Anda di halaman 1dari 32

FUNGSI SLF BAGI RUMAH

SAKIT

Disampaikan Oleh:
R. Heru Noto Dewo, S.H.
Pengging Law Firm
Jl. H.R. Rasuna Said, Komplek Yayasan RPI Nomor 5B, Kuningan Timur
Setiabudi, Jakarta Selatan 12950
Hotline: +62 8577 9729 029, Email: pengginglawfirm@gmail.com, hdshinigami@gmail.com
KETENTUAN UMUM
• Kelaikan fungsi adalah suatu kondisi bangunan
gedung yang memenuhi persyaratan administratif
dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi
bangunan gedung yang ditetapkan.

• Sertiftkat Laik Fungsi Bangunan Gedung


adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah
daerah kecuali untuk bangunan gedung fungsi
khusus oleh Pemerintah untuk menyatakan kelaikan
fungsi suatu bangunan gedung baik secara
administratif maupun
teknis, sebelum pemanfaatannya.
KETENTUAN SLF DALAM UU 28/2 002
PENGKAJI TEKNIS
Bangunan gedung sebelum dimanfaatkan harus
dilakukan pemeriksaan kelaikan fungsi yang dilakukan
oleh Pengkaji Teknis.

Pengkaji Teknis menurut Undang-Undang Nomor 28


Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung adalah:
Orang perorangan, atau badan hukum yang mempunyai
sertifikat keahlian untuk melaksanakan pengkajian teknis
atas kelaikan fungsi bangunan gedung sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
PENGKAJIAN TEKNIS BANGUNAN GEDUNG

PP 36/2005 (Pasal 70, Pasal 71, Pasal 81)


• Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung baru, menjadi tanggung
jawab MK/Pengawas, kecuali untuk rumah tinggal tunggal dan rumah
tinggal deret yang tidak menggunakan jasa pengawas/MK oleh
• Pemerintah Daerah.
Pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung eksisting dilakukan
oleh penyedia jasa pengkajian teknis bangunan gedung, kecuali
• untuk rumah tinggal tunggal dan rumah tinggal deret oleh
Pemerintah Daerah.
Pemerintah daerah dalam melakukan pemeriksaan kelaikan fungsi
bangunan gedung untuk rumah tinggal tunggal dan rumah tinggal deret
dapat mengikutsertakan Pengkaji Teknis profesional, dan penilik
• bangunan (building inspector) yang bersertifikat, sedangkan pemilik
tetap bertanggung jawab dan berkewajiban untuk menjaga kehandalan
bangunan gedung.
Apabila belum terdapat Pengkaji Teknis bangunan gedung, maka
pengkajian teknis dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan dapat bekerja
sama dengan asosiasi profesi yang terkait dengan bangunan gedung
PELAKSANA PENGKAJIAN
TEKNIS
BG Hunian Rumah Tinggal Tunggal Sederhana &
Rumah Deret (pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
oleh pemilik)
Pemda

BG Hunian Rumah Tinggal Tunggal & Rumah Deret s.d.


2 lantai (pelaksanaan dan pengawasan konstruksi oleh
pemilik)
Pengkajia
n
Teknis BG Hunian Rumah Tinggal & Rumah Deret s.d. 2 lantai
dan BG Hunian Rumah Tinggal Tidak Sederhana
(pelaksanaan dan pengawasan konstruksi oleh penyedia
jasa)
BG Untuk Kepentingan Umum (pelaksanaan
Penyedia
dan pengawasan konstruksi oleh penyedia
Jasa
jasa).

BG Fungsi Khusus (pelaksanaan dan pengawasan


konstruksi oleh penyedia jasa).
REKOMENDASI PENGKAJIAN
TEKNIS
Kondisi Bangunan Gedung prima
dapat diberikan SLF

Kondisi Bangunan Gedung cukup


Rekomendas (rusak ringan/sedang), dapat diberikan
i SLF setelah dilakukan perbaikan
ringan.

Kondisi Bangunan Gedung rusak


parah, dapat diberikan SLF setelah
dilakukan perbaikan berat.
BAGAN PROSES PENYELENGGARAAN BG PADA UMUMNYA
BAGAN PROSES PENYELENGGARAAN BG TERTENTU
PERSYARATAN BANGUNAN
GEDUNG
Administratif
Teknis
Status Hak Atas Tata Bangunan Keandalan BG
Tanah
Peruntukan & Keselamatan
Status Kepemilikan Intensitas
BG BG
IMB Arsitektur Kesehatan

Pengendalian Kenyamanan
Dampak
Lingkungan
Kemudahan

Persyaratan administratif dan teknis untuk bangunan gedung adat, semi


permanen, darurat, dan bangunan gedung yang dibangun pada daerah
lokasi bencana ditetapkan oleh PemDa sesuai dengan kondisi geografts,
sosial dan budaya setempat.
PENERBITAN SLF
1. Diberikan pertama kali dalam bentuk sertifikat laik
fungsi, setelah bangunan gedung selesai dibangun.

2. Slf diperpanjang setiap 5 tahun untuk bangunan


gedung rumah tinggal tidak sederhana dan bangunan
gedung lainnya.
3. Slf diperpanjang setiap 20 tahun sekali untuk
bangunan gedung rumah tinggal tunggal dan deret
sampai dengan 2 lantai.

4. Slf berlaku selamanya untuk bangunan gedung rumah


tinggal tunggal sederhana dan rumah deret sederhana.
PENERBITAN SLF
(lanjutan)
1. SLF bangunan gedung diberikan untuk satu kesatuan
sistem bangunan gedung.
2. Pemberian SLF sebagian hanya dapat diberikan
atas permohonan pemilik bangunan gedung untuk:
bangunan gedung yang terpisah secara horizontal
atau terpisah secara kesatuan konstruksi; dan/atau
setiap unit bangunan gedung yang merupakan
kelompok bangunan gedung dalam 1 (satu)
kavling/persil dengan kepemilikan yang sama.
3. Pemberian SLF bertahap dapat diberikan atas
permohonan pemilik bangunan gedung yang IMB-nya
diterbitkan secara kolektif untuk setiap bangunan
gedung tunggal yang telah dinyatakan laik fungsi.
TATA CARA PENERBITAN SLF
BG BARU
Surat Pernyataan
Kelaikan Fungsi Dikembalikan
BG (Surat Pemberitahuan Tidak
Kelengkapan
Perbaikan Lengkap
Persyaratan)
sesuai
Rekomendasi
Laik
Surat Pemeriksaan
Lengkap Pengambilan
Pemeriksaan Penyiapan Permohonan Kelengkapan Lengkap/
Tidak Penerbita Dokumen
Kelaikan Laik Kelengkapan Penerbitan Persyaratan Tidak n SLF beserta
Fungsi BG Adm & Teknis SLF Adm & Lengkap SLF Lampirannya
Teknis

Dilengka Dokumen
pi SLF beserta
Oleh Dinas Xyz
atau Pengkaji Persyaratan
Teknis (Biaya Adm & Lampirannya
Sendiri) Teknis
Oleh Pemohon Oleh Pemohon Oleh BPMPTSP Oleh Pemohon
Oleh
Pengawas / MK

Di Lokasi BG Di Pemohon Di Kantor BPMPTSP


Proses Pra Permohonan SLF Proses Permohonan SLF Proses Penerbitan SLF
TATA CARA PENERBITAN SLF BG EKSISTING
Dikembalikan
Surat (Surat Pemberitahuan Pengambilan
Pernyataan Kelengkapan Dokumen
Kelaikan Persyaratan) Tidak SLF beserta
Fungsi BG Lengkap Lampirannya

Perbaikan Ada IMB


Le
Sesuai Surat Pemeriksaan ng
Penyiapan ka p
Laik Rekomendasi Permohonan Kelengkapan Lengkap / Penerbitan Ada IMB /
Kelengkapan Tidak Lengkap SLF Belum Ada
Penerbitan Persyaratan
Pemeriksaan Tidak Adm & Teknis IMB
SLF Adm & Teknis Dokumen
Kelaikan
Laik Dilengkapi SLF beserta Tidak Ada IMB
Fungsi BG Tidak Setuju Persyaratan Lampirannya
(Daftar Dilanjutkan
Adm & Teknis Dilengkapi Proses
Dinas Xyz
Permohonan catatan
Simak) Mendapatkan Penerbitan
Keringanan rekomendasi IMB
Kpd Dinas Xyz perbaikan
Pertimbangan Dalam hal
Teknis TABG BG dalam
Setuju terdapat jangka waktu
persetujuan tertentu dan Pengambilan
Jaminan permohonan dilampirkan SLF & IMB
Tertulis dan keringanan jaminan Bersamaan
Bank Garansi tertulis dan
bank garansi

Oleh Dinas
Oleh Dinas
Xyz atau Oleh Xyz dan TABG
Oleh Ole Oleh BPMPTSP Ole
Pengkaji Pemohon Pemohon
(insidental)
Teknis h h
Di Lokasi BG Di Pemohon Di Dinas Xyz Di Pemohon Pemoh Di BPMPTSP Pemoh
on on
Proses Pra Permohonan SLF Proses Permohonan SLF Proses Penerbitan SLF
TATA CARA PERPANJANGAN
SLF Dikembalikan
Surat (Surat Pemberitahuan
Pernyataan Kelengkapan
Kelaikan Persyaratan)
Fungsi BG Tidak
Lengkap
Perbaikan
Sesuai Pemeriksaan Lengkap Pengambilan
Penyiapan Surat
Laik Rekomendasi Kelengkapan Lengkap / Penerbitan Dokumen
Kelengkapan Permohonan Tidak Lengkap
Persyaratan SLF SLF beserta
Pemeriksaan Adm & Teknis
Tidak Perpanjangan Adm & Teknis Dokumen Lampirannya
Kelaikan
Laik SLF beserta
Fungsi BG Tidak Setuju SLF
Lampirannya
(Daftar Dilengkapi
Dinas Xyz Dilengkapi
Permohonan Persyaratan
Simak) Mendapatkan catatan
Keringanan
Adm & Teknis rekomendasi
Kpd Dinas Xyz
Pertimbangan Dalam hal perbaikan
Teknis TABG
Setuju terdapat BG dalam
persetujuan jangka waktu
permohonan tertentu dan
Jaminan dilampirkan
Tertulis dan keringanan
jaminan
Bank Garansi tertulis dan
bank garansi

Oleh Dinas
Oleh Dinas
Xyz atau Oleh Xyz dan TABG
Oleh Oleh Oleh
Pengkaji Oleh BPMPTSP
Pemohon (insidental) Pemohon Pemohon Pemohon
Teknis

Di Lokasi BG Di Pemohon Di Dinas Xyz Di Pemohon Di BPMPTSP


Proses Pra Permohonan SLF Proses Permohonan SLF Proses Penerbitan SLF
JANGKA WAKTU PENYELENGGARAAN SLF
1. Jangka waktu proses penyelenggaraan SLF dihitung sejak
pengajuan permohonan meliputi:
- pemeriksaan kelengkapan persyaratan administratif dan teknis paling
lama 1 hari kerja;
- proses verifikasi hasil pengkajian teknis BG sederhana paling lama 2
hari kerja;
- proses verifikasi hasil pengkajian teknis BG tidak sederhana dan khusus
paling lama 7 hari kerja;
- proses verifikasi hasil pengkajian teknis BG eksisting paling lama 14
hari kerja;
- proses pelaksanaan rekomendasi perbaikan BG dalam jangka waktu
yang diberikan;
proses
- penerbitan SLF BG paling lama 1 hari kerja;
2. Permohonan SLF yang dapat diproses adalah permohonan yang telah
dilengkapi persyaratan sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan
ini.
3. Dalam hal permohonan SLF dikembalikan ke pemohon, jangka waktu
proses penerbitan dan perpanjangan SLF dihitung kembali dari awal.
Pemeriksaan kelaikan struktur bangunan seperti kuat
tekan, jumlah dan dimensi tulangan, dan integritas
komponen.
Pemeriksaan kelaikan sistem proteksi kebakaran
aktif dan pasif.
Pemeriksaan kelaikan sistem kelistrikan dan
instalasi proteksi petir.
Pemeriksaan kelaikan sistem sanitasi meliputi
sistem air bersih, air limbah, air hujan dan
Pemeriksaan fasilitas dan aksesibilitas pada
bangunan gedung.
PEMBIAYAAN PENGKAJIAN
TEKNIS
PP 36/2005, Penjelasan Pasal 81 Ayat (4)
Segala pembiayaan yang diperlukan untuk pemeriksaan
kelaikan fungsi oleh Penyedia Jasa Pengkajian Teknis
bangunan gedung menjadi tanggung jawab Pemilik atau
Pengguna Bangunan Gedung, kecuali untuk rumah tinggal
tunggal dan rumah tinggal deret oleh Pemerintah Daerah.
DOKUMEN SLF

Slide - 30
Mengapa SLF
diperlukan?
MANFAAT SLF
1. Mewujudkan bangunan gedung yang tertib secara administratif dan
andal secara teknis sehingga melindungi keselamatan, kesehatan,
kenyamanan, dan kemudahan pengguna bangunan gedung.
2. Meningkatkan nilai bangunan gedung.
3. Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari PBB dan
operasionalisasi bangunan gedung.
4. Mendorong investasi di daerah.
5. Syarat Agar perumahan (formal dan swadaya) dapat dihuni
6. Syarat pembuatan akta pemisahan (rumah susun dan
bangunan dengan konsep strata title)
7. Syarat WTO dan ILO Untuk pembangunan bangunan industri
MANFAAT SLF BAGI
RS
1. Sebagai Syarat administrasi memperoleh izin
operasional Rumah Sakit dan sistem perparkiran dalam
Gedung.
2. Sebagai syarat akreditasi RS menuju paripurna
3. Syarat wajib untuk menggunakan Gedung
4. Memberikan standar keselamatan pengguna dalam
Gedung.
Bangunan runtuh,
sebagian furniture
tidak jatuh

Bangunan tidak
runtuh, sebagian
furniture jatuh
Mobil jatuh dari tempat
parkir
Pemanfaatan prasarana sarana dan
perletakan komponen bangunan yang tidak
Perencanaan teknis yang tidak memperhatikan
keselamatan pengguna dan pemeliharaan bangunan
Jalur evakuasi yang
terhalang
Terima
kasih…