Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

Disusun oleh :
dr. Yenda Cahya E. P
 
Pendamping :
dr. A. Hendra Setia Permana

COVID-19
IDENTITAS PASIEN

No. RM : 009018

Nama : Nn. S.P

Umur : 24tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Kota Banjar

Pekerjaan : Apoteker
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA Pasien datang rujukan dari Puskesmas Pataruman 1 dengan keluhan
penciuman terganggu sejak 3 hari yang lalu.

KELUHAN TAMBAHAN Batuk (-), pilek (-), sesak (-), sakit tenggorokan (-)

RIWAYAT PENYAKIT Pasien mengaku awalnya tidak dapat merasakan aroma masakan, pasien
SEKARANG menyangkal adanya batuk dan pilek. Diketahui pasien mempunyai keluhan
riwayat demam pada tanggal 16-17 Oktober 2020, demam dirasakan
mendadak dan saat ini tidak ada keluhan demam. Nyeri tenggorokan (-),
sesak (-), mual (+), muntah (-), BAB dan BAK normal.
ANAMNESIS

RIWAYAT PENYAKIT DM (-), HT(-), penyakit paru(-), penyakit jantung (-)


DAHULU Pasien di swab pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2020 di Puskesmas Pataruman 1,
setelah di swab pasien isolasi mandiri tidak bekerja.

RIWAYAT PENYAKIT Di dalam keluarga tidak ada yang mengalami keluhan yang sama dengan
KELUARGA pasien.
 

Pasien bekerja di apotek Kimia Farma. Dirumah tinggal dengan ibu yang
RIWAYAT SOSIAL bekerja sebagai IRT, ayah di RSUD Kota Banjar bagian laundry, adik sekolah di
SMP 1 Banjar dan kakak yang bekerja di RSUD Kota Banjar sebagai admin IGD.
Riwayat perjalanan dan kontak pasien positif disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal : 25 Oktober 2020
 
Pemeriksaan Umum
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : Compos Mentis
• GCS : E4 V5 M6
• Tekanan darah : 110/70 mmHg
• Frekuensi nadi : 80 x / menit
• Suhu : 36.5°C
• Frekuensi nafas : 20 x / menit
• SpO2 : 99%
Kepala: Normochepali, ubun-ubun Leher : tidak ada pembesaran KGB
cekung (-), pertumbuhan rambut
merata.
Paru
• Inspeksi : Pergerakan dinding thorax simetris
Mata : CA -/-, SI -/-, mata cekung -/- kanan dan kiri, retraksi sela iga (-)
• Palpasi : Vocal fremitus Ka=Ki, krepitasi (-)
• Perkusi : Sonor Ka=Ki
• Auskultasi : Bunyi Nafas Dasar Vesikuler +/+,
Hidung : Deviasi septum (-), konka Ronki (-), Wheezing (-)
tidak hiperemis, anosmia (+)

Jantung
Mulut : Bibir sianosis (-) • Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat
• Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba di ICS V
Abdomen linea midclavicular sinistra
• Inspeksi : Perut tampak datar • Perkusi :
• Auskultasi : Bising Usus (+) Atas : ICS II midclavicula
• Perkusi : Timpani (+) Kanan Bawah : ICS V linea parasternalis dextra
• Palpasi : Supel, hepatomegali (-), nyeri Kiri Bawah : ICS V 3 jari lateral line
tekan epigastrium (-) turgor baik midclavicularis sinistra
• Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-),
gallop (-)
Anggota gerak
Atas : Akral hangat, CRT < 2”, edema -
Bawah : Akral dingin, CRT < 2”, edema -
PEMERIKSAAN PENUNJANG
LABORATORIUM (25/10/2020) RONTGEN THORAKS (25/10/2020)

Hematologi
Hemoglobin 13.3 g/dl
Hematokrit 39 %
Eritrosit 4.6 x106/µL
Leukosit 4400 /µL
Trombosit 238.000 /µL
MCV 85
MCH 29
MCHC 34
DIAGNOSIS KERJA
COVID-19 KASUS TERKONFIRMASI dengan gejala ringan

TERAPI
• Oseltamivir 2x75 mg
• Omeprazole 2x20 mg
• Vit C tab 3x2
COVID-19
FOLLOW UP
Tanggal S O A P
25/10/2020 Pasien datang rujukan Puskesmas Pataruman 1  Kes. Umum : tampak sakit Covid 19 Oseltamivir 2x75 mg
Di ruang dengan keluhan anosmia sejak 3 hari yang lalu. sedang terkonfirmasi Omeprazole 2x20 mg
ISO 2 diketahui pasien mempunyai riwayat demam pada  Kesadaran: komposmentis Vit C tab 3x2
tanggal 16-17 Oktober 2020, batuk (-), demam (-),  TTV  
sesak (-), sakit tenggorokan (-)  TD : 114/76 mmHg  
   N : 79 x/menit  
Riwayat penyakit HT (-), DM(-), penyakit paru (-),  RR : 19 x/menit  
penyakit jantung (-)  S : 36,5  
   SpO2 : 99%  
Pasien bekerja di apotek Kimia Farma. Dirumah Hidung: Deviasi septum (-),  
tinggal dengan ibu yang bekerja sebagai IRT, ayah konka tidak hiperemis, anosmia  
di RSUD Kota Banjar bagian laundry, adik sekolah (+)  
di SMP 1 Banjar dan kakak yang bekerja di RSUD  
Kota Banjar sebagai admin IGD.  
   
Riwayat perjalanan dan kontak pasien positif  
disangkal  
 
COVID-19
FOLLOW UP
Tanggal S O A P
26/10/2020 Anosmia  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
Di ruang ISO    Kesadaran: komposmentis   Omeprazole 2x20 mg
2    TTV   Vit C tab 3x2
     TD : 96/75 mmHg    
     N : 100 x/menit    
     RR : 20 x/menit    
     S : 36,5    
     SpO2 : 99%    
         
  Anosmia  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi  Oseltamivir 2x75 mg
26/10/2020  Kesadaran: komposmentis Omeprazole 2x20 mg
 TD : 90/70 mmHg Vit C tab 3x2
 N : 80 x/menit  
 RR : 20x/menit
 S : 36,1
 SpO2 : 99%
COVID-19
FOLLOW UP
Tanggal S O A P
26/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
Di ruang ISO 2    Kesadaran: komposmentis   Omeprazole 2x20 mg
     TTV   Vit C tab 3x2
     TD : 104/11 mmHg    
     N : 93 x/menit    
     RR : 20 x/menit    
     S : 36,3    
     SpO2 : 99%    
         
27/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : tampak sakit sedang Covid 19 terkonfirmasi  
   Kesadaran: komposmentis Oseltamivir 2x75 mg
 TD : 115/70 mmHg Omeprazole 2x20 mg
 N : 76 x/menit Vit C tab 3x2
 RR : 20x/menit  
 S : 36,1
 SpO2 : 99%
COVID-19
FOLLOW UP
Tanggal S O A P
27/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
Di ruang ISO    Kesadaran: komposmentis   Omeprazole 2x20 mg
2    TTV   Vit C tab 3x2
     TD : 97/61 mmHg    
     N : 91 x/menit    
     RR : 20 x/menit    
     S : 36,5    
     SpO2 : 99%    
28/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
   Kesadaran: komposmentis Omeprazole 2x20 mg
 TD : 91/65 mmHg Vit C tab 3x2
 N : 65 x/menit  
 RR : 20x/menit
 S : 36,9
 SpO2 : 99%
COVID-19
FOLLOW UP
Tanggal S O A P
28/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : baik Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
Di ruang ISO 2    Kesadaran: komposmentis   Omeprazole 2x20 mg
     TTV   Vit C tab 3x2
     TD : 121/71 mmHg    
     N : 81 x/menit    
     RR : 20 x/menit    
     S : 36,2    
     SpO2 : 99%    
         
29/10/2020 Indera penciuman membaik  KU : tampak sakit sedang Covid 19 terkonfirmasi Oseltamivir 2x75 mg
   Kesadaran: komposmentis Omeprazole 2x20 mg
 TD : 110/80 mmHg Vit C tab 3x2
 N : 94 x/menit  
 RR : 20x/menit
 S : 36,1
 SpO2 : 99%
TINJAUAN PUSTAKA
COVID-19
INTRODUCTION

DEFINISI
1 Coronavirus merupakan virus RNA strain
tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen.
Coronavirus tergolong ordo Nidovirales,
keluarga Coronaviridae

KARAKTERIS
TIK
2 Coronavirus merupakan virus RNA strain tunggal
positif, berkapsul dan tidak bersegmen.
Coronavirus tergolong ordo Nidovirales, keluarga
Coronaviridae

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
PATHOGENESIS OF COVID-19

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
COVID-19 CLINICAL SYMPTOMS
SYMPTOMS

High fever Cough Sore throat Headache

Dapat disertai
sesak napas
Demam apabila
(suhu >380C) ditemukan klinis
pneumonia
ringan atau berat

*Tanda yang muncul yaitu takipnea (frekuensi napas: > 30x/menit), distress pernapasan berat
atau saturasi oksigen pasien <90% udara luar.

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
KLASIFIKASI KLINIS COVID-19

TIDAK ADA ARDS


KOMPLIKASI

PNEUMONIA
SEPSIS
RINGAN

PNEUMONIA SYOK
BERAT SEPTIK

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
DERAJAT KEPARAHAN COVID--19

Tanpa
Ringan Sedang Berat Kritis
gejala

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
DIAGNOSIS OF COVID1-9

PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
ANAMNESIS
FISIK PENUNJANG

Tiga gejala utama: demam, batuk kering • Kompos mentis atau penurunan kesadaran • Pemeriksaan radiologi
• Pemeriksaan PCR Swab
(sebagian kecil berdahak) dan sulit bernapas • Frekuensi nadi meningkat, frekuensi napas meningkat, • Bronkoskopi
atau sesak tekanan darah normal atau menurun, suhu tubuh • Pungsi pleura sesuai kondisi
• Pemeriksaan kimia darah
Gejala tambahan lainnya yaitu nyeri kepala, meningkat. Saturasi oksigen dapat normal atau turun.
• DLL
nyeri otot, lemas, diare dan batuk darah. Pada • Retraksi otot pernapasan

beberapa kondisi dapat terjadi tanda dan gejala • Inspeksi dapat tidak simetris statis dan dinamis,

infeksi saluran napas akut berat (Severe Acute fremitus raba mengeras, redup pada daerah
konsolidasi, suara napas bronkovesikuler atau bronkial
Respiratory Infection-SARI).
dan ronki kasar.
Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
KLASIFIKASI KASUS COVID-19

1 2 3 4
SUSPEK PROBAB CONFI KONTAK
Salah satu dari : LE RM • Kontak tatapERAT
muka/berdekatan
• ISPA DAN pada 14 hari terakhir dalam radius 1 meter + jangka
waktu > 15 menit
sebelum munculnya gejala ada Kasus suspek yang Dinyatakan positif terinfeksi • Sentuhan fisik langsung
Riwayat perjalanan/tinggal di meninggal dengan
negara/wilayah yang melaporkan dibuktikan dari pemeriksaan RT (bersalaman, berpegangan tangan,
transmisi local gambaran klinis meyakinkan dan PCR dll)
• Salah satu gejala/tanda ISPA DAN COVID-19 DAN tidak • Kasus konfirmasi dengan • Orang yang memberikan perawatan
pada 14 hari terakhir sebelum muncul dilakukan RT&PCR ATAU langsung, tanpa menggunakan APD
gejala (simptomatik) sesuai standar
gejala ada Riwayat kontak dengan RT&PCR 1x negative dan • Kasus konfirmasi tanpa • Situasi lainnya yang
kasus konfirmasi/probable
• ISPA berat/peneumonia berat yang
tidak dilakukan pemeriksaan gejala (asimptomatik) mengindikasikan adanya kontak
membutuhkan perawatan di RS DAN ke-1 berdasarkan penilaian risiko local
tidak ada penyebab lain berdasarkan yang ditetapkan oleh tim
gambaran klinis penyelidikan epidimiologi setempat
ISPA
Demåm >38 derrajat celcius/Riwayat demam disertai salah satu gejala penyakit pernapasan:
• Batuk
• Sesak napas
• Sakit tenggorokan
• Pilek
• Pneumonia ringan-berat
Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
DIAGNOSIS BANDING COVID-19

80%

Pneumonia bakterial
60%

SARS/MERS 50%

Pneumonia jamur
30%

Edema paru
kardiogenik

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
PENCEGAHAN COVID-19

01 CHECK
02 WASH HAND
03
WEAR MASK
TEMPERATURE

SOCIAL
04
DISTANCING

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
ALGORITMA
PENANGANAN
PASIEN COVID-19
TERKONFIRMASI
POSITIF

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan


Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter
Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI). Perhimpunan Dokter
Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan
Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-
19 SWAB TEST

• Untuk diagnosis : hari ke-1 dan hari ke-2


• Maksimal swab dilakukan hanya 3 kali pada satu pasien
 Bila pemeriksaan hari ke-1 menunjukkan hasil positif maka tidak perlu swab hari ke-2
 Bila pemeriksaan hari ke-1 menunjukkan hasil negative maka perlu swab pada hari ke-2
• PCR untuk follow up hanya dilakukan pada pasien dengan gejala berat
• Untuk pasien ranap, PCR Swab hanya dilakukan maksimal 3 kali -> follow up dilakukan 10 hari setelah pengambilan swab
yang positif

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-
19 SWAB TEST

• Gejala berat : jika terjadi perbaikan klinis -> PCR swab follow up dilakukan pada hari ke-7 untuk menilai kesembuhan
• Jika klinis membaik dan bebas demam 3 hari namun didapatkan hasil PCR follow up positif maka lihat adanya Cycle
Threshold (CT) value (>30 -> yang terdeteksi adalah partikel virus (pasien dalam keadaan tidak infeksius)

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19
TANPA GEJALA

ISOLASI DAN NON-


PEMANTAUAN •
FARMAKOLOGI
Ukur suhu tubuh 2x sehari
• Menggunakan masker jika keluar
• Isolasi mandiri dirumah 10 hari kamar, cuci tangan, jaga jarak, terapkan
sejak pengambilan specimen etika batuk
diagnosis • Cuci alat makan dan minum segera
• Dipantau oleh petugas FKTP dengan sabun
• Kontrol di FKTP setelah 10 hari • Jika terjadi peningkatan suhu tubuh
karantina lebih dari 38 derajat -> lapor petugas
• PCR follow up dilakukan pada hari FKTP
• Vitamin C
ke 11/12

Wash your Wear a Avoid Cover your


hands face mask contact mouth
Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI
COVID-19 DENGAN GEJALA

VITAMIN C ANTIOKSIDA
KOMORBID ACEI-ARB
N
• Vitamin C non acidic 3-4 x 500 mg (14 Lanjutkan pengobatan
hari) sesuai dengan komorbid
• Tablet hisap vitamin C 2x500 mg (30
hari)
• Multivitamin dengan kandungan
vitamin C 1-2 tablet perhari (30 hari)

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19
GEJALA RINGAN
ISOLASI DAN
PEMANTAUAN
• Isolasi mandiri dirumah selama maksimal 10 hari sejak munculnya gejala + 3 hari
bebas gejala demam dan gangguan pernapasan
• Dipantau oleh petugas FKTP
• Kontrol di FKTP setelah masa isolasi selesai
• PCR follow up dilakukan pada hari ke 11/12

FARMAKOLOGI
• Vitamin C non acidic 3-4 x 500 mg (14 hari), Tablet hisap vitamin C 2x500 mg (30 hari), Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2
tablet perhari (30 hari) dianjurkan konsumsi vitamin C,B,E,zinc
• Azitromisin 1x500 mg selama 5 hari
• Anti virus salah satu dari Oseltamivir (tamiflu) 2x75 mg 5-7 hari, kombinasi lopinavir +ritonavir (alluvia) 2x400/100 mg 10 hari,
Favipiravir (avigan) 2x600 mg selama 5 hari
• Klorokuin fosfat 2x500 mg 5-7 hari atau hidroksiklorokuin 1x400 mg 5-7 hari diberikan jika ranap dan tidak ada kontra indikasi
• Terapi simptomatik

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru


(PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
NON
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI). Perhimpunan Dokter
Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak
FARMAKOLOGI
Sama dengan pasien tanpa gejala
Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19
GEJALA SEDANG

ISOLASI DAN
NON-FARMAKOLOGI
PEMANTAUAN
• Istirahat total berikan kalori danhidrasi
• Rujuk ke RS dengan perawatan yang adekuat, cek keseimbangan
COVID-19 elektrolit, terapi oksigen
• Isolasi di RS perawatan COVID-19 • Pemeriksaan darah perifer lengkap
• PCR Swab sesuai jadwal dengan hitung jenis, pantau CRP, fungsi
ginjal, fungsi hati dan foto toraks

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19
GEJALA SEDANG
(FARMAKOLOGI)
VITAMIN C Oseltamivir (Tamiflu)
• 3X200-400 mg dalam 100 mg NaCl 0,9% habis 2x75 mg (5-7 hari)
dalam 1 jam IV
ATAU

Kombinasi lopinavir+ritonavir (alluvia)


Azitromisin 2x400 mg (10 hari)
Klorokuin fosfat
1x500 mg IV/oral
2x500 mg (5-7 hari)
(5-7 hari)
ATAU ATAU
ATAU
Hidroksiklorokuin Hari 1 Faviravir (avigan)
Levofloksasin Hari 1 : loading dose 2x1600 mg
2x400 mg dilanjutkan 1x400 mg (5-
(curiga infeksi bakteri) Hari 2-5 : 2x600 mg
7 hari
1x750 mg IV/oral (5-7 hari)
ATAU
Remdesivir
200 mg IV drip/3 jam
• Antikoagulan LMWH/UFH sesuai pertimbangan
1x1000 mg IV drip/3 jam (9-13 hari)
• Pengobatan simptomatis
• Pengobatan komorbid

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
Bila HFNC tidak tersedia saat
diindikasikan, maka pasien
langsung diintubasi dan
mendapatkan ventilasi
mekanik invasif

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta:


Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan
Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
(PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit
Dalam (PAPDI). Perhimpunan Dokter
Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia
(PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia
(IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIMASI COVID-19
DENGAN GEJALA BERAT/KRITIS DENGAN TERAPI
OKSIGEN
NRM (NON-REBREATHING
1
MASK)
15 lpm dan titrasi sesuai SpO2

HFNC (HIGH FLOW NASAL


2
CANULE)
• FiO2 100% -> titrasi sesuai SpO2 berikan 1 jam dan lakukan evaluasi
• Tenaga Kesehatan wajib menggunakan respirator (PAPR,N95)
• Risiko aerosol -> lakukan ruangan bertekanan negative
• Apakah mencapai perbaikan dan kreteria ventilasi aman dengan menggunakan indeks ROX

INDEKS ROX = (SpO2/FiO2)/laju napas


• ≥4,88 pada jam ke 2,6,12 -> tidak perlu invasive ventilasi
• <3,85 -> risiko tinggi intubasi

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIMASI COVID-19
DENGAN GEJALA BERAT/KRITIS DENGAN TERAPI
OKSIGEN
3 NON-INVASIF VENTILATION
• Berikan 1jam lalu lakukan evaluasi
• Perbaikan dan mencapai kreteria ventilasi aman -> lanjutkan ventilasi dan nilai ulang 2 jam kemudian

Perhatian khusus
• jangan digunakan pada pasien syok
• ARDS ringan – sedang : kombinasi awake prone position + HDNC/NIV 2x2 jam/hari -> perbaikan
oksigenasi dan penurunan kebutuhan intubasi
• ARDS berat : langsung ventilasi invasif

44 VENTILASI MEKANIK INVASIF Kreteria ventilasi aman:


(VENTILATOR) • Vol. tidal <8 mL/kg
• SAMA DENGAN PROTOKOL VENTILATOR ARDS
• Gejala gagal napas (-)
• Vol. tidal ≤ 8 mL/kg
• Peningkatan FiO2/PEEP
• P plateau <30 cmH2O
• Titrasi PEEP dan recruitmen manuever Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI). Perhimpunan Dokter
• Target driving pressure rendah Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19
GEJALABERAT/KRITIS
(FARMAKOLOGI)
VITAMIN C
• 200-400 mg/8 jam mg dalam 100 mg NaCl 0,9%
Oseltamivir (Tamiflu)
habis dalam 1 jam IV
2x75 mg (5-7 hari)
• Vitamin B1 1 ampul/24 jam IV
ATAU

Kombinasi lopinavir+ritonavir (alluvia)


Klorokuin fosfat Azitromisin 2x400 mg/100 mg (10 hari)
Hari 1-3 : 2x500 mg (oral) 1x500 mg IV/oral
Hari 4-10 : 2x250 mg (oral) (5-7 hari)
ATAU
ATAU ATAU
Faviravir (avigan)
Hidroksiklorokuin Levofloksasin Hari 1 : loading dose 2x1600 mg
1x400 mg (oral) 5 hari lanjutkan (curiga infeksi bakteri) Hari 2-5 : 2x600 mg
EKG/3 hari 1x750 mg IV/oral (5-7 hari)
ATAU
Remdesivir
200 mg IV drip/3 jam
1x1000 mg IV drip/3 jam (9-13 hari)

Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 2. Jakarta: Pehimpunan Dokter Paru (PDPI). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
(PAPDI). Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai