Anda di halaman 1dari 11

Nama : Siti Nur Rahmawati

NIM : 21216007
Kelas : PSMSDM B

D O S E N M ATA K U L I A H : D R . I S N I A R B U D I A RT I . ,

SE.,M.SI

M ATA K U L I A H : P E R E N C A N A A N S D M &

MSDM GLOBAL
Faktor Yang
Mempengaruhi
Pengambilan
Keputusan Dalam
Perencanaan SDM
Kondisi
yang
menekan

Nilai - Institusi /
nilai Peraturan

KEPUTUSAN
Tingkat ATAU Kepribadian
Kepastian KEBIJAKSANAAN / Intelegensi

Pertimbangan Kualitas
Politik Informasi
/ Data

7 Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan


Faktor ini adalah sesuatu tekanan dari luar
yang tidak dapat diletakan atau dihindari
oleh pengambil keputusan/pembuat
kebijaksanaan, yang mengharuskannya
mengambil keputusan/membuat
kebijaksanaan yang berbeda dari keputusan
yang semula yang akan ditetapkannya.
Kondisi yang
Contoh adalah kondisi pasar tenaga kerja
menekan
yang mengharuskan keputusan kualifikasi
SDM yang dibutuhkan diturunkan, karena
tidak ada calon yang memenuhi persyaratan.
Pengambilan keputusan atau pembuatan
kebijaksanaan dibatasi oleh bidang operasional
organisasi atau perusahaan sebagai institusi yang terikat
pada bidang bisnis masing-masing.

Misalnya perusahaan dibidang


jasa perhotelan harus membuat keputusan atau
kebijaksanaan tentang kualifikasi SDM dalam
perencanaan SDM yang tidak sama dengan
perusahaan farmasi. Demikian juga peraturan
dari dalam ataupun dari luar organisasi/
perusahaan. Misalnya peraturan pengupahan
dan pembiayaan (cost) SDM yang disediakan
organisasi atau perusahaan untuk upah,
sehingga membatasi jumlah SDM yang
diputuskan didalam perencanaan SDM.
INSTITUSI / PERATURAN
KEPRIBADIAN /
INTELEGENSI
Pengaruh ini bersumber dari dalam diri pengambil keputusan/pembuat
kebijaksanaan berupa faktor kepribadian dan inteligensi, yang tidak dapat
direkayasa/dirubah. Diantaranya berupa sifat-sifat, sikap, cara berfikir
sebagai cerminan kepribadian tenaga perencaan dapat mempengaruhi
keputusan dan kebijaksanaan dalam membuat perencanaan SDM.
Misalnya sifat atau kepribadian introvert, cenderung tidak menye-
nangi masukan dari orang lain seperti manager bidang atau depar-
temen, sehingga dalam merumuskan kualifikasi akan sangat ter-
batas, berbeda dengan yang bersifat/berkepribadian ekstrovert
yang terbuka dengan orang lain. Demikian juga dengan yang
ceroboh dan tidak teliti, akan berbeda dengan yang cermat dan
teliti dalam memprediksi jumlah SDM yang dibutuhkan.
Faktor ini sebenarnya sudah banyak dibahas
dalam uraian-uraian terdahulu, khususnya da- Kualitas Informasi /
lam tingkat keakuratan (certainity) dalam spek-
trum pengambilan keputusan. Untuk itu Data
uraian berikut ini bermaksud untuk menje-
laskan pengaruhnya terhadap pengambilan
keputusan termasuk juga dalam peren-
canaan SDM. Dengan kata lain perlu
ditekankan kembali bahwa pengambi-
lan keputusan yang akurat tergantung
pada kecukupan dan kelengkapan
(kuantitatif) dan ketepatan atau
relevansi data (kualitatif) yang
dipergunakan. 
Kondisi politik nasional (dalam negeri) dan internasi-
onal (global), sangat besar pengaruhnya pada pertum- buhan
ekonomi negara dimana sebuah organisasi /perusahaan
melaksanakan operasional bisnis. Pertumbuhan ekonomi stabil
karena kondisi politik stabil merupakan kondisi yang
mampu memberikan dukungan pada stabilitas eksis-
tensi dan bahkan pengembangan organisasi /
perusahaan dalam kondisi seperti itu berarti perencanaan
SDM harus mampu mem- prediksi kebutuhan
(Demand) SDM yang dibutuhkan dimasa depan.
Sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang
negatif (buruk) karena kondisi politik yang
tidak stabil, akan mempersulit dalam

mempertahankan dan mengem-


bangkan eksistensi organisasi atau
perusahaan

Pertimbangan Politik
Tingkat
Kepastian

Pengambilan keputusan pada perencanaan SDM sangat dipengaruhi oleh


cara/teknik yang ditempuh yang terdiri dari :
A Prediksi kebutuhan (Demand) SDM
B C
dilingkungan sebuah Prediksi kebutuhan Prediksi kebutuhan (Demand)
organisasi/perusahaan dengan (Demand) SDM dilingkungan SDM dilingkungan sebuah
menggunakan analisis statistik karena sebuah organisasi/perusahaan organisasi/perusahaan dengan
tersedia data kuantitatif secara lengkap dengan mempergunakan data mempergunakan seluruhnya
yang setelah dianalisis akan kuantitatif yang tidak lengkap informasi kualitatif, yang
menghasilkan keputusan dengan dan ditunjang informasi menghasilkan keputusan dengan
tingkat kepastian/keakuratan kualitatif, yang menghasilkan tingkat kepastian rendah
(certainity) tinggi. keputusan dengan memiliki (uncertainity), sehingga cenderung
resiko (risk) bersifat spekulatif
Pengambilan keputusan atau pembuat kebijak-
sanaan dilingkungan sebuah organisasi/perusahaan
adalah manusia sebagai makhluk normatif yang hidup
di dalam dan dengan nilai-nilai, yang mengatur
kehidu-pannya sebagai makhluk individu dan sosial.
Dalam kodrat sebagai makhluk normatif itu manusia
cenderung untuk hidup bersama didalam masyarakat,
antara lain dengan membentuk organisasi atau
perusahaan, sebagai wadah kehidupan bersama dalam
kebersamaan.
Oleh karena itulah setiap pengambilan
keputusan/pembuat kebijaksanaan terikat paa nilai-
nilai yang berlaku atau diterima, dihormati dan Nilai -
nilai
dijadikan pedoman dalam berpikir,bersikap dan
berperilaku sebagai budaya organisasi atau
perusahaaan masing-masing. Kondisi tersebut secara
pasti sangat besar pengaruhnya dalam dalam membuat
perencanaan SDM sebagai sebuah keputusan..
Dalam kenyataan, disamping nilai-nilai yang telah disebutkan sebelumnya, masih terdapat dua
nilai yang besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijaksanaan,
yaitu :
A Nilai-nilai Mutlak B Nilai-nilai Nisbi
Nilai-nilai ini bersumber dari agama (khusnya agama Nilai-nilai ini disebut juga nilai-nilai filsafat dan
samawi), yang diberitahukan melaui firman-firman Tuhan nilai-nilai sosial, yang diciptakan manusia dalam
YME,yang tidak berubah-ubah dan berlaku mutlak sejak menjalani dan menjalankan hidup dan kehidupanya
diturunkan sampai akhir jaman. Nilai-nilai ini bukan bukan sebagai makhluk normatif, mkhluk individual dan
hasil ciptaan manusia dalam menjalani dan menjalankan makhluk sosial. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam
hidup dan kehidupannya, namun dijadikan pedoman dalam filsafat/pandangan hidup, kebiasanaan, adat istiadat,
berpikir, bersikap dan berperilaku, sehingga sangat besar hukum atau nilai yuridis formal (perundang-undangan)
pengaruhnya kepada para pengambil keputusan termasuk dll, bahkan juga di dalam peraturan disiplin/tata tertib
dalam membuat perencanaan SDM dilingkungan sebuah sebuah organisasi atau perusahaan.
organisasi/perusahaan.