Anda di halaman 1dari 25

Bimbingan dan Konseling

oleh: Dika Humairah


A. Pengertian bimbingan dan konseling

Bimbingan konseling merupakan gabungan dari dua kata yakni dari kata “bimbingan” y
ang berarti memberikan pengarahan,tuntunan kepada seseorang yang dilakukan secar
a berkesinambungan agar seseorang tersebut agar dapat mencapai tujuan yang dikeh
endakinya.
Dengan kata lain, bimbingan ialah suatu kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan
proses belajar dan mengajar yang diberikan dalam bentuk interaksi,gagasan,alat, serta
asuhan agar seseorang atau peserta didik dapat mandiri. David Sigalingging (2010: IV)
Sedangkan konseling ialah layanan yang membantu individu melalui proses interaksi y
ang bersifat pribadi antara konselor dan konseli sehingga individu tersebut mampu me
ncapai perkembangan yang optimal dan menjadi lebih dewasa. Syafaruddin (2017:28
1)
Pengertian diatas mempersyaratkan bahwa untuk melakukan bimbingan dan konselin
g memerlukan keahlian dan petugas khusus dalam bidang tersebut. Dalam pelayanan
ini, proses bimbingan tidak menekankan peran pada pihak pembimbing. Namun, lebih
kepada klien yang dianggap memiliki peranan serta aktif dalam hal pengambilan keput
usan yang diambilnya.
B. Peranan bimbingan dan konseling d
alam pendidikan di sekolah
Pendidikan merupakan proses pembentukan manusia yang utuh dan mandiri, maka dari itu pendidikan harus dapat membantu
peserta didik atau siswa mencapai kematangan sosial maupun emosional. Bimbingan dan konseling mengangani masalah-masal
ah atau hal diluar bidang pengajaran tetapi dapat memanjang serta mencakup yang ada didalam pembelajaran sekolah.
Bimbingan dan konseling semakin hari dirasa perlu keberadaannya di setiap sekolah. Hal ini didukung oleh berbagai macam fakt
or yang seperti dikemukakan oleh Koestoer Partowisastro(1982) sebagai berikut :
1.) Sekolah merupakan lingkungan hidup kedua setelah rumah, dimana anak dalam waktu sekian jam (±6jam) hidupnya berada
di sekolah
2.) Para siswa yang usianya relative lebih muda sangat membutuhkan bimbingan baik dalam hal memahami dirinya, maupun dal
am mengatasi berbagai macam kesulitan.
Menurut Ahmad Suriansyah, Aslamiah Ahmad,Sulistiyana (2015:61) Peranan Bimbingan dan konseling tidak luput dari partisipa
si pendidikan yang aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin seperti yang tertera pada UU Nomor 20 Tahun 2
003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 4 ayat (4) menyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi ketel
adanan,membangun kemauan,dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Serta pasal 12 ayat
(1b) yang juga menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidik
an sesuai dengan bakat,minat,dan kemampuannya.
Perlunya peranan bimbingan dan konseling pada pendidikan di sekolah ialah sebagai wadah peserta didik atau siswa yang ingin
berkonsultasi masalah akademis maupun non akademis. Bimbingan konseling atau pada umumnya disebut sebagai BK , membe
rikan pelayanan yang optimal dalam memberikan pengarahan,masukan sehingga peserta didik mampu untuk memecahkan mas
alah serta mampu mempertimbangkan secara matang apa yang dia pilih.
Menurut Ahmad Suriansyah, Aslamiah Ahmad,Sulistiyana (2015:62) Dalam hal ini, peranan bimbingan dan konseling untuk men
ingkatkan mutu dunia pendidikan di sekolah didukung dengan adanya 3 indikator dari kesuksesan pendidikan,yakni sebagai beri
kut :
C. Prinsip bimbingan dan konseling
Menurut Ahmad Suriansyah, Aslamiah Ahmad,Sulistiyana (2015:61) terdapat beberapa prinsip bimbingan dan konseling sec
ara umum dan khusus. Berikut adalah prinsip umum dari bimbingan dan konseling :
1.) bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbingnya.
Seorang pembimbing ketika berhadapan dengan klien atau individu , hendaknya berfokus kepada hal-hal yang menyangkut
dengan sang klien seperti memperhatikan aspek-aspek perkembangan individu,memberikan perhatian utama sebagai orient
asi pokok pelayanannya.
2.) Bimbingan diberikan kepada memberikan bantuan agar individu yang dibimbing mampu mengarahkan dirinya dan meng
hadapi kesulitan-kesulitan dalam hidupnya.
3.) pemberian bantuan disesuaikan dengan kebutuhan individu yang dibimbing.
4.) bimbingan berkenaan dengan sikap dan tingkah laku individu.
5.) pelaksanaan bimbingan dan konseling dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan yang dirasakan individu yang dibimbi
ng.
6.) upaya pemberian bantuan harus dilakukan secara fleksibel, tidak pandang bulu baik jenis kelamin,suku,ras,agama,perem
puan atau laki-laki.
7.) program bimbingan dan konseling harus dirumuskan sesuai dengan program pendidikan dan pembelajaran di sekolah ya
ng bersangkutan.
8.) implementasi program bimbingan dan konseling harus dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang bimbin
gan dan konseling serta pelaksanaannya harus bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait seperti dokter psikiater,sert
a pihak-pihak yang terkait lainnya.
9.) untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari upaya pelayanan bimbingan dan kkonseling, harus diadakan penilaian atau e
kuivalensi secara teratur dan berkesinambungan.
1.)kaitan antara bimbingan konseling dengan administrasi sekolah, di mana yang di
maksud dengan administrasi sekolah bukanlah aspek tata usaha, melainkan lebih p
ada aspek manajerial dan kepemimpinan sekolah. Secara khusus bimbingan konsel
ing dan administrasi sekolah mempunyai hubungan yang bersifat mutualistik.
2.) kaitan hubungan antara bimbingan konseling dengan aspek pengajaran dan pe
mbelajaran di sekolah. Aspek pembelajaran dan pengajaran di sekolah identik den
gan kurikulum , dimana tujuannya ialah menyediakan pengalaman belajar kepada
siswa atau peserta didik. Sedangkan bimbingan konseling ialah media untuk memb
antu siswa meresapi pengalaman belajar tersebut. Dengan kata lain, dengan adan
ya masukin dari bimbingan koseling,kurikulum menjadi lebih personal bagi siswa.
3.) keterkaitan antara bimbingan konseling dengan siswa. Di mana sesungguhnya,
bimbingan konseling punya peran besar dalam meningkatkan kualitas siswa. Hal in
i sejalan dengan tujuan utama dari bimbingan dan konseling di sekolah yakni untu
k membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap pe
rkembangan yang dimilikinya
Untuk menjadikan imbingan dan konseling pada pendidikan di sekolah lebih maksi
mal, peranan yang sedemikian itu,akan semakin tampak jika dikaitkan dengan kebi
jaksanaan dan program pembangunan dalam pendidikan dewasa ini, yaitu berkait
an dengan peningkatan mutu pendidikan yang diarahkan kepada peningkatan mut
u hasil pendidikan itu sendiri.
Dari beberapa poin-poin tentang prinsip bimbingan dan konseling secara um
um,terdapat pula prinsip Bimbingan dan Konseling secara khusus yang berh
ubungan dengan siswa, yaitu sebagai berikut:
1.) pelayanan BK harus diberikan kepada semua siswa.
2.) harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan dan ko
nseling kepada individu atau siswa.
3.) program pemberian bimbingan dan konseling harus berpusat pada siswa.
4.) pelayanan dan bimbingan konseling di sekolah dan madrasah harus dapa
t memenuhi kebutuhan individu yang bersangkutan beragam dan luas.
5.) keputusan akhir dalam proses BK dibentuk oleh siswa sendiri
6.) siswa yang telah memperoleh bimbingan, harus secara berangsur-angsur
dapat menolong dirinya sendiri.
Uraian diatas merupakan poin-poin dari prinsip Bimbingan dan Konseling ba
ik secara umum maupun secara khusus. Dengan adanya hal tersebut, kita m
engetahui bahwasannya bimbingan konseling memiliki sebuah prinsip terten
tu, tidak hanya asal dijalankan saja tanpa adanya hal penting yang harus dib
angun dibaliknya.
D. Asas bimbingan dan konseling
Menurut Syafarudin, Ahmad syarqawi, di Nadira amellia Siahaan (2019:22) Dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling, kak I
dah kak Idah tersebut dikenal dengan Asas Asas bimbingan dan konseling yaitu ketentuan ketentuan yang harus ditetapkan dalam penyelengg
araan pelayanan. Demikian juga dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling, terdapat 12 asas yang dijadikan dasar pertimbangan dalam
kegiatan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri adalah sebagai berikut:
1. Asas kerahasiaan
Kerahasiaan dalam sebuah bimbingan dan konseling sangatlah ditekankan bahkan menjadi kunci mendasar yang wajib ditaati oleh pemberi la
yanan dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Seorang konselor harus mengetahui secara detail bukan masalah pribadi klie
n sampai ke hal hal yang sangat rahasia. Oleh karena itu, konselor harus menjaga kerahasiaan data yang diperoleh sari kliennya. Tidak perlu di
sebarluaskan kepada yang tidak bersangkutan.
2. Asas kesukarelaan
Suatu bimbingan dan konseling merupakan proses membantu individu yang tidak melibatkan paksaan. Sebab layanan yang diberikan secara p
aksaan, tidak akan mampu membuat klien untuk terbuka semua hal yang melatarbelakangi masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, dalam
kegiatan bimbingan dan konseling perlu adanya kerjasama yang demokratis antara konselor dan klien nya. Kerjasama akan Terjalin apabila klie
n dapat dengan penuh kesadaran diri dan secara suka rela bertanggung jawab mau menceritakan serta menjelaskan masalah yang dialaminya
kepada konselor.
3. Asas keterbukaan
asas keterbukaan merupakan Asas penting bagi konselor, karena hubungan Tatap muka antara klien dengan konselor merupakan pertemuan b
atin. Kesadaran seorang klien akan ditindaklanjuti dengan kesadaran tanpa paksaan untuk mengungkapkan segala isi hatinya kepada konselor.
Hal itu berarti diperlukan adanya keterbukaan klien dalam mengungkapkan apapun yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi nya. Denga
n adanya keterbukaan, konselor dapat lebih membuka dirinya untuk membuka kedok hidupnya yang menjadi penghambat perkembangan nya
. Dengan cara ini,konselor akan dapat memberikan berbagai alternatif pemecahan masalah dengan memanfaatkan potensi yang ada pada ma
sing masing klien.
4. Asas kekinian
Pada umumnya pelayanan bertitik-tolak dari masalah yang dirasakan klien saat sekarang. Namun pada dasarnya pelayanan bimbingan dan ko
nseling sendiri, menjangkau dimensi waktu yang lebih luas. Dalam hal ini,diharapkan konselor dapat mengarahkan klien untuk memecahkan
masalah yang di hadapinya.sekarang.
5. Asas kemandirian
Selain bimbingan dan konseling diberikan untuk dapat mengembangkan dan lebih memberdayakan potensi yang ada pada klien, salah satu tujuan diberikann
ya bimbingan dan konseling adalah agar konselor dapat menghidupkan kemandirian diri dalam diri klien. Pada tahap awal proses konseling, biasanya klien m
enampakkan Sikap yang lebih tergantung dibandingkan pada tahap akhir bimbingan konseling. Sebenarnya, sikap ketergantungan terhadap konselor ditentuk
an oleh respon-respon yang diberikan konselor kepada kliennya.Oleh karena itu, konselor dan klien harus berusaha untuk menumbuhkan sikap kemandirian
didalam diri Klein dengan cara memberikan respons yang cermat.
6. Asas kegiatan
Acc kegiatan yang dimaksudkan dalam layanan bimbingan konseling ini, pada dasarnya adalah Asas yang menghendaki layanan bimbingan dan konseling agar
klien berpartisipasi secara aktif dalam proses penyelenggaraan bimbingan. Dalam hal ini, konselor perlu mendorong klien untuk aktif dalam setiap kegiatan bi
mbingan dan konseling yang diperuntukkan bagi nya. Pada saat kegiatan layanan dilakukan, konselor berupaya mendorong siswa untuk lebih aktif dalam men
gemukakan Masalah, aktif dalam mencari solusi masalah bersama sama konselor dan akhirnya aktif mencari atau memilih cara terbaik dalam memecahkan
masalah setelah mendapatkan pencerahan dari konselor.
7. Asas kedinamisan
Keberhasilan usaha pelayanan bimbingan dan konseling ditandai dengan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku klien ke arah yang lebih baik. Untuk me
wujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu, membutuhkan proses dan waktu yang sesuai dengan kedalaman dan kerumitan masalah yang dih
adapi klien. Konselor dan klien serta pihak-pihak lain diminta untuk bekerjasama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat
dengan cepat menimbulkan perubahan terhadap kliennya.
8. Asas keterpaduan
Asas ini yang menghendaki agar berbagai proses pelayanan bimbingan dan konseling Terjalin kerjasama yang baik antara konselor dan pihak lain yang dapat
membantu penanggulangan masalah yang dihadapi oleh klien. Kerjasama ini, tidak hanya antara klien dan konselor. Tetapi, juga kerjasama dengan semua pih
ak yang membantu kegiatan layanan bimbingan konseling.
9. Asas kenormatifan
I dan konseling yang disediakan hendaknya tidak bertentangan dengan norma norma yang berlaku di dalam masyarakat dan lingkungannya. Konselor hari da
pat membicarakan secara terbuka dan terus segala sesuatu yang menyangkut dari mulai bagaimana berkembang nya, bagaimana penerimaan masyarakat, ap
a dan bagaimana akibatnya bila norma norma itu terus di anut dan lain sebagainya
10. Asas Keahlian
Untuk menjamin keberhasilan usaha bimbingan konseling, para konselor harus mendapatkan pendidikan dan latihan yang mendalam dan memadai. Tidak se
mua orang dapat menjadi konselor untuk memberikan layanan bimbingan konseling, karena konseling adalah layanan ahli maka semua petugas dalam hal ini
Harus dilakukan oleh orang yang mendapat pendidikan khusus untuk itu. Pada saat ini, bahkan konselor sudah merupakan professi dan karenanya konselor d
ihasilkan oleh pendidikan konselor sama dokter harus melalui pendidikan profesi kemudian mendapatkan gelar sarjana kedokteran (S.ked).Demikian pula de
ngan konselor wajib mendapatkan pendidikan Profesor untuk mendapatkan gelar konselor.
11. Asas alih tangan kasus
Bimbingan konseling merupakan kegiatan profesional yang menangani masalah masalah yang cukup sulit. Dengan keterbatasan konselor dalam membantu d
an menyelesaikan masalah lain,bimbingan dan konseling pelayanannya harus tuntas dan jangan sampai tidak terstruktur sehingga membuat klien menjadi se
makin susah dalam menyelesaikan masalahnya.
12. Asas tut wuri handayani
Asas ini yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling Secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman),
mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan dorongan, serta kesempatan yang-seluas luasnya kepada siswa atau klien untuk maju.
E. Landasan bimbingan dan konseli
ng
Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakikatnya merupakan faktor faktor yang harus di
perhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam menge
mbangkan bimbingan dan konseling. Dengan adanya bimbingan dan konseling apabila tidak didas
ari oleh fondasi atau landasan yang kokoh, akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bi
mbingan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayani nya ata
u yang disebut sebagai klien. Secara umum,Terdapat empat aspek pokok yang mendasari pengem
bangan layanan bimbingan dan konseling ada enam yaitu landasan Filosofis, landasan religius , la
ndasan psikologis, landasan sosial budaya, landasan ilmiah dan teknologi, landasan pedagogis.
1.) Landasan filosofis
Kata Filosofis atau filsafat berasal dari bahasa Yunani:Philos berarti cinta dan sophos berarti bijaks
ama. Jadi, filosofis berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan. Dengan berfilsafat seseorang akan
memperoleh Wawasan atau cakrawala pemikiran yang luas sehingga dapat mengambil keputusan
yang tepat Jon J. Pietro Fesa. Al. (1980) Mengemukakan pendapat James Cribin Tentang prinsip pr
insip Filosofis dalam bimbingan sebagai berikut:
1. Bimbingan hendaknya didasarkan kepada pengakuan akan kemuliaan dan harga diri indivi
du serta hak hak nya untuk mendapat bantuannya.
2. Bimbingan merupakan proses yang berkeseimbangan.
3. Bimbingan harus respek terhadap hak-hak klien
4. Bimbingan bukan Prerogatif kelompok khusus pr
ofesi kesehatan mental.
5. Fokus bimbingan adalah membantu individu dal
am merealisasikan potensi dirinya.
6. Bimbingan merupakan bagian dari pendidikan y
ang bersifat individualis Sassy dan sosialisasi.
F. Bidang bimbingan dan belajar, s
osial, pribadi dan karier
Menurut. Syafarudin, Ahmad syarqawi, di Nadira amellia Siahaan (2019:86) Seperti diuraikan terdahu
lu bahwa optimal dalam proses pembelajaran. Bahkan bimbingan konseling merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari proses pendidikan di sekolah. Secara khusus belajar, sosial, berikut:
1. Bimbingan belajar
Bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar bai
k di sekolah maupun di luar sekolah. Dan dengan ini antara lain meliputi:
a. Cara belajar , baik belajar secara kelompok ataupun individual.
b. Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiatan belajar.
c. Efisiensi dalam menggunakan buku-buku pelajaran
d. Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu
e. Cara,proses,dan prosedur tentang mengikuti pelajaran
Disamling itu, winkel (1978) mengatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling mempunyai peran
an untuk membantu siswa dalam hal :
a. Mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka baik
sekarang maupun yang akan datang
b. Mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajarnya
2. Bimbingan dalam mengatasi masalah pribadi
Bimbingan berkaitan dengan masalah pribadi ini dimaksud
kan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-ma
salah probadi yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya
. Hal ini sangat penting karena apabila seorang siswa yang
mempunyai masalah dan belum dapat diatasi , maka hal te
rsebut cenderung terganggu konsentrasi belajarnya, akibat
nya prestasi yang didapat tidak maksimal
Sehubungan dengan hal tersebut, Downing (1968) menyat
akan bahwa layanan bimbingan di sekolah sangat bermanf
aat dalam membantu seperti menciptakan suasana hubun
gan sosial yang menyenangkan,menciptakan atau mewuju
dkan pengalaman belajar yang lebih bermakna,meningkat
kan motivasi belajar siswa, serta menciptakan dan mensti
mulasi tumbuhnya minat belajar.
3. Bimbingan sosial
Bimbingan sosial ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam m
emecahkan dan mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan masala
h sosial, sehingga terciptalah suasana belajar-mengajar yang kondu
sif. Menurut Ahmad (1977) bimbingan sosial ini bermaksud untuk :
a. Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai.
b. Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai
c. Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan m
asalah tertentu
4. Bimbingan karier
Bimbingan karier merupakan layanan bantuan kepada peserta didik
dalam mempertimbangkan pilihan kerja atau mempertimbangkan
untuk bekerja atau tidak, dan memilih lapangan kerja yang cocok d
engan ciri-ciri pribadi individu tersebut. Dalam konteks ini, berkaita
n dengan masalah individu,mengenal kebutuhan-kebutuhan serta n
ilai yang dipunyai oleh diri individu tersebut.
G. Struktur organisasi bimbingan d
an konseling di sekolah
Setiap sekolah memiliki perbedaan dalam volume kerja, jumlah sdm. Beban
kerja dan mekanisme kerja serta school size. Oleh sebab itu setiap sekolah
memiliki perbedaan dalam struktur organisasi sekolah. Perbedaan struktur o
rganisasi ini menyebabkan pula perbedaan struktur organisasi pelayanan bi
mbingan dan konseling. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan struktur organisasi pada setiap aturan pendidikan, sebagai beri
kut:
1. Menyeluruh, yaitu mencakup unsur unsur penting yang terlibat di dalam s
ebuah satuan pendidikan yang di rujukan bagi optimalnya bimbingan dan ko
nseling.
2. Sederhana maksudnya dalam pengambilan keputusan jarak antara penga
mbil kebijakan dengan pelaksananya tidak terlampau we panjang. Keputusa
n dapat dengan cepat diambil tetapi dengan pertimbangan yang cermat, da
n pelaksanaan layanan bimbingan konseling terhindar dari urusan birokrasi y
ang tidak perlu.
3. Luas dan terbuka, tujuannya ialah memudahkan m
enerima masukan dan upaya pengembangan yang be
rguna bagi pelaksanaan dan tugas tugas organisasi.
4. Menjamin keberlangsungan nya kerjasama, sehing
ga semua unsur dapat saling menunjang dan semua
upaya upaya sumber dapat dikoordinasikan demi kela
ncaran dan keberhasilan pelayanan bimbingan konsel
ing.
5. Menjamin terlaksananya pengawasan, hal ini dilak
ukan agar perencanaan pelaksanaan dan penilaian pr
ogram bimbingan konseling yang berkualitas dapat te
rus dilakukan.
H. Orientasi bimbingan dan konselin
g
Layanan bimbingan konseling juga dilakukan dengan mempertimbangkan orient
asi atau pusat perhatian yang menjadi fokus dalam layanan yang akan diberikan
kepada konseli atau klien.Yang dimaksudkan orientasi dalam layanan bimbingan
konseling di sini adalah pusat perhatian atau titik berat pandangan. Ada bebera
pa orientasi dalam layanan bimbingan konseling yaitu sebagai berikut:
a. Orientasi perorangan
Orientasi perorangan pada bimbingan konseling yaitu orientasi yang menghend
aki konselor menitikberatkan pandangan pada siswa secara individu wall atau k
onselor harus menjadikan perhatian pada siswa secara individual (satu persatu
siswa perlu mendapat perhatian).
b. Orientasi perkembangan
Orientasi perkembangan dalam bimbingan konseling lebih menekankan penting
nya peranan perkembangan yang terjadi dan hendaknya di terjadi kan pada diri
individu. Bimbingan dan konseling memusatkan perhatiannya pada keseluruhan
proses perkembangan itu sendiri.
c. Orientasi permasalahan
Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi bimbingan ko
nseling maka orientasi masalah secara langsung terka
it dengan fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan
. Fungsi pencegahan menghendaki agar individu dapa
t terhindar dari masalah yang mungkin membebani d
irinya, sedangkan fungsi pengentasan menginginkan
agar individu yang sudah terlanjur mengalami masala
h dapat pentaskan masalahnya.
I. Ruang lingkup pelayanan bimbinga
n dan konseling
Pelayanan bimbingan konseling memiliki peranan penting bagi in
dividu yang berada dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun
masyarakat pada umumnya berikut peranan bimbingan dan kons
eling dalam masing masing ruang lingkup kerja:
1. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang khusus dibentuk untuk
menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat. Pelayanan
bimbingan dan konseling pada sekolah sendiri, seorang konselor
memiliki kewajiban dan Kesetiaan utama kepada siswa yang haru
s diperlakukan sebagai individu yang unik serta memperhatikan s
epenuhnya segenap kebutuhan siswa dan mendorong pertumbu
han serta perkembangan yang optimal bagi setiap siswa.
J. Kode etik bimbingan konseling

Menurut Winkel (1992) Kode Ethic jabatan iyalah pola ketentuan atau at
uran yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas sua
tu professi. Bimo Walgito (1980) mengemukakan beberapa butir rumusa
n kode Ethic bimbingan konseling sebagai berikut:
1. Pembimbing atau pejabat lain yang memegang jabatan dalam bida
ng bimbingan serta Penyuluhan harus memegang Teguh prinsip bimbing
an dan konseling
2. Pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat me
ncapai hasil yang sebaik-baiknya, dengan membatasi diri pada keahliann
ya atau menang nya. Karena itu, pembimbing jangan sampai mencampu
ri wewenang serta tanggung jawab nya.
Rumusan kode Ethic bimbingan dan konseling di rumuskan oleh ikatan p
etugas bimbingan Indonesia (IP BI) yang dikutip oleh Sahril dan Ahmad
(1986) yaitu:
1. Pembimbing atau konselor menghormati Harkat pribadi, integritas, d
an keyakinan klien
2. Pembimbing atau konselor menempatkan kepentingan klien di atas k
epentingan pribadi pembimbing itu sendiri.
3. Membimbing tidak membedakan klien atas dasar suku bangsa, warn
a kulit, kepercayaan atau status sosial ekonomi nya.
4. Pembimbing atau konselor mempunyai serta memperlihatkan sifat re
ndah hati, sederhana, sabar, tertib, dan percaya pada paham hidup sehat.
5. Pembimbing atau konselor memiliki sifat tanggung jawab, baik terha
dap lembaga dan orang yang dilayani maupun terhadap profesinya.
6. Pembimbing atau konselor mengusahakan untuk kerjanya setinggi m
ungkin.
Sesuatu tes hanya boleh diberikan oleh petugas yang berwenang menggu
nakan dan menafsirkan hasilnya.
7. Konselor memberikan orientasi yang tepat kepada klien mengenai al
asan digunakannya tes psikologi dan hubungannya dengan masalah yang d
ihadapi klien.
K. Peranan guru dalam program bimbi
ngan dan konseling di sekolah
Guruh bukan hanya sekedar penyampai pelajaran dan bukan pula se
bagai penerapan metode mengajar. Dalam keseluruhan pendidikan,
guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai Pendidik, gu
ru banyak sekali memegang berbagai jenis peranan yang harus dilak
ukan. Peranan adalah suatu pola tingkah laku tertentu yang merupa
kan ciri khas semua petugas dari suatu pekerjaan atau jabatan terte
ntu. Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah
laku tertentu pula dan tingkah laku mana yang akan merupakan ciri j
abatan guru yang harus dilakukan. Peranan ini meliputi berbagai jeni
s pola tingkah laku, baik dalam kegiatannya di dalam sekolah maupu
n di luar sekolah. Guru yang dianggap Baik ialah mereka yang berhas
il dalam memerankan peranan itu dengan sebaik-baiknya, artinya da
pat menunjukkan suatu pola tingkah laku yang sesuai dengan jabata
nnya dan dapat diterima oleh lingkungan dan masyarakat.
Berikut adalah peranan guru dalam program bimbingan dan konseling
di sekolah:
1.Guru sebagai mediator kebudayaan
guru merupakan seorang per perantara di dalam suatu proses pewaris
an kebudayaan. Beberapa keterampilan dan Kecakapan yang merupaka
n aspek kebudayaan seperti bahasa, ilmu pengetahuan, keterampilan s
osial, sikap dan sebagainya diterima oleh anak dengan perantara para g
uru. Dalam penis Ranan nya sebagai seorang mediator kebudayaan ma
ka seorang guru harus sanggup memberikan, mengajarkan dan membi
mbing berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada pes
erta didik nya. Seorang guru harus mampu membimbing peserta didik
nya dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan kebudayaannya. Perk
embangan kebudayaan itu sering kali Menimbulkan masalah bagi muri
d. Terutama masalah penyesuaian diri dan masalah pemilihan. Untuk it
u hendaknya guru mampu memberikan bantuan kepada peserta didik
nya dalam melakukan penyesuaian diri kepada unsur kebudayaan.
2. Guru sebagai mediator dalam belajar
Guru bertindak sebagai perantara dalam proses pembelajaran secara ke
seluruhan. Guru yang menyelenggarakan pembelajaran peserta didik da
n guru harus bertanggung jawab akan hasil pembelajaran itu, melalui pr
oses interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor penting yang me
menuhi keberhasilan atau tidak nya proses pembelajaran. Oleh karena it
u, guru harus menguasai prinsip prinsip belajar, disamping menguasai m
ateri yang akan diajarkan dan guru juga harus mampu menciptakan suas
ana belajar yang sebaik-baiknya.
3. Guru sebagai pembimbing
dalam tugasnya yang pokok yaitu mendidik, guru harus membantu agar
anak mencapai kedewasaan secara optimal, artinya kedewasaan yang se
mpurna sesuai dengan norma dan kodrat yang dimilikinya. Dalam peran
an ini guru harus memperhatikan aspek pribadi peserta didik antara lain
aspek kematangan, kebutuhan, kemampuan, sikap dan sebagainya. Supa
ya kepada mereka, hal ini dapat diberikan bantuan dalam mencapai ting
kat kedewasaan optimal. Hal ini mengandung arti bahwa guru turut bert
anggung jawab atas penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing maka seo
rang guru harus:
a. Mengumpulkan data tentang murid
b. Mengamati tingkah laku murid yang memerlukan bantuan kh
usus
c. Mengenal murid dan memberikan pelayanan khusus
d. Mengadakan interaksi dengan orangtua murid
e. Bekerjasama dengan masyarakat dari lembaga lainnya untuk
membantu memecahkan masalah murid
f. Membuat catatan pribadi murid serta menyiapkannya dengan
baik.
g. Menyelenggarakan bimbingan kelompok maupun individual
h. Meneliti kemajuan murid baik di sekolah maupun luar sekolah
.
4. Guru sebagai mediator antara sekolah dan masyarakat
Ini berarti bahwa kelancaran hubungan antara sekolah dan masyara
kat merupakan tugas dan tanggung jawab buruh. Lancar atau tidak
nya hubungan tersebut tergantung pada tingkat kemampuan guru
dalam menentukan mainkan peraturan ini. Dalam peranan iitu guru
harusnya mampu:
a. Memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijaksana
an pendidikan yang sedang berlangsung atau yang akan ditempuh
b. Menerima usulan atau per tanyaan dari pihak masyarakat tentan
g pendidikan
c. Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan antar sekolah dan ma
syarakat khususnya dengan orang tua murid
d. Bekerjasama dengan berbagai pihak di masyarakat dalam memec
ahkan masalah- masalah pendidikan.
e. Menyelenggarakan hubungan yang sebaik mungkin antara sekola
h dengan lembaga yang berhubungan dengan pendidikan.