Anda di halaman 1dari 7

Resin dan Karakteristik

Polycarbonate
General character
Excellent heat resistance
Hard, tough material
Good impact resistance
Excellent transparency
SP: 148.9°C (300°F), MP:
221°C (430°F)
PC resin dapat dibagi menjadi dua kelas: alifatik dan aromatik.
PC alifatik tidak banyak digunakan sebagai thermoplastic tetpai
dapat digunakan sebagai co-monomer atau co-condensate dengan
polycondensate yang lain. Sbg contoh: digunakan untuk
memodifikasi aromatik PC bisphenol A sbg high heat elastomer,
juga digunakan sbg plasticizer dan stabilizer PVC.
PC aromatik yang paling umum adalah polybisphenol A carbonate
yang merupakan engineering thermoplastic yang dikenal dari high
impact toughness, Tg (150°C) dan optical clarity.
dua metode sintesa yang diaplikasikan secara komersial:
Interface process yang melibatkan pelarutan bisphenol A dalam
larutan kaustik soda /air dan introduction phosgene dengan
keberadaan solvent inert seperti mis. Pyridine.
Transesterification bisphenol A dengan diphenyl carbonate
pada suhu tinggi
BM 30,000-50,000 diperoleh dari metode kedua, sedangkan
metode pertama menghasilkan BM yang lebih tinggi.
struktur PC dengan carbonate dan bisphenolicnya memberikan sifat yang
berbeda.
Para substitusi pada phenyl ringnya menghasilkan suatu simetri dan
kurangnya sifat stereospesifik.
Gugus phenyl dan methyl pada quarternary carbonnya memberikan struktur
yang kuat.
gugus ester-ether carbonate –OCOO- yang polar, tetapi derajad
pembentukan ikatan intermolecular polarnya minimal akibat dari posisinya
yang steric pada ring benzene.
Tingginya tingkat aromatik dari rantai utama dan besarnya ukuran
pengulangan struktur menghasilkan molekul yang sangat terbatas
mobilitasnya.
Ikatan ether pada rantai utamanya memungkinkan sejumlah rotasi dan
fleksibilitas  high impact strength.
Sifat amorphousnya dengan rantainya yang panjang dan saling mengait
memberikan kontribusi pada high toughness.
Namun dmk, pada kristalisasi PC menjadi getas. PC sangat sulit untuk
mengkristal (membutuhkan waktu beberapa hari pada suhu 180°C).
PC memiliki kesetimbangan m.c. pada 0.2% disuhu 25°C dan RH 60% dan
0.9% pada suhu 100°C.
kekurangannya meliputi:
kebutuhannya untuk pengeringan sebelum
proses
suhu proses yang tinggi.
Ketahanan kimianya yang terbatas thd
sejumlah aromatik solvent.
Kebutuhan suhu tinggi dalam proses  resiko
degradasi akibat panas yang diikuti dengan
degradasi BM terutama dengan adanya basa
atau pengotor besi.
Ketahanannya terhadap UV dibatasi oleh
waktu  menguning
blending dengan ABS akan
meningkatkan heat distortion T°
ABS dan low T° impact strength
PC. Sehingga dapat digunakan
dalam aplikasi electronic housing
spt. Komputer laptop.
Blending dg PBT akan
meningkatkan ketahanan kimia
PC thd produk petrol dan low T°
impact strengthnya.
 Karakteristik proses
Range T° proses: 254 – 271°C (490 – 520°F)
Feed : 249 – 260°C (480 – 500°F)
Transition : 254 – 271°C (490 – 520°F)
Metering : 254 – 271°C (490 – 520°F)
Head : 254 – 271°C (490 – 520°F)
Catatan: PC bersifat higroskopis sehingga membutuhkan pengeringan
pada suhu 93.4 – 104°C (200 – 220°F) selama 6-18 jam
Regrind ratio max 50%. Regrind memiliki efek negative pada kekuatan
parisonnya. Regrind material harus dikeringkan sebelum digunakan.
Die swell: 0.8 – 1 : 1 resin tidak memiliki die swell. Akan membutuhkan head
yang lebih besar dibandingkan resin lainnya.
Blow up ratio: tipikal 1:1tergantung pada disain produk dan kecepatan setup.
Hang strength: pada suhu melt memiliki ketegaran yang buruk. Parison
support sangat penting artinya dan top pinch bar akan dibutuhkan.
Shrinkage: 0.203 – 2.23 mm/m
Residence time: material akan terdegradasi dengan cepat bila aliran
dihentikan. Jaga material tetap bergerak. Degradasi akan tetap terjadi
meskipun flow tidak dihentikan menghasilkan garis kuning dan coklat.
Penambahan ABS akan meningkatkan degradasi.
T° mold cooling: 35° -99°C (95 – 210°F). T°↑ untuk memastikan reproduksi
tekstur dan memperbaiki stabilitas dimensi dan pinch edge weld.
Startup: 11°C (20°F) lebih tinggi dari T°normal operasi untuk mereduksi high
screw load akibat material yang dingin. Suhu diturunkan kembali setelah
parison yang dikehendaki terbentuk.
Shutdown: jalankan mesin sampai habis sama sekali. Bilas dengan resin
dengan BM tinggi