Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN

TAMBAHAN UNTUK
FERTILITAS

NAMA : ASMAUL HUSNA


NIRMALA SARI
1.Fertilitas

Pengertian fertilitas(live birth) adalah


proses lahirnya bayi dari rahim perempuan
dengan adanya tanda-tanda kehidupan,seperti
bernafas, menangis, bergerak dan
sebagainya.Atau kemampuan reproduksi aktual
dari seseorang wanita atau sekelompik individu.
Faktor yang mempengaruhi fertilitas
penduduk:
1.Faktor Demografi
- Struktur umur
-Struktur perkawinan
- Umur kawin pertama
- Paritas/kesimbangan disrupsi/gangguan
perkawinan.
- Proporsi yang kawin
2. Faktor non-Demografi
- Keadaan ekonomi penduduk
- Tingkat pendidikan
- perbaikan status perempuan’
- Urbanisasi dan industrialisasi.
2. Pemeriksaan semen
Semen adalah lendir yang keluar dari
genetalia jantan waktu ejakulasi(mani).yang
terdiri dari bagian padat dan bagian
cair.Bagian padat adalah spermatozoa,dan
bagian cair disebut plasma semen(air mani).
Semen keluar dari penis dalam 4 fraksi:
1. Fraksi pre-ejakulasi.
2. Fraksi awal
3. Fraksi utama fraksi-fraksi ejakulat
4. Fraksi akhir
Penilaian hasil pemeriksaan semen
Analisa semen memerlukan specimen
segar.Pemeriksaan semen harus dikerjakan
dalam waktu kurang dari 30 menit setelah
ejakulasi,sehingga memerlukan kesiapan
pemeriksaan. Analisa semen dapat
memerlikan persiapan khusu pasien untuk
mendapatkan spesimen layak periksa.
Hal yang perlu diamati dalam pemerisaan
semen adalah keadaan mikroskopis
meliputi,warna,volume, bau, pH dan
viskositas. Sedangkan faktor mikroskopis
meliputi jumlah spermatozoa per mil,
motilitas, kecepatan, morfologi spermatozoa,
sel muda dan eritrosit.
3. Kurva temperatur basal (suhu tubuh baal)
adalah suhu yang diperoleh dalam
keadaanistirahat dan harus diambil segera
setelah bangun di pagi hari setelah setidaknya
6 jam tidur.Tujuan pencatatan suhu basal
untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur 
/ovulasi. 
Suhu basal diukur dengan alat yang berupa
termometer basal. Termometer basal ini
dapatdigunakan secara oral, per  vagina,
atau melalui dubur dan ditempatkan pada
lokasi serta waktu yang sama selama 5
menit.
Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat
selsius.Pada wktu ovulasi,suhu akan turun dan
naik menjadi 37-38 derajat selcius.Pada saat
itulah terjadi masa subur dan ovulasi.Setelah
masa subur maka suhu tubuh akan kembali
normal sebelum menstruasi terjadi.
Apabila grafik tidak terjadi kenaikan suhu
tubuh,kemungkinan tidak terjadi masa
subur/ovulasi.Hal ini terjadi karena tidak
adanya korpus luteum yang memproduksi
progesteron.
Faktor yang mempengaruhi metode suhu
basal:
1. Penyaki
2. Gangguan tidur
3. Merokok dan minum alkohol
4. Stres
5. Penggunaan selimut eletrik
Keuntungan dari pengguanaan metode suhu
basal:

1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran


pada pasangan suami istri tenyang masa
subur/ovulasi.
2. Membantu wanita yang mengalami siklus
haid tidak teratur.
3. Dapat menggunakan sebagai kontrasepsi
ataupun meningkatkan kesempatan untuk
hamil.
4. Pemeriksaan Mulkus serviks.
 Untuk melihat nilai pengaruh
hormonal,khususnya estrogen.
 - Penilaian volume,daya membenang
(spennbarkeit),daya mendaun
pakis(ferning),pembuka mukut rahim dan
kekentalan (consistency) dan masing-masing di
berikan skor 0-3.
Volume mulkus serviks
 Menilai elastisitas mucus serviks
 - Jika mulkus serviks dalam kanalis
servikalis diambil dengan pinset,mucus
serviks tidak terputus-putus.
 -Maksimal saat ovalus.
Pembuka mulut rahim
 Consistency/kekentalan
 Nilai 0-7 : pengaruh ekstrogen kurang atau
menunjukan kadar progesteron
 Nilai 8-14 : pengaruh ekstrogen nyata,dan
tidak terpengaruh kadar progesteron.
5. Tes fern
Tes fern adalah pemeriksaan pada lendir
serviks untik melihat pola berbentuknya
fern/daun pakis.Pembentukan pola fern akan
terlihat jika kadar estrogen mencukupi.Oleh
karena itu dengan mengetahui pola fern/daun
pakis pada lendir serviks,maka dapat digunakan
untuk mengevaluasi keseimbangan estrogen-
progesteron.
Hasil pemeriksaan fern/daun pakis berubah
bentik disebabkan oleh perubahan hormon pada
ovulasi.Kadar estrogen meningkat secara
bertahap yang mengakibatkan eksresi NaCL
meningkat.Hasil pemeriksaan tes ferning bisa
juga dideskripsikan sebagai berikut.
1. Fase non ferning
2. Fase transisional
3. Fase fern
6. Uji pasca coitus
Tujuan
1. Menentukan jumlah spermatoszoa aktif dan
menilai sperma survival dalam lendir serviks.
2. Mengevaluasi prilaku sperma beberapa jam
setelah coitus
3. Penialaian adanya anti bodi sperma pria dan
wanita
4. Menilai lendir serviks
Yang di periksa pada uji pasca coitus:
1. Vagina pool semen sample
2. Lendir serviks
3. Hasil uji pasca senggama
Hasil uji pasca coitus:
4. Interpretasi
5. Uji negatif bila tidak di jumpai spermatozoa
6. Jika dijumpai PR spermatozoa di
endoserviks AB(-)
7. Jika di jumpai NP dengan shaking AB(+)
dicairan serviks atau spermatozoa