Anda di halaman 1dari 56

PELAJARAN ILMU EKONOMI

MAKRO
KELOMPOK 8
Moch Reza Bahrul Ulum

Resna Nurazizah

Salma Hana Haniyah

Moch Firman Ramdan Saputra

Annisa Kurniati

Ana Fitria Fatmah

Lilis Sumiati

Icha Anisa
LATAR BELAKANG
Di dalam perekonomian pasar tentunya ada yang disebut permintaan dan
penawaran.Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam
waktu tertentu,sedangkan penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang
tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap
tingkat harga selama periode waktu tertentu.
RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian Permintaan-Penawaran Agregat, Analisis IS-LM?

Apa pengertian Keseimbangan pasar barang dan kurva IS?

Apa pengertian Keseimbangan pasar uang dan kurva LM?

Apa pengertian Membangun model IS LM?

Apa pengertian Uang dan Kebijakan Moneter?


Apa pengertian Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar (JUB)?

Apa pngertian Angka pengganda uang (money multiplier)?

Apa pengertian Bank sentral dan bank komersial?

Apa pengertian Instrument dalam kebijakan moneter?


PENGERTIAN
PERMINTAAN AGREGAT
Permintaan agregat adalah seluruh permintaan terhadap barang
dan jasa yang terjadi dalam suatu perekonomian, baik yang berasal
dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.

Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan


permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat
harga.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUH
PRMINTAAN AGREGAT
KURVE PERMINTAAN AGREGAT MEMPUNYAI
SLOPE NEGATIF. FAKTOR-FAKTOR YANG
MENYEBABKAN KURVA PERMINTAAN
AGREGAT BER-SLOPE NEGATIF ADALAH:

Efek Kekayaan
 Biaya yang digunakan oleh produsen tergantung pada kekayaan yang dimiliki. Keduanya
memiliki satu hubungan yang positif. (Kekayaan mengacu pada pemegangan uang, saham,
obligasi, rumah serta asset fisik yang lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat
harga)

Dampak Harga Bunga


 Efek harga bunga ditujukan karena perubahan tingkat haraga mempengaruhi harga bunga. Efek
ini mempengaruhi produksi & investasi

Efek Pembelian Asing (Ekspor & Impor)


 Jumlah ekspor & impor dalam suatu ekonomi tergantung pada harga Domestic& asing
Kurva Permintaan agregat (aggregate demand curve ) adalah kurva yang
menjelaskan hubungan antara jumlah output agregat yang diminta dengan
tingkat harga ketika semua variabel lain dianggap konstan.
PENGERTIAN
PENAWARAN AGREGAT
Penawaran agregat adalah (aggregate supply,AS)
adalah jumlah seluruh barang akhir dan jasa-jasa di
dalam perekonomian yang dijual atau ditawarkan oleh
perusahaan-perusahaan (firms) pada berbagai tingkat
harga.
FAKTOR FAKTOR YANG
MEMPERNGARUHI
PENAWARAN AGREGAT
KURVA PENAWARAN
AGREGAT
Kurva Penawaran Agregat adalah kurva yang
menggambarkan tentang hubungan antara tingkat harga
yang berlaku dalam ekonomi dan nilai produksi riil atau
output (pendapatan nasional rill) yang akan ditawarkan
dan diproduksi oleh semua perusahaan dalam suatu
perekonomian
Kurva penawaran agregat jangka
panjang

Jumlah output yang dapat diihasilkan


dalam perekonomian dalam jangka
panjang ditentukan oleh jumlah
modal dalam perekonomian, jumlah
tenaga kerja yang ditawarkan dalam
tingkat pengerjaan penuh
(fullemployment)
 Kurva penawaran agregat
jangka pendek

Karena upah dan harga memerlukan


waktu untuk menyesuaikan terhadap
kondisi perekonomian, suatu proses
yang dijelaskan dengan mengatakan
 bahwa upah dan harga bersifat kaku
(sticky), kurva penawaran agregat
(AS,1) dalam jangka pendek
mempunyai kemiringan ke atas.
KESEIMBANGAN PASAR
BARANG DAN KURVA IS
Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.

Kurva IS adalah kurva yang menghubungkan antara suku bunga (i


atau r) dengan pendapatan nasional (Y) yang menunjukan tingkat
keseimbangan pada pasar barang

Kurva IS menyatakan “Investasi” dan “Tabungan”,


“Tabungan” sedangkan kurva
IS menyatakan apa yang terjadi pada pasar barang dan jasa.
KEBIJAKAN FISKAL DAN
KURVA IS
Kurva IS menunjukkan tingkat bunga berapapun, tingkat
pendapatan yang mendorong pasar barang menuju ekuilibrium.
Tingkat pendapatan tergantung pada kebijakan fiskal.
Kurva IS menujukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat
pendapatan yang konsisten dengan ekuilibrium dalam pasar uang
dan pasar jasa.
Kurva IS digambar untuk kebijakan fiskal tertentu.
Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskalyang meningkatkan
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan.
Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri
PENGENALAN VARIABEL
1. C = C (Y)
Ket:
C = Konsumsi
Y = Pendapatan nasional
2. I = I (i)
Ket:
I = Investasi
i = Tingkat bunga
3. Y = C + S dimana S adalah saving / tabungan, maka:
S=Y-C
PENGENALAN VARIABEL
(LANJUTAN)
4. C = Co + bY
Ket:
Co = Autonomous consumption yaitu besarnya konsumsi kalau
pendapatan nasional (Y) dianggap nol.
b = Marginal propencity to consumption (MPC) yaitu rasio
antara perubahan konsumsi dengan perubahan pendapatan
nasional ( ∆C / ∆Y)
5. S = Y – C
Maka:
S = Y – Co – bY
S = -Co + (1-b) Y
PENGENALAN VARIABEL
(LANJUTAN)

6. I = Io + ai
Ket:
Io = Investasi pada saat tingkat bunga (i) nol
a = Marginal propencity to investment (MPI) atau hasrat
investasi marjinal yaitu rasio antara perubahan investasi
terhadap perubahan sukubunga (∆I /∆i), a < 0
Kurva IS

0,5
IS atau Y = 1.500 – 3.000i

0,2

0,1

Y
0 900 1200 1500
KURVA IS DIPENGARUHI OLEH
KEPERCAYAAN MASYARAKAT DAN
PENGUSAHA PD PEREKONOMIAN
Wujud kepercayaan ditunjukan oleh:
1. Semakin percaya (optimis) maka konsumsi dan investasi
otonom (Co dan Io) akan semakin besar
2. Semakin kurang percaya (pesimis) maka konsumsi dan
investasi otonom akan semakin kecil
KESEIMBANGAN PASAR
UANG DAN KURVA LM
Pasar uang adalah pasar dimana uang atau dana jangka pendek
dipinjam atau dipinjamkan.

Kurva LM adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan di


pasar uang. Secara teoritis, keseimbangan pasar uang kan terjadi
apabila permintaan uang sama dengan penawaran uang atau Md =
Ms
MENURUT ANALISA
KEYNESS PASAR UANG DI
PENGARUHI OLEH 3 TUJUAN,
YAITU
1.  MOTIF TRANSAKSI
( PERMINTAAN UANG
UNTUK TRANSAKSI)
Adalah menjebatani priode permintaan dan pengeluaran seseorang yang
melakukan pengeluaran setiap hari, sedangkan penerimaan tidak terjadi
setiap hari. Maksudnya bahwa peranan uang itu sangat penting bagi
seseorang untuk melakukan transaksi, sehingga secara sistematis dapat di
tulis sebagai berikut:
Mt = f (y)
Mt = kt y
Ket:
Mt _ jumlah uang yang di lakukan untuk motif transaksi.
K   _bilangan konstanta.
Y   _ pendapatan atau penghasilan.
MOTIF BERJAGA-JAGA
Menu rut keynes, antisipasi terhadap pengeluaran yang di rencanakan
dan yang tidak di rencanakan menyebutkan seseorang akan
memegang uang lebih besar dari pada untuk tujuan transaksi.

Dalam motif ini sama halnya dengan motif transaksi yang besarnya
sangat tergantung pada penghasilan atau pendapatan seseorang.
Sehingga dalam model matimatiknya dapat di tunjukan dalam model
berikut:
Mj = f (y)
Mj = kj y
Ket:
Mj _Jumlah uang yang di gunakan untuk motif berjaga-jaga
K  _Variable Konstanta
Y  _Penghasilan ( Pendapatan )
Fungsi pendapatan dari motif transaksi bila di hubungkan dengan
motif berjaga-jaga maka dapat di beri symbol MI, sehingga MI
tersebut merupakan jumlah uang yang beredar yang di gunakan
untuk motif transaksi dan berjaga-jaga.
Secara sistematis dapat di tunjukan sebagai berikut:
Mt=f (y)
Mj=f(y) maka
Mt+Mj = MI atau MI = Mt+Mi
 MOTIF
SPEKULASI  ( SPECULATION
MOTIVE )
Menurut kaum econom Cambridge mengatakan bahwa permintaan uang
tunai juga tergantung dari tingkat bunga dan harapan mengenai harga-
harga di mana yang akan datang. Dalam motif ini Keynes menyatakan
secara eksplisif dalam model mengenai pengaruh tingkat bunga dan
harapan mengenai harga yang akan datang.

Menurut Keynes ada 2 asumsi mengenai alasan seseorang memegang


kekayaan.

a.     Dalam bentuk uang tunai di atas uang yang di perlukan untuk tujuan
transaksi dan berjaga-jaga.

b.     Dalam bentuk surat berharga seperti Saham, Obligasi.


ADAPUN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KURVA
LM ADALAH SEBAGAI
BERIKUT:
1.Jumlah uang beredar
2.Permintaan uang
3.Elastisitas permintaan uang untuk spekulasi terhadap perubahan
tingkat bunga
4.Elastisitas permintaan uang untuk transaksi terhadap tingkat
pendapatan
MEMBANGUN MODEL IS-
LM
Model IS-LM adalah model yang memadukan ide-
ide aliran pemikiran klasik dengan keynes, sering disebut
sebagai sintesis Klasik-Keynesian, atau sintesis Neo
Klasik-Keynesian. Model IS (investasi dan tabungan) dari
pasar barang memplot hubungan antara tingkat bunga dan
tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa.
MODEL IS - LM

Tingkat Bunga
UANG DAN KEBIJAKAN
MONETER
Uang merupakan alat tukar dan alat bayar yang sah.
Kegunaan uang adalah uang dapat digunakan sebagai alat
pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat
pula di tabung.
JENIS-JENIS UANG :
Uang kartal : uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam
kehidupan sehari-hari.
Uang Giral : surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau di
kantor pos. Contoh uang giral,cek, giro pos, wesel, dan surat
berharga
KEBIJAKAN MONETER

suatu usaha dalam mengendalikan keadaan


ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan
yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang
yang beredar dalam perekonomian.
KEBIJAKAN MONETER
DIGOLONGKAN MENJADI :
KEBIJAKAN MONETER DAPAT
DILAKUKAN DENGAN
MENJALANKAN BEBERAPA
INSTRUMEN :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)


FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI JUMLAH
UANG BEREDAR :
MULTIPLIER MONEY
Proses pasar yang dimungkinkan terjadi karena adanya
lembaga yaitu bank. Tapi jika cash ratio yang dipegang bank itu
adalah 100%, maka proses penggandaan uang itu tidak bisa terjadi.
UNTUK UANG KARTAL
M1 =          1               B
            c + r(1 – c)

Dimana :
c=C/M
C = uang kartal yang dipegang oleh masyarakat umum di luar bank
M = Jumlah Uang Beredar
r=R/D
R = reserve bank
D = uang giral yang diciptakan oleh bank – bank umum
B = uang inti
UNTUK UANG GIRAL
Multiplier juga digunakan untuk defenisi uang secara luas,
yakni mencakup deposito berjangka atau time deposit (T).
Jadi, M1 = M + T = C + D + T, dan multiplier uangnya adalah :

M1 =          1    +    t           B
          c + r1  (1 – c) + r2 t
Perbedaan dari kedua multiplier di atas (multiplier sederhana /
kartal dan uang secara luas / giral) adalah adanya variabel t dan
r2.

Variabel t => ditentukan oleh perilaku masyarakat dalam hal


berapa besar dari kekeyaannya akan dipegang dalam bentuk
deposito berjangka (time deposit).
Tentu tingkat bunga yang diperoleh dari deposito berjangka dan tingkat inflasi
akan mempengaruhi variabel ini.

( Tingkat inflasi merupakan kerugian yang harus ditanggung oleh pemegang


asset finansial termasuk deposito dan uang tunai.

Variabel r2 => ditentukan oleh perilaku bank.

Dipengaruhi juga oleh faktor-faktor seperti tingkat bunga pinjaman bank,


tingkat inflasi, cash ratio yang ditentukan oleh bank sental untuk deposito
berjangka.
Dimana :
t=T/M
T = Time Deposit
M = Jumlah Uang Beredar
r1 = reserve yang dipegang bank untuk menjamin
    = rekening koran
r2 = reserve yang dipegang bank untuk
    = deposito berjangka
c=C/M
C = uang kartal yang dipegang oleh masyarakat umum di luar bank-bank
B = uang inti
BANK SENTRAL DAN
BANK KOMERSIAL
Bank Sentral : suatu badan keuangan yang dimiliki
oleh Negara yang diberi tanggung jawab dalam mengatur
dan mengawasi segala macam kegiatan yang berkaitan
dengan lembaga keuangan dan dapat menjamin supaya
berbagai kegiatan tentang badan keuangan tersebut dapat
menciptakan tingkat kegiatan ekonomi dengan stabil.
FUNGSI BANK SENTRAL

BANK CENTRAL
BANK KOMERSIAL

Menurut UU No. 10 tahun 1992, tentang perbankan


memberi pengertian bank umum merupakan bank yang
dapat melaksanakan kegiatan usaha dengan cara
konvesional atau yang di dasari kepada prinsip syariah
didalam kegiatannya dapat memberikan jasa dalam lalu
lintas suatu pembayaran.
FUNGSI BANK
KOMERSIAL
PERBEDAAN BANK SENTRAL
DAN KOMERSIAL
INSTRUMENT DALAM
KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diambil oleh
bank sentral atau Bank Indonesia dengan tujuan
memelihara dan encapai stabilitas nilai mata uang yang
dapat dilakukan antara lain dengan pengendalian jumlah
uang yang beredar di masyarakat dan penetapan suku
bunga.
BANK SENTRAL UMUMNYA
MENGGUNAKAN BEBERAPA
INSTRUMENT KEBIJAKAN
MONETER, YAITU:

1.Instrumen kebijakan moneter langsung (direct


monetary policy instruments)

2.Instrumen kebijakan moneter tidak langsung


(indirect monetary policy instruments)
INSTRUMEN KEBIJAKAN
LANGSUNG
Instrument kebijakan moneter langsung yang biasa digunakan
oleh otoritas moneter terutama di negara-negara berkembang
antara lain sebagai berikut:

1. Credit Ceiling : penentuan jumlah batas maksimal kredit


yang diperbolehkan untuk disalurkan oleh masing-masing bank
yang ditetapkan oleh bank sentral.

2. Penetapan Tingkat Bunga : Bank sentral dalam


melaksanakan pengendalian moneter langsung dengan
menetapkan tingkat bunga (interest rate ceiling), dilakukan
dengan menentukan besarnya tingkat bunga yang diberikan
atau dikenakan olen bank kepada nasabahnya, baik nasabah
deposan atau penabung maupun nasabah debiturnya.
3. Penurunan Nilai Uang : Salah satu kebijakan pengendalian
moneter yang berdampak langsung terhadap pengurangan jumlah
uang beredar adalah dengan menurunkan nilai uang yang ada
ditangan masyarakat atau di perbankan.

4. Kredit Langsung (direct loan) dimaksudkan untuk membantu


pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu yang merupakan sector
yang diprioritaskan untuk dikembangkan dan telah deprogram
oleh pemerintah.
INSTRUMENT KEBIJAKAN
TIDAK LANGSUNG

Instrument kebijakan tidak langsung


mempengaruhi sasaran operasional kearah yang
ditargetkan oleh bank sentral sebagai otoritas
moneter.
Instrument tidak langsung yang digunakan bank sentral dalam rangka
mengendalikan variable moneter antara lain sebagai berikut:

1. Likuiditas wajib minimum adalah ketentuan yang mewajibkan setiap bank


memelihara sejumlah minimum alat likuid yang dinyatakan dalam persentase
tertentu dari jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun atau kewajiban lancar
bank.

2. Fasilitas Diskonto (discount facility) Bank sentral dalam melakukan


pengendalian moneter dapat menggunakan fasilitas diskonto yaitu fasilitas
yang diberikan kepada perbankan dalam bentuk pinjaman dengan
menggunakan surat-surat berharga yang dimiliki sebagai jaminan
3. Operasi Pasar Terbuka (open market operation) Dalam rangka
mendukung tujuan Bank Indonesia, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan
nilai Rupiah, Bank Indonesia melaksanakan Operasi Pasar Terbuka.

4. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia, Disamping SBI sebagai instrument


OPT dalam rangka kontraksi seperti dijelaskan diatas Bank Indonesia juga
menggunakan instrument pengendalian moneter lain yang berdampak
kontraktif yang dikenal dengan fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI),
yaitu fasilitas yang waktu FASBI maksimal 7 hari ditransaksikan dengan
system diskonto. 
5. Fasilitas Diskonto Ulang (Rediscount Facility), Fasilitas pendanaan yang
disediakan oleh Bank Indonesia bagi bank yang membutuhkan dana dengan
cara mendiskonto ulang surat-surat berharga yang dimilikinya.

6. Persuasi Moral (Moral Suasion), Cara kerja instrument ini pada dasarnya
adalah Bank Indonesia memberikan himbauan kepada bank-bank, biasanya
terutama kepada bank-bank utama saja (leading banks), agar himbauan atau
permintaan Bank Indonesia sesuai dengan kebijakan moneter yang
dijalankannya.
TERIMA KASIH