Anda di halaman 1dari 16

Kebutuhan Gizi dan Ransum pada Situasi Darurat

Di Susun Oleh

AGUS GUNAWAN BAGAS KURNIAILLAHI HOLIFATUSSIFA

SYAHIRUL ALIM TRIA ANANDA


PENGERTIAN KEBUTUHAN ZAT GIZI

Kebutuhan zat gizi adalah jumlah zat gizi minimal yang

diperlukan seseorang untuk hidup sehat. Kebutuhan zat

gizi masing-masing orang berbeda, salah satunya karena

faktor genetika.
Kebutuhan gizi seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

tubuh
1. Pertumbuhan 4. Ukuran

3. Jenis
ik
kegiatan fis
6. Keadaan fis
iologis khusus
2. Umur (Hamil dan me
nyusui)

sakit dan
5. Keadaan an
h
penyembu
KEBUTUHAN GIZI PADA GOLONGAN USIA
1. Kebutuhan Gizi Pada Usia Bayi
Makanan terbaik bagi bayi adalah air susu ibu (ASI) sampai berumur
2 tahun, dimana sampai 6 bulan pertama hanya ASI tanpa disertai
makanan atau minuman lain (ASI ekslusif). Mulai umur 6 sampai 24
bulan pemberian ASI harus disertai makanan lain (MPASI) karena
kualitas dan kuantitas ASI tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan bayi
yang terus tumbuh.
Berikut ini daftar standar kebutuhan gizi
bayi untuk memenuhi angka kecukupan
Pada Bayi Sehat
kalori tersebut:
Karbohidrat yang diperlukan tubuh bayi
• Kalori bayi usia 0-3 bulan : 116 kkal/kg
berkisar antara 40% dari kebutuhan kalori
dari berat badan perhari.
tadi.
• Kalori bayi usia 3-12 bulan : 100 kkal/kg
Protein yang diperlukan sebesar 10% dari
dari berat badan perhari.
jumlah kebutuhan kalori bayi per hari.
Lemak yang diperlukan sebanyak 40
sampai 50% dari total kebutuhan kalori.
2. Kebutuhan Gizi Pada Usia Balita
Kebutuhan nutrisi pada balita sebenarnya juga

dipengaruhi oleh usia, besar tubuh, dan tingkat

aktivitas yang dilakukannya.

Energi : biasanya balita membutuhkan sekitar 1.000

samapi 1.400 kalori/hari.

Kalsium : dibutuhkan kurang lebih 500 mg per hari.

Zat besi : anak balita membutuhkan 7 mg per hari.

Vitamin : tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot,

peredaran darah, jaringan otak, dan organ-organ lain.


………………………
3. Kebutuhan Gizi Pada Usia Anak-Anak

Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga


kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kebutuhan
kalori harian pada usia ini menurun berhubungan dengan ukuran tubuh. Anak
usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori / hari. Pola makanan pada

………………………
usia ini perlu diperhatikan, karena pada sia ini anak-anak senang makanan
yang dijual di luar rumah.
 Perempuan
• usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48
4. Kebutuhan Gizi Pada Usia Remaja kkal/kgBB/hari.
• usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38
kkal/kgBB/hari .

 Laki-laki
• usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60
kkal/kgBB/hari.
• usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42
kkal/kgBB/hari.
5. Kebutuhan Gizi Pada Usia Dewasa

• Energi (Kcal) • Vitamin E


Perempuan (20-45) tahun: 2.200 Perempuan (20-45) tahun : 8
Laki-laki (20-45) tahun: 2.800 Laki-laki (20-45) tahun : 10
• Protein (gr) • Vitamin B
Perempuan (20-45) tahun : 48 Perempuan (20-45) tahun : 1,0
Laki-laki (20-45) tahun : 55 Laki-laki (20-45) tahun : 1,2
• Kalsium (mg) • Vitamin C
Perempuan (20-45) tahun : 600 Perempuan (20-45) tahun : 60
Laki-laki (20-45) tahun : 500 Laki-laki (20-45) tahun : 60
• Besi (mg) • Folat
Perempuan (20-45) tahun : 26 Perempuan (20-45) tahun : 150
Laki-laki (20-45) tahun : 1,3 Laki-laki (20-45) tahun : 70
• Vitamin A (RE)
Perempuan (20-45) tahun : 500
Laki-laki (20-45) tahun : 700
 Energi  Protein
Jumlah total energi yang harus tersedia selama kehamilan untuk Kebutuhan protein sehari untuk ibu hamil berdasarkan WKNPG 1998
pertumbuhan janin dan jaringan ibu ialah 80.000 kkal atau 300 kkal adalah dengan tambahan 12 g/hari dari ibu sebelum hamil atau total
per hari di atas kebutuhan wanita tidak hamil. WHO menganjurkan sehari 60 gram. Protein untuk ibu hamil sebaiknya sebagian besar
jumlah tambahan energi sebesar 150 kkal sehari pada trimester I dan berasal dari hewani seperti ikan, telur, susu, daging atau tempe.
350 kkal sehari selama trimester II dan III.

6. Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil

 Vitamin, mineral dan cairan


 Lemak
Vitamin A dan kalsium diperlukan untuk pertumbuhan janin, jaringan
Pada kehamilan normal terjadi kenaikan serum kolesterol dan
tubuh ibu, cadangan pada bayi dan pembentukan ASI. Kadar kalsium
trigliserida masing- masing 25-40 % dan 200-400 %.
dalam darah menurun 5 % dengan penambahan volume darah selama
dalam keadaan hamil perlu membatasi konsumsi lemak terutama
hamil. Jumlah kalsium yang tertimbun selama hamil 30 g, dengan
lemak jenuh.
kecepatan 7, 110 dan 400 mg masing-masing pada trimester I, II dan
III.
7. Kebutuhan Gizi Pada Ibu Menyusui

Dalam 6 bulan pertama menyusui ibu membutuhkan tambahan protein 16 gram


di atas kebutuhan normal. Hal ini berdasar perhitungan tiap 100 cc ASI
mengandung 1,2 g protein sehingga 800 cc ASI mengandung 9,6 gram protein.
Efisiensi konversi protein makanan menjadi protein susu 70 % sehingga 9,6 g
protein susu setara dengan 13,7 g protein makanan. WKN Pangan dan Gizi
menganjurkan penambahan protein 16 g per hari pada 6 bulan pertama
menyusui dan 12 g pada periode selanjutnya.
8. Kebutuhan Gizi Pada Usia Lanjut

• Kebutuhan energi usia > 60 tahun 2200 kkal untuk laki-laki dan 1850 kkal untuk wanita. Energi ini diperoleh dari karbohidrat 60 %, protein 15 %
dan lemak 25 %.
• Kebutuhan protein sehari 0,9 g/kg BB. Kebutuhan protein meningkat bila ada stress fisiologis seperti infeksi, luka bakar, patah tulang dan operasi.
Kebutuhan protein menurun bila ada gangguan ginjal/hati.
• Kebutuhan vitamin dan mineral relative sama dengan usia sebelumnya. Namun asupannya perlu mendapat perhatian karena efisiensi pencernaan
menurun. Vitamin dan mineral yang sering kurang : vitamin A, B, D, kalsium dan zat besi.
• Konsumsi serat perlu diperhatikan untuk mencegah konstipasi.
• Cairan perlu diperhatikan pada usila untuk membantu system pencernaan dan eksresi yang lancar. Usila membutuhkan cairan sekitar 1,5 liter
atau 7 gelas sehari .
RANSUM SITUASI GIZI DARURAT

Rasum adalah bantuan bahan makanan yang memastikan korban

bencana mendapatkan asupan energi, protein dan lemak untuk

mempertahankan kehidupan dan beraktivitas. Ransum dibedakan

dalam bentuk kering (dry ration) dan basah (wet ration).


Lamanya fase 1 ini tergantung dari situasi dan kondisi

setempat di daerah bencana yaitu maksimal sampai 3 hari


Kebutuhan/ Orang/Hari Ukuran RumahTangga
Bahan Makanan
setelah bencana. Pada fase ini kegiatanyang dilakukan adalah: (g) (URT)

Biskuit 100 10-12 bh


• Memberikan makanan yang bertujuan agar pengungsitidak
Mie isntan 320 3 gls (4 bks)
lapar dan dapatmempertahankan status gizinya. Sereal (Instan) 50 5 sdm (2 sachet)
Blended food (MP-ASI) 50 10 sdm
• Mengawasi pendistribusian bantuan bahan makananc).
Susu untuk anak balita 40 8 sdm
(1-5 tahun)
• Menganalisis hasil Rapid Health Assessment (RHA).
Energi (Kkal) 2.138 -
Contoh standar ransum pada Fase ITahap Tanggap Darurat Lemak (g) 53 -
Protein (g) 40 -
Awal dapat dilihat pada Tabel Contoh Standar Ransum FaseI

Tahap Tanggap Darurat Awal.


Catatan

1. Contoh standar ransum di atas hanya untuk keperluan perencanaan

secarakeseluruhan.

2. Perkiraan balita di pengungsian sebesar 10% dari jumlah pengungsi,

perlu adaBlended food (MP-ASI) dan susu untuk anak umur 1-5

tahun di dalam standar perencanaan ransum.

3. Penerimaan dan Pendistribusian melalui dapur umum.

4. Perhitungan bahan makanan hendaknya ditambahkan 10% untuk

hal tak terdugaatau kehilangan.


TERIMAKASIH