Anda di halaman 1dari 50

ANALISIS LAPORAN

KEUANGAN
Bandung, 13 Juli 2011

1. Analisis Common Size


2. Analisis Indeks
3. Analisis Rasio Keuangan
4. Du Pont Analysis
Tipe Akuntansi

Secara garis besar akuntansi


dibagi menjadi 2 tipe

AKUNTANSI AKUNTANSI
KEUANGAN MANAJEMEN
 Akuntansi Keuangan menyajikan
informasi yang lebih dititikberatkan untuk
memenuhi kebutuhan informasi pihak
external organisasi

 Akuntansi manajemen menyajikan


informasi yang lebih dititikberatkan untuk
memenuhi kebutuhan informasi pihak
internal organisasi (manajemen).
Kesamaan antara Akuntansi Keuangan &
Akuntansi Manajemen :

1. Merupakan sistem pengolah informasi


yang menghasilkan informasi keuangan;
2. Berfungsi sebagai penyedia informasi
keuangan yang bermanfaat bagi para
pengambil keputusan.
Akuntansi
Akuntansi Manajemen
Manajemen Akuntansi
Akuntansi Keuangan
Keuangan
1. Fokus internal 1. Fokuseksternal
2. Tidak terikat peraturan baku/ SAK 2. Harus mengikuti pedoman/
(Prinsip Akuntansi Keuangan)
3. Menghasilkan informasi keuangan 3. Mengolah informasi masa lalu
masa lalu dan masa yang akan
datang 4. Mengolah dan menyajikan
4. Mengolah dan menyajikan informasi keuangan secara
informasi keuangan parsial keseluruhan
5. Bersangkutan dengan 5. Mementingkan pengukuran
pengukuran kinerja manajemen kejadian2 ekonomi

6. Laporan yang dihasilkan lebih 6. Laporan berupa ringkasan dari


rinci dan unsur taksiran lebih informasi yang teliti
dominan
Survey Alat Pantau Kinerja Perusahaan

Alat Pantau Kinerja Sangat Tidak Tidak Cukup Penting Sangat


Perusahaan Penting Penting Penting Penting
1. Rasio Keuangan 1.2% 0% 6.02% 33.73% 59.04%
2. Economic Value 1.2% 2.41% 25.30% 30.12% 39.76%
Added
3. CFROI 0% 3.61% 13.25% 39.76% 43.37%
4. Market Value Added 1.2% 2.41% 22.89% 44.58% 27.71%
5. Balance Scorecard 1.2% 4.82% 24.10% 40.96% 27.71%
Sumber: SWA, 2010
Laporan Keuangan
 Financial Statement Merupakan Ringkasan Transaksi Keuangan
yang Memuat Keadaan Keuangan, Hasil Operasi, Sumber dan
Penggunaan Kas Selama Periode Tertentu

Balance
sheet

Statement of FINANCIAL Income


Cash Flows STATEMENT statements

Statement of retained
earnings
Pengguna Laporan Keuangan
Internal Users - Management
External Users -
Investors
Creditors
Others
Taxing authorities
Regulatory agencies
Customers
Labor unions
Economic planners
Asumsi dalam penyusunan Laporan
Keuangan:
1. Dasar akrual, transaksi diakui pada saat kejadian
dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan
pada periode yang bersangkutan (acrual basis)
2. Kelangsungan usaha, perusahaan akan terus
melanjutkan usahanya di waktu yang akan datang
(going concern)
3. Periode Akuntansi (accounting period)
4. Asumsi keterukuran dalam satuan uang (monetary
measurement)
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
(Ikatan Akuntan Indonesia)
 Dapat dipahami
Informasi mudah dan dapat dipahami pemakainya.
• Relevan
Berguna untuk evaluasi masa lalu, masa kini atau prediksi
posisi keuangan dan kinerja masa depan
• Dapat Dibandingkan
Laporan keuangan harus dapat dibandingkan antar periode
untuk identifikasi trend posisi dan kinerja keuangan.
• Keandalan (Reliability)
Informasi tidak menyesatkan, bebas kesalahan material
dan dapat diandalkan.
Sifat, Keterbatasan dan
Karakteristik Laporan Keuangan:
1. Fakta yang dicatat
Laporan keuangan dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi
yang merupakan catatan historis dari peristiwa yang telah terjadi di
masa lampau dan jumlah uang yang dicatat dalam pos-pos laporan
keuangan dinyatakan dalam tanggal waktu terjadinya
2. Kesepakatan-kesepakatan Akuntansi
Data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur-prosedur dan
anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang
lazim, hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan
atau keseragaman.
3. Pertimbangan-pertimbangan pribadi
Walaupun pencatat transaksi-transaksi tadi diatur oleh prinsip-
prinsip atau kebiasaan dalam akuntansi namun penggunaannya
tergantung kepada pimpinan perusahaan atau akuntan yang
bersangkutan
(Djarwanto, 1992 : 7).
The Income Statement
(Laporan Rugi-Laba)

Suatu laporan yang menjelaskan pendapatan


dan beban-beban suatu perusahaan selama
periode tertentu.

Hal-hal yang berkaitan dengan pengukuran


kinerja perusahaan disajikan dalam laporan
Rugi-Laba.
Revenue (pendapatan) - penghasilan yang terjadi
dalam pelaksanaan aktivitas normal perusahaan,
misalnya: penjualan barang.
Expense (beban) penurunan manfaat ekonomi dalam
bentuk arus keluar, penurunan aktiva selama periode
tertentu yang terjadi dalam dalam pelaksanaan
aktivitas normal perusahaan, misalnya: beban produk
yang terjual, gaji & upah, depresiasi.
Profit/laba = revenues - expenses
PT. XYZ. Tbk
Laporan Laba - Rugi
Untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham
  2009 2008
Penjualan 3,074 2,567
Beban Pokok Penjualan (2,088) (1,711)

Laba Kotor 986 856


 
Beban Usaha  
Umum dan Administrasi (194) (108)
Penjualan dan Pemasaran (100) (187)
Beban Sewa (35) (35)
Beban Depresiasi (239) (223)
Jumlah Beban Usaha (568) (553)
Laba Usaha 418 303
Beban Bunga (93) (91)
Laba sebelum Pajak Penghasilan 325 212
Beban Pajak Penghasilan (94) (64)
Laba Bersih 231 148
Dividen Saham Preferren (10) (10)
Laba Bersih tersedia bagi pemegang saham biasa 221 138
Jumlah Saham Beredar 76,262 76,244
Laba per Lembar Saham 2.9 2
Dividen per Lembar Saham Biasa 1.29 0.75
Harga saham biasa/ lembar penutupan tahun 2009 $32,25
Neraca
Suatu laporan yang menjelaskan posisi harta, kewajiban
dan ekuitas perusahaan pada satu saat/waktu tertentu.

Liabilities

=
+

Owners’
Equity

1-15
Neraca
Aktiva Kewajiban dan Ekuitas

Aktiva lancar • Kewajiban lancar


Investasi jangka panjang • Kewajiban jangka
panjang
Aktiva Tetap
Ekuitas
Aktiva tak berwujud
• Modal Saham
• Laba Ditahan

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas


Aktiva (Asset)
PT. XYZ
Neraca
Per 31 Desember 2009 dan 2008
Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham
    2009 2008
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas 363 288
Surat Berharga 68 51
Piutang Usaha 503 365
Persediaan 289 300
Jumlah Asset Lancar 1,223 1,004

Aktiva Tidak Lancar


Aktiva tetap sebelum akumulasi penyusutan
Tanah dan Gedung 2,072 1,903
Mesin 1,866 1,693
Peralatan dan Furniture 358 316
Kendaraan 275 314
Aktiva tidak lancar lainnya 98 96
Total Aktiva Tetap sebelum Penyusutan 4,669 4,322
Akumulasi Penyusutan (2,295) (2,056)
Jumlah Aktiva Tetap (Bersih) 2,374 2,266
Jumlah Aktiva 3,597 3,270
Kewajiban & Ekuitas
Kewajiban merupakan hutang perusahaan, terdiri dari:
- Hutang Jangka Panjang
- Hutang Jangka Pendek

Ekuitas: bagian dari pemilik dalam perusahaan,


merupakan selisih antara aktiva dengan kewajiban.
Ekuitas dapat terdiri dari:
- Ekuitas yang disetor pemilik (Contributed Capital)
- Ekuitas yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan
(Retained Earning)
Kewajiban dan Ekuitas
PT. XYZ
Neraca
Per 31 Desember 2009 dan 2008
Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham
    2009 2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban Lancar

Hutang Dagang 382 270


Kewajiban Jangka Pendek Lainnya 79 99
Biaya yang Masih Harus Dibayar 159 114
Jumlah Kewajiban Lancar 620 483

Kewajiban Jangka Panjang 1,023 967


TOTAL KEWAJIBAN 1,643 1,450
Ekuitas
Modal Saham
2,000 Lembar Saham Preferen, Nilai nominal $100, kumulatif
5% 200 200
Lembar Saham Biasa, 100,000 lembar, Nilai Nominal $2.50
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 76,262 saham biasa
tahun 2009 dan 76,244 saham biasa tahun 2008 191 190
Agio/Premi Saham 428 418
Saldo Laba Ditahan 1135 1012
Jumlah Ekuitas 1,954 1,820
Jumlah Ekuitas + Kewajiban 3,597 3,270
Laporan Laba Ditahan
Suatu laporan yang menjelaskan tentang perubahan modal
(Ekuitas) selama jangka waktu tertentu yang meliputi saldo
awal, perubahan modal dan saldo akhir
PT. XYZ
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009

(Dalam ribuan Dolar AS)


Saldo Januari 2009 1,012
Laba Bersih 231
Pembagian Dividen
Saham Preferen (10)
Saham Biasa (98)
Total Pembagian Dividend
Saldo Laba Ditahan 31 Desember 2009 1,135
Laporan Arus Kas
Suatu laporan yang menggambarkan arus kas suatu
perusahaan selama periode tertentu.

Pengertian kas mencakup juga pengertian setara kas.


Kas terdiri dari: saldo kas dan kas yang ada di bank
dalam bentuk rekening koran, giro. Setara kas adalah
investasi yang sifatnya sangat likuid, jangka pendek
dan mudah diubah menjadi kas.
Komponen Arus Kas
Segala
Segalatransaksi
transaksidan
dan
Aktivitas kejadian
kejadianyang
yangmasuk
masukdalam
AktivitasOperasi
Operasi penentuan laba bersih
dalam
penentuan laba bersih

Aktivitas
AktivitasInvestasi
Investasi Transaksi
Transaksiyang
yangberkaitan
berkaitan
dengan
denganpembelian
pembeliandandan
penjualan aktiva jangka
penjualan aktiva jangka
panjang
panjangdan
daninvestasi
investasi

semua
semuaaktivitas
aktivitasyang
yang
Aktivitas
Aktivitas mengakibatkan
mengakibatkanperubahan
perubahan
Pendanaan
Pendanaan jumlah
jumlahdan
dankomposisi
komposisi
kewajiban
kewajibanjangka
jangkapanjang
panjang
dan ekuitas.
dan ekuitas.
Statement of Cash Flow
 Aliran kas dari kegiatan operasi
Penerimaan dari Rpxxx
Pengeluaran untuk xxx
Aliran bersih Rpxxx
 Aliran kas dari kegiatan operasi
Penerimaan dari Rpxxx
Pengeluaran untuk xxx
Aliran bersih Rpxxx
 Aliran kas dari kegiatan operasi
Penerimaan dari Rpxxx
Pengeluaran untuk xxx
Aliran bersih Rpxxx
Kenaikan (penurunan) kas Rpxxx
PT XYZ
Laporan Arus Kas
Untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009
Dalam Ribuan $
  2009
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih 231
Depresiasi 239
Pengurangan (Penambahan) Piutang Dagang (138)
Pengurangan (Penambahan) Persediaan 11
Penambahan (Pengurangan) Hutang Usaha 112
Penambahan (Pengurangan) Biaya yang masih harus dibayar 45
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 500
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan Aktiva Tetap (347)
Penambahan Investasi pada Perusahaan Asosiasi -
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (347)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penambahan (Pengurangan) dari Hutang Jangka Pendek
Lainnya (20)
Penambahan (Pengurangan) Hutang Jangka Panjang 56
Penambahan (Pengurangan) pada Ekuitas 11
Pembayaran Dividend (108)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (61)
(Penurunan)/ Kenaikan Kas
dan Setara Kas 92
Summary:
How are Financial Statements Prepared?
Income
Revenues – Expenses = Net Income
Statement

Beginning Retained Earnings


Statement of
+ Net Income
Retained
- Dividends Declared
Earnings
Ending Retained Earnings

Balance Assets = Liabilities + Stockholders’ Equity


Sheet
Contributed Capital
Retained Earnings

Statement Change = Cash from Operating Activities


of Cash Flows in + Cash from Investing Activities
Cash + Cash from Financing Activities
Tujuan Analisis Keuangan
1. Mengevaluasi posisi keuangan dan kinerja
perusahaan sekarang juga waktu yang lalu;

2. Memahami tentang kekuatan dan kelemahan


yang dihadapi oleh perusahaan di bidang
keuangan, sehingga dapat membuat keputusan-
keputusan yang penting bagi kepentingan
perusahaan untuk masa yang akan datang.
Common Size Analysis
Analisis ini mengubah angka-angka yang ada dalam
Neraca dan Laporan Rugi Laba menjadi persentase
berdasarkan dasar tertentu.
Disusun dengan cara menghitung tiap-tiap rekening
dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi
proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-
rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca)
Selanjutnya dibandingkan dengan analisis common
size industri untuk melihat kekuatan dan kelemahan
perusahaan.
Common Size Analysis
PT. XYZ. Tbk
Laporan Laba - Rugi
Untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008

Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham


  2009 2008
Penjualan 100.00% 100.00%
Beban Pokok Penjualan -67.92% -66.65%
Laba Kotor 32.08% 33.35%
 
Beban Usaha  
Umum dan Administrasi -6.31% -4.21%
Penjualan dan Pemasaran -3.25% -7.28%
Beban Sewa -1.14% -1.36%
Beban Depresiasi -7.77% -8.69%
Jumlah Beban Usaha -18.48% -21.54%
Laba Usaha 13.60% 
Beban Bunga -3.03%
Laba sebelum Pajak Penghasilan 10.57% 8.26%
Beban Pajak Penghasilan -3.07% -2.49%
Laba Bersih 7.51% 5.77%
Common Size Analysis
PT. XYZ. Tbk
Neraca
Per 31 Desember 2009 dan 2008

Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham


    2009 2008
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas 10.09% 8.81%
Surat Berharga 1.89% 1.56%
Piutang Usaha 13.98% 11.16%
Persediaan 8.03% 9.17%
Jumlah Asset Lancar 34.00% 30.70%

Aktiva Tidak Lancar


Aktiva tetap sebelum akumulasi penyusutan
Tanah dan Gedung 57.60% 58.20%
Mesin 51.88% 51.77%
Peralatan dan Furniture 9.95% 9.66%
Kendaraan 7.65% 9.60%
Aktiva tidak lancar lainnya 2.72% 2.94%
Total Aktiva Tetap sebelum Penyusutan   132.17%
Akumulasi Penyusutan -63.80% -62.87%
Jumlah Aktiva Tetap (Bersih) 66.00% 69.30%
Jumlah Aktiva 100.00% 100.00%
Common Size Analysis
PT. XYZ. Tbk
Neraca
Per 31 Desember 2009 dan 2008

Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham


    2009 2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban Lancar
Hutang Dagang 10.62% 8.257%
Kewajiban Jangka Pendek Lainnya 2.20% 3.028%
Biaya yang Masih Harus Dibayar 4.42% 3.49%
Jumlah Kewajiban Lancar 17.24% 14.77%

Kewajiban Jangka Panjang 28.44% 29.57%


TOTAL KEWAJIBAN 45.68% 44.34%
Ekuitas
Modal Saham
2,000 Lembar Saham Preferen, Nilai nominal $100, kumulatif 5% 5.56% 6.12%
Lembar Saham Biasa, 100,000 lembar, Nilai Nominal $2.50
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 76,262 saham biasa tahun 2009
dan 76,244 saham biasa tahun 2008 5.31% 5.81%
Agio/Premi Saham 11.90% 12.78%
Saldo Laba Ditahan 31.55% 30.95%
Jumlah Ekuitas 54.32% 55.66%
Jumlah Ekuitas + Kewajiban 100.00% 100.00%
Analisis Indeks
Analisis ini mengubah semua angka dalam suatu
laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100.
Pemilihan tahun dasar bukanlah selalu tahun yang
paling awal, melainkan tahun yang dianggap
normal.
Analisis ini menjelaskan perkembangan dari waktu
ke waktu dari neraca dan laporan rugi laba. Jika
hanya tersedia satu tahun pelaporan, maka tak
dapat dilakukan analisis indeks.
Indeks Neraca PT XYZ
per 31 Desember 2008 & 2009
POS 2008 2009
Kas 100% 126.04%
Piutang 100% 137.81%
Persediaan 100% 96.33%
Total Aktiva Lancar 100% 121.81%
Aktiva Tetap (bruto) 100% 108.03%
Akumulasi Depresiasi 100% 111.62%
Aktiva Tetap (neto) 100% 104.77%
Total Aktiva 100% 110.00%
Hutang Dagang 100% 141.48%
Pinjaman Bank 100% 79.80%
Biaya yang Masih Harus Dibayar 100% 139.47%
Kewajiban Lancar 100% 128.36%
Hutang Jangka Panjang 100% 105.79%
Modal Sendiri 100% 107.36%
Total Kewajiban dan Modal Sendiri 100% 110.00%
Analisis Index
PT. XYZ. Tbk
Laporan Laba - Rugi
Untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008

Dalam Ribuan $, kecuali laba per lembar saham


  2008 2009
Penjualan 100% 119.75%
Beban Pokok Penjualan 100% 122.03%
Laba Kotor 100% 115.19%

Beban Usaha
Umum dan Administrasi 100% 179.63%
Penjualan dan Pemasaran 100% 53.48%
Beban Sewa 100% 100.00%
Beban Depresiasi 100% 107.17%
Jumlah Beban Usaha 100% 102.71%
Laba Usaha 100% 137.95%
Beban Bunga 100% 102.20%
Laba sebelum Pajak Penghasilan 100% 153.30%
Beban Pajak Penghasilan 100% 147.27%
Laba Bersih 100% 155.91%
Analisis Rasio
Alat untuk mengukur tingkat efisiensi dan
kemampuan aspek keuangan yang dicapai oleh
suatu perusahaan, pada periode tertentu
Digunakan untuk menilai keadaan keuangan
perusahaan di masa lalu, dan kemungkinannya di
masa depan.
Data pokok sebagai input dalam analisa rasio ini
adalah laporan rugi – laba dan neraca perusahaan.
Types of Ratio Comparisons
Cross Sectional Analysis:
perbandingan data keuangan suatu perusahaan dengan
perusahaan atau industri yg sejenis
 Kesamaan dlm jenis bahan baku atau supplier
 Kesamaan dari sisi permintaan
 Kesamaan dalam atribut keuangan

Time Series Analysis:


perbandingan rasio – rasio keuangan perusahaan dari satu
periode ke periode lainnya
Rasio Keuangan

Rasio Rasio
Likuiditas Leverage

Rasio
Keuangan

Rasio Rasio
Profitabilitas Aktivitas
Rasio Likuiditas

Mengukur kemampuan perusahaan dalam jangka pendek untuk


membayar hutang serta membayar pengeluaran-pengeluaran kas
yang tak terduga

Aktiva lancar
Current Ratio =
Hutang Jangka Pendek

Aktiva lancar - Persediaan


(Quick) Acid Test Ratio =
Hutang Jangka Pendek
Rasio Solvabilitas
Menggambarkan struktur pendanaan perusahaan, berapa yang didanai
oleh modal sendiri, berapa yang didanai oleh pinjaman pihak ketiga

Hutang
Debt to Equity Ratio =
Modal
Hutang
Debt Ratio =
Jumlah Aktiva

Times Interest Earned = EBIT/Interest


Rasio Aktivitas
Mengukur aktivitas perusahaan dalam jangka waktu tertentu

Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan


Rata – Rata Persediaan

Average Age of Inventory = 365


Inventory Turnover

Average Collection Period = Piutang Dagang


Penjualan/365
Notes: Rule of Thumb A/R Turnover - 6 – 12 kali

Notes: Rule of Thumb ACP – 30 – 60 hari

Notes: Rule of Thumb AAI – 30 – 45 hari


Rasio Aktivitas (Cont…)

Mengukur aktivitas perusahaan dalam jangka waktu tertentu

Hutang Dagang
Average Payment Period =
Total Pembelian/ 365

Penjualan
Total Assets Turnover =
Total Aktiva
Rasio Profitabilitas
Mengukur kinerja operasional perusahaan dalam jangka waktu tertentu

Return on Asset (ROA) = Laba Bersih


Total Asset

Laba Bersih
Profit Margin atau Return on Sales = Pendapatan Bersih

Laba Bersih
Return on Equity (ROE) =
Modal Sendiri

Laba Bersih
Net Earning Power Ratio =
Total Aktiva
Rasio Pasar
Market/ Book Ratio= Nilai pasar per Lembar Saham Biasa
Nilai buku per Lembar Saham Biasa

Price/ Earning Ratio= Harga Pasar per Lembar Saham


Laba per Lembar Saham
Rasio-rasio Likuiditas
2008 2009

Current Ratio 1.97

Quick/Acid test 1.51


ratio
Rasio-rasio Solvabilitas
2008 2009

Debt to Assets 45.7%


ratio
Debt to Equity 84.08%
ratio
Times Interest 4.5
Earned Ratio
Rasio-rasio Aktivitas
2008 2009

Perputaran Aktiva 0.85


Rata – Rata Umur Piutang 59.7 days

Perputaran Persediaan 7.2


Rata – Rata Umur Persediaan 50.52 days
Rasio-rasio Profitabilitas
2008 2009

Net Profit Margin 7.2%

Gross Profit Margin 32.1%

Return On Asset 6.1%

Return On Equity 12.6%


Rasio-rasio Pasar
2008 2009

Market/ Book Ratio 1.4


Price/ Earning Ratio 11.14
Analisis Du Pont
Adalah analisis yang mempertajam analisis rasio
dengan memisahkan profitabilitas dengan
pemanfaatan aset.
Analisis Du Pont menghubungkan 3 macam rasio
: ROA, Profit Margin, dan perputaran aktiva.

ROA
ROE 
  Total Hutang  
1    
  Total Assets  
Gambar Du Pont Analysis