Anda di halaman 1dari 14

SISTEM PENGHANTARAN OBAT

“Mikrosfer”

KELOMPOK 7

Anisah Ekasari (201751034)


Hilyatul Fajriah (201751381)
Nadila Suci N (201751225)
Rosmalayanti S (201751282)
Sabrina Tri Astuti (201751284)
Sipah Paujiah (201751303)
Defenisi Mikrosfer
Mikrosfer adalah partikel berbentuk bola kecil, dengan
diameter 1 m sampai 1000 m.

Ada dua tipe mikrosfer yaitu:


• mikrokapsul
• micromatrices

Mikrokapsul adalah zat yang terperangkap substansi yang jelas


dikelilingi oleh dinding kapsul yang berbeda dan micromatrices
dimana zat terperangkap tersebar di seluruh matriks
Mikrosfer memainkan peran penting untuk
meningkatkan bioavailabilitas obat
konvensional dan meminimalkan efek
samping.
Karakteristik Ideal mikrosfer:

1) Kemampuan untuk memasukkan konsentrasi obat yang


cukup tinggi
2) Stabilitas persiapan setelah sintesis dengan umur
simpan yang dapat diterima secara klinis
3) Mengontrol ukuran partikel dan penyebarannya
disediaan berair untuk injeksi
4) Melepaskan reagen aktif dengan kontrol yang baik
dengan skala waktu yang luas.
5) Biokompatibilitas dengan kemampuan biodegradable
yang dapat dikontrol
6) Kerentanan terhadap modifikasi kimia
Kelebihan Mikrosfer
• Pengecilan ukuran partikel untuk meningkatkan kelarutan obat
yang susah larut
• Memberikan efek terapi yang konstan dan berkepanjangan
• Memberikan konsentrasi obat yang konstan dalam darah
• Mengurangi dosis dan toksisitas
• Melindungi obat dari enzimatik dan fotolitik

Kekurangan Mikrosfer
• Biaya bahan dan pemrosesan persiapan pelepasan terkontrol, secara
substansial lebih tinggi daripada formulasi standar.
• Nasib matriks polimer dan pengaruhnya terhadap lingkungan hidup
• Nasib aditif polimer seperti plasticizer, stabilisator, antioksidan dan
pengisi.
• Reproduksibilitas kurang.
Keterbatasan bentuk sediaan mikrosfer
• Adanya modifikasi pelepasan obat dari formulasinya
• Laju pelepasan dari dosis pelepasan terkontrol membentuk faktor
variasi berbeda seperti makanan dan laju pengangkutan melalui usus
• Adanya laju pelepasan yang berbeda dari satu dosis dengan dosis
lainnya

• Pormulasi pelepasan terkontrol umumnya mengandung obat bermuatan


maka bila terjadi kehilangan integritas pelepasan sediaan obat dapat
menyebabkan toksisitas potensial
• Bentuk sediaan jenis ini tidak dapat digerus atau dibuat dalam bentuk
sediaan kunyah
Tipe-Tipe Mikrosfer :

Mikrosfer Bioadhesif
Mikrosfer tipe ini memberikan waktu pelepasan yang lama pada tempat
aksinya dan menyebabkan proses penetrasi dan absorpsi bahan obat yang
baik.

Mikrosfer Magnetik

Mikrosfer magnetik merupakan mikrosfer dengan ukuran partikel supra


molekular sehingga cukup kecil untuk bisa melalui pembuluh kapiler tanpa
menyebabkan terjadinya oklusi embolik (<4µm)
Mikrosfer Floating

Mikrosfer jenis ini memiliki sistem dengan densitas rendah dengan


kemampuan mengambang yang baik sehingga cocok dan dapat tinggal untuk
waktu yang cukup lama dilambung tanpa mempengaruhi laju pengosongan
lambung.

Mikrosfer Radioaktif

Mikrosfer jenis ini dapat menghantarkan bahan obat radioaktif dengan dosis
tinggi ketempat aksinya tanpa menyebabkan kerusakan jaringan sekitarnya.

Mikrosfer Polimer

Banyak digunakan dan dikenal dengan nama mikrosfer biodegradasi polimer


yang mengandung bahan polimer yang terdegradasi yang dapat
memperpanjang waktu tinggal pada saat kontak dengan mukosa
Bahan-Bahan Persiapan Mikrosfer

Polimer sintetis:

1.polimer Nonbiodegradable: Polimetil metakrilat (PMMA), Acrolein, glisidil


metakrilat, polimer Epoxy
2.polimer biodegradable: lactides, glycolides mereka dan kopolimer mereka,
polialkil siano Akrilat, Polianhidrida

Polimer alami :

1. Protein: Albumin, Gelatin, Dan Collagen


2. Karbohidrat: Agarose, Karagenan, Chitosan, Pati
3.Modifikasi Karbohidrat: Polidekstran dan polistarch
Metode Pembuatan Mikrosfer

Metode Emulsifikasi
Metode ini dapat dilakukan dengan Metode Penguapan Pelarut
dua teknik yaitu emulsifikasi Metode ini biasanya digunakan untuk
tunggal dan emulsifikasi ganda. mikroenkapsulasi obat-obat yang larut
Metode ini sesuai untuk obat yang atau tersuspensi dalam fase organik.
larut dalam air. Dalam metode ini, larutan atau suspensi
obat dalam pelarut organik mengandung
polimer terlarut diemulsikan membentuk
dispersi o/o atau o/w.
Metode Koaservasi Kompleks
Metode ini digunakan untuk
mikroenkapsulasi obat-obat larut
Metode Polimerisasi
Teknik dari metode polimerasi
dibagi menjadi dua, yaitu :
Polimerisasi normal dan
Metode Semprot Kering polimerisasi interfacial.
Metode yang sesuai untuk obat-
obat yang sulit larut dalam air
Evaluasi Dan Parameter Uji
Evaluasi dan parameter uji yang ditetapkan untuk bentuk penghantaran
mikrosfer diantaranya

Karakteristik Uji Bentuk dan Ukuran


Fisikokimia Partikel

Analisis Kimia
Penetapan Indeks
Dengan Elektron Penetapan Densitas
Mengembang
Spektroskopi

Uji Kadar Bhan


Uji Daya Perlekatan Obat Secara In
Vitro dan In Vivo
Evaluasi Mikrosfer:

1. Ukuran dan bentuk partikel


2. Spektroskopi elektron untuk analisis kimia
3. Penentuan kepadatan
4. Titik isoelektrik

5. Sudut kontak
6. Metode in vitro
7. Efisiensi penjeratan obat
8. Indeks pembengkakan
Polimer Bioadhesif

Berat molekular tinggi (contoh >100.000


dalton) yang dibutuhkan untuk interpenetrasi
dan pengikatan rantai

Molekul hidrofilik yang mengandung sejumlah


Beberapa sifat fitokimia besar gugus fungsional yang mampu
penting dari polimer- membentuk ikatan hidrogen dengan mukus
polimer yang dapat
digunakan sebagai polimer
bioadhesif Polielektrolit dengan kepadatan muatan gugus
hidroksil dan karboksil yang tinggi Polimer
yang sangat fleksibel dengan mobilitas segmen
rantai tinggi untuk memfasilitasi interpenetrasi
dan interdifusi rantai polimer

Sifat permukaan sama dengan substrat biologis


agar energi interfasial antara adhesif dan
substrat rendah
Aplikasi Mikrosfer di INDUSTRI
PHARMACEUTICAL:
• Pengiriman obat mata
• Pemberian obat oral
• Pengiriman gen
• Pengiriman obat hidung
• Pemberian obat intratumoral dan lokal
• Pengiriman obat bukal
• Pengiriman obat gastrointestinal
• Pemberian obat transdermal
• Pemberian obat kolon
• Pengiriman obat vagina
• Menargetkan dengan menggunakan operator
mikropartikulat
THANK YOU