Anda di halaman 1dari 13

DISUSUN OLEH :

DIAN SRI RAHAYU

GIZI DALAM PERSPEKTIF (2018031034)


MUHAMMAD IZAZ
MAULANA A

GLOBAL
(2018031073)
MOCHAMAD RANGGA
RAMADHAN
(2018031071)
GIZI

Istilah gizi berasal dari bahasa Arab giza yang berarti zat
makanan, dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah nutrition
yang berarti bahan makanan atau zat gizi atau sering diartikan
sebagai ilmu gizi.
GIZI

Pengertian lebih luas bahwa gizi diartikan sebagai proses


organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi,
penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat gizi untuk
mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal
organ tubuh serta untuk menghasilkan tenaga. (Djoko Pekik
Irianto, 2006)
STATUS GIZI

Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh


keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan.
Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variabel
pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan/panjang badan,
lingkar kepala, lingkar lengan, dan panjang tungkai
(Gibson, 1990).
Jika keseimbangan tadi terganggu, misalnya pengeluaran
energi dan protein lebih banyak dibandingkan pemasukan maka
akan terjadi kekurangan energi protein, dan jika berlangsung
lama akan timbul masalah yang dikenal dengan KEP berat atau
gizi buruk (Depkes RI, 2000). 
CORONA VIRUS

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe


acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-
19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai
dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru,
seperti pneumonia.
MENAGEMENT,PENDAMPINGAN,PENGAWASAN
DAN PEMANTAUAN GIZI DALAM SITUASI
PANDEMI COVID 19

Unicef, bekerjasama dengan Global Nutrition Cluster dan Global


Technical Assistance Mechanism for Nutrition (GTAM)
mengeluarkan pedoman rekomendasi spesifik bidang gizi untuk
manajemen, pengawasan dan pemantauan dalam situasi COVID-
19. Dalam situasi ini, perlu adanya inovasi dalam
pengembangan untuk pengumpulan, interpretasi, analisis dan
pengelolaan data gizi yang berkelanjutan mengingat kita harus
memenuhi prinsip ‘physical distancing’.
Beberapa pesan penting dan aktifitas prioritas dalam
pelaksanaan di lapangan:
 Kelola physical distancing dan gunakan cara alternatif dalam
pengambilan data.
 Pastikan koordinasi aktifitas informasi gizi.
 Maksimalkan pemanfaatan data dan sistem informasi yang
ada.
 Informasi dan laporan harus relevan dan mudah diakses.
Pe n g u m p u l a n d a t a d en g a n i n t e ra k si se c a ra p e rso n a l d i s i tu a si p a n d e m i , a d a
b e b e r a p a p o i n u t a m a y a n g p e rl u d i p er h a t i k a n . K u n j u n g a n ru m a h , sk ri n i n g ,
p e n g u k u r a n a n tr o p o m et ri , m e m e rl u k a n ti n d a k a n k h u su s u n t u k p e n c e g a h a n d a n
p e n g e n d a l i a n i n f e k s i , d i a n ta ra n y a :
 M e m a s t i k a n p e n g u m p u l d a t a te t a p d i ru m a h a p a b i l a m e n u n j u k k a n g e j a l a C O V I D -
19.
 M e n c u c i a l a t u k u r a n t r o p o m et ri m en gg u n a k a n sa b u n ( p a p a n p e n g u k u r t i n gg i
b a d a n d a n t i m b a n ga n e l ek t ro n i k ) d a n m e n g gu n a k a n c h l o r i n u n t u k a l a t p en gu k u r
l i n gk a r l e n g a n . P e m b e r s i h a n d i l a k u k a n se t i a p sel e sa i su a t u p e n gu k u ra n , se rt a
a n t a r p e n gu k u r a n .
 M e m a s t i k a n j a r a k f i s i k y a n g a m a n a n t a ra i b u /p e n g a su h d a n a n a k .
 M e m a s t i k a n p e n g u m p u l d a t a m e n g gu n a k a n m a sk e r d a n sa ru n g t a n g a n k e t i k a
melakukan pengukuran.
 M e n g a t u r u l a n g p o s i s i p en gu m p u l d a t a y a n g a m a n .
 M e l a t i h p en gu m p u l d a t a t e n t a n g c a ra m e m p ra k t i k a n ti n d a k a n p e n g u k u ra n y a n g
m e n e r a p k a n p r i n s i p p e n c e g a h a n d a n p e n g e n d a l i a n i n f e k si .
 D es i n f e k si a t a u c u c i ta n ga n p e n g u m p u l d a ta a n t a r p e n g u k u ra n .
 D es i n f e k si s ec a r a r u t i n p e rm u k a a n y a n g t erse n t u h .
PELAYANAN GIZI SAAT PANDEMI COVID 19

Dalam situasi pandemi COVID-19, banyak protokol yang perlu


diikuti agar pelayanan gizi bagi masyarakat berjalan dengan
baik dan aman.
1. Prinsip Pencegahan Penularan dalam Pelayanan Konseling dan
Edukasi Gizi :
Dalam masa pandemi COVID-19 untuk mencegah penularan,
Fasyankes telah meminimalisir kunjungan masyarakat untuk
hal-hal yang tidak mendesak atau gawat darurat dengan
memanfaatkan teknologi informasi atau media lainnya sesuai
kebutuhan. Selain itu, tekonologi informasi juga dapat
digunakan untuk kegiatan koordinasi maupun sosialisasi
dengan berbagai pihak.
2. Pelayanan Gizi Ibu Hamil
 Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil
 Pemberian makanan tambahan(MT) pada bumil kurang energi
kronis (KEK)
3.Pelayanan gizi pada bayi dan balita
 Promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak
STRATEGI MITIGASI COVID 19 BAGI GIZI
KESEHATAN IBU DAN ANAK

Beberapa poin permasalahan dan solusi yang bisa digunakan


antara lain:
 Kerawanan pangan dan rendahnya kualitas gizi
 Turunnya pendapatan dan terbatasnya sumber finansial
 Terbatasnya perawatan dan pelayanan kesehatan
 Gangguan sistem pendidikan bagi anak dan dewasa
 Lingkungan rumah tangga yang tidak sehat
Pandemi ini telah memunculkan krisis yang belum pernah
terjadi sebelumnya. Pun ketika pandemi telah berakhir, transisi
kehidupan baru akan sangat berbeda dibandingkan dengan
masa lalu. Menjaga kesehatan dan gizi masyarakat rentan,
khususnya ibu dan anak harus menjadi prioritas utama.
Kegagalan pemenuhan gizi pada ibu dan anak memberikan efek
negatif yang berkaitan dengan kesehatan dan nyawa yang tidak
bisa dikembalikan seperti sedia kala. Pemerintah bekerjasama
dengan berbagai pihak harus mengambil keputusan berbasis
data guna mencapai target kesehatan global dan
menanggulangi kekurangan gizi.
TERIMA KASIH