Anda di halaman 1dari 15

Intervensi Gizi Pada Kondisi Darurat Atau

Bencana

KELOMPOK 6:
DIAN SRI RAHAYU (2018031034)
KARINA WIDYA PUTRI (2018031061)
SAHRIL SABIRIN (2018031103)
SYIFA SOLIKHAT (2018031121)
Penanganan Gizi Dalam Situasi Keadaan
Darurat Atau Bencana
• Situasi keadaan darurat bencana terbagi menjadi
3 tahap,
Siaga Tanggap Transisi
1

3
2
darurat darurat darurat
SIAGA DARURAT
• suatu keadaan potensi terjadinya bencana yang
ditandaidengan adanya pengungsi dan
pergerakan sumber daya. Kegiatan penanganan
gizi pada situasi siaga darurat sesuai dengan situ
asi dan kondisi yang ada dapatdilaksanakan
kegiatan gizi seperti pada tanggap darurat
TANGGAP DARURAT
• serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan
segera pada saat kejadian bencana untuk
menangani dampak buruk yang ditimbulkan.
Meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi
korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan
dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi,
penyelamatan serta pemulihan sarana dan
prasarana.
KEGIATAN SAAT TANGGAP DARURAT
• Kegiatan penanganan gizi pada saat tanggap
darurat dapat dikelompokkan dalam 2 (dua)
tahap.
Fase I Tanggap
Darurat Awal

Fase II Tanggap
Darurat Awal
Fase I Tanggap Darurat Awal
• Fase I Tanggap Darurat Awal antara lain ditandai
dengan kondisi sebagai berikut: Korban bencana
bias dalam pengungsian atau belum dalam
pengungsian, petugas belum sempat
mengidentifikasi korban secara lengkap, bantuan
pangan sudah mulai berdatangan dan adanya
penyelenggaraan dapur umum jika diperlukan.
Lamanya fase 1 ini tergantung dari situasi dan
kondisi setempat di daerah bencana yaitu
maksimal sampai 3 hari setelah bencana
KEGIATAN FASE 1
Kegiatan yang dilakukan adalah :
• Memberikan makanan yang bertujuan agar
pengungsitidak lapar dan dapatmempertahankan
status gizinya.
• Mengawasi pendistribusian bantuan bahan makanan
• Menganalisis hasil Rapid Health Assessment (RHA)
Pada fase ini, penyelenggaraan makanan bagi korban
bencana mempertimbangkan hasil analisis RHA dan
standar ransum.
Fase II Tanggap Darurat Awal
Kegiatan terkait penanganan gizi pada fase II, adalah :
• Menghitung kebutuhan gizi
Berdasarkan analisis hasil Rapid Health Assessment
(RHA)
diketahui jumlah pengungsi berdasarkan kelompok 
umur, selanjutnya dapat dihitung ransum pengungsi
dengan memperhitungkan setiap orang pengungsi
membutuhkan 2.100 kkal, 50 g protein dan 40 g
lemak, serta menyusun menuyang didasarkan pada
jenis bahan makanan yang tersedia.
• Pengelolaan penyelenggaraan makanan di dapur umum yang meliputi :

1. Tempat pengolahan
2. Sumber bahan makanan
3. Petugas pelaksana
4. Penyimpanan bahan makanan basah
5. Penyimpanan bahan makanan kering
6. Cara mengolah
7. Cara distribusi
8. Peralatan makan dan pengolahan Tempat pembuangan sampah
sementara
9. Pengawasan penyelenggaraan makanan
10. Mendistribusikan makanan siap saji
11. Pengawasan bantuan bahan makanan untuk melindungi korban
bencanadari dampak buruk akibat bantuan tersebut seperti diare,
infeksi, keracunandan lain-lain
Tahap tanggap darurat lanjut
• Tahap tanggap darurat lanjut dilaksanakan setelah
tahap tanggap darurat awal,dalam rangka
penanganan masalah gizi sesuai tingkat kedaruratan.
Lamanya tahaptanggap darurat lanjut tergantung dari
situasi dan kondisi setempat di daerah bencana.
• Pada tahap ini sudah ada informasi lebih rinci
tentang keadaan pengungsi,
seperti jumlah menurut golongan umur dan jenis kela
min, keadaan lingkung keadaan penyakit, dan
sebagainya
KEGIATAN TAHAP DARURAT LANJUT
1. Analisis faktor penyulit berdasarkan hasil Rapid Health
Assessment (RHA). 
2. Pengumpulan data antropometri balita (berat badan,
panjang badan/tinggi badan),ibu hamil dan ibu menyusui
(Lingkar Lengan Atas).
3. Menghitung proporsi status gizi balita kurus (BB/TB <-2SD)
dan jumlah ibu hamildengan risiko KEK (LIL <23,5 cm).
4. Menganalisis adanya faktor penyulit seperti kejadian diare,
campak, demam berdarah dan lain-lain.
5. Melaksanakan pemberian makanan tambahan dan
suplemen gizi.
TRANSISI DARURAT
• Transisi darurat adalah suatu keadaan sebelum
dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kegiatan penanganan gizi pada situasi transisi
darurat disesusaikan dengan situasi dan kondisi
yang ada, dapat dilaksanakan kegiatan gizi
seperti pada tanggap darurat.
Pemantauan Status Gizi Dalam Situasi Darurat Awal Dan Darurat
Lanjut

• Pemantauan dan evaluasi kegiatan penanganan


gizi pada situasi bencana merupakan kegiatan
yang dilakukan mulai tahap pra bencana,
tanggap darurat
dan pasca bencana secara terus menerus dan ber
kesinambungan. Kegiatan ini dilakukan dengan
mengevaluasi pencapaian pelaksanaan kegiatan
dengan cara memantau hasil yang telah dicapai
yang terkait penanganan gizi dalam situasi
bencana yang meliputiinput, proses dan output
Kegiatan pemantauan dan evaluasi
Kegiatan pemantauan dan evaluasi dilaksanakan oleh pengelola kegiatan
gizi bersama tim yang dikoordinasikan oleh PPKK Kementerian Kesehatan 
dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan.
• Tanggap Darurat Awal dan Tanggap Darurat Lanjut :
• Tersedianya data sasaran hasil RHA
• Tersedianya standar ransum di daerah bencana
• Tersedianya daftar menu makanan di daerah bencana
• Terlaksananya pengumpulan data antropometri balita (BB/U, BB/TB
dan TB/U)
• Terlaksananya pengumpulan data antropometri ibu hamil dan ibu
menyusui(LiLA)
• Terlaksananya konseling menyusui
• Terlaksananya konseling MP-ASI
• Tersedianya makanan tambahan atau MP-ASI di daerah bencana
• Tersedianya kapsul vitamin A di daerah bencana
• Terlaksananya pemantauan bantuan pangan dan susu formula.
THANK YOU!