Anda di halaman 1dari 10

PENGUJIAN KESESUAIAN FUNGSI

PROTOTYPE PRODUK BARANG ATAU


JASA
OLEH :MEIDA ELFINA
1.   TAHAPAN TEKNIS PROTOTYPE PRODUK


prototipe produk (purwa–rupa produk) adalah bentuk dasar dari sebuah produk merupakan tahapan yang sangat
penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut keunggulan produk yang akan menentukan kemajuan
suatu usaha di masa mendatang. dikatakan sebagai tahapan yang sangat penting karena prototipe dibuat untuk
diserahkan pada pelanggan (lead–user) agar pelanggan dapat mencoba kinerja prototipe tersebut. selanjutnya jika
pelanggan memiliki komplain ataupun masukan mengenai protipe tersebut maka industri mendokumentasikannya
untuk proses perbaikan prototipe tersebut. sehingga menciptakan suatu sistem inovasi produk yang dibangun
bersama-sama antara industri dan pelanggan sebagai upaya pemenuhan kepuasan pelanggan (customers).

•Berikut tahapan prototype:


Pendefinisian produk: 

Working model

Prototipe rekayasa (engineering prototype): 

Prototipe produksi (production prototype): 

Qualified production item

Model
Penjelasan Tahapan Teknis Prototype Produk
Merupakan penerjemahan kosep teknikal yang berhubungan dengan
pendefinisian produk: kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perencanaan termasuk
aspek hukum produk dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan
perlindungan terhadap konsumen

Working model
Di buat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara keseluruhan
dan di buat pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep
dari pembuatan produk dan menemukan halyang tidak sesuai dengan
konsep yang telah di buat.

Prototipe rekayasa ( Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional
dan kebutuhan rancangan sistem produksi.

bentuk yang dirancang dengan seluruh fungsi operasional untuk menentukan


Prototipe produksi kebutuhan dan metode produksi dibangun pada skala sesungguhnya dan
dapat menghasilkan data kinerja dan daya tahan produk dan part-nya.

Qualified production item dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan diproduksi pada tahap awal
dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi segala bentuk standar
maupun peraturan yang diberlakukan terhadap produk tersebut biasanya untuk
diuji-cobakan kepada umum.

Model menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan skala yang diperbesar,
1:1, atau diperkecil untuk memastikan produk yang akan dibangun sesuai dengan
lingkungan produk maupun lingkungan user.
Pengujian Sistem
Pengujian sistem bertujuan menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada
sistem dan melakukan revisi sistem. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa
sistem bebas dari kesalahan:

Menurut Sommerville (2001) pengujian sistem terdiri dari :


1. Pengujian unit untuk menguji komponen indi1idual secara independen tanpa komponen
sistem yang lain untuk menjamin sistem operasi yang benar.
2. Pengujian modul yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan.
3. Pengujian sub sistem yang terdiri dari beberapa modul yang telah diintegrasikan.
4. Pengujian sistem untuk menemukan kesalahan yang diakibatkan dari interaksi antara
subsistem dengan interfacenya serta memvalidasi persyaratan fungsional dan non
fungsional.
5. Pengujian penerimaan dengan data yang di entry oleh pemakai dan bukan uji data simulasi.
6. Dokumentasi berupa pencatatan terhadap setiap langkah pekerjaan dari awal sampai akhir
pembuatan program.
7. Setelah prototipe diterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siap
dioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadap sistem baru dan
membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasional serta
interaksi pengguna, sistem dan teknologi informasi.
Proses Pengujian Prototype

Pengujian produk baru bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci tentang peluang
sukses produk baru, mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir yang diperlukan untuk produk,
dan menetapkan berbagai elemen penting dalam program pemasaran yang akan dipakai untuk
memperkenalkan produk dipasar. Secara umum, , terdapat 4 (empat) kegiatan dalam pengujian
produk baru, yaitu sebagai berikut:

Pengujian Preferensi
dan
Technical Kepuasan (Preference
Testitng and Satisfaction) 

Pengujian pasar
simulasi (Simulated
Pengujian Pasar (Test
Test atau
Market)
LaborMarkets) atory
Test
penjelasan kegiatan pengujian dalam produk baru
 Technical Testitng
Yaitu dengan cara membuat prototipe yang merupakan approximation (perkiraan) produk akhir.
Pengujian atas kinerja produk prototipe dapat menghasilkan sejumlah informasi penting tentang
product shelf life (usia pajang produk), tingkat keusangan produk, masalah yang timbul dari
pemakaian, potensi kerusakan yang memerlukan penggantian, dan jadwal pemeliharaan yang
tepat.
 Pengujian Preferensi dan Kepuasan (Preference and Satisfaction) 
Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam rencana pemasaran serta
untuk membuat tafsiran penjualan awal produk baru. Secara umum terdapat dua cara utama yang
dibutuhkan dalam tipe pengujian ini, yaitu pertama meminta konsumen untuk menggunakan
sebuah produk selama jangka waktu tertentu, dan kemudian mereka diminta untuk menjawab
beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan preferensi serta kepuasan mereka. Kedua,
melaksanakan "blind test" yang sedemikian rupa sehingga konsumen dapat membandingkan
berbagai macam alternatif produk tanpa mengetahui nama merek
 Pengujian pasar simulasi (Simulated Test atau Laboratory Test Markets)
dengan prosedur riset pemasaran yang dibuat untuk memberi gambaran yang murah dan cepat
tentang pangsa pasar. Model yang dipakai antara lain : BASES, DISIGNOR, ASSESOR, dan
LITMUS.
 Pengujian Pasar (Test Market)
Yaitu perusahaan akan menawarkan sebuah produk untuk dijual diwilayah pasar terbatas yang
sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana produk itu nantinya akan dijual.
 
Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen,
adalah sebagai berikut:

a.Sales Wave Research

b.Simulated Test Marketing

c.Controlled Test Marketing

d.Test Markets
 
Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen, adalah sebagai berikut:

 .Sales Wave Research


Dalam metode sales wave research, konsumen yang pada awalnya mencoba sebuah produk
secara gratis ditawarka lagi produk tersebut atau produk pesaing, dengan harga yang lebih
murah. Kemudian perusahaan akan memperhatikan berapa kali konsumen memilih produk
perusahaan serta tingkat kepuasan mereka. Metode ini juga mencakup usaha untuk
mempresentasikan pada konsumen satu ataupun beberapa konsep iklan dalam bentuk kasar
untuk mengamati dampaknya terhadap pembelian ulang.
 Simulated Test Marketing
Metode ini memerlukan 30 sampai 40 pembeli yang qualified dipusat pertokoan ataupun
tempat-tempat lainnya. Perusahaan akan menanyakan beberapa hal kepada mereka,
berhubungan dengan awareness dan preferensi mereka terhadap berbagai merek pada jenis
produk tertentu.
 Controlled Test Marketing
Metode ini memungkinkan perusahaan untuk menguji pengaruh faktor dalam toko dan
iklan terbatas pada perilaku pembelian konsumen tanpa harus melibatkan konsumen itu
sendiri secara langsung.
 Test Markets
Uji pasar adalah cara utama dalam menguji sebuah produk baru dalam situasi yang sama
dengan yang nantinya akan dihadapi dalam peluncuran produk yang bersangkutan.
Perusahaan umumnya akan bekerja sama dengan perusahaan riset dalam menentukan kota
dimana wiraniaga perusahaan nantinya akan mencoba membujuk para distributor agar
bersedia untuk menjual produk perusahaan
RANGKUMAN

Pengujian prototipe dapat meyakinkan bahwa kebutuhan pelanggan telah dipenuhi


oleh prototipe produk. Pengujian prototipe juga dapat menilai potensi penjualan
produk dan pengumpulan informasi dari pelanggan untuk perbaikan prototipe produk.
• Metode pengujian pototipe produk
• Mengedintifikasikan populasi survei
• Memilih populasi survei
• Memilih format survei
• Mengkomunikasikan prototipe
• Mengukur prototipe pelanggan
• Menginterprestasikan hasil
• Merefleksikan hasil proses
TERIMAKASIH
MEIDA ELFINA

Anda mungkin juga menyukai