Anda di halaman 1dari 11

RULA DAN REBA

KELOMPOK 6

• HOLIFATUSSIFA (2018031058)
• M. WIRDAN H.F (2018031077)
• SYAHIRUL ALIM (2018031119)
• TRIA ANANDA (2018031128)
RULA DAN REBA

RULA dan REBA banyak sekali digunakan oleh kalangan


luas untuk melakukan penilaian risiko ergonomi pada
kegiatan manual handling khusus dalam menilai postur
janggal ketika bekerja.
Rapid Upper Limb Assessment (RULA)

Rapid Upper Limb Assessment (RULA) merupakan suatu metode penelitian untuk
menginvestigasi gangguan pada anggota badan bagian atas. Metode ini dirancang oleh
Lynn Mc Atamney dan Nigel Corlett (1993) yang menyediakan sebuah perhitungan
tingkatan beban muskuloskeletal di dalam sebuah pekerjaan yang memiliki Risiko pada
bagian tubuh dari perut hingga leher atau anggota badan bagian atas.

Metode ini tidak membutuhkan peralatan spesial dalam penetapan penilaian postur leher,
punggung, dan lengan atas. Setiap pergerakan di beri skor yang telah ditetapkan. RULA
dikembangkan sebagai suatu metode untuk mendeteksi postur kerja yang merupakan
faktor Risiko. Metode didesain untuk menilai para pekerja dan mengetahui beban
musculoskletal yang kemungkinan menimbulkan gangguan pada anggota badan atas.
Metode ini menggunakan diagram dari postur
tubuh dan tiga tabel skor dalam menetapkan
evaluasi faktor Risiko.
Faktor Risiko yang telah diinvestigasi sebagai faktor beban
eksternal yaitu:

01 Jumlah pergerakan 02 Kerja otot statik

03 Tenaga/kekuatan 04 Penentuan postur kerja


oleh peralatan

05 Waktu kerja tanpa istirahat.


Rapid Entire Body Assessment (REBA)
Rapid Entire Body Assessment atau yang biasa disebut dengan REBA merupakan salah satu metode
yang digunakan untuk menganalisa pekerjaan berdasarkan posisi tubuh. Metode ini didesain untuk
mengevaluasi pekerjaan atau aktivitas, dimana pekerjaan tersebut memiliki kecenderungan
menimbulkan ketidaknyamanan seperti kelelahan pada leher, tulang punggung, lengan, dan
sebagainya. Metode ini mengevaluasi pekerjaan dengan memberikan nilai/score pada 5 aktivitas level
yang berbeda. Hasil nilai ini menunjukkan tingkatan atau level Risiko yang dihadapi oleh karyawan
dalam melakukan pekerjaannya dan terhadap beban kerja yang ditanggungnya. Risiko dari pekerjaan
terkait dengan penyakit otot dan postur tubuh.
Analisa REBA dilakukan dengan membagi postur tubuh kedalam dua kategori, kategori A dan
B. Kategori A terdiri dari tubuh, leher dan kaki, sedangkan kategori B terdiri dari lengan atas
dan bawah serta pergelangan untuk gerakan ke kiri dan kanan. Masing-masing kategori
memiliki skala penilaian postur tubuh lengkap dengan catatan tambahan yang dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan dalam desain perbaikan. Setelah penilaian postur tubuh, yang
dilakukan kemudian adalah pemberian nilai pada beban atau tenaga yang digunakan serta faktor
terkait dengan kopling (Hignett, S., McAtamney, L. 2000).
Nilai untuk masing-masing postur tubuh dapat
diperoleh dari tabel penilaian yang telah ada.
Total nilai pada kategori A merupakan nilai yang diperoleh dari penjumlahan nilai postur tubuh
yang terdapat pada tabel A dengan nilai beban atau tenaga. Sedang total nilai pada kategori B
merupakan nilai yang diperoleh dari penjumlahan nilai postur tubuh yang terdapat pada tabel B
dengan nilai kopling untuk kedua tangan. Nilai REBA diperoleh dengan melihat nilai dari
kategori A dan B pada tabel C untuk memperoleh nilai C yang kemudian dijumlahkan dengan
nilai aktivitas. Sedangkan tingkatan Risiko dari pekerjaan diperoleh dari tabel keputusan REBA.
Kesimpulan
Kesimpulan bahwa reba dan rula sangat lah berbeda. Rula lebih
akurat, anggota tubuh bagian atas (leher, punggung, dan lengan atas),
analisis lebih dalam pada anggota badan bagian atas, dan mendeteksi
bagian postur kerja yang merupakan faktor resiko (badan musculosketal)
pada anggota badan bagian atas.
Sedangkan Reba lebih komplek, lebih sulit dari rula tetapi
mendektesi anggota badan keseluruhan, dan menilai faktor resiko
gangguan tubuh keseluruhan.
TERIMAKASIH