Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM

ANTAGONISME COBALT
EDETATE IN Vivo
Tim Pengampu Praktikum Farmakologi II
Antagonisme

 Senyawa yang menurunkan/mencegah sama sekali efek agonis

Antagonisme kompetitif

Antagonisme non
kompetitif
Antagonisme

 Senyawa yang menurunkan/ mencegah sama sekali efek agonis


 Dibedakan menjadi:
1. Antagonis kompetitif
2. Antagonis non kompetitif
Antagonis kompetitif

 Memiliki afinitas terhadap reseptor


 Berbeda dengan agonis tidak dapat menimbulkan efek (aktivitas intrinsik)
 Agonis an antagonis kompetitif bersaing pada tempat yang sama  masing-
masing dapat mengusir yang lain dari reseptor akibat kenaikan konsentrasi
suatu senyawa
Antagonis kompetitif  Ikatan antara antagonis irreversible
denganreseptor sangat erat sehingga
tingkat disosiasi dari kompleks
antagonis-reseptor sangat rendah
menaikkan konsentrasi agonis tidak
dapt mengurangi efek antagonis
 populasi reseptor yang tersisa untuk
antagonis berbanding terbalik dengan
 kadar antagonis dan efek maksimal
agonis menurun
Antagonis non kompetitif

 Antagonis tak kompetitif mampu melemahkan kerja agonis dengan cara yang
berbeda.
 Contohnya suatu obat tidak mencapai daerah reseptor yang sebenarnya,
tetapi bekerja pada tempat lain pada protein reseptor , yaitu alosterik
 Antagonis mengikat reseptor secara irreversibel, di receptor site maupun di
tempat lain menghalangi ikatan agonis dengan reseptornya antagonis
mengurangi jumlah reseptor yang tersedia untuk berikatan dengan agonisnya
 efek maksimal akan berkurang.
Ikatan antagonis
non kompetitif
dengan reseptor

Ikatan agonis
dengan reseptor
Cobalt

 Banyak terdapat di lingkungan sekitar, manusia dapat terpapar dari udara


yang terhirup, air yang diminum ataupun makanan yang mengandung cobalt
 Cobalt merupakan bagian dari vitamin B12(berguna bagi kesehatan tubuh)
namun dalam konsentrasi tinggi berbahaya bagi kesehatan
 Saat dihirup dalam konsentrasi terlalu tinggi  gangguan pernafasan hingga
kematian
 Radiasi dari radioaktif kobalt mengakibatkan mual muntah, perdarahan, diare
bahkan kematian
Ca EDTA

 Asam amino yang dibentuk dari protein makanan


 Sangat kuat menarik logam berat
 EDTA dapat digunakan sebagai terapi kelasi (chelation therapy)
 chelation therapy adalah proses dimana larutan sintetik (contoh:EDTA)
diinjeksikan ke aliran darah untuk menghilangkan/ mengurangi efek logam
berat dan atau mineral dari dalam tubuh
 Arti dari chelation: “to grab” atau “to bind

https://www.youtube.com/watch?v=VIsw6JMQw08
Mekanisme antagonisme cobalt

 Zat beracun cobalt berikatan pada darah sehingga akan terjadi kekurangan
oksigen,dengan adanya Ca-EDTA maka Cobalt akan tergeser dan akan
digantikan oleh Ca sehingga akan mengurangi efek toksik

Gejala yang muncul??


Bahan dan Alat

Larutan Kobalt klorida

Larutan Kalium edeteate

Tikus putih dewasa


Percobaan 1

Suntikkan kalsium dinatrium edetate 25% 500


mg/kg bb ip pada tikus

Lima belas menit kemudian suntikkan Cobalt


clorida dosis 40mg/ kg BB ip

Apa efek yang terjadi


Percobaan 2

Suntikkan larutan cobalt klorida dosis 40 mg/ Apa yang terjadi??


kg BB ip
Percobaan 3

Setelah terlihat gejala


Suntikkan larutan keracunan suntikkan
kobalt klorida dosis kalsium dinatrium
40mg/kg BB ip edetate 25% 500 mg/kg
BB ip pada tikus

Amati apa yang terjadi


Perhitungan Dosis

 Konsentrasi Kalsium dinatrium edetate 25%


 Dosis: 500 mg/kg bb
 Berat badan tikus: 200 g
 Volume penyuntikan?
 500mg/1000g BB= xmg/ 200g BB
x mg= 200 gBB X 500mg
1000gBB
= 100mg
Tabel Pengamatan

Pengamatan Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3


15 menit
30 menit
45 menit
60 menit

Parameter yang diamati


Laju nafas, denyut jantung, kesadaran, righting
reflect
Perhitungan Dosis

 Konsentrasi Kalsium Dinatrium Edetat: 25%= 25g/ 100ml


 Volume penyuntikan
25g/ 100 ml = 0.1g/ x ml
x ml= 100ml x 0.1 g
25 g
= 0.4 ml
Lampiran

 Contoh video pengamatan toksisitas senyawa pada hewan (namun tidak


menggunakan cobalt dan Ca EDTA sebagai antidot)
https://www.youtube.com/watch?v=ZyAGtc56MoM

 Jurnal Antidot dengan menggunakan Agen Khelasi


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3846962
 Sumber
https://www.uofmhealth.org/health-library/ty3205spec
https://www.lenntech.com/periodic/elements/co.htm#ixzz6XVwZgRam
http://www.inchem.org/documents/ukpids/ukpids/ukpid50.htm

Anda mungkin juga menyukai