Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS

Bagian Ilmu Telinga Hidung & Tenggorok


Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Makassar

RHINOSINUSITIS
KRONIS
Mariyani Rumalolas, S.Ked (105505401619)

Pembimbing : dr. Nani I Djufri,


Sp.THT.KL(K), FICS
Identitas Pasien

Nama : Tn. A.S

Usia : 37 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan : TNI

Status Pernikahan : Sudah Menikah


Autoanamnesis

Keluhan Utama : Nyeri Pasien laki-laki 37 tahun datang ke poliklinik THT-KL


Kepala bagian frontal
menjalar ke kedua mata Rs.Pelamonia Makassar dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan
sejak kurang lebih 2 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan pada bagian
depan kepala dan menjalar ke daerah mata. Pasien sering bersin-
bersin tiap pagi, terutama Ketika terpajan udara dingin atau debu.
Hidung tersumbat dan terasa gatal terutama pada pagi hari, daya
penciuman berkuang. Pasien juga mengeluh pilek yang telah dialami
kurang lebih 4 bulan yang hilang timbul, dan ingus terasa tertelan ke
tenggorokan. Tidak ada keluhan pada telinga dan tenggorokan. Pasien
memiliki Riwayat bersin-bersin berulang >5x, hidung gatal dan mata
berair saat terpapar dengan suhu dingin dan debu. Riwayat penyakit
dahulu asma, urtikaria disangkal. Riwayat alergi pasien mengaku alergi
debu dan udara dingin. Riwayat sakit yang sama pada keluarga tidak
diketahui..
STATUS GENERALIS

Kepala: Normocephal
Mata: konjungtiva anemis (-/-)
ikterus (-/-) Thorax: Cor dan pulmo
tidak ada kelainan

Abdomen: tidak ada


kelainan
Ekstremitas superior: Akral
hangat, edema (-)
STATUS LOKALIS
B. Hidung
• Hidung luar : Bentuk dan ukuran normal

• Rinoskopi Anterior

Dextra Sinistra
Mukosa Hiperemis Hiperemis
Septum Deviasi (-) Deviasi (-)
Konka inferior Oedema (+) Oedema (+)
Konka media Oedema (+) Oedema (+)
Meatus Sekret (+) massa Sekret (+) massa
(-) (-)

Polip/tumor (-) (-)


STATUS LOKALIS
Resume
Pasien laki-laki 37 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan sejak kurang
lebih 2 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan pada bagian depan kepala dan menjalar ke daerah mata.
Pasien sering bersin-bersin tiap pagi, terutama Ketika terpajan udara dingin atau debu. Hidung
tersumbat dan terasa gatal terutama pada pagi hari, daya penciuman berkuang. Pasien juga
mengeluh pilek yang telah dialami kurang lebih 4 bulan yang hilang timbul, dan ingus terasa
tertelan ke tenggorokan. Tidak ada keluhan pada telinga dan tenggorokan. Pasien memiliki Riwayat
bersin-bersin berulang >5x, hidung gatal dan mata berair saat terpapar dengan suhu dingin dan
debu. Riwayat penyakit dahulu asma, urtikaria disangkal. Riwayat alergi pasien mengaku alergi
debu dan udara dingin. Riwayat sakit yang sama pada keluarga tidak diketahui.. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan mukosa hiperemis, konka kongesti, udem, terdapat sekret pada meatus.
DIAGNOSIS

Diagnosis Kerja : Rhinosinusitis Kronik

Pemeriksaan Penunjang yang disarankan :


 Endoskopi Nasal
 Foto Polos sinus

Penatalaksanaan :
₋ Tremenza 2x1 tab
- Metilprednisolon 3 x 4gr
- Ceftriaxon 2x1 tab
PEMBAHASAN

Inflamasi hidung dan sinus paranasal yang ditandai


Klasifikasi
dengan adanya dua atau lebih gejala, salah satunya harus
termasuk sumbatan hidung / obstruksi / kongesti, nyeri Akut
< 12 minggu
wajah, penurunan / hilangnya penghidu yang berlangsung
>12 minggu. Kronik
> 12 bulan
Penyebab Rinosinusitis adalah:
• Virus  Alergi
• Bakteri  Reflux laringofaring
• Infeksi jamur,  Tumor.
• Infeksi gigi
TEORI
Anamnesis

KASUS

Nyeri kepala
Nyeri infraorbital
Hidung tersumbat
Post nasal discharge
Hiposmia
TEORI
Pemfis

• Mukosa hidung hiperemis


• Konka kongesti atau hipertrofi
• Sekret hidung purulen

KASUS • Polip hidung


• Deviasi septum

Mukosa hidung hiperemis, • Konka bulosa


konka kongesti • Konka media paradoksal
Sekret pada meatus
DIAGNOSIS & PENATALAKSANAAN

Diagnosis Tatalaksana

• Endoskopi nasal Medikamentosa :

• Sitologi dan bakteriologi nasal • Antibiotik

• Pencitraan (foto polos sinus, • Dekongestan

transiluminasi, CT scan) • Analgetik

• Penilaian nasal airway, fungsi Tindakan operasi : Bedah

penciuman, dan pemeriksaan Sinus Endoskopi Fungsional

laboratorium (BSEF/FESS)
TERIMA KASIH