Anda di halaman 1dari 16

HARGA POKOK PRODUK

BERSAMA DAN PRODUK


SAMPINGAN

Kelompok 2
Artini
Dimas Luthfi
Nur Syafa’atul Azizah
BIAYA BERSAMA
Biaya bersama adalah biaya overhead bersama yang harus
dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang
kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun massal. Biaya
bersama dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi berbagai
macam produk yang dapat berupa :
 Produk bersama (Joint Product) yaitu dua produk atau lebih yang
diproduksi secara serentak dengan serangkaian proses atau
dengan proses gabungan.
 Produk sampingan (By-product) yaitu satu produk atau lebih yang
nilai jualnya relatif rendah, yang diproduksi bersama dengan
produk lain yang nilai jualnya tinggi.
 Produk sekutu (Co-product) yaitu dua produk atau lebih yang
diproduksi pada waktu yang bersamaan, tetapi tidak dari
kegiatan pengolahan yang sama atau tidak berasal dari bahan
baku yang sama.
AKUNTANSI PRODUK BERSAMA
Perusahaan yang menghasilkan produk bersama pada umumnya
menghadapi masalah pemasaran produknya, karena masing-masing
produk memiliki masalah pemasaran dan harga jual yang berbeda.
Manajemen biasanya ingin mengetahui kontribusi masing-masing
produk terhadap pendapatan perusahaan. Untuk itu, perlu
diketahui seteliti mungkin bagian dari seluruh biaya produksi yang
dibebankan kepada masing-masing produk bersama.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk
mengalokasikan biaya bersama kepada tiap-tiap produk bersama,
antara lain :
1. Metode Nilai Jual Relatif
Metode ini menggunakan dasar pemikiran bahwa harga jual
suatu produk merupakan perwujudan biaya-biaya yang dikeluarkan
dalam mengolah produk tersebut. Jika salah satu produk terjual
lebih tinggi daripada produk lain, hal ini karena biaya yang
dikeluarkan oleh produk tersebut lebih banyak bila dibandingkan
dengan produk lain.
Contoh 1 :
PT Jaya mengeluarkan biaya bersama yang digunakan untuk
memproduksi barang A, B, dan C sebesar Rp 20.000.000. Jumlah
produksi dan harga jual masing-masing produk tersaji dalam tabel
di bawah ini :

Produk Jumlah Produk Harga/Kg


A 6.000 3.000
B 8.000 4.000
C 10.000 5.000

Bagaimana alokasi biaya bersama dengan metode nilai jual relatif ?


Jawab :

Produk Jumlah Harga Nilai Jual Nilai Jual Alokasi Biaya Harga
Produk /Kg Relatif (%) Bersama Produk
Bersam
a per
Kg

1 2 3 4 5 6
(1 x 2) (3/100.000.000 (4 x (5:1)
x 100%) 20.000.000)
A 6.000 3.000 18.000.000 18% 3.600.000 600

B 8.000 4.000 32.000.000 32% 6.400.000 800

C 10.000 5.000 50.000.000 50% 10.000.000 1.000

24.000 100.000.000 100% 20.000.000 2.400


Variasi penggunaan metode nilai jual relatif seperti apabila satu
atau beberapa produk bersama memerlukan biaya pengolahan tambahan
setelah saat terpisah (split-off). Nilai jual diketahui setelah produk
diolah lebih lanjut. Namun, pada saat terpisah produk bersama belum
memiliki nilai jual. Untuk itu, perlu dihitung nilai jual hipotesis yaitu
mengurangi nilai jual produk bersama yang telah diolah lenih lanjut
dengan biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan produk saat terpisah.
Contoh 2 :
PT Hans mengeluarkan biaya bersama sebesar Rp 10.000.000 untuk
memproduksi barang A, B, dan C. Setelah terpisah produk B dan C
memerlukan biaya tambahan (separable cost) masing-masing sebesar Rp
400 per kg dan
Produk Rp 300
Jumlah per kg. Dengan
Produk jumlah produk dan harga produk
Harga/Kg
tercantum pada tabel di bawah ini:
A 4.000 2.000
B 5.000 3.000
C 6.000 4.000

Bagaimana alokasi bersama dengan mempertimbangkan biaya yang


produk bersama terpisah?
Jawab :
Pr Harga/ Biaya Nilai Jumlah Nilai jual Nilai Alokasi Harga
od kg pengol jual yang di hipotesis * jual biaya pokok
uk ahan hipot produk jumlah hipot bersama per
per kg esis si yang di esis kg
setelah produksi relatif (Rp)
saat (%)
terpisa
h
1 2 3 4 5 6 7 8
(1-2) (3x4) (5:43. 6x 7:4
200.0 10.000.000
00 x
100%)
A 2.000 2.000 4.000 8.000.000 19% 1.900.000 475
B 3.000 400 2.600 5.000 13.000.000 30% 3.000.000 600
C 4.000 300 3.700 6.000 22.200.000 51% 5.100.000 850
9.000 700 8.300 15.000 43.200.000 100% 10.000.000 1.925
2. Metode Satuan Fisik
Metode satuan fisik mencoba menentukan harga pokok produk
bersama sesuai dengan manfaat yang ditentukan oleh masing-
masing produk akhir. Metode ini menghendaki bahwa produk
bersama yang dihasilkan harus dapat diukur dengan satuan ukuran
pokok yang sama. Jika produk bersama mempunyai satuan ukuran
yang berbeda, harus ditentukan koefisien ekuivalensi yang
digunakan untuk mengubah berbagai satuan tersebut menjadi
satuan yang sama.
Contoh 3 :
PT ABC menghabiskan 10.000 kg tebu untuk diproduksi. Hasil
produksi tersebut dikurangi dengan kerugian sebanyak 200 kg akibat
hilang dalam proses. Dengan harga pokok bahan baku yang dipakai
adalah Rp 12.000.000. Hasil produksi tampak pada tabel di bawah
ini :
ProdukBagaimana alokasi biaya
Kuantitas/kg bersama dengan metode satuan
fisik ?
Gula 4.000
Vetsin 3.000
Produk lainnya 3.000
Jumlah 10.000
Jawab :

Produk Kuantitas/kg Presentase Alokasi bahan


produk bahan
baku

1 2 3

(1/10.000 x 100%) (2 x 12.000.000)

Gula 4.000 40% 4.800.000

Vetsin 3.000 30% 3.600.000

Produk lainnya 3.000 30% 3.600.000

Jumlah 10.000 100% 12.000.000

Produk yang hilang 200


dalam Proses
10.200
  

Produk Kuantitas/kg
Meja 240.000
Kursi 360.000
Pintu 240.000
Produk lainnya 160.000
Jumlah 1.000.000
Jawab :

Produk Kuantitas yang Harga pokok


diproduksi produk
1 2 3
(1 x 2 : 1000)
Meja 240.000 40.000 9.600.000
Kursi 360.000 40.000 14.400.000
Pintu 240.000 40.000 9.600.000
Produk lainnya 160.000 40.000 6.400.000
Jumlah 1.000.000 40.000.000

4. Metode Rata-Rata Tertimbang


Dalam metode ini kuantitas produksi dikalikan dengan angka
penimbang dan hasil kalinya baru dipakai sebagai dasar alokasi.
Angka penimbangnya berdasarkan jumlah bahan yang dipakai,
sulitnya pembuatan produk, waktu yang dikonsumsi dan pembedaan
jenis tenaga kerja yang dipakai tiap jenis produk.
Contoh 5 :
Biaya bersama yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk
memproduksi produk bersama adalah sebesar Rp 8.500.000. Jumlah
produk yang dihasilkan dan angka penimbangnya adalah sebagai
berikut :
Produk Jumlah produk Angka
penimbang
A 6.000 1
B 5.000 2
C 4.000 3
15.000
Bagaimana alokasi biaya bersama dengan metode rata-rata
tertimbang ?
Jawab :

Produk Jumlah Angka Jumlah angka Alokasi biaya


produk yang penimbang yang di bersama
diproduksi produksi *
Angka
penimbang
1 2 3 4

(1 x 2) (3 : 28.000 x
8.500.000)
A 6.000 1 6.000 1.821.429

B 5.000 2 10.000 3.035.714

C 4.000 3 12.000 3.642.857

15.000 28.000 8.500.000


BIAYA BERSAMA DAN
KEPUTUSAN MANAJEMEN
Penggunaan yang tidak hati-hati terhadap hasil alokasi biaya
bersama dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang keliru.
Hasil alokasi biaya bersama kepada produk-produk yang dihasilkan
akan bermanfaat untuk menentukan sumbangan masing-masing
produk terhadap laba perusahaan serta untuk menentukan produk
mana yang perlu didorong pemasarannya.
Contoh :
Perusahaan menghasilkan produk bersama A dan B, masing-
masing 15.000 kg dan 10.000 kg dengan biaya produksi per kg Rp 15
dan Rp 15. Biaya bersama untuk memproduksi produk tersebut
sebesar Rp 375.000 telah dialokasikan ke produk A sebesar Rp
225.000 dan produk B Rp 150.000. Harga jual produk A dan B
masing-masing sebesar Rp 16,5 per kg dan Rp 12,5 per kg.
Diminta :
1. Hitung total laba perusahaan & sumbangan setiap produk terhadap laba perusahaan!
2. Keputusan apa yang harus diambil perusahaan ?
Penyelesaian :
1. Perhitungan laba

A B Total

Penjualan 247.500 125.000 372.500

Harga Pokok 225.000 150.000 375.000


Penjualan

Laba 22.500 (25.000) (2.500)

2. Keputusan yang diambil adalah mendorong pemasaran produk B


agar bisa terjual dengan harga yang lebih tinggi.
Tentu saja hal ini hanya merupakan salah satu pertimbangan
keputusan apakah suatu produk diolah lebih lanjut atau tidak
ditentukan juga oleh pertimbangan-pertimbangan lain. Misalnya
perusahaan tidak ingin memperluas usahanya ke arah pengolahan
lebih lanjut produknya, karena tidak tersedianya tenaga kerja atau
karena sulitnya memperoleh bahan baku tambahan.
AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN
Produk sampingan adalah produk yang dihasilkan dari proses
produk bersama tetapi produk ini nilainya relatif rendah dibanding
produk utama. Dalam produk sampingan titik berat pembahasannya
adalah bagaimana memperlakukan pendapatan penjualan produk
sampingan tersebut. Alokasi produk bersama kepada produk utama
dan produk sampingan pada umumnya dianggap tidak perlu. Karena
nilai produk sampingan relatif rendah bila dibandingkan dengan
produk utama. Ada beberapa metode untuk mengalokasikan biaya
bersama yang digunakan untuk memperlakukan produk sampingan :
1. Metode tanpa harga pokok
adalah metode yang tidak mencoba menghitung harga pokok
produk sampingan atau persediaannya.
2. Metode harga pokok
adalah metode yang mencoba mengalokasikan sebagian biaya
bersama kepada produk sampingan dan menentukan harga pokok
persediaan produk atas dasar yang dialokasikan tersebut.