Anda di halaman 1dari 11

KORELASI SPEARMAN

Praktikum Pertemuan 5
 Pertemuan 2
KORELASI SPEARMAN

Merupakan salah satu ukuran asosiasi


ASUMSI
(hubungan) yang sering digunakan. 1. Data terdiri dari contoh
Pertama kali diperkenalkan oleh acak sebanyak n
pengamatan.
Spearman (1904). 2. Data terdiri dari 2 peubah
(X dan Y) yang diukur dari
objek yang sama.
3. Skala data minimal ordinal.
KORELASI SPEARMAN
 
1. Urutkan nilai-nilai pengamatan peubah dari yang paling
kecil hingga paling besar. Peringkat untuk nilai peubah
ke-i ditulis sebagai . Jika adalah nilai terkecil pada
peubah , maka beri peringkat .
Prosedur 2. Begitu pula pada peubah dengan peringkat untuk nilai
peubah ke-i ditulis sebagai .
Pengujian
3. Jika ada nilai amatan yang sama (ties) beri peringkat
tengah
4. Hitung selisih peringkat, yaitu
5. Terakhir, hitung korelasi dengan rumus . Rentang nilai
korelasi adalah .
KORELASI SPEARMAN

Rumus korelasi: Nilai


Nilai p-value:
p-value:

Keterangan :
Rumus korelasi: Nilai p-value : = selisih peringkat
peubah X dan Y
Nilai p-value : = nilai korelasi
spearman
= banyaknya
pengamatan X yang
sama
= banyaknya
pengamatan Y yang
sama
KORELASI SPEARMAN
 
Jika jumlah data (n) besar, yaitu lebih dari 30, maka korelasi spearman
dapat diaproksimasi dengan sebaran normal dengan rumus berikut :
KORELASI SPEARMAN

a.
HIPOTESIS
KAIDAH KEPUTUSAN

a. (Hipotesis a) : Tolak jika nilai tabel A.21


untuk atau p-value <
b.
    (Hipotesis b) : Tolak jika nilai tabel A.21 untuk
b.
 
atau p-value <
c. (Hipotesis c) : Tolak jika nilai tabel A.21 untuk
atau p-value <
c.
KORELASI SPEARMAN

 Contoh soal :
Berikut ini adalah data jumlah kehadiran dalam kuliah, nilai tugas dan nilai ujian akhir.
Hitung korelasi peringkat Spearman antara jumlah kehadiran dalam kuliah dan nilai ujian
akhir. Uji apakah kedua peubah tersebut saling bebas!
Kehadiran 13 12 15 15 10 13 15 13 16 16
Nilai Ujian 53 42 70 69 32 76 73 45 58 45

Jawaban :

diketahui bahwa n = 10
KORELASI SPEARMAN
i Kehadiran () Nilai Ujian ()
1 13 53 4 5 -1 1
2 12 42 2 2 0 0
3 15 70
70 77 88 -1
-1 11
44 15
15 69
69 77 77 00 00
55 10
10 32
32 11 11 00 00
66 13
13 76
76 44 10
10 -6
-6 36
36
77 15
15 73
73 77 99 -2
-2 44
88 13
13 45
45 44 3.5
3.5 0.5
0.5 0.25
0.25
99 16
16 58
58 99 66 33 99
10
10 16
16 45
45 10
10 3.5
3.5 6.5
6.5 42.25
42.25
= 93.5
93.5
 Terdapat 2 set data yang sama pada peubah X, yaitu
1. data ke-1,6,8 ada 3 angka sama pada set ke-1 maka nilai = 3
2. data ke-3,4,7 ada 3 angka sama pada set ke-2 maka nilai = 3

Terdapat 1 set data yang sama pada peubah Y, yaitu


3. data ke-8,10 ada 2 angka sama pada set ke-1 maka nilai = 2
KORELASI SPEARMAN
 

Berdasarkan penghitungan di atas diperoleh ukuran korelasi spearman () sebesar 0.418.


Keputusan : Berdasarkan Tabel A.21 untuk hipotesis dua arah n=10 dan α=0.05 diperoleh nilai kritis 0.648.
Maka =0.418 < 0.648 sehingga gagal tolak

Kesimpulan : kehadiran dan nilai ujian saling bebas atau tidak ada hubungan pada alfa 5%.
KORELASI SPEARMAN
KORELASI SPEARMAN

Latihan soal :
Pada suatu survey pengukuran didapatkan data mengenai tinggi badan (cm) dan berat
badan (kg) pada 10 laki – laki dewasa sebagai berikut:

Tinggi Badan (cm) 173 171 175 172 172 175 167 169 171 169
Berat Badan (kg) 85 75 80 90 90 95 55 70 80 75

Berdasarkan data tersebut, apakah tinggi badan dan berat badan saling bebas? Gunakan
taraf nyata 5%.