Anda di halaman 1dari 46

ANTENATAL CARE 

(ANC)
Pemeriksaan ANC (Antenatal Care) 

Merupakan pemeriksaan kehamilanyang bertujuan untuk


meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara
optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas,
menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta
kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Maureen T. Shannon

• Asuhan antenatal  penilaian dan perawatan klinik yang sedang


berjalan pada seorang wanita hamil, janin dan keluarganya.

Stanley C. Clayton

• Asuhan antenatal  suatu bagian dari ilmu kedokteran pencegahan


dengan tujuan menyelaraskan kesehatan jiwa dan raga ibu hamil,
menyiapkan kehamilan sampai saat cukup bulan, mengantisipasi
kesulitan dan komplikasi pada saat persalinan meyakinkan bahwa
akan,lahir bayi hidup dan sehat, membantu ibu untuk merawat bayi
Kesakitan dan kematian ibu hamil masih menjadi masalah besar
di negara berkembang. Menurut WHO diperkirakan lebih dari
585.000 ibu meninggal saat hamil atau bersalin
Apa Tujuan ANC (Antenatal Care)

1. Mempersiapkan proses
1. Memantau kemajuan proses 1. Mengetahui adanya komplikasi
persalinan sehingga dapat
kehamilan demi memastikan kehamilan yang mungkin saja 1. Meningkatkan
melahirkan bayi dengan
kesehatan pada ibu serta tumbuh terjadi saat kehamilan sejak dini, serta mempertahankan
selamat serta meminimalkan
kembang janin yang ada di termasuk adanya riwayat kesehatan ibu dan bayi.
trauma yang dimungkinkan
dalamnya. penyakitdan tindak pembedahan. 
terjadi pada masa persalinan.

1. Mempersiapkan peran sang ibu


1. Mempersiapkan ibu untuk
1. Menurunkan jumlah dan keluarga untuk menerima
melewati masa nifas dengan baik
kematiandan angka kesakitan kelahiran anak
serta dapat memberikan ASI
pada ibu. agar mengalamitumbuh kembang
eksklusif pada bayinya.
dengan normal.
Manfaat pemeriksaan kehamilan
(ANC)
Bagi Ibu
• Mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan dan
mengurangi penyulit masa antepartum
• Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani ibu hamil
dalam mengadapi proses persalinan
• Dapat meningkatkan kesehatan ibu pasca persalinan dan untuk dapat
memberikan ASI
• Dapat m,elakukan proses persalinan secara aman

Bagi Janin
• Sedangkan manfaat untuk janin adalah dapat memelihara kesehatan ibu
sehingga mengurangi kejadian prematuritas, kelahiran mati dan berat bayi
lahir rendah.
Tempat pelayanan ANC

Rumah
Klinik Dokter
sakit Puskesmas Bidan
bersalin umum
bersalin
Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4
(empat) kali selama masa kehamilan, yaitu:
1 kali pemeriksaan
pada trimester
pertama

1 kali pemeriksaan pada


trimester kedua

2 kali pemeriksaan
pada trimester ketiga
Pelayanan Standar Minimal (7T)
(Timbang) berat
badan

(Temu wicara)
Ukur (Tekanan)
dalam rangka
darah
persiapan rujukan

(Tes) terhadap Ukur (Tinggi)


PMS fundus

Pemberian (Tablet)
Pemberian
zat besi, minimum
(Tetanus Toxoid) TT
90 tab selama
lengkap
kehamilan
Hal yang perlu diperhatikan
• DIET
• PENYESUAIAN KEBIASAAN HIDUP
• HIGIENE UMUM
• ASPEK PSIKOLOGIS

Kenaikan BB :
• Underweight
Rumus 12.5 – 18 kg
BMI = BB sbl Hamil • Overweight
TB (m2) 7 – 11.5 kg
• Normoweight
11.5 – 16 kg

Peningkatan BB Bumil : 10 – 15 kg
Pemeriksaan dalam asuhan antenatal

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis
Fisik Laboratorium

Pemeriksaan
Imunisasi
Penunjang lain
ANAMNESIS

• Riwayat Kehamilan • Gejala yang berhub. dg haid


• Usia ibu (dismenorrhea, premenstrual
• HPHT sindrom)
• Siklus haid termasuk • Perdarahan pervaginam
umur ketika menars • Keputihan
• Karakteristik siklus haid • Mual dan Muntah
• Interval siklus • Penggunaan kontrasepsi
• Lama haid sebelum HPHT atau mungkin
• Jumlah perdarahan selama masa konsepsi
• Abnormal menstruasi
(metroragia dll) • Masalah kelainan pada kehamilan
sekarang
Riwayat Obstetrik Lalu Riwayat Penyakit
• Jumlah kehamilan • Penyakit jantung
• Jumlah persalinan • Hipertensi
• Tanggal persalinan lalu • DM
• Jumlah persalinan cukup bulan • TBC
• Jumlah persalinan prematur • Pernah Operasi ??
• Jumlah anak hidup • Alergi obat & makanan
• Jumlah keguguran baik abortus spontan maupun • Peny. Ginjal & asma
terapeutik dan cara terminasinya maupun • Epilepsi
komplikasi yg tjd. • Peny. Hati
• Perdarahan pada kehamilan & persalinan • Pernah mengalami kecelakaan
• Nifas terdahulu
• Pemakaian obat-obatan & merokok
Riwayat Sosial Ekonomi

• Siapa yg membuat keputusan dalam Riwayat Nutrisi


keluarga
• Status perkawinan • Tinggi dan Berat Badan sebelum hamil
• Pekerjaan • Pertambahan berat badan pada saat
• Bahasa ibu datang
• Umur & pekerjaan orang tua (ayah) janin • Kebiasaan makan & minum
• Respon ibu & keluarga thd kehamilan • Adakah intake nutrisi yang adekuat
• Jumlah keluarga di rumah yang membantu
• Pilihan tempat utk melahirkan
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan Umum
• Tanda vital: (tekanan darah, suhu badan, frekuensi nadi, frekuensi napas)
• Berat badan
• Tinggi badan
• Lingkar lengan atas (LILA)
• Muka : apakah ada edema atau terlihat pucat
• Status generalis atau pemeriksaan fisik umum lengkap, meliputi: kepala, mata, higiene mulut
dan gigi, karies, tiroid, jantung, paru, payudara (apakah terdapat benjolan, bekas operasi di
daerah areola, bagaimana kondisi puting), abdomen (terutama bekas operasi terkait uterus),
tulang belakang, ekstremitas (edema, varises, refleks patella), serta kebersihan kulit
Pemeriksaan Fisik Obstetri
Pemeriksaan fisik obstetri pada kunjungan pertama:
• Tinggi fundus uteri (menggunakan pita ukur bila usia kehamilan >20
minggu) Tinggi fundus uteri yang normal untuk usia kehamilan 20-36
minggu dapat diperkirakan dengan rumus: (usia kehamilan dalam minggu
+ 2) cm
• Vulva/perineum untuk memeriksa adanya varises, kondiloma, edema,
hemoroid, atau kelainan lainnya.
• Pemeriksaan dalam untuk menilai: serviks, uterus, adneksa, kelenjar
bartholin, kelenjar skene , dan uretra (bila usia kehamilan <12 minggu)
• Pemeriksaan inspekulo untuk menilai: serviks, tanda-tanda infeksi, dan
cairan dari ostium uteri
Pemeriksaan fisik obstetri pada setiap kunjungan berikutnya:
Pantau tumbuh kembang janin dengan mengukur tinggi fundus uteri. Sesuaikan dengan
grafik tinggi fundus (jika tersedia), atau lihat gambar berikut:

Palpasi abdomen menggunakan manuver Leopold I-IV

• Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang terletak di fundus

Leopold I : uteri (dilakukan sejak awal trimester I)

• Menentukan bagian janin pada sisi kiri dan kanan ibu(dilakukan mulai

Leopold II : akhir trimester II)

• Menentukan bagian janin yang terletak di bagian bawah uterus (dilakukan

Leopold III : mulai akhir trimester II)

• Menentukan berapa jauh masuknya janin ke pintu atas panggul (dilakukan

Leopold IV : bila usia kehamilan >36 minggu) - Auskultasi denyut jantung janin
menggunakan fetoskop atau doppler (jika usia kehamilan > 16 minggu)
Usia Tinggi fundus uteri Dalam cm Tinggi fundus uteri Menggunakan
Kehamilan penunjuk-penunjuk badan

12 minggu - Teraba diatas sympisis pubis

16 minggu - Di tengah , antara simfisis pubis dan


umbilicus

20 minggu 20 cm. (±2 cm) Pada umbilicus

22-27 minggu Usia kehamilan dalam minggu = -


cm
28 minggu 28 cm (±2 cm) Di tengah , antara umbilicus dan
prosesus sifoideus

29-35 minggu Usia kehamilan dalam minggu = -

cm (±2 cm)

36 minggu 36 cm, (±2 cm) Pada prosesus sifoideus


Auskultasi DJJ

◦ Pertama kali dpt didengar  usia kehamilan 16-19 mgg dg delee fetal stethoscope

◦ Kemampuan utk mendengar DJJ tgt dr bbrp faktor :


 Pasien yang gemuk
 Kelainan pendengaran pemeriksanya sendiri

◦ Herbert dkk  DJJ dpt didengar :


 80% : usia 20 mgg
 95% : usia 21 mgg
 100% : usia 22 mgg
Menilai kesejahteraan janin
Dapat dilakukan berbagai jenis pemeriksaan/pengumpulan informasi baik dr ibu hamil/pemeriksaan oleh petugas kes.
CTG  pencatat DJJ
USG  profil biofisik
Pengukuran tinggi fundus uteri yang akan disesuaikan dengang usia khamilan saat pemeriksaan dilakukan
Gerakan menendang atau tendangan janin (10 gerakan / 12 jam)
Gerakan janin

Gerakan janin yg menhilang dlm wkt 48 jam dikaitkan dg hipoksia berat atau JMDR
Bila usia kehamilan memasuki 37 mgg selain pem. diatas juga dilakukan pem. ttg:
Penilaian besar janin, letak dan presentasi
Penilaian luas panggul
Pemeriksaan Laboratorium

Pem. Hemoglobin / hematokrit


ABO dan Rhesus
Pemeriksaan serologis :
◦ Sifilis  pd kelompok risiko tinggi & hrs diulang pd usia
khamilan 28-32 mgg
◦ Rubella
Negara maju  konsentrasi AFP pd usia 16-18 mgg
(atau dpt pula usia 15-20 mgg)  dianjurkan utk
skrining neural tube defect & bbrp klainan kromosom
Tes diagnostik
untuk wanita hamil segala usia
CVS 10-12 minggu  Diagnosis 98% sindroma Down dan
kehamilan kerusakan kromosom lainnya
 Bukan tes untuk neural tube defects, jadi
tes AFP yang dianjurkan pada usia
kehamilan 15-20 minggu
 Risiko terjadinya keguguran 1-2%

Amniosintesis Dini 12-14 minggu  Diagnosis 99% sindroma Down dan


kehamilan kerusakan kromosom lainnya
 Belum dapat mendiagnosis neural tube
defects jadi test AFP yang dianjurkan pada
usia kehamilan 15-20 minggu
 Risiko terjadinya keguguran sekitar 1%

Amniosintesis 15-20 minggu  Diagnosis 99% sindroma Down dan


kehamilan kerusakan kromosom lainnya
 Juga mendiagnosis neural tube defects,
defek dinding abdomen dan beberapa defek
lahir lainnya
 Risiko terjadinya keguguran kurang dari
1%
Pemeriksaan Penunjang lain

• Semua wanita hamil dilakukan skrining thd infeksi virus


hepatitis B & wanita hamil dg kecurigaan terinfeksi HIV
 dilakukan skriningthd HIV pd kunjungan pertama
Pemberian Suplemen dan Pencegahan
Penyakit
Beri ibu 60 mg zat besi elemental segera setelah mual/muntah berkurang, dan 400 μg asam folat 1x/hari
sesegera mungkin selama kehamilan.

Suplementasi kalsium 1,5-2 g/ hari dianjurkan untuk pencegahan preeklampsia bagi semua ibu hamil,
terutama yang memiliki risiko tinggi (riwayat preeklampsia di kehamilan sebelumnya, diabetes, hipertensi
kronik, penyakit ginjal, penyakit autoimun, atau kehamilan ganda)

Pemberian 75 mg aspirin tiap hari dianjurkan untuk pencegahan preeklampsia bagi ibu dengan risiko tinggi,
dimulai dari usia kehamilan 20 minggu

Beri ibu vaksin tetanus toksoid (TT)


Pemeriksaan Fisik Inspekulo serviks

GS:intrauterin
CRL :Taksiran partus
BPD :struktur otak
USG Transvaginal
Diameter YS 3-6 mm
Tujuan :
DJJ > 90 dpm
1. Deteksi kelainan
Basic NT < 3 mm (11-14 minggu) + nasal bone
kepala
4 Chamber (optional)
2. Pemastian usai hamil
Abdomen omfalokel fisiologis harus hilang > 11 minggu

Trimester 1 Panjang serviks (bila riw. Inkompetensia serviks &


persalinan preterm)

DPL (Hb, Ht, L, Tr, E, Rt, MCV, MCH, MCHC, RDW) ABO+Rh
Laboratorium Ferritin
Progesteron (< 10 minggu, bila ada risiko)

+ GTT, TSH+FT4, HbsAg+anti HBsAg, HIV, HCV (riw. IDU,


Medium + Laboratorium transfusi, rawat operatif)
Serum Protein elektroforesa

Optimum + Laboratorium + Insulin 0/2jam, hsCRP, TORCH, PAPP-A+Free Beta-HCG


Fetal growth chart, kelainan kongenital (struktur),
4 chamber view, genitalia
a.uterina (notching)
Basic USG Panjang serviks
Lokalisasi plasenta (implantasi plasenta terutama
bekas SC, clear zone/batas plasenta &
miometrium jelas)

DPL
Trimester 2 Laboratorium
Feritin
TTGO
HbsAg, HIV

Medium +Laboratorium GTT + Insulin resistensi

Ulang serologi : serokonversi


Optimum +Laboratorium + Insulin 0/2 jam
+ hsCRP
Fetal growth chart, kelainan kongenital (struktur)
tertentu (mis.: obstruksi usus), 4 chamber view,
Indeks air ketuban
Plasenta (Lokalisasi plasenta implantasi plasenta
terutama bekas SC)
Basic USG
Arteri umbilikus (+ a.serebri media + ductus
venosus)

Trimester 3 Tebal SBU pada bekas SC (32 minggu)


Fetal well being (FDJP) hanya dikerjakan pada
kasus-kasus tertentu

Cek ulang DPL, ferritin


+Laboratorium
Kultur urin bila terdapat nitrit & bakteri pada UL

Medium + Laboratorium Hs CRP

+ Laboratorium TTGO + Insulin + SPE + APTT + PT


Imunisasi
• Selain MR atau MMR tidak ada kontraindikasi imunisasi
thd kehamila
Difteri-Tetanus Rekomendasi: Boster setiap 10 tahun untuk Hepatitis B Rekomendasi: Remaja, dewasa muda, dan
(dT) Toksoid orang dewasa yang telah lengkap (Recombivax HB, orang dewasa yang mempunyai risiko
mendapatkan pemberian imunisasi Engerix-B) tinggi terpapar hepatitis B/infeksi
sebelumnya
Dosis: 3 seri suntikan di m.deltoideus
Dosis : 0,5 mL IM (pada m.deltoideus)
Catatan: wanita > 19 tahun: 1.0 mL IM;
Jika sebelumnya belum mendapatkan suntikan kedua dan ketiga diberikan 1 dan
imunisasi. 6 bulan setelah pemberian dosis pertama.
Diberikan 3 seri imunisasi (0,5 mL per Wanita ≤ 19 tahun : 0.5 mL per dosis
dosis) dengan pemberian dosis kedua dan Recombivax HB atau 1.0 mL (20µg) per
ketiga pada 4-8 minggu dan 6-12 bulan dosis Engerix-B. harus didokumentasi
sejak peberian dosis pertama. Antigen permukaan dan status antibodi
hepatitis B negative
Influenza Rekomendasi: Pemberian tiap tahunnya
untuk usia kehamilan > 14 minggu
Dosis: 0,5 cc IM
Bila diperlukan bisa diberikan bersama-
sama dengan vaksin pneumokokus

Pneumokokus Rekomendasi: Setiap 10 tahun untuk


individu yang mempunyai risiko
tinggib untuk infeksi pneumokokus
Dosis: 0,5 mL Subkutan atau IM
Bila diperlukan bisa diberikan bersama-
sama dengan vaksin influenza

Rubella Rekomendasi: Kontraindikasi selama


Measles, Rubella (MR) kehamilan
Mumps, Measles, Rubella (MMR) Dapat diberikan pada wanita
postpartum yang mempunyai imunitas
yang rendah
Dosis: 0,5 mL subkutan
Imunisasi TT
Antigen Interval Lama perlindungan % perlindungan
(selang waktu minimal)

TT1 Pada kunjungan - -


antenatal pertama
TT2 4 minggu setelah TT1 3 tahun* 80

TT3 6 bulan setelah TT2 5 tahun 95


TT4 1 tahun setelah TT3 10 tahun 99
TT5 1 tahun setelah TT4 25 tahun/seumur 99
hidup

Keterangan: * artinya apabila dalam waktu 3 tahun WUS tersebut melahirkan maka
bayi yang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonatorum
SKRINING SELAMA KEHAMILAN

Selama kehamilan perlu dilakukan uji skrining pada wanita dengan usia 35 tahun
atau lebih dengan adanya riwayat abnormal kromosom pada keluarga
ditawarkan untuk dilakukan chorionic villus sampling (CVS) pada usia gestasi
antara 10-12 minggu ataupun pemeriksaan amniosintesis pada usia gestasi
antara 15-18 minggu.

Pada usia gestasi 15-20 minggu dilakukan konseling untuk pemeriksaan triple
marker.
Skrining Tes
Pada wanita berisiko tinggi mengalami cacat lahir atau
 Pada usia gestasi antara 24-28 minggu
Wanita berusia 35 tahun atau lebih
dilakukan skrining terhadap adanya diabetes Program skrining AFP Usia kehamilan  Perkiraan wanita yang
gestational, mengulang penilaian terhadap (tes darah) 15-20 minggu berpeluang memiliki janin
kadar hemoglobin (Hb) / hematokrit(Ht) atau dengan sindroma Down atau
pemeriksaan darah lengkap. Trisomi 18
 Juga mendeteksi kebanyakan
neural tube defects dan defek
 Penilaian antibodi test untuk menilai
dinding abdomen
sensitasi ibu terhadap Rh negatif, khususnya
apabila diketahui ayah janin mempunyai Rh  Jika hasilnya positif, program
negatif. selanjutnya melakukan
amniosintesis
 Secara akurat dapat
 Penilaian terhadap adanya penyakit menular memprediksi 70% - 90% janin
seksual. dengan sindroma Down pada
wanita usia 35 tahun atau lebih
Faktor Risiko yg umumnya didapat pada saat
skrining antenatal
1. Faktor Demografis 2. Riwayat obstetri
◦ Usia ibu ◦ Paritas
◦ Etnis ◦ Kehamilan ektopik atau keguguran
◦ Status sosioekonomi
◦ Jenis persalinan
◦ Status perkawinan
◦ Pengaruh paternal (umur, kebiasaan, ◦ Hasil luaran bayi, kehamilan, berat,
obat-obatan, alkohol, etnis) normalitas
◦ Riwayat nutrisi (vegetarian, anoreksia, ◦ Komplikasi lain dari kehamilan
diet, vitamin) ◦ Depresi postpartum
◦ Pekerjaan dan kemungkinan risiko
paparannya
3. Riwayat 4. Riwayat 5. Riwayat 6. Pemeriksaan 7. Faktor
Kesehatan ginekologi keluarga fisik kehamilan
•Merokok •Infertilitas • Anomali • Berat badan ibu • Kehamilan
•Penyalahgunaan •Kontrasepsi congenital • Tinggi badan ibu multiple
alkohol •Keteraturan • Diabetes • Pemeriksaan • Perdarahan
•Penyalahgunaan menstruasi • Hipertensi umum pervaginam
obat •Masalah khusus • Penyakit ginjal • Pemeriksaan • Berkurangnya
•Gangguan •Infeksi (HIV, sifilis, • Penyakit panggul atau
kesehatan ibu HPV, gonorrhea, tromboemboli abnormalitas
•Pembedahan hepatitis B dan C, gerak janin
sebelumnya Klamidia) • Abnormalitas
•Masalah anestesi ukuran uterus
sebelumnya atau volume
•Transfusi darah cairan amnion
sebelumnya • Masalah lainnya
8. Pemeriksaan penunjang
• Urinalisa (glukosa, protein, darah, keton)
• Pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, dan kadar antibody
• Pemeriksaan serologis terhadap rubella, sifilis, dan infeksi lainnya, berdasarkan prevalensi
(hepatitis B dan C, HIV, toksoplasmosis, sitomegalovirus)
• Pemeriksaan biokimia untuk anomaly congenital (Sindroma Down, neural tube defects)
• Pemeriksaan fungsi tiroid
• USG rutin
• Apusan serviks
• Tekanan darah
• Status karier grup B streptokokus
Kehamilan Risiko Tinggi
 Preeklampsia  Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW)
 Diabetes mellitus dan intoleransi glukosa  Janin Mati Dalam Rahim (JMDR)
dalam kehamilan  Polihidramnion
 Malnutrisi berat
 Perdarahan trimester II
 Penyakit jantung pada ibu
 Abortus habitualis; 3 atau lebih abortus pada  Penyakit darah tinggi
usia kehamilan dibawah 16 minggu  Penyakit ginjal atau infeksi traktus urinarius yang
 Diketahui sebagai penyalahgunaan obat- berulang
obatan  Penyakit kolagen
 Rhesus sensitisasi  Triple marker abnormal pada ibu
 Malpresentasi janin pada usia kehamilan lebih dari 35
 Post maturitas
minggu
 Hemoglobinopati  Riwayat kelainan kongenital yang berat atau
 Anemia abnormalitas kromosom pada keluarga
 Penyakit jiwa
 Hamil ganda
 Positif HIV
NUTRISI SELAMA KEHAMILAN

Total penambahan berat


badan selama masa
kehamilan yang
Untuk seorang wanita direkomendasikan adalah
dengan berat badan 9-14 kg, rata‑rata
normal sebelum hamil, pertambahan berat badan
pertambahan berat badan ibu selama kehamilan
kurang dari 11,5 kg selama dapat di lihat pada tabel
kehamilan dihubungkan
dengan luaran kehamilan
yang aman
Kenaikan rata-rata berat badan pada ibu hamil
Minggu ke Kg Minggu ke Kg
6 0,2 26 6,2
8 0,5
28 7
10 0,8
30 7,7
12 1,1
14 1,7 32 8,4
16 2,4 34 9,1
18 3,1
36 9,8
20 3,9
38 10,4
22 4,7
24 5,5 40 10,9
Kalori penting untuk energi, apabila intake kalori tidak adekuat maka protein
akan di metabolisme menjadi energi.

Diet kalori yang berlebihan , bahkan untuk wanita yang obese sekalipun, tidak
baik untuk janin dan ibunya

Ketoasidosis selama kehamilan dapat menyebabkan gangguan neuropsikologi


pada anak seperti pada kematian janin. Apabila diet kalori ketat akan
diberikan, harus dilakukan pemeriksaan kadar keton pada ibu hamil.
Protein
Kebutuhan protein pada kehamilan meningkat sekitar 10 gram/hari dari kebutuhan
normal seorang wanita yang tidak hamil yaitu 55-65 gram/hari.

Kebutuhan tersebut digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, plasenta,


uterus dan mammae juga karena meningkatnya volume darah ibu.

Konsentrasi asam amino pada plasma ibu tidak komplit antara lain ornithin, glisine,
taurine dan proline, kecuali ada peningkatan pada konsentrasi asam glutamat dan alanin.

Sumber protein berasal dari daging, susu, telur, keju, ayam, itik dan kan
Vitamin dan Mineral

Pada wanita dengan risiko tinggi ini, suplemen multivitamin harian dianjurkan
pada trimester kedua. Komposisi suplemen multivitamin yang
direkomendasikan adalah 30-60 mg besi, 15 mg zinc, 2 mg tembaga, 250 mg
kalsium,10µg(400 IU) vitamin D, 50 mg vitamin C,2 mg vitamin B6, 300 µg
folat dan 2 µg vitamin B12

Suplemen rutin multivitamin tidak dianjurkan tetapi apabila wanita hamil


tersebut mempunyai resiko kekurangan nutrisi antara lain kehamilan ganda,
penyalahgunaan substansi tertentu, vegetarian murni, epilepsi dan wanita
dengan hemoglobinopati.
PENUTUP
Setiap wanita hamil diharapkan akan memeriksakan kehamilannya
sekurang­kurangnya setelah satu bulan terlambat haid.

Tujuan asuhan antenatal yang bertindak sebagai ilmu kedokteran


pencegahan adalah mencegah komplikasi pada wanita hamil sehingga
dapat melahirkan bayi hidup dan sehat.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan antenatal yang cukup baik


pada ibu adalah cukup baik pula untuk memenuhi kebutuhan janin
untuk kesejahteraannya