Anda di halaman 1dari 26

Prod PPIC

uctio
n Pla
nnin
Cont g Inven
rol tory

201751034
Quality Assurance

Anisah Ekasari
Membuat perencanaan &
pengendalian produksi, merancang
NI S I
aliran kerja (workflow) organisasi
mulai bahan baku sampai barang
jadi, menyusun jadwal sumberdaya
dan mengeksekusinya, sehingga
DEFI

dapat memberikan pelayanan yang


terbaik bagi customer, serta
meminimumkan biaya produksi
keseluruhan
Memberikan pelayanan yang terbaik bagi
customer

Mengeluarkan biaya produksi yang


N
terendah
A

Mengeluarkan biaya persediaan yang


TUJU

terendah

Mengeluarkan biaya distribusi yang


terendah

Profit = Revenue - Expense


IC
AS PP Perencanaan - Membuat rencana produksi, menyusun dan menetapkan
urutanproduksi, input material, alat dan mesin, serta pekerja
- TUG

Perancangan aliran kerja (workflow) organisasi.

Penjadwalan - Mempersiapkan order produksi dan jadwalnya (timetables)


S
TUGA

Pengendalian – Memberikan otorisasi untuk memulai kegiatan produksi,


memonitor, menindak lanjuti, dan menjaga rencana dilaksanakan
Memastikan Besaran Investasi Aset 
Ketika sebuah perusahaan telah memiliki perencanaan produksi serta kontrol
inventori yang baik, maka perusahaan bisa dengan mudah mengidentifikasi
besarnya atau kapasitas maksimal produksi saat itu

Mengurangi Waktu Idle


Ketika dalam alur penyediaan serta perencanaan bahan baku mengalami
hambatan, maka perusahaan akan mengalami delay dalam produksi. 

Mengurangi Ongkos Pegawai


FAAT
Dengan PPIC yang matang dan terencana, maka perusahaan bisa
memilih bahan baku yang tepat, investasi sistem teknologi yang cocok,
serta menemukan aktivitas produksi yang mampu mengoptimalkan
produktivitas.
MAN

Peningkatan Customer Service


Dengan adanya jadwal produksi yang efektif, perusahaan akan
menjamin terjadinya on-time delivery. Dengan begitu, ini akan
meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi komplain. Secara
luas, hal ini akan berdampak positif pada citra perusahaan dan
meningkatkan loyalty pelanggan

Meningkatkan ROA Perusahaan


Dengan berhasil menentukan kapasitas produksi, maka PPIC bisa
meningkatkan ROA perusahaan. Perusahaan akan menemukan praktek
terbaik yang bisa memanfaatkan segala alat-alat perusahaan secara
optimal.
Tahapan Perencanaan Produksi
BUSINESS
Plan

PLANNING

Manufacturing
Marketing/ Plan Finance
Sales Plan Plan
Production
Plan Resources
Forecasts Requirements
Plan
Long-Range

Master Rough Cut


Firm Orders Production Capacity
Plan
Plan

Inventory Status

Material Capacity
Medium
BOM Requirements
Requirements Plan (CRP) Range
Planning Data
Planning

EXECUTION OF PLAN
Production Purchasing
Activity
22
Control 23
Cap
24
acity
I/O Short
JIT
Line Balance
Rt
ange

Final
Assembly FINAL
Schedule
(FAS)
ASSEMBLY
Production Planning & Inventory Control
Kapasitas Produksi Forecast Penjualan

Kapasitas Produksi adalah


seberapa banyak suatu mesin Forecast Penjualan adalah
produksi dalam membuat perkiraan penjualan yang
suatu produk selama satu hari akan datang baik untuk satu
kerja. Dengan kapasitas bulan atau tiga bulan
produksi ini maka kedepan. Dengan forecast ini
departemen PPIC dapat maka departemen PPIC dapat
mengetahui berapa lama memenuhi permintaan
proses produksi untuk dapat customer dan
menghasilkan barang dengan membuat safety stock finish
kualitas yang baik dalam goods. Forecast Penjualan ini
jumlah tertentu. Kapasitas didapatkan dari departemen
produksi di dapatkan dari marketing.
departemen produksi.
Customer Order Formula Produk

Formula produk dikeluarkan


Customer Order adalah
berdasarkan hasil uji coba
permintaan pelanggan
dari departemen R&D
terhadap produk finish
terhadap suatu produk
goods yang ditawarkan oleh
sampai produk itu dapat
marketing baik itu produk
dijual ke customer. Dalam
regular maupun produk
formula itu terdapat rincian
pesanan khusus. Dari
bahan baku yang akan
customer, order yang masuk
digunakan untuk suatu
ini maka PPIC dapat
produk dengan uraian
menjadwalkan rencana
persentase. Berdasarkan
produksi sampai produk itu
formula itu maka PPIC dapat
terkirim sesuai
memperhitungkan berapa
dengan leadtime yang sudah
banyak bahan yang
ditentukan.
dibutuhkan untuk permintaan
customer.
Proses Produksi Kualitas Produk

Proses produksi didalam Kualitas produk dapat dinyatakan


bahwa produk itu berkualitas sesuai
produksi suatu produk dengan standar yang sudah ditentukan
berbeda-beda perlakuannya, berdasarkan departemen QC. Kualitas
oleh karena itu maka PPIC ini menjadi penting bagi PPIC karena
didalam suatu produksi ada beberapa
harus dapat mengetahui
tahapan tes QC untuk menyatakan
setiap produk di dalam proses produk tersebut lolos QC atau tidak
produksinya sehingga bisa lolos QC. Dengan mengetahui masalah
memperkirakan berapa lama kualitas produk, maka PPIC dapat
mengkomunikasikan dengan
suatu produk itu dapat dibuat marketing mengenai kualitas yang
sampai selesai dan sesuai diinginkan karena tidak semua
dengan kapasitasnya juga. kustomer sesuai dengan standar yang
kita keluarkan dalam artian bahwa
Proses produksi ini dapat
kualitas produk itu masih dapat
diketahui dengan memahami dibicarakan dengan kustomer dan
produk tersebut pada saat yang dapat membicarakan masalah
produksi apa saja kendala kualitas produk yang kita dapatkan
pada saat produksi adalah marketing
yang dapat terjadi untuk sendiri yang memegang peranan
suatu produk tersebut. penting ini.
Kapasitas Gudang Leadtime Pembelian

Kapasitas Gudang ditentukan


berdasakan dari departemen
Leadtime pembelian didapat
gudang yang mana data ini dari departemen purchasing
dapat diukur sesuai dengan yang mana departemen
barang yang ingin kita buat purchasing mendapatkanya
stoknya. Dengan data ini sesuai dengan negosiasi
Gudang dapat memperkirakan dengan para supplier dan
berapa banyak barang tersebut perhitungan dokumen yang
dapat disimpan di gudang. harus diproses secara internal
Maka PPIC harus dapat departemennya. Maka
mengatur masuknya barang dengan adanya Leadtime
agar tidak ada penumpukan Pembelian ini PPIC dapat
barang di dalam gudang yang memperhitungan pembelian
dapat menghabiskan kapasitas bahan baku agar dapat lebih
gudang. Sehingga dengan efektif dan efisien selain itu
memperhatikan hal seperti ini akan didapatkan safety stock
teciptalah efisiensi dan
barang yang diinginkan. 
efektifitas gudang.
Quantity Minimum Order Bahan Baku Alternatif

Quantity Minimum Bahan Baku Alternatif berdasarkan


informasi dari departemen R&D, yang
Order didapatkan dari
mana bahan ini bagi industri
departemen purchasing yang sangatkan dibutuhkan karena jika tidak
mana departemen purchasing ada bahan alternatif bagi suatu produk
mendapatkannya sesuai dan pada saat produksi bahan baku
dengan negosiasi dengan para utama tidak tersedia oleh suplier maka
produksi akan menggunkan bahan
suplier. Departemen PPIC dapat alternatif tersebut. Karena
mengorder sesuai departemen PPIC yang
dengan Quantity mengontrol inventory
Minimum Order yang sudah part dan planning production sehingga
ditentukan kecuali ada hal departemen PPIC dapat
memperhitungkan kapan harus
khusus yang mengharuskan menggunakan bahan alternatif
memesan barang tersebut, selain itu juga dengan
diluar Quantity Minimum adanya bahan alternatif ini maka
Order maka departemen PPIC dapat menurunkan biaya pembelian
bahan karena departemen purchasing
meminta kepada departemen
akan membeli barang yang harganya
purchasing unuk paling murah diantara bahan baku
menegosiasikan dengan suplier. alternatif yang ada.
Kapasitas Ekspedisi Lead time Pengiriman

Lead time Pengiriman ini


Kapasitas Ekspedisi ini didapatkan
dari departemen ekspedisi yang didapatkan dari keputusan
mana infomasi ini digunakan yang telah digodok oleh Plan
untuk memperhitungan Manager dengan departemen
pengirman barang yang harus terkait yang berhubungan
dikirim sesuai dengan customer dengan customer order.
order yang diterima dengan Dengan
memperhitungkan leadtime pengi adanya leadtime pengiriman
riman dan permintaan
ini maka dapat memastikan
pengiriman barang
diluar leadtime yang sudah kepada kustomer kapan
ditentukan secara internal. barang yang dipesan dapat
Dengan adanya ini maka sampai ditempat para
departemen PPIC dapat kustomer, selain itu juga
menentukan pengiriman barang departemen PPIC dapat
yang harus dikirim karena memperhitungkan kapan
menyangkut dengan customer seharusnya pesanan
order yang sudah diterima oleh
kustomer tersebut harus
departemen PPIC.
diproduksi.
Safty Stock Raw Material dan
Finish Goods

Safety stock Raw Material dan


Finish Goods ini sangatlah
diperlukan bagi sebuah
perusahan karena dengan
adanya ini maka kebutuhan
akan raw material untuk
kebutuhan produksi akan
selalu tejaga dan tidak akan
mengalami kekurangan disaat
produksi akan berjalan dan
kebutuhan kustomer akan
hasil yang baik pun akan
terjaga dengan aman pada
saat kustomer mengeluarkan
permintaan akan hasil yang
baik maka akan selalu
tersedia.
Contoh Skema Mekanisme Penerapan PPIC
VENDOR Material flow
Invoices
Mtrls & Paperwork flow
components
Purchase Accounting
5 Invoices
Order (PO)
Receiving 11
4
6 Job cost
Purchasing
Inspection reports CUSTOMER
7
Material to storage Product
Production Planning & Control 10
Material
Cpltd work & p’chased cmpnnts to final assy
Planning 3
Prepare: control Inspection
 Mtrl requisitions Completed components to storage
Mtrl
 Bill of Mtrls Material to shop
Status 9 Order for
8
•Route Sheet product
report Release
•Blueprints job to Final 1
•Specifications Scheduling & shop Work Work
assembly
•Move tickets dispatching center 1 center 2
shop
•Mtrls releases

Schedule & completion feedback information 2 SALES


Peranan PPIC dalam Supply Chain

S C

U U
DISTRIBUTION
MANUFACTURER
P SYSTEM S
T
P
O
L
I
Physical
Production M
Planning and Physical Distribution
Supply
E Control
E
Dominant Flow of Products and Services
R R
Dominant Flow of Demand and Design Information
Ciri-ciri dari Supply Chain

1. Supply chain terdiri dari banyak kegiatan dan proses yang


mensupply produk dan jasa untuk pelanggan akhir
2. Terdiri dari banyak perusahaan yang terhubung dalam
suatu supply chain
3. Pelanggan bisa menjadi pemasok bagi pelanggan lain
sehingga supply chain akan terdiri dari sejumlah
supplier/customer relationship
4. Supply chain terdiri dari banyak distributor, seperti
wholesaler, warehouses dan retailer
5. Produk atau jasa mengalir dari supplier ke customer,
sedangkan informasi mengalir ke arah sebaliknya.
Meng
elola
tidak supp
hany ly cha
mem a in
butuh
pema kan
hama
jaring n ten
an su tang
custo pplie
ain
nt mer,
tapi j
r dan
mere
geme
uga
ly Ch

ncana
dan a kan m
liran a
sepan inform terial
jang s asi
Supp
Mana

sehin u
gga d pply cha
mem apat in
aksim
biaya umka
, efe n efisie
dan fl ktivit
exibil as, de nsi
ity. livery
Movement of goods from
suppliers to the beginning of the
production process and from the

ical
tion
end of the production process to
consumers
Phys
stribu
Activities
ly/Di

 Transportation
 Distribution inventory
 Warehousing
Supp

 Packaging
 Materials handling
 Order entry
PPIC & Supply Chain
Penjadwalan produksi dalam PPIC terintegrasi dengan
supply chain:
 Demand forecasts mempengaruhi keseluruhan supply
chain dan diperlukan oleh para suppliers. Demand
berpengaruh pada kebutuhan pengadaan dan
persediaan dalam supply chain.
 Keputusan yang terkait dengan lokasi pabrik sangat
strategis dan mempengaruhi supply chain.
 Keputusan available-to-promise (ATP) untuk
pengadaan material dan komponen yang dibutuhkan
dapat dicek ke suppliers.
Jadi, penjadwalan produksi atau PPIC terintegrasi
dalam
supply chain, bukan bereaksi terhadap supply chain.
Software Planner PPC PPIC

Pada era milenial ini, sebagian perusahaan sudah menerapkan


Sistem Informasi dalam aktivitas production planning.
Efek penggunaannya sangat besar, karena tanpa bantuan software
maka aktivitas planning tidak akan optimal.
Planning tidak hanya mengerjakan masalah perencanaan saja, akan
tetapi terkait dengan manajemen inventory.

Dalam scope inventory, planning harus memiliki jaringan dengan


sistem purchasing dan warehouse secara real time dan up date.
Sedangkan scope perencanaan, dikoneksikan juga dengan sistem
pengawasan proses produksi yang terkait dengan Kualitas, RND
maupun engineering.
Software ini akan melingkupi setiap perubahan dalam proses yang terkait
dengan :

• Penjadwalan ulang (reschedulling)


• Pembuatan ulang (Remake)
• Permintaan tambahan material

Untuk planning zaman dahulu atau di scope perusahaan kecil dan hanya
memiliki proses yang sederhana biasanya hanya menggunakan bantuan
software microsoft excel.
Namun untuk perusahaan skala menengah atau besar maka diperlukan
software tangguh seperti : Oracle, SAP, ABAP dan yang sejenis lainnya.

Karena ms excel hanya bisa mengerjakan perencanaan secara terpisah


masing-masing bagian dan sangat tergantung pada operator untuk melakukan
rangkaian update, sedangkan perusahaan yang kompleks membutuhkan
sistem yang real time.
Penerapan Software di Proses Produksi
Registrasi  Item dan Material Baru

Setiap produk dan material yang ada di perusahaan diberikan kode yang spesifik yang
disebut item code, untuk material biasanya dibagi menjadi 2 jenis :

• Raw material, yaitu seluruh material yang digunakan dalam proses pembentukan produk
• Supporting material, yaitu material pembantu yang digunakan untuk melengkapi unit
Final product. Seperti contoh : plastic packaging, sticker, cartoon box, kertas label dan
lainnya.
Kode tersebut biasanya berupa urutan numerik atau angka, untuk
input data biasanya menggunakan scanner barcode.
Penggunaan barcode bermanfaat untuk : mempercepat  waktu
input dan untuk menghasilkan data yang sangat akurat dengan
tingkat human error yang sangat rendah.

Item-item baru biasanya diperoleh dari bagian R&D, produk baru


tersebut harus diregristasi oleh PPIC lengkap dengan  komponen
penyusun dan formulasi  per unit produk, disebut dengan istilah
MRP (Material Requirement Planning).
KESIMPULAN &
SARAN
KESIMPULAN SARAN

• PPIC (Production Planning and Pekerjaan PPIC dapat berjalan lebih efektif
Iventory Control) adalah kegiatan dan efisien apabila kita dapat mengetahui
merencanakan produksi dan kapasitas produksi,
mengontrol kebutuhan bahan baku mengetahui forecast penjualan,
agar proses produksi (manufaktur) mengetahui customer order, mengetahui
dapat berjalan dengan baik (efektif formula produk, mengetahui proses
dan efisien). produksi, mengetahui kualitas produk,
mengetahui kapasitas gudang,
• Kedudukan PPIC dalam suatu mengetahui lead time pembelian,
perusahaan sangat penting mengetahui quantity minimum
dikarenakan dengan adanya order, mengetahui bahan baku alternatif,
departemen PPIC perusahaan mengetahui kapasitas ekspedisi,
manufaktur akan dapat melakukan mengetahui lead time pengiriman,
efektifitas dan efisiensi dalam mengetahui safety stock raw
operasional perusahaan maupun dalam material dan finish good.
ketersediaan bahan baku yang
memadahi.
DAFTAR PUSTAKA

• Joko, S, Manajemen Produksi Dan Operasi


(Suatu Pengantar Edisi Revisi), UMM Press,
Malang, 2004

• Ahyari, A, Manajemen Produksi,


Pengendalian Produksi, Buku Satu, BPFE,
Yogyakarta, 1986