Anda di halaman 1dari 18

Farmasi Klinik

“Kasus Dengan
Pendekatan SOAP”
Dosen : apt. Rika Veryanti, M.Farm-Klin.
Kelas B
KELOMPOK 4B:
Alfath Nauli (20340068)
Fildzah Lutfia (20340070)
Rahma Evelyna (20340087)
Muhammad Irfan Ramadhan (20340088)
Kiky Maykasari (20340094)
Popi Marleni (20340095)
Pasien a.n Ny. SH usia 67 th, MRS tgl 11 September
2020 dgn keluhan mual, muntah dan BAB warna
Kasus 4
hitam,panas selama tiga hari. Pasien gemuk, sering
alami kekakuan dan nyeri sendi terutama pagi hari.
Riwayat obat jamu pegal linu dan puyer 16. Data
vital sign ( nadi : 90 x/mnt ; RR 22x/mnt; suhu 38ºC).
Data lab, leukosit 12.000 / mm3,Hb.12,0 g/dL, K 2,5
mEq/L. Pasien didiagnosis obs. Febris + gastritis +
melena.
Dari foto genue pasien mengalami osteoarthritis.
Dokter yang merawat memberi antasida sir 3x CII,
omeprazole 20 mg 2x1, parasetamol 4x1, ceftriaxone
inj 2x1, piroksikam 10 mg 2x1. Kerjakan dengan SOAP!
DataBase Pasien
Tanggal Review : 11 September 2020
Nama : Ny. SH
Usia : 67 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Tinggi Badan :-
Berat Badan :-
Past Medical History : -
Medication History : Obat jamu pegal linu dan puyer 16
Family History :-
Social History :-
Allergic History/Adverse : -
Catatan SOAP
• Subjektif • Diagnosa Dokter
Mual, Muntah, Obs. Febris + gastritis
BAB warna hitam dan + melena. Dan
Panas selama tiga hari Osteoarthritis
• Objektif
Parameter Nilai Normal Hasil LAB
11/9/20
Nadi 60 – 100 Kali/Menit 90 Kali/Menit
Laju Pernapasan 12 – 24 Kali/Menit 22 Kali/Menit
Suhu 36,5oC – 37,2 oC 38oC
Leukosit 4.500 - 10.000 /mm3 12.000 /mm3
Hemoglobin 12 - 16 g/dL 12 g/dL
Kalium 3,5 - 5 mEq/L 2,5 mEq/L
Current Medication
Nama Obat Dosis Frekuensi Rute

Antasida sirup - 3 CII PO

Omeprazole 20 mg 2x1 PO

Parasetamol 500mg 4x1 PO

Ceftriaxone injeksi - 2x1 IV

Piroksikam 10 mg 2x1 PO
Assesment
Problem Medik Terapi DRP Keterangan
Hentikan pemakaian Piroxicam,
Osteoarthritis Piroksikam C1.2 obat yang Penggunaan piroksikam pada pasien
2 x 10 mg dengan diagnosa gastritis dan
tidak sesuai melena akan memperburuk kondisi
P.O pasien
P2.1 Terjadi
reaksi efek Efek samping Piroksikam
samping obat mengakibatkan mual, perdarahan
lambung, tukak lambung.
C1. 1 Obat tidak
sesuai menurut Reaksi efek samping obat yang
pedoman / semakin memperburuk keadaan
formularium pasien yaitu mual, muntah dan BAB
Obat tidak warnahitam.
Plan
No. Rekomendasi Monitoring Target
Untuk menurunkan suhu tubuh
Lanjutkan pemakaian
Paracetamol Keadaan klinik pasien seperti Suhu tubuh : 37 oC
1
nyeri dan suhu tubuh Menunjukkan Skala Nyeri dari
500mg 4x1 sesudah makan
sedang sampai tidak nyeri
Kondisi pasien dengan nilai
leukosit 12.000/mm3
Lanjutkan pemakaian Leukosit : 10.000/mm3 dan
2 Diperlukan pemeriksaan lab
Ceftriaxon inj 2x1 Terdeteksi jenis bakteri
lanjutan untuk mngetahui jenis
infeksi pasien.
Penambahan Domperidon 10mg Mempercepat proses
3 Gejala mual, muntah
3x1 sebelum makan penyembuhan
Lanjutkan pemakaian  Mempercepat proses
4 Gejala mual, muntah 
omeprazole 20mg 2x1 penyembuhan
Lanjutkan antasida sir3 CII,
Kondisi pasien yang mengalami Mempercepat proses
5 diminum 30menit lebih awal
gastritis penyembuhan
dari yg lain
Plan
Penambahan Terapi Kondisi kadar kalium
6 Nilai kalium : 3,5 mEq/L
KCL pasien yang menurun

Mencegah terjadinnya toksisitas


Stop Piroxicam → Keadaan klinis pasien
saluran cerna yang akan
7 Chondroitin sulfate seperti perdarahan
memperparah gastritis sehingga
800mg/hari lambung dan bab hitam
perdarahan lambung dan bab hitam.

Menyarankan untuk Pasien kegemukan dan


menurunkan berat keadaan pasien yang BB menjdi ideal dan menerapkan
badan, BB yg berlebih sering mengalami sakit
pola makan yang sehat sehingga
8 merupakan faktor persendian dan kaku saat tidak mempengaruhi mortilitas dan
resiko dan faktor yang pagi hari morbiditas
akan memperberat
penyakit Osteoartritis  
Evidance Based Medicine
Rekomendasi Evidence
Stop Piroxicam → 1. Sistematic review
CS dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi selama 6 bulan pada pasien osteoartritis lutut
Chondroitin sulfate bergejala (OA)
800mg/hari 2. Jurnal (Reginster J-Y, et.al., 2017)
a. Kondroitin sulfat tingkat farmasi sama efektifnya dengan celecoxib pada osteoartritis lutut bergejala
b. Chondroitin sulfate (CS) adalah glikosaminoglikan tersulfat yang terdiri dari rantai asam D-glukuronat dan N-
asetil-D-galaktosamin bergantian. CS memiliki risiko lebih rendah dari efek samping yang serius. Dalam
jurnal disebutkan bahwa pasien secara acak dibagi tiga kelompok : (1) Kelompok CS: satu tablet CS 800mg
dan satu kapsul plasebo celecoxib 199 pasien; (2) Kelompok celecoxib: satu tablet plasebo CS dan satu kapsul
celecoxib 200mg (Celebrex Pfizer) 199 pasien ; (3) Kelompok plasebo: satu tablet plasebo CS dan satu kapsul
plasebo celecoxib 205 pasien. Ketiga kelompok mempunyai demografi serupa. Setelah 6 bulan, sebagian besar
pasien mencapai MCII (pengurangan VAS 20mm) pada kelompok CS (68%) dan celecoxib (69%)
dibandingkan pada kelompok plasebo (61%). Perbedaan ini tidak signifikan untuk perbandingan CS-plasebo
(p = 0,122), untuk perbandingan celecoxib-plasebo (p = 0,098) dan tidak signifikan untuk perbandingan CS-
celecoxib (p = 0,914). Maka, Pemberian 800mg 4 & 6 CS setiap hari pada pasien dengan OA lutut
bergejala menyebabkan peningkatan nyeri dan fungsi yang lebih baik daripada plasebo dan serupa
dengan celecoxib NSAID. Selain itu, profil keamanan CS yang luar biasa yang telah diamati sebelumnya
oleh orang lain. Profil risiko-manfaat yang menarik ini, mengingat risiko klinis yang diketahui terkait dengan
penggunaan kronis NSAID dan parasetamol, menggaris bawahi potensi pentingnya CS tingkat farmasi dalam
pengelolaan OA lutut, terutama pada populasi lansia yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Evidance Based Medicine
Rekomendasi Evidence
PIONAS Menginformasikan nyeri ringan sampai sedang. Dosis 500mg 4x1
Penggunaan Paracetamol JURNAL (G. Conaghan Philip, et.al., 2019.)
hanya bila nyeri, Osteoritris (OA) adalah penyebab utama nyeri dan cacat fisik dan penyakit yang terkait umumnya
demam saja . dengan penuaan dan populasi obesitas/kelebihan badan yang harus meningkat. Paracetamol
secara luas direkomendasikan untuk analgesia pada tahap awal dalam pengobatan
OA(Osteotitris). paracetamol umumnya dianggap lebih aman daripada analgesik lain yang bisa
digunakan seperti NSAID atau opiat. Menurut literatur sistematis terbaru dari observasional
(mengingat tidak ada uji coba jangka panjng) dan tingkat toksisitas yang cukup besar dari
penggunaan paracetamol diantara populasi orang dewasa. Khasiat paracetamol untuk OA
memberikan manfaat jangka pendek, untuk OA pinggul atau lutut terdapat kualitas tinggi bahwa
paracetamol memberikan efek yang signifikan.

Domperidone 1. sistematic Review


10mg 3x1 Domperidone dapat digunakan untuk mengatasi mual muntah
2. JURNAL (Leitz Gerhard, et.al., 2019)
Domperidone digunakan untuk pengobatan mual muntah, epigastrik rasa kenyang, ketidak nyamanan
perut bagian atas, dan regurgitasi isi lambung pada orang dewasa dengan dosisi hingga 80mg/hari.
PRAC (komite penilaian Resiko Framakovigilans menyimpulkan bahwa domperidone harus digunakan
dengan dosis efektif terendah dan untuk durasi sesingkat mungkin, biasanya tidak melebihi 1 minggu.
Pada orang dewasa keseimbangan manfaat resiko tetap menguntungkan hanya untuk menghilangkan
gejala mual dan muntah dengan dosis hingga 30 mg/hari.
Monitoring
Hal-hal yang perlu di monitoring :
1. Kondisi Klinis pada pasien
-nyeri
- mual, muntah
- warna bab
-ada atau tidaknya bakteri pada feses
2. TTV pasien :
-Suhu Tubuh
3. Pemeriksaan Lab
 Tes darah
 Cek kadar Leukosit
 Cek kadar Kalium
Konseling :
1. Sebaiknya pasien mengurangi atau tidak
mengkonsumsi lagi obat jamu pegal linu dan puyer
16, karena dapat meningkatkan asam lambung
naik dan resiko gastritis dan melena kembali
kambuh
2. Pembatasan konsumsi obat-obatan yang
mengandung NSAID dan steroid untuk mencegah
terjadinya perdarahan saluran cerna.

Terapi Non-Farmakologi :
3. Makan dengan teratur dan konsumsi makan-
makanan yang sehat
4. Konsumsi banyak cairan
5. Konsumsi buah kaya akan serat
6. Pola tidur teratur
7. Istirahat yang cukup
8. Perbanyak olahraga dan hindari kebiasaan buruk
Daftar Pustaka
Reginster Jean-Yves, et.al., 2017. Pharmaceutical-grade Chondroitin sulfate is as effective as celecoxib
and superior to placebo in symptomatic knee osteoarthritis: the Chondroitin versus Celecoxib versus
Placebo Trial (CONCEPT). British Medical Journal. 76:1537–1543.

G. Conaghan Philip, et.al., 2019. Safety of Paracetamol in Osteoarthritis: What Does the Literature Say.
Drugs & Aging. 36 (Suppl 1):S7–S14.

Leitz Gerhard, et.al., 2019. Safety and Efficacy of Low-dose Domperidone for Treating Nausea and
Vomiting Due to Acute Gastroenteritis in Childre. JPGN. Volume 69, Number 4.

BPOM RI, 2017, Informatium Obat Nasional Indonesia (IONI), Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia, Jakarta

Dwi Adhi Nugraha. 2018. Diagnosis dan Tatalaksana Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas Non-
Variseal. CDK-252/ vol. 44 no. 5.
JURNAL
Pharmaceutical-grade Chondroitin sulfate is as effective as celecoxib and superior to placebo in
symptomatic knee osteoarthritis: the Chondroitin versus celecoxib versus Placebo
Trial (CONCEPT)
JURNAL
Pharmaceutical-grade Chondroitin sulfate is as effective as celecoxib and superior to placebo in
symptomatic knee osteoarthritis: the Chondroitin versus celecoxib versus Placebo
Trial (CONCEPT)
JURNAL

Safety of Paracetamol In Osteorhitis : What Does the Literature Say ?


Safety and Efficacy of low-dose Domperidone for Treating Nausea
and vomiting due to Acute Gastroenteritis in Children
TERIMAKASIH