

•  
 Rumusan Masalah : Apakah terdapat korelasi antara kemampuan koneksi

matematis dan self concept siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan

model Braind Based Learning?

 Analisis data statistik menggunakan analisis korelasi antara kemampuan

koneksi matematis dan self concept siswa.

 Analisis data menggunakan uji Spearman. Kriteria uji yang dilakukan

adalah ditolak jika nilai dan diterima jika nilai .


•  
Hipotesis yang diajukan:
• Tidak terdapat korelasi antara kemampuan koneksi matematis dan
self concept siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model
Braind Based Learning.
• : Terdapat korelasi antara kemampuan koneksi matematis dan self
concept siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Brain
Based Learning.
Uji Korelasi Kemampuan Koneksi Matematis dan Self Concept

N Spearman’s rho keterangan

36 0,430 0,009 Tolak


36 0,430 0,009

Berdasarkan perhitungan statistik ternyata terdapat korelasi antara


kemampuan koneksi matematis dan self concept siswa sehingga hal
ini menunjukkan kebenaran validitas konklusi statistik.
Validitas Konstruk

Validitas kesimpulan tentang konstruksi tingkat tinggi dari operasi


yang digunakan untuk merepresentasikan subjek penelitian .

Contoh validitas konstruk:


Ketika kita berbicara tentang individu yang didiagnosis dengan
schizopherenia, gangguan obsesif-komplusif atau kelainan makan, kita
berurusan dengan konstruksi gangguan ini. Konstruksi juga digunakan
untuk merujuk pada pengaturan penelitian eksperimental atau non
eksperimental seperti pengaturan kemiskinan, pengaturan kekayaan
atau lingkungan kemiskinan
Ancaman Terhadap Validitas Konstruk

Penjelasan konstruk yang tidak memadai

Konstruk yang membingungkan

Bias rumusan operasional tunggal


Ancaman Terhadap Validitas Konstruk

Bias metode tunggal

Konstruk pembaur dengan level konstruk

Struktur faktorial yang peka terhadap


perlakuan
Ancaman Terhadap Validitas Konstruk

Perubahan laporan diri reaktif

Reaktivitas partisipan terhadap situasi


eksperimental

Efek eksperimenter
Ancaman Terhadap Validitas Konstruk

Efek kebaruan dan gangguan

Penyamaan kompensatoris

Persaingan kompensatoris

Difusi perlakuan
Efek Bias Dari Validitas Konstruk

Reaktivitas Partisipan Terhadap Situasi Eksperimental

Efek Partisipan

Implikasi Untuk Penelitian

Efek Eksperimenter
Validitas Internal
dan Validitas
Eksternal
Validitas internal
Merupakan validitas inferensi bahwa validitas
dependen dan validitas independen saling
berhubungan secara kausal (sebab-akibat).

Validitas penelitian yg menyangkut pertanyaan


“Sejauh Mana PERUBAHAN yg diamati dalam
suatu penelitian benar – benar HANYA terjadi
karena Perlakuan yg diberikan BUKAN Karena
pengaruh faktor lain.
• “Apakah perbedaan pada temuan penelitian
Benar – Benar disebabkan oleh PERLAKUAN
yang diterapkan pada variabel ?

Misalnya kita akan meneliti pengaruh perbedaan


lingkungan terhadap hasil belajar mahasiswa.
Maka kualitas variabel tinggi apabila hasil
belajar tersebut yakin disebabkan oleh
perbedaan lingkungan
Validitas Eksternal
• Merupakan : Validitas penelitian yg
menyangkut pertanyaan “Sejauh Mana Hasil
suatu penelitian dapat di GENERALISASI pada
Populasi.
• Validitas eksternal berhubungan dengan
masalah “Apakah hasil penelitian terhadap
sekelompok Sampel sudah dapat mewakili atau
dapat diterapkan untuk seluruh Populasi ?
• Oleh karena itu di dalam validitas
eksternal seorang peneliti
haruslah memiliki teknik sampling
dan populasi yang baik. Kesalahan
dalam menentukan populasi dan
sampling akan menyebabkan
kesalahan di dalam penarikan
kesimpulan.
Ancaman validitas internal (internal
threats)
• Ancaman validitas internal (internal
threats) dapat berupa prosedur-prosedur
eksperimentasi, treatment-treatment, atau
pengalaman-pengalaman dari para
partisipan yang mengancam kemampuan
penelitian untuk menarik kesimpulan-
kesimpulan yang tepat dari data penelitian
Delapan ancaman utama pada validitas
internal adalah:
Sejarah Kematangan Prosedur
(history) (maturation) Tes (testing)

Instrumen Regresi
Regresi ke
ke arah
arah nilai
nilai
(instrumentatio
rata-rata
rata-rata Seleksi
(regressien
(regressien toward
toward
n) the
the mean)
mean) (selesction)

Harapan
Mortalitas Pelaksanna
(Mortality) Eksperimen
Sejarah (History)
Ada kemungkinan terdapat peristiwa-peristiwa khusus yang
terjadi di antara pengukuran yang pertama dan kedua dalam
melengkapi variabel eksperimen. Oleh karena itu terjadinya
perubahan variabel terikat, kemungkinan bukan sepenuhnya
disebabkan karena perlakuan atau eksperimen, tetapi juga
dipengaruhi oleh faktor sejarah atau pengalaman subjek
penelitian terhadap masalah yang dicobakan, atau masalah-
masalah lain yang berhubungan dengan eksperimen tersebut.
• Misalnya, katakanlah bahwa seorang peneliti ingin meneliti
pengaruh model pembelajaran A terhadap kemampuan B.
Namun, model pembelajaran ini sudah dilakukan sebelumnya,
pada peningkatan kemampuan B dalam pembelajaran
matematika. Ketika guru tersebut melakukan pembelajaran
menggunakan model A maka berdampak pada peningkatan
kemampuan yang akan diukur. Sementara itu, karena model
pembelajaran A sudah di terapkan pada kemampuan B dalam
historinya sehingga model pembelajaran A telah menghasilkan
sejarah mempengaruhi validitas atau keyakinan pada
kesimpulan bahwa model pembelajaran A menyebabkan
peningkatan.
Kematangan (Maturitas)

• Pada manusia perubahan berkaitan dengan


proses kematangan atau maturitas, baik secara
biologis maupun psikologis.
• Contohnya, peneliti mengamati “karakteristik
perkembangan kognitif tahap operasi formal
pada anak smp”. Proses-proses dalam suatu
penelitian merupakan fungsi waktu, oleh karena
itu jangan terlalu lama apabila penelitiannya
hanya sebentar, karena individu mengalami
perkembangan
• Contoh lain misalnya Eksperimen
mengenai efek model A terhadap prestasi
belajar matematika, hal tersebut tidak
semata-mata hanya karena model A tetapi
juga disebabkan oleh faktor lain. seperti
minat terhadap pembelajaran matematika,
kesan terhadap guru, rasa jenuh dalam
pembelajaran, dan lain sebagainya
Prosedur Tes (Testing)

• Pengalaman pada pretes dapat mempengaruhi hasil postes,


karena kemungkinan para subjek penelitian dapat mengingat
kembali jawaban-jawaban yang salah pada waktu pretes, dan
kemudian pada waktu postes subjek tersebut dapat
memperbaiki jawabannya

Sama

SOAL SOAL
PRE-TEST POST-TEST

Tenggang waktu
• Oleh sebab itu, perubahan variabel terikat
tersebut bukan karena hasil eksperimen
saja, tetapi juga karena pengaruh dari
pretes
• Perbedaan antara skor pretest dan postest
kemudian dihubungkan dengan perlakuan,
tetapi, ketika responden diberi pretest, hal
tersebut mungkin mempengaruhi respons
mereka dalam postest, yang akan
berdampak merugikan terhadap validitas
internal
• Misalnya eksperimen untuk mengetahui efek penggunanan
model A terhadap kemampuan B pada prestasi belajar
matematika. Apabila alat ukur yang digunkan pada pretest dan
postest sama, maka sangat dimungkinkan subyek akan
memperoleh nilai tinggi pada saat postest. Untuk mengatasi
hal ini, diperlukan 2 buah alat ukur yang memiliki fungsi yang
sama (pararel), sehingga alat ukur yang diberikan pada pretest
berbeda dengan alat ukur yang diberikan saat postest

SOAL SOAL
PRE-TEST POST-TEST

Berbeda, namun memiliki fungsi yang sama (pararel)


Instrumen (Instrumentation)

• Pengaruh instrumentasi adalah ancaman lain


untuk validitas internal. Hal tersebut bisa muncul
karna perubahan dalam instrumentas
pengukuran antara pretes dan postest , dan
bukan karena perbedaan dampak perlakuan bisa
memulai dengan berkonsentrasi pada
seperangkat prilaku kini merubah dan tidak akan
mencerminkan perubahan prilaku yang dapat
dihubungkan dengan perlakuan
• Hal ini juga berlaku dalam kasus
instrumensi pengukuran fisik seperti
keseimbangan pegas atau instrumen lain
yang dikalibrasi dengan baik yang mungkin
kehilangan akurasinya karena penggunaan
terus menerus, yang menghasilkan
kesalahan pengkuran akhir.
• (gambar Pegas)
Regresi Ke Arah Nilai Rata-rata (Regressien Toward The Mean)

• Ancaman ini terjadi karena adanya nilai-


nilai ekstrem tinggi maupun ekstrem
rendah dari hasil pretest (pengukuran
pertama), cenderung untuk tidak ekstrem
lagi pada pengukuran kedua (postes),
namun biasanya melewati nilai rata-rata
• Misalnya, jika seorang guru ingin menguji apakah dia dapat
meningkatkan “rata-rata nilai” dari kemampuan B melalui
model A, dia sebaiknya tidak memilih mereka dengan
kemampuan yang sangat rendah atau sangat tinggi untuk
eksperimen
• Hal tersebut karena kita tahu dari hukum probabilitas bahwa
mereka dengan skor yang sangat rendah pada suatu variabel
mempunyai probabilitas lebih besar untuk menunjukan
peningkatan dan pecapaian skor yang mendekati rata-rata
pada postest setelah diberi perlakuan tertentu
Seleksi (Selection)

• Para partisipan sering kali dipilih hanya


karena mereka memiliki karakteristik-
karakteristik yang dianggap dapat
memengaruhi hasil-hasil tertentu
(misalnya, karena mereka lebih cerdas)
• Misalnya , jika suatu eksperimen lab diadakan untuk menilai
kemampuan siswa terhadap prestasi belajar dikelas, dan jika
salah satu kondisi eksperimen adalah menguji sebagian saja
dari seluruh sampel kelas, seorang peneliti yang etis mungkin
memberitahukan kondisi tersebut kepada calon subjek, yang
dapat menolak berpartisipasi dalam studi. Tetapi, sejumlah
siswa yang sukarela dapat dipikat dengan point nilai
(katakanlah penambagan point nilai matematikanya).
• Para siswa yang sukarela yang dipilih mungkin agak berbeda
dari orang lain (karena mereka mungkin datang dari
kemampuan yang berbeda) dan respons subjek dapat
mencemari hubungan sebab-akibat dan juga merupakan
ancaman yang tidak dapat memenuhi kriteria kelompok
kontrol akan menjadi ancaman bagi validitas internal dalam
jenis eksperimen tertentu
Moralitas (Mortality)

• Pada proses dilakukan eksperimen, atau pada waktu


antara pretes dan postes sering terjadi subjek yang
”dropout” baik karena pindah, sakit ataupun meninggal
dunia. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap hasil
eksperimen. Faktor pengacau lain pada hubungan sebab-
akibat adalah mortalitas atau pengurangan anggota
dalam kelompok eksperimen, kontrol, atau keduanya,
saat eksperimen berlangsung
Harapan Pelaksana Eksperimen

• Karena satu dan lain hal, pelaksana eksperimen,


secara sadar atau tidak sadar sangat mungkin,
mempunyai pengharapan tertentu
atas   berhasilnya eksperimen. Akibat dari
adanya harapan ini sangat mungkin tanpa sadar
yang bersangkutan memberikan kunci-
kunci   keberhasilan   kepada   subjek   eksperime
n.
Ancaman tambahan menurut cresswel
• Difusi treatments : Para partisipan dalam kelompok control
dan eksperimen saling berkomunikasi satu sama lain.
ironisnya, komunikasi ini bisa saja memengaruhi skor akhir
kedua kelompok tersebut.

• Demokrasi imbangan : Keutungan dilakukannya penelitian


bisa saja tidak setara karena yang ditreatment hanyalah
kelompok eksperiment saja(misalnya, kelompok eksperimen
diberikan terapi, sedangkan kelompok control tidak
diberikan apa-apa)

• Rivalitas imbangan : Para partisipan dalam kelompok control


merasa bahwa mereka dievaluasi karena diperbandingkan
dengan kelompok eksperimen dan tidak mendapatkan
treatment sama sekali
Macam-macam validitas
eksternal
• Validitas populasi berkaitan dengan
kemampuan hasil suatu penelitian untuk
digeneralisasikan dari sampel penelitian
kepada populasi yang lebih besar. Karena
berkaitan dengan pengambilan sampel,
maka validitas populasi dipengaruhi oleh
bias seleksi.

Note :Bias seleksi merupakan kesalahan dalam mengambil sampel yang tidak
sesuai dengan karakteristik dari subjek penelitian .
• Validitas ekologis berkaitan dengan situasi atau kondisi
lingkungan. Validitas ekologis merupakan kemampuan
hasil penelitian untuk digeneralisasikan pada situasi atau
kondisi lingkungan yang berbeda.Validitas
ekologis berarti suatu hasil peneliti harus menguraikan
secara lengkap tentang kondisi pelaksanaan eksperimen
itu, sehingga para pembaca dapat menilai sejauh mana
hasil eksperimen itu dapatditerapkan ke situasi lain.
Pengendalian terhadap validitas ekologis meliputi:
 Pengaruh perlakuan ganda,
 Pelaksana dan subyek yang mengetahui status mereka dalam
eksperimen (hawthome effect);
 Pengaruh ciri khas pelaksana eksperimen
 Pengaruh tes awal.
 Pengaruh ujian akhir
• Validitas temporal ini berkaitan dengan
generalisasi hasil penelitian pada waktu yang
berbeda.
• Contohnya terjadi pada remaja di luar negeri
yang memiliki libur dimusim panas.
• Sebagai contoh, kenakalan remaja cenderung
meningkat setiap musim. Ini karena selama
bulan-bulan musim panas remaja tidak
bersekolah dan memiliki banyak waktu luang
untuk mendapatkan masalah. Penelitian yang
dilakukan selama musim panas, karena itu
cenderung menunjukkan kenakalan remaja
secara keseluruahan dari pada penelitian di
bulan-bulan lainnya.
Ancaman validitas ekternal
Antara seleksi dan treatment
• Karena sempitnya karakteristik-karakteristik yang ditetapkan
dalam memilih para partisipan, peneliti sering kali tidak
mampu menggenaralisasi siapa saja yang memiliki dan tidak
memiliki karakteristik khusus untuk menjadi partisipan
penelitian. (karena faktor ras, sosial, geografis, usia, jenis
kelamin, atau kepribadian.)
• Penelitian perlu membatasi tuntutan-tuntutan atau klaim-
klaimnya mengenai karakteristik partisipan yang sering kali
membuat peneliti tidak mampu menggeneralisasi hasil
penelitian. Peneliti melaksanakan penelitian tambahan pada
kelompok-kelompok/ para partisipan yang memiliki
karakteristik yang berbeda.
Antara setting dan treatment
• Karena ditetapkan karakteristik-karakteristik
khusus dalam memilih setting, peneliti sering kali
tak mampu menggeneralisasi individu-individu
pada setting-setting yang berbeda
• Peneliti perlu melakukan penelitian tambahan
dalam setting yang baru untuk mengetahui
apakah hasil yang muncul sama dengan yang
diperolehnya dalam setting sebelumnya.
Antara sejarah dan treatment
• Karena hasil eksperimentasi terikat-waktu,
peneliti sering kali tidak mampu
menggeneralisasi hasil penelitian untuk situasi
masa lalu dan masa depan.
• Peneliti perlu melakukan penelitian ulang pada
waktu-waktu yang akan datang untuk
mengetahui apakah hasil-hasil yang diperolehnya
sama dengan hasil-hasil pada penelitian
terdahulu.
Hubungan Validitas Internal Dan Eksternal

• Ada hubungan terbalik antara validitas internal


dan eksternal. Ketika validitas eksternal
meningkat maka validitas internal cenderung
dikorbankan dan ketika validitas internal
meningkat maka validitas eksternal cenderung
dibiarkan (Kazdin, 1980).
• Jenis validitas yang paling penting adalah fungsi dari tujuan
penelitian. Jika tujuan utama Anda adalah untuk menentukan
hubungan antara dua variabel adalah kausal, maka validitas
internal menjadi prioritas.
• Namun, jika penelitian sebelumnya telah menetapkan bahwa
hubungan sebab akibat ada antara dua variabel, maka tujuan
dari penelitian ini mungkin untuk menilai validitas eksternal
dari hubungan sebab akibat.
• Dalam beberapa penelitian, seperti dalam penelitian survei,
tujuan penelitian utama Anda mungkin untuk membuat
pernyataan tentang karakteristik populasi target berdasarkan
pada sampel tunggal peserta penelitian. Dalam situasi ini,
validitas eksternal akan menjadi sangat penting.
Terimakasih