Anda di halaman 1dari 36

PENJAHITAN

LUKA
1. CITRA LORENSA
2. GINA ADHANI AZMI
3. FADHLIA YUNITASARI
4. MAHFUZOH
5. MITA FATIMA MERNISSI
6. TRI PUTRANTO MAYTAS A
7. YOSTIKA SATRIA MULIADI

KELOMPOK 3
LUKA

DEFINISI
Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan,
dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang
rusak atau hilang.. Luka adalah terputusnya kontinuitas
suatu jaringan tubuh yang dapat menyebabkan
terganggunya fungsi tubuh sehingga mengganggu
aktivitas fisik.
MACAM-MACAM LUKA

 Luka insisi
 Luka memar
 Luka lecet
 Luka tusuk
 Luka gores
 Luka tembus
 Luka Bakar (Combustio)
PROSES PENYEMBUHAN LUKA

Tahap Respons Inflamasi


Akut Terhadap Cedera
Tahap destruktif

Tahap poliferatif Tahap maturasi


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENYEMBUHAN LUKA

 Vaskularisasi
 Anemia
 Usia
 Penyakit lain
 Nutrisi
 Kegemukan, obat-obatan, merokok, dan
stress
SIMPUL

Simpul merupakan bagian penting dalam tindakan bedah.


Proses hemostasis, penyambungan jaringan, jahitan akan
bertahan jika dilakukan penyimpulan dengan teknik yang
benar. Tiap jaringan yang dijahit mempunyai karakter yang
berbeda, untuk itulah diperlukan teknik penyimpulan yang
berbeda pula.
PRINSIP – PRINSIP DALAM
MEMBUAT SIMPUL

 Kuat dan tidak mudah lepas,


 Sederhana
 Ikatan sekecil mungkin, ujung dipotong secukupnya.
 Tidak boleh ada gesekan antara untaian benang yang
akan melemahkan jahitan
 Tidak boleh ada kerusakan materi jahitan (tidak boleh
menjepit benang dengan instrumen)
 Tidak boleh terdapat tarikan yang berlebihan
 Pertahankan tarikan pada satu ujung benang setelah
ikatan pertama supaya lilitan tidak longgar pada jahitan
kontinu
MACAM SIMPUL

 Reef Knot
 Surgeon’s Knot
 Deep tying
 Slip Knot
HECTING
Heacting/penjahitan adalah tindakan untuk
menyatukan, menghubungkan kembali
jaringan tubuh yang terputus atau terpotong
(mendekatkan) dan mencegah kehilangan
darah yang tidak perlu (memastikan
hemostatis) mencegah infeksi dan
mempercepat proses penyembuhan.
MACAM-MACAM JAHITAN LUKA

 Jahitan Simpul Tunggal/Jahitan Terputus


Sederhana/Simple Inerrupted Suture

Merupakan jenis jahitan yang sering dipakai


dan dapat di aplikasikan pada semua luka.
Jahitan terputus sederhana banyak dipakai
untuk menjahit luka di kulit, karena apabila
ada pus (cairan) dapat dilepas satu atau dua
jahitan dan membiarkan yang lain.
Jahitan Matras Vertikal/Vertical Mattress
suture/Donati/Near to near and far to bar

Jahitan dengan menjahit secara mendalam dibawah


luka kemudian dilanjutkan dengan menjahit tepi-tepi
luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang
cepat karena di dekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan
ini. Jahitan matras vertikal berguna untuk
mendapatkan tepi luka secara tepat, tetapi tidak boleh
dipakai di tempat-tempat yang vaskularisasinya
kurang.
Jahitan Matras Horizontal/Horizontal Mattress
Suture/Interrupted Mattress

Jahitan dengan melakukan penusukan seperti


simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan
penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan
pertama. Memberikan hasil jahitan yang kuat.
Jahitan matras horizontal untuk menautkan
fascia, tetapi tidak boleh digunakan untuk
menjahit subkutis karena kulit akan
bergelombang.
Jahitan Matras Modifikasi/Half Burried
Mattress Suture

Modifikasi dari matras horizontal tetapi


menjahit daerah luka seberangnya pada
daerah subkutannya.
Jahitan Jelujur sederhana/Simple running
suture/ Simple continous/Continous over and
Dover

Jahitan ini sangat sederhana, sama dengan


kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan
hasil kosmetik yang baik, tidak
disarankan penggunaannya pada jaringan
ikat yang longgar. Jahitan jelujur, lebih
cepat dibuat serta lebih kuat tetapi
kalau terputus seluruhnya akan terbuka.
Jahitan Jelujur Feston/Running locked
suture/Interlocking suture

Jahitan kontinyu dengan mengaitkan benang


pada jahitan sebelumnya, biasa sering dipakai
pada jahitan peritoneum. Merupakan variasi
jahitan jelujur biasa. Jahitan jelujur terkunci, ini
merupakan jahitan jelujur yang menyelipkan
benang di bawah jahitan yang telah terpasang.
Cara ini efektif untuk menghentikan perdarahan,
tetapi kadang-kadang jaringan mengalami
iskemia.
Jahitan Jelujur horizontal/Running Horizontal
suture

Jahitan kontinyu yang diselingi dengan


jahitan arah horizontal.
Jahitan Simpul Intrakutan/Subcutaneous Interrupted
Suture/ Intradermal Buried Suture/Interrupted
Dermal Stitch

Jahitan simpul pada daerah intrakutan,


biasanya dipakai untuk menjahit area yang
dalam kemudian pada bagian luarnya di jahit
pula dengan simpul sederhana.
Jahitan Jelujur Intrakutan/Running
subcuticular suture/Jahitan jelujur
subkutikular

Jahitan jelujur yang dilakukan dibawah kulit,


tehnik ini dapat diindikasikan pada luka di
daerah yang memerlukan kosmetik karena
jahitan terkenal menghasilkan kosmetik
yang baik, namun tidak disarankan pada
luka dengan tegangan besar.
PEMILIHAN BENANG
 Pemilihan ukuran jarum dan benang tergantung dari
ukuran, lokasi luka serta ketelitian penutupan yang
diinginkan.
 Benang berdiameter besar (2-0,3-0) sangat baik digunakan
untuk menjahit jaringan dan lapisan fasia utama di daerah
dengan regangan kuat (misalnya, luka di lutut atau siku).
 Biasanya,benang halus digunakan untuk menjahit luka-luka
(atau bagiannya) yang perlu dirapatkan secara tepat,untuk
menutup laserasi di wajah digunakan benang berukuran 5-
0 dan 6-0. Untuk menutup lapisan-lapisan luka (fasia,
dermis) dapat digunakan benang epidermis halus di setiap
bagian tubuh. Penutupan perkutan dari epidermis dan
dermis di setiap bagian tubuh selain wajah, sebaiknya
menggunakan benang berukuran 3-0 atau 4-0.
Macam-Macam Benang

Benang jahit untuk pembedahan dikenal dalam bentuk yang


dapat diserap Tubuh (absorbable) dan tidak diserap oleh tubuh.

Tidak dapat diserap oleh tubuh


1. Benang sutera
Dapat diserap oleh 2. Polipropilena
tubuh : 3. Baja tahan karat dan
1. Catgut penjepit atau Staples logam
• Plain Catgut 4. Dakron
5. Nilon
• Cromic Catgut 6. Ethilon
2. Sintesis 7. Ethibond
• Vicryl 8. Vitalene
• Dexon 9. Supramid
10.Linen
11.Steel wire
MACAM-MACAM JARUM UNTUK
MENJAHIT LUKA

 Taper, ujung jarum taper dengan batang


bulat atau empat persegi cocok digunakan
untuk menjahit daerah aponeurosis, otot,
saraf, peritoneum, pembuluh darah, katup.
 Blunt, blunt point dan batang gepeng cocok
digunakan untuk menjahit daerah usus besar,
ginjal, limpa, hati.

 Triangular. Ujung segitiga dengan batang


gepeng atau empat persegi. Bisa dipakai untuk
menjahit daerah kulit, fascia, ligament, dan
tendon.
 Tapercut. Ujung jarum berbentuk segitiga
yang lebih kecil dengan batang gepeng,
bisa digunakan untuk menjahit fascia,
ligaments, uterus, rongga mulut, dan
sebagainya. Untuk jarum tajam hampir selalu
dipakai untuk semua jaringan, kecuali untuk
organ yang berlubang.
Prosedur Hecting
Persiapan Alat
 Antiseptic : betadin, alcohol
Set jahit :
- Nald
 Obat untuk anastesi sesuai
voeder/pembawa
ketentuan misal lidokain 2%
jarum
 Benang jahit, sesuai kebutuhan
- Arteri klem
 Bengkok
lurus/bengkok
 Gunting,plester - Pincet cirurgies
 Tromol kasa, korentang steril - Gunting luka
 Sarung tangan stetil
 Cairan pembersih luka : pz,h2o2 - Penjepit kain
3%,savlon - Jarum jahit
 Spuit 2cc,5cc atau sesuai untuk otot
kebutuhan anestesi - Doek steril/kain
• Pembalut luka sesuai dengan penutup luka
kebutuhan - Sarung tangan
• Sufratul
Tahap Kerja
 Mencuci tangan
 Membersihkan luka dengan cairan pz
 Memberikan obat anestesi dengan injeksi disekitar luka
 Membersihkan luka dengan h2o2 3%,pz saampai bersih
 Mendesinfeksi luka dan sekitarnya dengan betadine
 Menggunakan sarung tangan steril
 Memasang doek lubang
 Menjahit luka : Ketepatan jenis/nomor benang, Ketepatan nomor
jarum, Kerapihan dan ketepatan menjahit
 Memberikan betadin dan sufratul sesuai instruksi dokter
 Melakukan teknik aseptic selama bekerja
 Membalut luka sesuai kebutuhan
 Membereskan alat-alat
 Mencuci tangan
 Menuliskan pada status pasien : jenis benang,jumlah jahitan luar dan
dalam
 Menjelaskan pada penderita tentang perawatan luka dirumah
AFF HECTING

Pengangkatan jahitan luka bertujuan untuk


meningkatkan proses penyembuhan
jaringan dan juga untuk mencegah infeksi.
Bila luka telah kuat dan sembuh primer,
maka jahitan atau benangnya dapat
diangkat. Seringkali dalam 5-10 hari pasca
operasi.
Prosedur
Persiapan Alat
 Pinset anatomis: 2 buah (steril)
 Pinset Chirurgis: 2 buah (steril )
 Gunting angkat jahit: 1 buah (steril)
 Kassa steril
 Mangkok kecil: 3 buah (steril)
 Sarung tangan steril
 Gunting verband
 Plester
 Alkohol 70% dalam tempatnya
 Iodin povidon solution 10% atau sejenisnya
 NaCl 0,9%
 Bengkok: 2 buah, 1 berisi cairan desinfektan
 Kain pembalut atau verband secukupnya
Tahap Kerja
 Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat
jelas
 Membuka peralatan
 Memakai sarung tangan
 Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan
buka dengan menggunakan pinset
 Membuka balutan lapis terluar
 Membersihkan sekitar luka dan bekas plester
 Membuka balutan lapisan dalam
 Menekan kedua tepi luka (sepanjang luka)
 Membersihkan luka dengan menggunakan cairan NaCl
0,9%
 Mendesinfeksi luka dengan Iodine Povidone
 Meletakkan kassa steril dekat luka
 Menarik simpul jahitan sedikit keatas secara hati-
hati dengan memakai pinset chirurgis, sehingga
benang yang berada di dalam kulit kelihatan
 Menggunting benang dan tarik hati-hati, buang ke
kassa
 Membilas dengan menggunakan cairan NaCl
0,9%
 Melakukan kompres betadine pada luka / memberi
obat/ menutup dengan kassa steril
 Memasang plester pada seluruh tepi kassa (4 sisi)
THANK YOU
