Anda di halaman 1dari 16

PT.

ARTAKREASI DANEKATAMA

PLASTIC MATERIAL
0
Klasifikasi material plastic dibagi 3 .
1.
1.Thermoplastic(Plastomers): Jenis plastic dimana product bersangkutan bisa direcycle kembali atau didaur ulang. Contoh:
HDPE,PP,ABS,SAN,PMMA,PC,PBT,Acrylic dll.

2. Thermosetting(Duromers):Jenis plastic dimana product bersangkutan setelah diproses molding, material tsb tidak bisa direcycle kembali.Contoh :
phenolics,melamin,epoxies, dll

3. Elastoplasts (Elastomers): material plastic yg memiliki elongitas elastis yg tinggi. Seperti plastic / rubber yg dipolimerisasi mjd lebih elastis dengan
proses temperature ruang tertentu sesuai urutan proses.
Elastomer dibagi 2 : 1. Elastomer thermoset spt Karet alami mjd Sintetis 2. Elastomer thermoplast (plastic yg bersifat spt Karet) : TPO,TPE EPR.

Jenis process Plastic Manufacturing.


1.Extrusion Blow Molding
2.Injection Molding
3.Injection Blow Molding
4.Injection stretching Blow
5.Compresion Molding
6.Roto molding
7.Thermoforming /Vacum Forming.
8.Extrusion piping Molding
9.Extrusion Blow Film.

Material Plastic. Jenis-jenis


1.Polysterene (PS) -mempunyai sifat Amorphous
Matrial PS dibagi 2 jenis PS--- 1.PS Hight Impact 2. PS General Purpose.
Daya tahan PS : - Tahan terhadap Acids, Alkalis, Alcohol,Oil, Garam, lemak
- Tidak tahan terhadap Bensin,Thiner, tidak tahan terhadap Beban &tarik
Predrying PS : selama 1 s/d 3 jam dengan temperature 60 sd 80 derajat.
 
2
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 150-180 Zone 2: 180-230 Zone 3: 210-230 Zone 4:210-280 Nozzle:210-280.
• Mold temperature : 10-50 derajat Celcius.
• 
• SAN : Styrene Acrilonitrile Copolymer (mempunyai sifat Amorphous)
• Sifat-sifat SAN : - Tahan terhadap Acids, Alkalis, Alcohol,Oil,garam , lemak
- Tidak tahan terhadap Bensin,Thiner
• Predrying Material SAN: selama: 4 jam pada suhu: 70-80derajat celcius.

• Cylinder Barrel temperature:


• Zone 1: 150-180 Zone 2: 180-230 Zone 3: 210-230 Zone 4:210-280 Nozzle:210-280.
• Mold temperature : 10-60 derajat Celcius.
• 
• ABS (Acrilonitrile Buthadene Sterene) sifat material Amorphous
• Material ABS tahan terhadap temperature sd -40derajat C atau sampai dengan 150 derajat celcius
• .Rendah penyerapan air,Dapat di electroplating, Coating.
• Tahan terhadap Acid,Alkalis, hydrocarbon,Oil, lemak.
• Tidak tahan Acetone, ethel benzene, ethelene chloride, anisole.
• 
•  Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 150-180 Zone 2: 180-250 Zone 3: 210-250 Zone 4:210-250 Nozzle:210-250.
• Mold temperature : 60-80 derajat Celcius.
• 
• PA (POLYAMIDE).--> mempunyai sifat semi crystalline
• Material ini mudah patah ketika kering, tidak bisa di ultrasonic atau di lem.
• Tahan terhadap : oil, Bensine, thiner,chlorohydrocarbons.
• Tidak tahan terhadap: Ozone, Hydrochloric acid, shulphuric acid, hydrogen peroxide.

• Cylinder Barrel temperature:


• Zone 1: 210-220 Zone 2: 220-230 Zone 3: 220-230 Zone 4:220-230 Nozzle:220
3
• Mold temperature : 60-80 derajat Celcius.
• Predrying PA selama : 12 s/d 16jam pada temperature : 80-100 derajat.
•  
• HDPE ( Hight Density Polyethelene.) mempunyai sifat Semi Crystalline
• Jenis material ini flexible dan lunak, kuat sampai denagn suhu -40 derajat C, tahan terhadap impact, rendah penyerapan air.
• Tahan terhadap acids,Alkalis,solvent,alcohol,bensin, oil dan aplikasi food grade.
• Tidak tahan terhadap penyerapan aroma, chlorohydrocarbon.
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 140-300 Zone 2: 180-350 Zone 3: 200-350 Zone 4:220-350 Nozzle:220-350
• Mold temperature : 0-40 derajat Celcius.

• PP. (Polypropelene)mempunyai sifat semi Crystalline


• Material PP lebih kaku dari pada HDPE dan ketahanan terhadap suhu juga dibawah HDPE.
• Tahan terhadap : Acids, Alkalis, Garam, Alkohol, bensin, aplikasi utk juice dan baby feeding.
• Tidak tahan terhadap: Chlorohydrocarbon.
•  Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 150-210 Zone 2: 210-250 Zone 3: 220-350 Zone 4:220-250 Nozzle:240-250
• Mold temperature : 10-40 derajat Celcius.
• Material PP dibagi bebarapa type sesuai aplikasinya.
• PP homopolymer.
• Dipakai utk aplikasi screw Cap umum.
• PP random Copolymer.
• Dipakai utk aplikasi Cap Flip Top, product2 thin wall
• PP impact Copolymer.
• Dipakai utk aplikasi Furniture part, House ware, Batteray Cashing, Cashing automotive.
•  Sifat material ini keras dan rigid,tidak mudah patah, tahan terhadap suhu-40derajat C

• POM.(Polyoxy Methylene)mempunyai sifat semi crystalline.


• Sifat material ini keras dan rigid,tidak mudah patah, tahan terhadap suhu-40derajat C
• dan tahan panas sampai dengan 100 derajat C.
4
• Tahan terhadap : weak Acid, Weak Alkalis, Bensin, Oil, Alkohol dan tahan terhada oxidizing.
•  
• Predrying treatment: selama 2 - 4 jam pada temperature: 70 - 110 derajat.
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 150-170 Zone 2: 160-180 Zone 3: 170-200 Zone 4:170-205 Nozzle:170-210
• Mold temperature : 60-120 derajat Celcius.
•  
•  
• PMMA.(POLYMETHYL METHACRYLATE)--mempunyai sifat Amorphous.
• Sifat material ini keras, kuat, process harus dgn Hight pressure karena mempunyai flow yg jelek/susah mengalir.
• Predrying PMMA : selama 6-8jam pada suhu ; 70-100 derajat.
• Tahan terhadap : weak acids, weak alkalis,Oil,Chlorohydrocarbon dll.
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 140-170 Zone 2: 170-200 Zone 3: 200-240 Zone 4:200-240 Nozzle:200-240
• Mold temperature : 40-80 derajat Celcius.
•  
• PC.(POLYCARBONAT)-mempunyai sifat Amorphous.
• Phisic material PC adalah keras, kaku, rigid, tahan sd suhu -100 derajat C.
• Memerlukan injection pressure tinggi karena mempunyai flow yg jelek
• Predrying material PC selama 6 sd 8 jam pada suhu 100-120 derajat.
• Kemampuan material : tahan terhadap bensin,Oil, Dilute Acid, Alkohol.
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 230-260 Zone 2: 250-300 Zone 3: 260-320 Zone 4:260-320 Nozzle:260-320
• Mold temperature : 50-80 derajat Celcius.
•  
• PET.(Polyethelene Therephthalate).



Material PET bersifat Amorphous &Semi crystalline.
Material PET ada 2 type : 1. PET E 3. PET G
5
PETE Jenis ini dpt diprocess dgn proses Injection stretching Blow baik one stage mesin atau two stage type mesin atau 1,5 Stage.
• Aplikasi PETE digunakan untuk Botol kemasan cosmetic,botol minuman, Botol utk body care dll
• PETE memepunyai sifat : Amorphous dan semi crystalline
•  
• PET G atau PET Glycol (hasil modifikasi copolimerisasi dari PETE + Glycol)
• Material PETG hanya bisa diproces melalui extrusion Blow.
• Sifat PETG adalah semi crystalline.
•  
• Cylinder Barrel temperature:
• Zone 1: 240-260 Zone 2: 240-260 Zone 3: 250-290 Zone 4:250-290 Nozzle:250-290
• Mold temperature : 50-120 derajat Celcius.(injection area)
• Material drying : selama 4-5jam dengan drying temp ; 140-170 derajat.

• Karakteristik Material plastic:


• Melt Flow rate (MFR) adalah ukuran kekentalan material plastic saat terkena panas diatas temperature lelehnya.
• MFR berguna dalam menentukan besarnya temperature proses saat setting.
• Semakin tinggi MFR maka material tsb semakin encer sehingga temperature proses yg diperlukan semakin rendah
•  
• Density /Berat jenis.
• Adalah ukuran kepadatan ikatan Molekul plastic dalam gram/cm3.
•  

• Tensile strength./Kekuatan tarik.


• Adalah ukuran kekuatan mekanis plastic saat mempertahankan bentuk/tidak mulur bila ditarik.Semakin tinggi tensile strength maka material tsb semakin Ulet.
•  

• Flexural Modulus./Flaxibelitas.
• Adalah sifat mekanis plastic dalam menunjukkan ukuran kekuatan saat terkena top load.
• Semakin tinggi Flexural modulus plastic maka material tsb semakin KAKU.
•  

• Impact Strength./kekuatan terkena Impact/benturan


• Adalah tolok ukur ketahan material plastic terhadap benturan / drop test.
• Semakin tinggi impact strength yg dikandungnya maka product akan semakin kuat/tidak mudah pecah.

• Melting Temperaturte
• Temperature Leleh adalah sebuah perubahan wujud plastic dari padat menuju lelehan/melting pada suhu sesuai material berdsangkutan.
• Noted: semakin tinggi temp. lelehnya semakin tinggi pula proses setiing temp. dimasing-masing zone barrel.
6
• Hardness/ kekerasan.
• Diukur dgn satuan Rockwell, jika plastic yg mempunyai Hardness tinggi maka surface material tsb mempunyai kekerasan yg baik/tahan
goresan.
• Heat Deflaction Temperature (HDT)
• Merupakan tolok ukur suatu material yg mengalami perubahan bentuk saat terkena panas tertentu dan beban tekuk tertentu.
• Semakin tinggi HDT maka semakin tahan terhadap temperature.
•  
• Prinsip-prinsip pada Injection Molding.
• 1.Mencetak product plastic di mesin injection Molding dapat dicapai dengan sempurna harus
• didukung antara interaksi : Mesin, Mold, Material, Manusia/Metode dan Equipment.
• 2. Seting proses pada mesin harus mendasar berkorelasi & disesuaikan Material, Mold serta
• Design Product + Design Mold. (MFI material, Open-close-ejector-plasticizing-screw speed-
• injection speed-holding pressure disesuaikan kebutuhan)
• 3.Penggunaan material Plastic yg baku spt: MFR material yg applicative.
• 4.Control-perawatan Mold secara continue.
• 5.Preventive –perawatan Mesin sesuai jadwal
• 6.Pemilihan mesin yang cocok dengan ukuran Mold dan ukuran product.
• 7.Ketertiban Kerja & keselamatan kerja.
•  
• Perhitungan theorical mengenai Kebutuhan Injection Pressure dan Clamping Force.
• Injection pressure : Ip dalam:bar
• Clamping Force : Cf dalam Newton
• Factor Tabel ketebalan dinding: Fsw. (table)
• Tebal dinding product : Sw. dalam mm
• Jumlah cavity : n dalam pcs
• Vactor keamanan : v diambil (1.1-1.2 untuk Hot Runner & 1,25 – 1,4 cold runner)
• Flow Path : Sf. dalam cm
• Projection area cavity : Pa dalam cm2
7
• Tabel factor ketebalan dinding :
• Tebal dinding plastic. Factor:
• Tebal: 0.5mm 100
• 0.670
• 0.7 57
• 0.8 45
• 0.9 35
• 1,0 30
• 1,1 26
• 1,2 21
• 1,3 18
• 1,4 15
• 1,5 13
• 1,6 11
• 1,7 10
• 1,8 9
• 1,9 8
• 2,0mm 7
•  
• Formula:
• Ip / injection pressure = Sf x Fsw x jumlah cavity x v
• Cf / Clamping Force = Ip x Pa.

• Note: newton (N) 1000N = 1 Ton.
• Cara menentukan mesin berangkutan mampu atau tidak untuk memproses product tsb
• maka hitungan theory harus < dari spec mesin yang akan digunakan (baik Ip & Cf)
8
9
10
11
12
13
• SEKIAN DAN TERIMA KASIH.