Anda di halaman 1dari 32

MANAJEMEN SAMPEL

DI PUSKESMAS

Wayan Yastini , S.Si


UPT BALAI Lab Kes Denpasar
PERSIAPAN PASIEN

DOKTER LABORATORIUM
Memberitahu pasien Menanyakan kesiapan
mengenai persiapan sebelum pasien sesuai pemeriksaan
datang ke laboratorium yang akan dilakukan

Laboratorium wajib menolak pasien yang


persiapannya tidak memenuhi syarat
Pengambilan spesimen
1. Pemberian identitas pasien:
manual/komputerisasi:
- saat pendaftaran.
- pengisian label.
- formulir pemeriksaan.
2. Tehnis pengambilan spesimen:
- peralatan.
- pengawet.
- lokasi pengambilan.
- prosedur pengambilan.
- terjadinya hemolisa atau ada bekuan.
- volume yang tidak sesuai.
3. Efek postural dan kesalahan tehnis
- Dianjurkan pasien duduk tenang
minimum 15 menit sebelum diambil
darah.
- Posisi pasien duduk atau berbaring.
- Torniquette terpasang tidak lebih
dari 1 menit.
- Pengambilan darah diutamakan pada
vena mediana cubiti lengan kanan.
- Pengambilan darah vena dengan tabung
vakum dan sesuaikan botol penampung
yang akan digunakan.
Pengolahan spesimen
dilakukan di ruang sampling
Terpenting adalah mempersiapkan serum.
Persiapan pembuatan serum:

- biarkan darah beku dalam tabung tutup merah


dengan suhu kamar selama (20-30) menit.
- sentrifus dengan kecepatan 3000 rpm selama
5 menit.
- serum sudah terpisah dari bekuan darah dan
dipisahkan pada tabung serum yang berbeda
dengan menggunakan mikropipet atau pipet
Pasteur.
- pemisahan serum dilakukan maksimum 6 jam
sesudah pengambilan darah.
Proses pengambilan dan pengolahan spesimen:
•Petugas laboratorium mempersiapkan semua alat dan
bahan untuk melakukan phlebotomi.
• Darah vena diambil sebanyak 5 ml dimasukkan ke
dalam tabung tutup merah yang sudah ditempel
stiker/label identitas pasien (nomor tabung sesuai kode
lokasi pengambilan).
•Catat jumlah tabung sampel yang sudah diambil,
letakkan di rak tabung sampel. Diamkan selama ± 20
menit. Kemudian langsung dilakukan pemisahan serum
dengan memutar selama 5 menit dengan kecepatan
3000 rpm
PEMISAHAN SAMPEL DARAH DI LABORATORIUM PEMERIKSA
Lakukan pemisahan serum dari darah maksimal 6 jam setelah pengambilan darah
untuk menghindari terjadinya hemolysis. Pisahkan serum sesuai prosedur sbb :

Diamkan selama 30 menit putar dgn sentrifus


5 menit 3000rpm
• Serum ± 3ml dipindahkan ke dalam tabung tutup ulir yang
sudah ditempel dengan nomor label yang sama.
• Seal/rekatkan tutup tabung yang berisi serum dengan parafilm
untuk menghindari terjadinya tumpahan atau bocor.
• Letakkan di rak tabung dan bisa disimpan di lemari pendingin
dengan suhu (2-8)0C selama 1 minggu sampai dikirim ke
laboratorium rujukan I.Tidak boleh dibekukan.

• Bila puskesmas tidak mempunyai sentrifus, sebaiknya dikirim


langsung ke laboratorium rujukan I (BBLK/BLK/Labkesda)
pada hari yang sama. Letakkan tabung darah beku di rak tabung
dan tidak boleh disimpan lebih dari 6 jam di dalam lemari
pendingin dengan suhu (2-8)0C untuk menghindari hemolisis.

• Kirim tabung darah beku di dalam coolbox ke laboratorium


rujukan I secara berkala sesuai dengan jadwal yang sudah
diatur.
Pengiriman sampel darah ke laboratorium rujukan I
(BBLK/BLK/Labkesda)

1. Masukkan tabung darah kedalam rak tabung dan tempatkan


kedalam cool box yang sudah diberi ice pack dengan tutup
tabung di bagian atas.
◦ Ice pack dibungkus kedalam koran, agar tidak basah.
◦ Jangan sampai tabung serum menempel dengan ice
pack.
2. Masukkan daftar sample kedalam amplop.
3. Cocokkan sample darah dengan daftar sampelnya
5. Beri alamat tujuan dengan lengkap dan beri label hati –
hati, bahan cair mudah pecah.
6. Tuliskan nama & alamat pengirim.
7. Setelah dikirim, petugas puskesmas sebaiknya menelpon
petugas di laboratorium rujukan I untuk memberitahukan
bahwa sample sudah dikirim.
8. Petugas laboratorium mengirimkan sample ke
laboratorium rujukan I (BBLK/BLK/Labkesda) .
Pengiriman sampel serum dilakukan
setiap 2 hari, tergantung kondisi kurir
pengiriman atau sesuai dengan jadwal
yang sudah disepakati. Sampel darah
beku dikirim tidak lebih dari 6 jam
sesudah pengambilan sampel.
Ada koordinasi yang baik antara
pengirim, kurir pengiriman dan
laboratorium penerima, menjamin
spesimen dapat diterima
dalam keadaan aman dan baik.
LABORATORIUM RUJUKAN/PEMERIKSA

perhatikan
kualitas, jarak,waktu

Sehingga harus mempersiapkan semua proses


pengiriman yang baik dan berkoordinasi
antara pengirim dan penerima.
Potensi kesalahan:
Tumpah, tertukar.
Spesimen berubah (rusak,
hemolisa).
Otomatik macet, misal sentrifus
mati (problem alat/listrik).
Ekspedisi gagal.
Laboratorium rujukan tidak mau
menerima.
PENYIMPANAN SPESIMEN
Faktor-faktor yang mempengaruhi
stabilitas bahan:
- terjadinya kontaminasi oleh kuman/bahan
kimia.
- terjadinya metabolisme oleh sel-sel
hidup pada spesimen.
- terjadi penguapan.
- pengaruh suhu.
- terkena paparan sinar matahari.
Cara Pengiriman
Sertakan
formulir
daftar sampel
setiap kali
mengirim
sampel.
Si pengirim
harus
mempunyai
arsip
pengiriman.
LANGKAH-LANGKAH SEBELUM
MENGIRIM SPESIMEN :

a. Petugas laboratorium puskesmas menghubungi kurir


puskesmas dan pihak penerima (telepon) untuk
menjamin agar spesimen diantar dan bisa diperiksa
segera.

b. Siapkan dokumen pengiriman

c. Atur waktu pengiriman; supaya spesimen diterima


dalam waktu jam kerja.

d. Kirimkan informasi secara rinci tentang semua data


spesimen kepada pihak penerima.
TANGGUNG JAWAB PENERIMA:
(BBLK/BLK/Labkesda dan RSUP/RSUD)

a. Segera memberitahukan kepada pihak


pengirim jika bahan kiriman telah diterima
dan mencatat semua spesimen yang
diterima, kondisi sampel.
b. Membagi serum menjadi 2 bagian volume
(masing-masing 1,5 ml) dimasukkan dalam
tabung sampel tutup ulir , diberi label
dengan kode penomoran yang sama dan
menyimpan sampel di refrigerator dengan
suhu (- 20)00 C atau (-80)00 C
Laboratorium rujukan I
(BBLK/BLK/Labkesda) melakukan
pemeriksaan HBsAg dengan metode
ELISA/CLIA pada semua spesimen dari
tabung I.
Spesimen dalam tabung ke II dengan hasil
HBsAg (+), dikumpulkan dan dimasukkan
ke dalam coolbox, lakukan proses seperti
semula untuk dikirim ke laboratorium
rujukan ke II (RSUP/RSUD) untuk
dilakukan pemeriksaan HBeAg, Anti-
HBe ,ALT, HBV DNA.
KESALAHAN-KESALAHAN
LAZIM DALAM CARA
MEMPEROLEH SAMPLE
DARAH
Kualitas dan susunan darah yang
diambil untuk pemeriksaan
mungkin berubah oleh salah
tindakan waktu mengambil sample
darah tersebut.
Beberapa kesalahan-kesalahan
yang mungkin bisa terjadi seperti
hal-hal disebutkan dibawah ini
Darah vena:
1. Menggunakan jarum dan tabung syringe yang basah.
2. Mengenakan ikatan pembendung terlalu lama atau
terlalu keras, akibatnya terjadi hemokonsentrasi.
3. Terjadinya bekuan dalam jarum/needle atau tabung
karena lambatnya bekerja.
4. Terjadinya bekuan dalam tabung karena tidak
dicampur semestinya/homogenisasi dengan
antikoagulan dalam tabung.
5. Darah hemolisa.
6. Volume yang diambil sangat sedikit.
Potensi kesalahan
Salah menandai formulir
permintaan tes/pemeriksaan.
Salah identifikasi pasien.
Tes khusus tidak ada dalam
formulir.
Perbedaan pengertian untuk
pemeriksaan tertentu seperti rutin
dan lengkap.
Pemeriksaan HBsAg
ELISA
ECLIA
ICA (Immunochromatographic Assay)
PCR (HBV DNA)
Keuntungan Rapid test

Akurat
Sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Mempunyai korelasi yang baik dengan pemeriksaan lain.

Cepat
Hasil bisa dibaca dalam waktu 20 menit.

Sederhana dan mudah dilakukan


Hanya satu langkah
Tidak memerlukan peralatan yang rumit

Hemat
Biaya dan waktu
PRINSIP PEMERIKSAAN
HBsAg pada sampel akan terikat dengan anti-HBs yang
terkonjugasi koloid emas . Kompleks tersebut akan bergerak lebih
lanjut ke membran daerah tes (T).

Pada daerah T, kompleks imun tersebut akan terikat dengan


antigen  garis berwarna pada daerah T.
• Garis berwarna pada daerah T : hasil tes positif.
• Tidak adanya garis berwarna pada daerah T : hasil tes negatif.

Jika HBsAg dalam sampel tidak ada maka anti-HBs akan


bergerak sendiri menuju daerah kontrol (C). Di daerah C antigen
tersebut akan berikatan dengan antibodi  garis berwarna pada
daerah C.
• Garis kontrol ini berfungsi untuk memvalidasi reagen dan
kinerja pemeriksaan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN

Reagensia : SD Bioline HBsAg (Rapid Test)

1. Biarkan reagen pada suhu ruangan (15-25’C) selama 30 menit


2. Buka kemasan multi-device lalu beri identitas sampel
3. Ambil whole blood (darah lengkap) /Serum/Plasma dengan
mikropipet sebanyak 100 µl, teteskan ke lubang sample yang
tersedia (S)
4. Diamkan selama 20 menit pada permukaan datar
5. Baca dalam waktu 20 menit (Hasil tidak boleh dibaca dalam
waktu lebih dari 20 menit)
6. Catat hasil pada formulir dan lembar hasil pemeriksaan
laboratorium (Formulir LAB2)
PROSEDUR PEMERIKSAAN

1. Teteskan 100 ㎕ serum ke 2. Tambahkan 3 tetes diluent


daerah sampel (S) ke daerah sampel (S)
PEMBACAAN & INTERPRETASI

NON
REAKTIF REAKTIF

( +++ ) ( ++ ) (+) weak(+) trace (-) Invalid


PEMBACAAN & INTERPRETASI

Reaktif :
 Terbentuk garis pada jendela kontrol (C)
 Terbentuk garis pada jendela tes (T)

Non Reaktif :
 Terbentuk garis pada jendela kontrol (C)
 TIDAK terbentuk garis pada jendela tes (T)

Hasil Invalid
 TIDAK terbentuk garis pada jendela kontrol (C)
 Walaupun pada jendela Tes (T 1/T2 atau T1 & T2)
terdapat garis Hasil
Hal yang perlu diperhatikan :

Untuk pemeriksaan serum harus dipisahkan dari


sel darah merah, pemisahan tidak boleh lebih dari
6 jam
• < 5 hari : serum di simpan suhu, 2-8’C
• > 5 hari : serum/plasma, disimpan di freezer.-20/-80°C
Semua sampel yang dibekukan harus disentrifuge
untuk memisahkan adanya partikel
Homogenkan sebelum digunakan untuk hasil yang
optimal
Beku ulang (thawing cycle) > 3x tidak dianjurkan.
Hal yang perlu diperhatikan :

Bila garis tes terbentuk samar 


dinyatakan “REAKTIF”
Penyimpanan reagen pada suhu > 30’C 
kerusakan reagen, gunakanlah coolbox
untuk transportasi reagen.
Penyimpanan reagen pada suhu ruangan
(15-25’C) pastikan pencatatan suhu
ruangan dan termometer ruangan yang
berfungsi.
TERIMA KASIH