Anda di halaman 1dari 16

BIOETHANOL

Kelompok 2
17031010001 Yahya Ardian Yuma P

17031010014 Shokhibatul Nikmah

17031010015 Iwan Purwadi

17031010026 Garin Rifdah A

17031010037 Gilang Dwi P

17031010041 Virgin Citra P


Apa itu Bioethanol

Bioetanol (bioethanol) merupakan etanol (etil alkohol) yang


proses produksinya menggunakan bahan baku alami dan
proses biologis, berbeda dengan etanol sintetik yang diperoleh
dari sintesis kimiawi senyawa hidrokarbon. Berbentuk cair,
jernih, bau kuat, larut dalam bensin, dan memiliki nilai oktan
tinggi. BioEtanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus

PRESENTATION
molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O atau
rumus bangunnya CH3-CH2-OH.
Sifat Fisika Dan Kimia Bioethanol
Sifat- Sifat Fisika Etanol Keterangan

Berat Molekul 46,07 g/g mol Sifat Kimia Bioetanol


·  Merupakan pelarut yang baik untuk senyawa
Titik Lebur -112ºC organik
·  Mudah menguap dan mudah terbakar
Titik Didih 78,4ºC
·  Bila direaksikan dengan asam halida akan
membentuk  alkyl halida dan air
           CH3CH2OH + HC=CH  → CH3CH2OCH=CH2
Densitas 0,7893 g/ml
·  Bila direaksikan dengan asam karboksilat
akan membentuk ester dan air
Indeks Bias 1,36143 cP
CH3CH2OH +
CH3COOH   → CH3COOCH2CH3+ H2O5.
Viskositas 20ºC 1,17 cP ·   Dehidrogenasi etanol menghasilkan
asetaldehid
Panas Penguapan 200,6 kal/g ·   Mudah terbakar diudara sehingga
menghasilkan lidah api (flame) yang berwarna
Warna Cairan Tidak Berwarna biru muda dan transparan, dan
membentuk H2O dan CO2.
Kelarutan Larut dalam air dan eter

Aroma Memiliki aroma yang khas


Bioetanol generasi pertama (G1) Bioetanol generasi kedua (G2)

Bioetanol yang dibuat dari pati serta bahan Bioetanol yang dibuat dari komponen biomassa
yang mengandung gula. Bahan baku yang seperti selulosa dan hemiselulosa yang disebut
biasanya dipakai adalah gula tebu, molase etanol selulosa. Bahan baku yang dipakai yaitu
gula tebu, pati dari ubi kayu, gandum dan lain- tongkol jagung, bagasse tebu, jerami dan lain-
lainnya. lainnya.
APAKAH BAHAN BAKU
BIOETHANOL?

Secara umum ada tiga kelompok bahan baku:


1). Gula: Bit, Tebu, Sorgum Manis dan Buah-
buahan.
2). Bahan bertepung seperti jagung, gandum, beras,
kentang, ubi kayu, ubi jalar dll.
3). Bahan selulosa seperti kayu, kertas bekas, sisa
tanaman, dll.
LANGKAH UNTUK PRODUKSI ETANOL :
Proses Fermentasi
Proses Distilasi
Proses Dehidrasi
Konversi Bahan Baku Menjadi Ethanol
Bagaimana bioethanol
dihasilkan?
Bioethanol diperoleh dari hasil fermentasi
bahan yang mengandung gula. Tahap inti
produksi bioethanol adalah fermentasi gula,
baik yang berupa glukosa, sukrosa, maupun
fruktosa oleh ragi (yeast) terutama
Saccharomyces sp. atau bakteri Zymomonas
mobilis. Pada proses ini, gula akan
dikonversi menjadi ethanol dan gas
karbondioksida.
Skema Produksi Bioethanol
Grade Ethanol

Berdasarkan kadar alkoholnya, etanol terbagi menjadi tiga grade sebagai berikut :

a. Grade industry kadar alcohol 90-94%


b. Netral kadar alcohol 96-99.5% (umumnya digunakan untuk
minuman keras atau bahan baku farmasi).
c. Grade bahan bakar kadar akcohol diatas 99.5%.
Penggunaan Bioethanol
Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan
bermotor bervariasi antara blend hingga bioetanol murni.
Bioetanol sering disebut dengan notasi “Ex”, dimana x adalah
persentase kandungan bioetanol dalam bahan bakar. Beberapa
contoh penggunaan notasi “Ex” antara lain: Get a modern
1. E100, bioetanol 100% atau tanpa campuran PowerPoint
2. E85, campuran 85% bioetanol dan bensin 15% Presentation that
3. E5, campuran 5% bioetanol dan bensin 95% is beautifully
designed.
Pertamina telah menjual biopremium (E5) yang mengandung
bioetanol 5% dan premium 95%. Bahan bakar E5 dapat
digunakan pada kendaraan yang menggunakan bensin
(gasoline) standar, tanpa modifikasi apapun. Brazil sebagai
salah satu negara yang menggunakan bioetanol terbesar di
dunia, telah mengadopsi bahan bakar E100, dimana kandungan
bioetanol 100%.
Perbandingan Bioethanol dengan bahan bakar lainnya

Sumber: Lab BTMP-BPPT, 2006


Penggunaan bioetanol juga mampu mengurangi emisi gas beracun (CO dan
HC) yang umum ditemukan pada pembakaran bensin. Hal tersebut disebabkan
oleh air-fuel ratio yang lebih baik pada bioetanol sehingga menyebabkan
pembakaran bahan bakar yang lebih sempurna. Namun sayangnya justru emisi
NOx lebih tinggi dibandingkan pembakaran bahan bakar premium.

 sumber: Reksowardojo, 2006


Place Your Picture Here And Sand to Back

Your Picture Here

Your Picture Here Sayangnya untuk menghasilkan power dan


Your Picture Here force yang lebih tinggi, dibutuhkan bahan bakar
E20 dalam jumlah lebih banyak per jam relatif
terhadap Pertamax. Untuk nilai fuel
consumption / power bahan bakar pertamax
memberikan hasil yang terbaik diikuti oleh E20
dan E10. Secara umum, pencampuran
premium dengan bioetanol memberikan
dampak yang baik bagi performa mesin.
Thank You