Anda di halaman 1dari 19

PENYULUHAN dbd DI

DUSUN “A”

OLEH :
KELAS III A
UPTD AKPER ANGING MAMMIRI
DEMAM BERDARAH DENGUE
( DBD )
PENGERTIAN
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh virus dengue yang
ditularkan terutama oleh gigitan nyamuk aedes
aegypti.
Ciri- Ciri Nyamuk Penyebar Penyakit

1. Warna hitam dengan bercak putih


pada badan dan kaki.
2. Hidup dan berkembang biak
didalam rumah dan sekitarnya (bak
mandi, tempayan, drum, kaleng, ban
bekas, pot tanaman air, tempat
minum burung.
3. Hinggap pada pakaian yang
bergantung, kelambu dan ditempat
yang gelap dan lembab.
4. Menggigit di siang hari.
Cara penularan demam berdarah

Anak yang sakit demam berdarah


di dalam darahnya mengandung
virus. Bila anak ini digigit nyamuk
Aedes Aegypti maka bibit
penyakit ikut terhisap masuk ke
dalam tubuh nyamuk. Dan bila
nyamuk tersebut menggigit anak
lain (anak sehat), maka anak itu

akan dapat ketularan penyakit ini.


Tanda Dan Gejala Penyakit
• Mendadak demam (panas tinggi) tanpa penyebab
yang jelas selama 1-7 hari, suhu badan antara 38
C-40.
• Sakit Kepala
• Gelisah
• Mual, muntah dan kurang nafsu makan
• Tampak bintik-bintik merah
• Kadang mimisan, berak darah atau muntah darah
• Kesadaran menurun atau renjatan (shock)
Cara Penanganan Pertama

• Beri minum sebanyak-banyaknya dengan air


yang sudah dimasak seperti air, susu , teh atau
air minum lainnya, dapat juga dengan oralit.
• Berikan kompres air dingin.

• Berikan obat penurun panas, misalnya


Paracetamol.
• Harus segera dibawa ke dokter, Puskesmas,
atau Rumah sakit.
Cara PENCEGAHAN Demam
Berdarah Dengue

Demam berdarah dapat dicegah dengan


memberantas jentik-jentik nyamuk Demam
Berdarah (Aedes Aegypti) dengan cara melakukan
PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk). Upaya ini
merupakan cara yang terbaik, ampuh, murah,
mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat, yaitu
dengan cara sebagai berikut:
• Bersihkan (kuras) tempat penyimpanan air (seperti : bak
mandi / WC, drum, dan lain-lain) sekurang-kurangnya
seminggu sekali. Gantilah air di vas kembang, tempat minum
burung, perangkap semut dan lain-lain sekurang-kurangnya
seminggu sekali.
• Tutuplah rapat-rapat tempat penampungan air, seperti
tampayan, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat
masuk dan berkembang biak di tempat itu.
• Kubur atau buanglah pada tempatnya barang-barang bekas,
seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah, dan lain-
lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi
tempat berkembang biak nyamuk. Potongan bambu,
tempurung kelapa, dan lain-lain agar dibakar bersama
sampah lainnya
• Tutuplah lubang-lubang pagar pada pagar
bambu dengan tanah atau adukan semen.
• Lipatlah pakaian/kain yang bergantungan
dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap
disitu.
• Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin
atau sulit dikuras, taburkan bubuk ABATE ke
dalam genangan air tersebut untuk
membunuh jentik-jentik nyamuk. Ulangi hal
ini setiap 2-3 bulan sekali.
Ada banyak cara untuk memberantas nyamuk
Aedes aegypti, antara lain dengan cara:

• Penyemprotan dengan menggunakan


zat kimia
• Pengasapan dengan insektisida
• Memutus daur hidup nyamuk dengan
menggunakan ovitrap dan memberi
ikan cupang di tempat penampungan
air.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
BUBUK ABATE ?
ABATE adalah larvasida
pembasmi larva/jentik nyamuk
yang telah lama dikenal oleh
masyarakat. Produsen ABATE
adalah PT BASF Indonesia, dan
kini untuk kemudahan
pemakaian di rumah saat ini
tersedia ABATE kemasan 10 gr
untuk pemakaian 100 liter air
dalam kemasan aluminium foil
berwarna hijau dan biru dengan
logo BASF
Takaran penggunaan bubuk ABATE

• Takaran penggunaan bubuk ABATE adalah sebagai


berikut: Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gram bubuk
ABATE

Contoh:
Untuk 10 liter air, ABATE yang diperlukan = (100/10) x 1
gram = 10 gram ABATE
Untuk menakar ABATE digunakan sendok makan. Satu
sendok makan peres berisi 10 gram ABATE.
Bila memerlukan ABATE kurang dari 10
gram, maka dapat dilakukan sebagai
berikut:
• Ambil 1 sendok makan ABATE dan tuangkan
pada selembar kertas
• Lalu bagilah ABATE menjadi 2, 3, atau 4
bagian sesuai dengan takaran yang
dibutuhkan
Setelah dibubuhkan ABATE maka:
• Selama 3 bulan bubuk ABATE dalam air tersebut
mampu membunuh jentik Aedes Aegypti
• Selama 3 bulan bila tempat penampungan air
tersebut akan dibersihkan/diganti airnya,
hendaknya jangan menyikat bagian dalam
dinding tempat penampungan air tersebut.
• Air yang telah dibubuhi ABATE dengan takaran
yang benar, tidak membahayakan dan tetap
aman bila air tersebut diminum
TERIMA KASIH

DAN
TETAP
WASPADA