Anda di halaman 1dari 22

APLIKASI RENCANA KERJA DAN

ANGGARAN BIAYA (RKAB)

DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA


KEMENTERIAN ENERGI SUMBER DAYA MINERAL
DASAR KETENTUAN
 UU No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara.
 Peraturan Pemerintah tahun 2010 tentang Wilayah
Pertambangan.
 Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2010 tentang
Pelaksanan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan
Batubara.
 Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2010 tentang Pembinaan
Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha
Pertambangan Mineral Dan Batubara.
 Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Kuasa Pertambangan
(KP).
 Rencana Kerja dan Biaya (RKAB). 2
JANGKA WAKTU (Tahun) DAN LUAS IUP/K (Ha)
(UU No. 4 Tahun 2009)

 
IUP EKSPLORASI IUP OPERASI PRODUKSI

MINERAL PU EXPL FS Total KONST PROD Total LUAS


LUAS

Max.100.000
LOGAM 1 3 + (2X1) 1 + (1) 8 Min. 5.000
2 20 + (2X10) 42 Max. 25.000

Max.50.000 Min.
BATUBARA 1 2 + (2X1) 2 7 5.000
2 20 + (2X10) 42 Max. 15.000

Max.25.000 Min. 20 + (2X10) Semen 10 +


BUKAN LOGAM 1 3 + (1X1) 1 + (1) 7 3 43. Semen 23 Max. 5.000
5.000 (2x5)

Max.5.000 Min.
BATUAN 1 1 1 3 5.000
1 5 + (2x5) 15 Max. 5.000

RADIOAKTIF 1 3 + (1X1) 1 6
Tergantung Penugasan
PP No. 23 Tahun 2010
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
KEWENANGAN PENGELOLAAN
(BAB II Pasal 28,35,37,38,47 PP No. 23 Th 2010)

Pengelolaan Pertambangan (Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota)


Kewenangan Menteri al:
1. Pemberian IUP serta pembinaan, pengawasan usaha pertambangan yang bersifat lintas
provinsi dan/atau wilayah lebih 12 mil laut
2. Pemberian IUPK
3. Melakukan evaluasi terhadap IUP Operasi Produksi yang dikeluarkan oleh PEMDA
4. Penyelesaian konflik sesuai dengan letak kewenangan
Kewenangan Gubernurt al:
1. Pemberian IUP serta pembinaan, pengawasan usaha pertambangan yang bersifat
lintas2Kabupaten/Kota dan/atau wilayah laut 4-12 mil laut
2. Penyelesaian konflik sesuai dengan letak kewenangan
Kewenangan Bupati/Walikota al:
1. Pemberian IUP dan IPR serta pembinaan, pengawasan usaha pertambangan yang berada di
Kabupaten/Kota dan/atau wilayah sampai dengan 4 mil laut
2. Penyelesaian konflik sesuai dengan letak kewenangan
PP No. 23 Tahun 2010
Flow Chart Pelaksanan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral
dan Batubara

6
PELAPORAN
PELAPORAN
(BAB XI Pasal 101, 102, 103,104 PP No. 23 Tahun 2010)

Dikenakan baik kepada PEMDA maupun perusahaan

Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota :
1. Bupati/Walikota harus menyampaikan laporan tertulis mengenai
pengelolaan kegiatan usaha pertambangan kepada Gubernur secara
berkala (setiap enam bulan)
2. Gubernur/Bupati/Walikota harus menyampaikan laporan tertulis
mengenai pengelolaan kegiatan usaha pertambangan kepada Menteri
secara berkala (setiap enam bulan)
PELAPORAN …… (2)
Kewajiban Pelaporan Pemegang IUP/IUPK :
a) Wajib menyerahkan seluruh data hasil eksplorasi dan operasi
produksi kepada Pemerintah (sesuai kewenangan)
b) Pemegang IUP yang diterbitkan oleh PEMDA dalam
penyampaian laporan wajib tembusan kpd Menteri
c) Laporan memuat RKAB atau kemajuan kerja periodik.
d) Laporan disampaikan secara berkala dan sesuai batasan
waktu , terdiri dari :
• Laporan RKAB dilaporkan paling paling lama 45 (empat puluh
lima) hari Kalender sebelum berakhirnya tahun takwim
• Laporan Triwulan dilaporkan paling paling lama 30 (tiga puluh)
hari Kalender setelah berakhirnya tiap triwulan
• Laporan bulanan di laporkan paling lambat 5 (lima) hari kalender
setelah berakhirnya tiap bulan takwim.
• Laporan dwi mingguan di laporkan paling lambat 5 (lima) hari
kalender setelah berakhirnya tiap dwi mingguan.
e) Perusahaan harus memperhatikan dan menindaklanjuti
tanggapan dari Pemerintah.
KEWAJIBAN PENGUSAHA
PERTAMBANGAN UMUM
A. Rencana Produksi
1. Pengusaha wajib merencanakan produksi selama 1 (satu) tahun
2. Perencanaan produksi meliputi jumlah dan kualitas serta lokasi
B. Pencatatan Produksi
1. Pengusaha wajib melakukan pencatatan
a. Jumlah dan kualitas bahan galian yang diproduksi dan lokasi
b. Jumlah dan kondisi bahan galian kadar marginal tergali dan
ditimbun
c. Jumlah tanah penutup yang dipindahkan
d. Pencatatan dilakukan setiap hari
2. Bahan galian produksi dapat menggunakan perhitungan konversi dari
volume bahan galian yang tergali, alat pengukur timbangan atau alat ukur
berat lainnya.
3. Kualitas bahan galian berdasarkan hasil laboratorium
C. Kegiatan Pengolahan / Pemurnian
1. Membuat rencana kegiatan pencucian/pengolahan/pemurnian
yang dilengkapi dengan kapasitas dan kualitas umpan,
produksi dan tailing serta produk sampingan
2. Pencatatan meliputi jumlah dan kualitas dari umpan, produksi
utama dan tailing serta produk sampingan
3. Pencacatan dilakukan setiap hari
D. Kegiatan Penimbunan
1. Pengusaha wajib melakukan pencatatan mengenai jumlah dan
kualitas produksi pada proses penimbunan
2. Pencatatan meliputi :
a. Jumlah dan kualitas produksi sebelum adanya pemasukan /
pengeluaran produksi (stock awal)
b. Jumlah dan kualitas produksi yang dikeluarkan dari tempat
penimbunan dan/atau dijual
c. Jumlah dan kualitas produksi yang masuk ke tempat
penimbunan
3. Jumlah dan kualitas produksi yang ditimbun dilakukan dengan
memperhitungkan jumlah dan kualitas campuran, apabila
ditimbun dalam satu timbunan
E. Laporan Produksi
1. Jumlah dan kualitas produksi berdasarkan dokumen jual beli yang telah
disepakati oleh penjual dan pembeli, wajib dipakai sebagai dasar
laporan resmi
2. Jumlah dan kualitas produksi sebagaimana tersebut diatas dijadikan
sebagai dasar menghitung kembali

F. Dokumen Penjualan Produksi


1. Pengusaha wajib menyimpan dengan baik semua dokumen yang berkaitan
penjualan produksi pertambangan
2. Dokumen tersebut tidak boleh disembunyikan apabila diperlukan oleh
pejabat pengawasan produksi untuk kepentingan pemeriksaan.
PERATURAN PERALIHAN (1)
(Bab XIV Pasal 112 PP No. 23 Tahun 2010)

1. KK/PKP2B sebelum diundangkannya PP tetap berlaku


2. KK/PKP2B yang belum mendapatkan perpanjangan pertama dan/atau
kedua dapat diperpanjangan menjadi IUP (kecuali mengenai
penerimaan negara yang lebih menguntungkan)
3. KK/PKP2B tahap operasi produksi wajib melaksanakan pengutamaan
kepentingan dalam negeri
4. KP,SIPD,SIPR tetap berlaku serta wajib :
a. Disesuaikan menjadi IUP dalam waaktu paling lambat 3 bulan sejak
berlakunya PP, bagi BUMN/BUMD perpanjangan ini merupakan IUP
pertama
b. Menyampaikan RKAB jangka panjang.
c. Melakukan pengolahan di dalam negeri paling lambat 5 tahun sejak
diberlakukannya UU No. Thn 2009.
RENCANA KERJA & ANGGARAN
BIAYA
Disampaikan oleh pemegang IUP
Berisikan realisasi tahun berjalan dan rencana
tahun berikutnya kegiatan serta anggaran
pembiayaannya
Evaluasi dan presentasi
Perbaikan / koreksi
Persetujuan
Pelaporan realisasi RKAB  lap triwulan,
bulanan
Permohonan persetujuan jika ada perubahan
SUSUNAN LAPORAN RKAB
RINGKASAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
RINGKASAN KEMAJUAN KERJA PADA
TAHUN SEBELUMNYA
Kegiatan Eksplorasi
Kontruksi/Infrastruktur
Perusahaan Jasa/Sub Kontraktor
Peralatan Sub Kontraktor
Kegiatan Penambangan
Tenaga Kerja
Lingkungan dan K3
Pengembangan Masyarakat
Masterlist
Keuangan
BAB II
RENCANA STRATEGIS LIMA TAHUN
Perhitungan Cadangan
Penyelidikan Umum
Penambangan
Pemindahan Tanah Penutup
Produksi Batubara/Mineral
Pemasaran
Tenaga Kerja
Lingkungan
Investasi
BAB III
RENCANA KERJA DAN BIAYA TAHUN
YANG AKAN DI JALANI
Kegiatan Eksplorasi
Kontruksi/Infrastruktur
Perusahaan Jasa/Sub Kontraktor
Peralatan Sub Kontraktor
Kegiatan Penambangan
Tenaga Kerja
Lingkungan dan K3
Pengembangan Masyarakat
Masterlist
Keuangan
Fungsi RKAB
Pembinaan dan pengawasan  kontrol
pemerintah
Komitmen pemegang IUP  kewajiban
dipenuhi?
Gambaran kegiatan penambangan
Gambaran kondisi / kemampuan pemegang
IUP
Komunikasi pemberi dan pemegang IUP
PENUTUP
 

1. Pengusahaan pertambangan berperinsip :


Pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan
masyarakat, harmonis lingkungan.

2. Pengawasan Pemerintah dalam pengusahaan


pertambangan mineral dan batubara dalam rangka
meningkatkan ketaatan para pengusaha terhadap
kontrak dan perundangan yang berlaku berkaitan
dengan optimalisasi penerimaan negara, community
development serta jaminan pasokan untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri.
TERIMA KASIH

21
DATA DIRI
NAMA ERFAN LEONARD HASUDUNGAN HUTAGAOL, ST, MT
TTL SURAKARTA, 17 AGUSTUS 1976
NO. TELP/HP 082122194119
EMAIL rfun_hutagaol@yahoo.com
PENDIDIKAN S1 TEKNIK METALURGI UNIVERSITAS INDONESIA
S2 TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN

PENGALAMAN KERJA SUBDIT LINDUNGAN LINGKUNGAN MINERBA (2002 – 2005)


SUBDIT PENGAWASAN EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI PANAS BUMI
(2006 – 2008)
SUBDIT PELAYANAN USAHA PANAS BUMI (2008 – 2010)
SUBDIT PENGAWASAN PRODUKSI DAN PEMASARAN MINERAL ( s.d.
sekarang)