Anda di halaman 1dari 17

NAMA : DWI SUHARTI

NMP : 2010070530074
KELAS : B
PRODI : MANAJEMEN
TUGAS : PENGANTAR BISNIS
LINGKUNGAN BISNIS
DEFINISI LINGKUNGAN BISNIS
• Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang memperlukan aktivitas
bisnis dalam suaatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor-
faktor yang mempengaruhi tersebut tidak hanya dalam perusahaan
(intern), namun juga dari luar (ekstern).
• Lingkungan Internal adalah institusi atau kekuatan dalam yang
potensial mempengaruhi kinerja organisasi.
• Lingkungan eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang
potensial mempengaruhi kinerja organisasi.
A. LINGKUNGAN INTERNAL
• Lingkungan internal dipeengaruhi oleh beberapa factor, yaitu:
a) Karyawan ( tenaga kerja/ sumber dauya manusia ).
b) Mnajemen ( keahlian / pengelola).
c) Pemegang saham.
d) Modal dan peralatan fisik (dana, mesin , dan gedung).
e) Informasi (untuk pengambilan keputusan).
f) Metode ( Methods / cara kerja).
• Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength
(kekuatan) perusahaan dan juga mengetahui Weakness (kelemahan)
perusahaan.
B. LINGKUNGAN EKSTERNAL
• Lingkungan eksternal terdiri dua komponen, yaitu berikut ini:
Lingkungan Khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relavan terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Lingkungan khusus, meliputi orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam organisasi ( stakeholder), seperti konsumen,
pemasok, pesaing, dan kreditor.
 Konsumen. Sebagai mana diketahui perusaan ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Konsumen atau pelanggar merupakan
kelompok potensial yang mengonsumsi output atau barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan atau organisasi bisnis dan juga
lembaga pemerintahan maupun organisasi nonprofit lainnya.
 Pemasok. Perusaan atau individu yang menyediakan factor-factor produksi yang dibutuhkan perusahaan untuk
memproduksi produk atau jasanya. Pemasok meliputi penyedian bahan baku/material, peralatan, input
keuangan dan tenaga kerja.
 Pesaing. Biasanya setiap perusahaan mempunyai satu atau lebih pesaing. Perusahaan perlu lebih memuasakan
kebutuhan dan keinginan konsumen melalui penawaran produk dan jasa yang lebih baik dari pesaing.
 Kreditor. Perusahaan perlu memperhatikan kreditor atau kelompok kepentingan tertentu yang mempengaruhi
kegiatan organisasi secara finansial ( institusi keuangan atau pun individu yang memberikan pinjaman dana).
LINGKUNGAN EKSTERNAL
 Lingkungan Khusus umum biasanya tidak mempunyai dampak besar
perubahan lingkungan khusus, namun demikian menejer harus
memperhatikan ketika merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan
serta mengendalikan aktivitas organisasi bisnis.
1. Lingkungan EKONOMI
2. Lingkungan INDUSTRI
3. Lingkungan GROBAL
LINGKUNGAN EKONOMI
Kondisi Ekonomi dapat mempengaruhi penerimaan atau pengeluaran suatu bisnis, jadi
dapat mempengaruhi nilai bisnis
 Faktor ekonomi makro yang mempengaruhi kinerja bisnis
1. Pertumbuhan ekonomi: perubahan dalam tinggkat umum dari aktivitas ekonomi.
Indikator perubahan ekonomi
 Tingkat permintaan produksi dari barang dan jasa ekonomi.
 Tingkat permintaan produksi barang dan jasa sangat dipengaruhi oleh permintaan
masyarakat. Jika pendapatan masyarakat meningkat, maka permintaan atas barang
atau jasa juga akan meningkat
 Bisnis dapat memonitor tingkat total produksi dengan memonitori produk domestic
bruto (PDB) yaitu nilai total dari barang dan jasa yang dihasilkan secara final di dalam
negri.
 Tingkat Pengangguran
jenis-jenis pengangguran
I. Pengangguran karena fiksi (pengangguran natural), mewakili orang
yang menganggur karena menunggu kerja yang lainnya.
II. Pengangguran musiman, mewakili orang yang jasanya tidak diperlukan
dalam beberapa musim.
III. Pengangguran siklis, mewakili orang yang menganggur karena kondisi
ekonomi buruk.
IV. Pengangguran struktual, mewakili orang yang menganggur karana
memang tidak mempunyai keterampilan cukup.
2. Inflasi : peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam periode
waktu tertentu.
- Inflasi dapat mempengaruhi biaya oprasi perusahaan yang menghasilkan
produk karena naiknya biaya barang pasokan dan bahan baku
- Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan mengakibatkan lebih tingginya biaya
oprasi perusahaan.
3. Tingkat suku bunga : Tingkat suku bunga mewakili biaya pinjaman uang.
Pelaku bisnis memonitori secara seksama tingkat suku bunga karena mereka
menunjukan jumlah pengeluaran yang harus ditanggung apabila meminjam
uang. Sebagai konsekuensi perusahaan cenderung mengurangi tingkat ekspansi
apabila tingkat suku bunga tinggi.
LINGKUNGAN BISNIS
• Karakterristik Industri Yang Mempengaruhi Hasil Bisnis
a. Permintaan industry
b. Persaingan industry
c. Lingkungan Tenaga Kerja
d. Lingkungan Peraturan
a. Permintaan Industri
• Permintaan industri merupakan keseluruhan permintaan dari proses
industri. Misalnya permintaan industri terhadap pakaian bayi sangat
tergantung pada jumlah anak-anak yang dilahirkan
• Permintaan industry dapat dipengaruhi oleh tinggkat pendapatan
atau preferensi konsumen, seperati halnya meningkatnya permintaan
industri menguntungkan bagi perusahaan dalam industry dan
menurunnya permintaan berakibat merugikan.
b. Persaingan Industri
• Setiap industry terdiri dari berbagai perusahaan yang bersaing satu sama
lain untuk para konsumen yang menginginkan produknya.
• Perusahaan yang menghadapi persaingan sedikit dapat menjual dalam
jumlah besar pada harga tinggi sehingga menghasilkan tingkat penghasilan
yang tinggi. Tingkat persaingan yang tinggi mempunyai akibat sebaliknya.
• Dengan adanya pengaruh persingan industry terhadap hasil perusahaan,
perusahaan hendaknya melakukan tugas berikut.
• 1. Mengenali pesaing
• Hendaknya setiap perusahaan dapat mengenali pesaingnya. Segmen
merupakan bagian dari pasar yang mencerminka jenis bisnis atau kualitas.
# Membagi segmen berdasarkan jenis bisnis
• Misalnya industry mebel memiliki segmen seperti mebel luar ruangan, mebel
kamar tidur, dan mebel kantor. Derajat pesaing dalam setiap segmen dapat
beragam.
# Membagi segmen berdasarkan jenis kualitas
• Menilai perbedaan kualitas segmen yang ada. Misalnya seperti BMW 325 dan
Corvette dipadang mempunyai kualitas yang tinggi.
# Menantisipasi perubahan dalam pesaingan
• Pesaing-pesaing sesuatu segmen industry berubah dari waktu ke waktu.
Perusahaan baru bermunculan, lainnya yang tidak berhasil keluar dari pasar.
perusahaan bersaing dalam pasar yang sama mencoba berekspansi.
2. Menembangkan keunggulan kompetitif
Karakteristik berikut dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi sebuah perusahaan
Harga produksi rendah
- Bila kualitas serupa dengan harga produksi rendah maka perusahaan dapat memasang
harga produksinya lebih rendah dan dapat bersaing dengan para pesaingnya
Kualitas lebih baik
- Bila produk dengan kualitas baik tanpa mengenakan biaya berlebihan dengan harga yang
sama, maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing lain
Diferensiasi produk
- Perusahaan dengan cara menganalisa khusus pelayananya agar dapat membedakan
produknya atau jasanya untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Contoh dari pelayanan
( memberikan minum,permen,dll) yang diberikan perusahaan kepada pelanggan.
c. Lingkungan Tenaga Kerja
• Beberapa industry memiliki karakteristik tenaga kerja khusus.
• Biaya tenaga kerja jauh lebih tinggi dalam industry tertentu ( seperti
pelayanan kesehatan) yang memerlukan spesialisasi. Beberapa
industry manufaktur memiliki serikat tenaga kerja dan biaya tenaga
kerja dalam industry ini relative tinggi. Serikat kerja karyawan adalah
sebuah perkumpulan karyawan yang ingin mencapai tujuan tertentu
demi kepentingan dan kelangsungan perusahaan.
d. Lingkungan Peraturan
• Pemerintah menegakan peraturan lingkungan, dapat melanggar
perusahaan beroprasi disuatu lokasi atau berkecimpungan dalam
bisnis tertentu.
• Semua industry terkena peraturan pemerintah, mematuhi peraturan
yang ada sangat lah mahal. Perusahaan mobil, pertambangan, karet
dan perminyakan dikenalkan lebih banyak peraturan lingkungan.
Lingkungan Grobal
Mengapa perusahaan berkecimpung dalam bisnis Internasional? Motif Umumnya adalah:
o Menarik perusahaan asing
- Persaingan ketat dalam industry dan permintaan produk perusahaan di pasar menurun
karena perubahan selera konsumen,maka perusahaan dapat mempertimbangkan pasar
asing dimana terdapat permintaan potensial.
o Kapitalisasi dalam teknologi
- Membangun fasilitas produksi dimana harga tanah dan biaya tenagakerja murah.
o Diversifikasi Internasional
- Perusahaan dapat mengurangi resiko ketidak stabilan kondisi ekonomi bila menjalankan
bisnis internasional. Misalnya permintaan suatu produk rendah karana pertumbuhan
ekonomi negaranya menurun, namun bias saja permintaan pasda produk ini tinggi pada
negarayang pertumbuhan ekonomi stabil atau meningkat