Anda di halaman 1dari 13

Farmasi Klinik

Dosen : Putu Rika Veryanti, S.Farm.M.Farm-Klin

Kelompok 3A:

Lucia Linda C 20340054


Tia Viona Sari 20340060
Kurnia Cahya S 20340064
Dessinta Alfiana 20340074
Wahyuni Puji A 20340096
Imanuel S 20340098

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Kasus 3A
Pasien Tn. H datang ke poli rheumatologi dengan keluhan nyeri akut
dan bengkak pada ibu jari kaki kanan selama 3 hari. Riwayat penyakit
CKD dan hipertensi. Riwayat obat amlodipin, furosemid tab 1-0-0,
ketosteril 3x2, neurodex 2x1. Dari anamnase dan data penunjang (lab
X-ray) didiagnosis acute gout. Pasien mendapat piroksikam 20mg
2x1, allopurinol 3x100mg, sohobion 3x1. data lab: leukosit
8500/mm3, Hb 9,0 mg/dL, Cr 2,5 mg/dL, BUN 65 mg/dL, as urat 8,0
mg/dL. Data klinik : TD 150/90 mmHg. Kerjakan dengan SOAP!
Data Base Pasien
Nama : Tn. H
Usia :-
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tinggi Badan :-
Berat Badan :-
Past Medical History : Riwayat penyakit CKD dan hipertensi
Medication History : Amlodipin; furosemid tab 1-0-0; ketosteril 3x2; neurodex 2x1
Family History :-
Social History :-
Allergic History :-
Catatan SOAP

1. Subjektif

Nyeri akut dan bengkak pada ibu jari kanan selama 3 hari.
Catatan SOAP
2. Objektif

Parameter Nilai Normal 23/10/2020


Leukosit 3200-10000 mm3 8500/mm3
(Giyartika, 2020)
Hb 13-18 g/dL 9,0 mg/dL
(KemenKes RI, 2011)
Cr 0,6 – 1,3 mg/dL 2,5 mg/dL
(KemenKes RI, 2011)
BUN 8 – 25 mg/dL 65 mg/dL
(Setyaningsih, 2013)
Asam Urat 2-7 mg/dL 8,0 mg/dL
(Darmawan, 2016)
TD 120/80 mmHg 150/90 mmHg
Amiruddin, 2015)
Catatan SOAP
2. Objektif

Obat yang Didapat Frekuensi


Piroksikam 20 mg 2 x 1

Allopurinol 3 x 100 mg

Sohobion 3x1
No. Problem terapi
Assesment
Terapi DRP Keterangan
1. Hipertensi Amlodipine P.1 Pasien mengalami
bengkak,
Pengobatan tidak tepat
sedangkan ESO
dari amlodipine
adalah edema

Restuyani Paranoan. 2019


Assesment
No. Problem terapi Terapi DRP Keterangan
2. Nyeri pada kaki yang bengkak Piroxicam P.1 Termasuk obat Nefrotoksik.
pemilihan obat tidak
efektif
3. Asam urat Allopurinol P.1 Allopurinol di ekskresi di
Pemilihan obat ginjal dan membutuhkan
tidak efektif. data bersihan kreatnin
sedangkan pada pasien tidak
dapat ditentukan kreatinin
dikarenakan tidak ada data
BB dan TB

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018


Plan
No. Masalah Rekomendasi Monitoring Target
1 Penggantian terapi Kolkisin dosis rendah (0.5 mg 1x/hari) dapat Efikasi : kadar normal asam urat • Kadar asam urat <7
Allopurinol dipertimbangkan bila bersihan kreatinin masih mg/dL
>50 ml/menit. Efek samping: gangguan saluran cerna, • Efek samping tidak ada

(Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018)


2 Hipertensi Golongan ARB (Losartan 1x25mg/hari, dapat Efikasi : penurunan tekanan darah • Tekanan darah <140/90
dinaikkan setelah beberapa minggu menjadi mmHg
1x100mg/hari) Efek samping : hipotensi • Efek samping tidak ada

(Choi, 2012)
3 Edema Furosemid 1x1 dosis harian maksimal 600mg Efikasi : perbaikan kondisi edema • Perbaikan edema
• Efek samping tidak ada
(Makani, 2017) Efek samping : frekuens BAK
meningkat
4 Hb Terapi eritropoitin 50-100 unit/kg IV 3x seminggu Efikasi : mengatasi anemia • Hb mendekati 11,
selanjutnya
(Madscape) Efek samping : hipertensi kurangi/hentikan dosis
• Efek samping tidak ada
5 Terapi nyeri Direkomendasikan untuk pemberian Paracetamol Efikasi : mengurangi nyeri • Perbaikan nyeri dengan
dosis maksimal 4g/hari atau Analgesia golongan skala nyeri
opioid dapat ditambahkan bila pasien masih nyeri. Efek samping : peningkatan kadar
kreatinin
(Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018);
(IONI. 2017)
TERAPI NON-FARMAKOLOGI
• Pasien yang overweight harus melakukan modifikasi pola makan untuk memiliki
berat badan ideal.
• Hentikan kebiasaan merokok.
• Hindari makanan tinggi purin seperti daging merah dan tinggi protein, kaldu, hati,
ginjal, kerang dan ekstrak ragi. Demikian pula dengan minuman tinggi purin
seperti alkohol dalam bentuk bir.
• Konsumsi air >2 liter per hari agar terhidrasi dengan baik.
Pustaka
Anonim, 2018. Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout

Amirudin, MA., Danes, V., Lintong, F. 2015. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara Posisi Duduk Dan
Posisi Berdiri Pada Mahasiswa Semester Vii (Tujuh) Ta. 2014/2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi. Jurnal e-Biomedik (eBM). Vol. 3, No. 1. 125-129.

Choi, HK., Soriano, LC., Zhang, Y., Rodriguez., LAG. 2012. Antihypertensive Drugs and Risk of Incident Gout
Among Patients With Hypertension: Population Based Case-Control Study. British Medical Journal (BMJ);
344:d8190.

Darmawan, PS., Kaligis. SHM., Assa. YA, 2016. Gambaran Kadar Asam Urat Darah Pada Pekerja Kantor. Jurna l e-
Biomedik. Vol. 4, No. 2.

Giyartika, F., Keman, S. 2020. Perbedaan Peningkatan Leukosit Pada Radiografer Di Rumah Sakit Jemursari

Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol. 12, No. 2. (97-106)


KemenKes RI, 2011. Pedoman Interpretasi Data Klinik

Makani., M., Setraningrum, N. 2017. Pola penggunaan furosemid dan perubahan elektrolit pasien gagal jantung di Ru
mah Sakit X Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 13, No. 2. 57-68

Medscape, Drug Interaction Checker

Restuyani Paranoan, dkk,. 2019. ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN ANTIHIPERTENS
I PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO. Majalah F
armasi dan Farmakologi. MFF 2019; 23(1):13-15

Setyaningsih, A., Puspita, D., Rosyidi, MI. 2013. Perbedaan Kadar Ureum & Creatinin Pada Klien Yang

Menjalani Hemodialisa Dengan Hollow Fiber Baru Dan Hollow Fiber Re Use Di Rsud Ungaran. Jurnal

Keperawatan Medikal Bedah. Vol. 1, No. 1. 15-24


Thank you
Insert the title of
your subtitle Here