Anda di halaman 1dari 13

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

Ns. Mariyati.,M.Kep.,Sp.Kep.J
TAK Sosialisasi

 Terapi aktivitas kelompok (TAK): sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi


kemampuan sosialisasi sejumlah pasien dengan masalah hubungan sosial.
 Terapi aktivitas kelompok sosialisasi (TAKS) dilaksananakan dengan membantu
pasien melakukan sosialisasi dengan individu yang ada disekitar pasien.
Sosialisasi dapat pula dilakukan secara bertahap dari interpersonal (satu dan
satu), kelompok dan massa. Aktivitas dapat berupa latihan sosialisasi dalam
kelompok.
ASPEK KELOMPOK

 Menurut (Keliat, 2005)komponen kelompokterdiri dari delapan aspek


1. Struktur Kelompok: diatur dengan adanya pemimpin dan anggota, arah
komunikasi dipandu oleh pemimpin, sedangkan keputusan diambil secara
bersama. Dalam TAK struktur yg dibutuhkan: leader, co leader, fasilitator,
observer, notulen
2. Besaran kelompok: 5 -12 orang
3. Lamanya sesi: satu sesi adalah 20-45 menit bagi fungsi kelompok yang
rendah dan 60-120 menit bagi fungsi kelompok yang tinggi
4. Komunikasi: tugas pemimpin kelompok yang terpenting adalah memimpin dan
menganalisa pola komunikasi dalam kelompok.
5. Peran Kelompok : peran serta aktif dalam proses kelompok dan fungsi
kelompok
6. Kekuatan Kelompok: kemampuan anggota kelompok dalam mempengaruhi
berjalannya kegiatan kelompok.
7. Norma Kelompok: standar perilaku yang ada dalam kelompok.
8. Kekohesifan: kekuatan anggota kelompok bekerja sama dalam mencapai
tujuan
TUJUAN TAK SOSIALISASI
 Tujuan umum: pasien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap
 Tujuan khusus:
1. Pasien mampu memperkenalkan diri
2. Pasien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
3. Pasien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan topik pembicaraan
5. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan maslah pribadi pada orang lain
6. Pasien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAKS yang telah dilakukan.
INDIKASI TAKS

1. Pasien yang mengalami isolasi sosial yang telah mulai melakukan interaksi
interpersonal
2. Pasien yang mengalami kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons
sesuai dengan stimulus.
TINDAKAN TAKS

1. Sesi 1: Memperkenalkan diri


2. Sesi 2: Berkenalan
3. Sesi 3: Bercakap- cakap dengan topik umum
4. Sesi 4: bercakap – cakap dengan topik tertentu
5. Sesi 5: bercakap- cakap masalah pribadi
6. Sesi 6: Bekerjasama
7. Sesi 7: Evaluasi kemampuan sosialisasi
TERAPI STIMULASI PERSEPSI/ KOGNITIF

TAK Stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas


mempersepsikan berbagai stimulus yang terkait dengan pengalaman dalam
kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok.
Hasil diskusi kelompok berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian
masalah (Keliat & Akemat, 2002)
INDIKASI

1. Membantu klien yang mengalami kemunduran orientasi dengan karakteristik


klien yang mengalami gangguan persepsi, menarik diri dengan realistis,
inisiatif, kurang ide, kooperatif dan bisa diajak komunikasi.
2. Pada pasien yang mengalami: harga diri rendah, perilaku kekerasan, resiko
bunuh diri
TUJUAN TAK Stimulasi Persepsi untuk PK

 Tujuan umum: pasien dapat mengendalikan perilaku kekerasan yang biasa


dilakukan dan meningkatkan fungsi fisiologis yaitu meningkatkan kesadaran
tentang hubungan reaksi emosional.
 Tujuan khusus:
1. Pasien dapat mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukannya
2. Pasien dapat mencegah perilaku kekerasan dnegan interaksi social
3. Pasien dapat mencegah perilaku kekerasan melalui kegiatan spiritual yang
biasa dilakukannya
TINDAKAN TAK Stimulasi persepsi untuk
PK
1. Sesi 1: Mengenal PK yang biasa dilakukan
2. Sesi 2: Mengendalikan perilaku kekerasan secara fisik: Tarik nafas dalam dan
menyalurkan energi marah dengan memukul benda yang tidak membahayakan
3. Sesi 3: Mengendalikan PK secara verbal/asertif
4. Sesi 4: Mengendalikan PK secara spiritual
5. Sesi 5: Mengendalikan PK dengan minum obat
Tindakan TAK Stimulasi Persepsi untuk
HDR
1. Sesi 1: Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
2. Sesi 2: Menilai kemampuan dan aspek positif pada diri klien yang dapat
dilakukan
3. Sesi 3: Memilih aspek positif atau kemampuan yang akan dilatih
4. Sesi 4: Melatih kemampuan atau aspek positif pada diri
5. Sesi 5: Menilai manfaat Latihan terhadap harga diri
CONTOH PELAKSANAAN TAK Sosialiasi
dan TAK Stimulasi Persepsi PK
 https://youtu.be/CQ6Rv6t68cU