Anda di halaman 1dari 17

R E V I E W J U R N A L P E N D I D I K A N K A

R A K T E R
Internalization of Cultural Values in Schools Early Ste
ps in Building Nation Characters

Ngatno19.2895
JO U R N A L

Internalization of Cultural
Values in Schools Early Ste
ps in Building Nation Chara
cters
Suriadi Suriadi1,*, Mursidin Mursidin2
1: Doctoral Student Program UIN Maulana Malik Ibra
him Malang, Indonesia
4 1 0 8 / e ai.8-12- 2018.22
eudl.eu/ d o i / 1 0 .
https:// 2: Doctoral Student Program UIN Antasari, Banjarma
83966 sin, Indonesia
*Contact email: suriadi@iaisambas.ac.id

2
Judul Internalization of Cultural Values in Schools
Early Steps in Building Nation Characters
Jurnal Proceedings of 1st Workshop on Environmental
Science, Society, and Technology, WESTECH
2018, December 8th, 2018, Medan, Indonesia
Volume dan Halaman Vol 1, 9 halaman

Tahun Publikasi 17 Juni 2019

Penulis Suriadi, Mursidin

Reviewer Ngatno

Tanggal 05 Desember 2020

3
HAS I L R E V I E W

Teori dan Peneliti


Tujuan Penelitian
an Sebelumnya

Permasalahan

4
HAS I L R E V I E W

Metode Penelitia
n

Subjek Penelitian Hasil penelitian

5
HAS I L R E V I E W

Kerterbatasan

Pembahasan Pen
Saran
elitian

6
A N P E N E L I T I A N
TU J U
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan intern
alisasi nilai-nilai budaya sekolah dalam mewujudkan
pendidikan karakter dalam hal:
• kurikulum dan pembelajaran manajemen,
• manajemen siswa,
• manajemen pendidik dan tenaga kependidikan

7
PERMA S A L A H A N

Pendidikan karakter di Indonesia haru


s dibangun di atas budaya Indonesia a
gar karakter yang dikehendaki meman
g bercorak Indonesia.

8
N S E B E L U M N Y A
D A N P E N E L I T I A
TEORI
Internalisasi merupakan proses transformasi nilai, ruh, ajaran atau doktrin yang dimiliki seseorang k
epada orang lain sehingga nilai tersebut tercerminkan dan pada akhirnya tertanam dalam diri orang
lain tersebut.
Budaya sekolah merupakan pola nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau filosofi yang menja
di pedoman kebijakan termasuk pemangku kepentingan pendidikan dan dilaksanakan dengan kesa
daran penuh sebagai perilaku alamiah.
Arismantoro menyatakan kepribadian dan karakter merupakan perilaku yang ditujukan pada lingku
ngan sosial. Seseorang dapat disebut berkarakter jika perilakunya sesuai dengan aturan-aturan mor
al.
Adeyemi, dalam penelitian berjudul Teaching Character Education in the Curriculum and the Role
of
TEXTtheHERE
Junior Secondary Level in Botswana, menyatakan bahwa dalam meningkatkan pendidikan kar
akter di sekolah, semua stake-holder berperan dalam membentuk pendidikan karakter di sekolah d
an masyarakat luas. Selain itu, komponen pengetahuan, yaitu isi kurikulum, kesukarelaan, manajem
en sekolah, pelaksanaan kegiatan dan etika, serta seluruh lingkungan sekolah dapat menumbuhkan
karakter yang baik.

9
K D A N M E T O D E
SUBJ E

E K P E N E L I T I A N
SUBJ

Kepala sekolah, pendidik, tenaga


kependidikan dan siswa MAN IC S
ambas Kalimantan Barat.

10
K D A N M E T O D E
SUBJ E

D E P E N E L I T I A N
METO

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dalam bentu
k observasi yang mendalam dengan setting yang natural dengan mendeskripsikan realitas empiris tentang ob
jek yang diteliti. Kedalaman kajian diarahkan pada aspek pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, pembina
an peserta didik serta pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan data kual
itatif dalam bentuk kata-kata, perilaku atau kebijakan dari masing-masing pelaku budaya sekolah, data yang t
erdapat dalam dokumen, naskah, catatan, dan lain-lain, yang menyangkal nilai-nilai budaya sekolah. Untuk
menentukan informan, peneliti menggunakan pengambilan sampel (terutama informan kunci) dengan cara p
urposive sampling, yang kemudian dikembangkan menjadi informasi lain dengan menggunakan teknik snow
ball sampling. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang secara valid di
gunakan dalam penelitian kualitatif. Data primer yang diperoleh akan dianalisis sesuai dengan model interak
tif mengikuti petunjuk Miles & Huberman yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) kesimpulan (kesim
pulan sementara, verifikasi, dan kesimpulan).
11
N E L I T I A N
HASIL PE

Hasil analisis menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai seperti nilai-nilai agama, kejujuran, ke
bersamaan, kesederhanaan, dan disiplin yang sistematis dan berkelanjutan terintegrasi dalam
manajemen kurikulum, manajemen siswa dan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan,
akan menciptakan pendidikan karakter yang melahirkan generasi yang unggul dan cerdas emos
i, sosial cerdas dan cerdas spiritual. Produksi yang sangat baik dengan kecerdasan ganda adala
h penyediaan penting dalam mempersiapkan anak-anak untuk masa depan karena seseorang y
ang memiliki banyak kecerdasan akan lebih nyaman dan lebih sukses dalam menghadapi segal
a macam tantangan kehidupan, termasuk dalam membangun bangsa dengan karakter.

12
A N P E N E L I T I A N
PEMBAH A S

Berdasarkan penelitian Arismantoro da


n Adeyemi dengan jurnal ini memapark
an konsep pendidikan karakter yang di
dorong oleh lingkungan (Eksternal). Ha
nya saja arismatoro lebih memisahkan
antara kepriadian seseorang dengan ka
rakter perilaku yang disebut dengan ga
ya seseorang.

13
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pendidikan karakter
adalah seluruh proses pembelajaran yang dialami
siswa sebagai pengalaman pembentukan kepriba
dian melalui pemahaman dan mengalami nilai-nil
ai seseorang, kebajikan moral, nilai-nilai khas aga
ma, dan nilai-nilai moral. Untuk membentuk manu
sia ditandai, itu harus selalu dicari, untuk dapat m
engidentifikasi karakter yang sangat baik dan bent
uk sifat cinta, dan pembiasaan dalam menjalanka
n akhlak yang baik sehingga tidak hanya perilaku t
api memang menjadi karakter yang melekat.

14
Penelitian ini hanya memfokuskan kepada k
onsep pendidikan karekter yang terdapat da
lam sistem pendidikan, yaitu peraturan pem
erintah, kurikulum, sekolah dan guru, sebali
Keterbatasan knya bedasarkan tujuan pendidikan karekat
er yang menjadi subjek penting ialah bagai
mana pendidikan karekter tersebut bisa mel
ekat pada siswa.

15
Sebaiknya hal yang perlu diperhatikan d
alam penelitian karakter pendidikan bis
a memaparkan latar belakang pendidik
baik secara individual ataupun secara
merata, serta bisa mendeskripsikan con
toh karakter yang bisa dijadikan teladan
sebagai dasar pendidikan karakter yang
Saran baik untuk dicontoh.

16
TERIMA KASIH!
ADA PERTANYAAN?