Anda di halaman 1dari 24

Asuhan

Keperawatan
PALIATIF
ASUHAN KEPERAWATAN 1
Mohamad Zaenal Abidin,AMK,SKM

 Tempat/Tanggal Lahir : Kediri ,12 Desember 1970


 Kantor : Poliklinik Edelweis RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
 Rumah : Karanglo RT 6 RW 24 Tlogoadi Mlati Sleman 55286
 Email : abied.zen1212@gmail.com
 HP : 081392188739
 Pekerjaan : Peawat/Konselor/RR 2012 – sekarang
Ketua PKVHI DIY 2016 - sekarang
 Pendidikan - SPK Gambiran Kediri,1990
- Akper Poltekes Yogyakarta,2002
- Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD,Yogyakarta,2007
· Pelatihan terkait HIV-AIDS:
 Voluntary Counseling and Testing,Bali,Burnet Institute,2003
 TOT HIV-AIDS for Nursing and Midwivery,Bangkok Thailand,WHO,2006
 TOT Kolaborasi TB-HIV,Jakarta,Kemenkes RI,2010
 TOT Care Support and Treatment,Jakarta,Kemenkes RI,2012
 TOT VCT,Surabaya,Kemenkes RI,2013
 ASHM Leadership Course,Melbourne Australia,2014
 20th International AIDS Confrence,Melbourne Australia,2014
 Global Intensive Professional Programe in HIV/GIPPH,University of Sydney Australia,2014
 TOT Reporting and Recording HIV,Jakarta,Kemenkes RI,2016
 Orientasi Pelayanan Komprehensif HIV AIDS & PIMS,Jakarta,Kemenkes RI,2020
Pengertian :
Perawatan yang dilakukan untuk membantu
meringankan dari penderitaan fisik sampai
psikologis pada pasien yang tidak dapat
disembuhkan atau dalam tahap terminal

Pemenuhan kebutuhan fisik, mental, emosi, sosial,


spiritual dan kultural dengan pendekatan tim yang
melibatkan konseling dan kenyamanan serta
berpusat pada pasien dan keluarga untuk
meningkatkan kualitas hidup.

ASUHAN KEPERAWATAN 3
Palliative Care
(WHO,2005)
• Perawatan paliatif merupakan perawatan
terintegrasi yang dapat meningkatkan kualitas
hidup pasien dengan cara mengatasi nyeri
dan gejala yang lain, mendukung pasien
dalam mengatasi masalah psikososial dan
spiritual sejak diagnosa ditegakkan hingga
akhir hayat pasien serta mendukung keluarga
yang berkabung.
Asuhan paliatif bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan
mencegah dan meringankan penderitaan melalui deteksi dini,
pengkajian, dan penanganan nyeri, gejala,
serta isu psikososial dan spiritual.

Holistik, mencakup
Ditujukan bagi seluruh
kebutuhan fisik,
anggota keluarga dan
psikososial, dan spiritual
pelaku rawat lainnya
pasien dan keluarga

Dimulai sejak diagnosis, sepanjang


pengobatan kuratif, hingga jelang ajal
dan pascakematian

Palliative care WHO (2002)


Tujuan Palliative Care
(WHO, 2002)

● Meningkatkan kualitas hidup pasien dan


keluarga
● Menganggap kematian adalah proses yg
normal
● Tidak mempercepat atau menunda
kematian
● Menghilangkan nyeri dan keluhan lain
● Menjaga keseimbangan psikologis &
spiritual
● Memberikan dukungan pada pasien agar tetap
Prinsip dasar perawatan
paliatif
1. Menerima kematian sebagai proses alamiah dari
akhir kehidupan
2. Selalu memprioritaskan kepentingan yang
terbaik bagi pasien
3. Menolak kesia=siaan (futility) pada diagnostik
dan terapi
4. Tidak memperpendek hidup atau
memperpanjang proses menuju akhir hayat
5. Menjamin kualitas hidup dan kematian
Implementasi perawatan
paliatif
• Rawat Jalan
• Rawat inap - teamwork
• Perawatan berbasis rumah/komunitas
- Home care
- Nursing home
- Hospice
Keuntungan Perawatan di Rumah

- Kenyamanan
- Kekeluargaan
- Kebebasan
- Rasa Aman
- Otonom
- Dekat dengan keluarga
- Keterlibatan anggota keluarga
Penanganan di Rumah
( Kewaspadaan standar)
- Nyeri
- Diare
- Mual dan Muntah
- BB Menurun
- Gangguan mulut/oral hygiene
- Konstipasi
- Gangguan psikis
- Gangguan Kulit
- Ulkus
- Demam
Tujuan utama
PC
• Symptom management;
• Menjaga nilai-nilai yang dianut dan diinginkan
oleh pasien
• Mempertahankan komunikasi yg baik antara
pasien dan caregivers;
• Mendukung pemenuhan aspek psychosocial,
spiritual, dan practical support antara
pasien dan keluarga
Etika Perawatan Paliatif
Kepmenkes No 812/Menkes/SK/VII/2007
- Beneficience
Prioritas kepentingan pasien
- Non Maleificience/Do No Harm
Tidak merugikan/menimbulkan cedera
- Otonomi
Hak kemandirian dan keputusan pasien
- Justice
Non diskriminatif,sesuai standar praktek pelayanan kesehatan
- Partnership
Kebenaran,kejujuran,komunikasi yang jelas dan baik
Mengapa HIV-AIDS perlu
perawatan paliatif ???
• Seseorang dgn HIV sangat cocok utk
disebut memenuhi paradigma “serious
illness” dimana membutuhkan perawatan
paliatif terintegrasi sedini mungkin untuk
penanganan penyakitnya(Merlin J et al.,2018)
HIV
infection
• Stigma dan diskriminasi
• antiretroviral therapy (ART), long life
• Perubahan paradigm dari penyakit
mematikan yang rendah prognosis menjadi
penyakit kronis yang berprognosis baik
HIV memerlukan
perawatan kompleks
• Overlaping pengobatan karena
koinfeksi
• Pasien mengerti prognosis dan risiko
penyakitnya
• Manajemen simtom
• Konseling yang adequat
• Nilai dan kepercayaan pasien
• Penyediaan layanan spiritual dan dukungan
bagi pasien dan keluarga
Asuhan Paliatif...
Penanganan dengan tim multidisiplin:
Multidisiplin berkerja dengan pasien dan keluarga

“ We are not here to add days to the children’s lives,


but to add life to their remaining days.”
BAGAIMANA
MENINGKATAN KUALITAS
HIDUP PASIEN?
• Pendekatan Patient'centered care yang
diterapkan sejak klien di diagnosis sampai
dengan akhir hayat memerlukan pemahaman
yang baik terkait aspek fisik, psikologis, sosial
dan spiritual pasien pada kondisi paliatif

(Sterba KR, et al. Journal of Psychosocial Oncology, 31:517–539,


2013 )
MODEL
PATIENT,CENTERED CARE
• Klien berperanan dlm perawatan
• Klien sbg partner dlm rencana pengobatan
• Petugas kesehatan berkolaborasi dgn pasien
dlm pengambilan keputusan terapi
• Berfokus pada kualitas hidup
• Petugas kesehatan banyak mendengar dan
sedikit bicara
Apa peranan perawat paliatif
???
TANGGUNG JAWAB PERAWAT PALIATIF
•Komunikasi yang efektif dengan klien dan keluarga
•Memberikan informasi yang akurat dan tepat pada waktunya
•Membantu klien mendapatkan rasa nyaman dan percaya diri agar
lebih mempunyai gairah hidup
•Memberikan edukasi pada klien dan keluarganya untuk saling
terbuka
dan menerima kondisi dan mendukung klien menghadapi
kondisinya
•Melibatkan keluarga dan kerabat (teman) pada setiap fase perawatan
pasien
•Memberikan pengalihan perawatan dengan cara halus dan
berkelanjutan dari satu fokus perawatan ke perawatan yang lain
•Menyiapkan pasien dan keluarganya menghadapi akhir hayat
•Mendampingi klien dan keluarga dalam setiap fase dan kondisi hingga
akhir hayat ( dying with dignity)
Take home
messages
• Setiap orang mempunyai hak atas dirinya, hak utk
bebas dari rasa nyeri dan pemenuhan kebutuhan
biopsikososio dan spiritual, serta meninggal
secara bermartabat.
• Palliative Care hendaknya dapat diakses di setiap
setting oleh setiap pasien yang membutuhkan
• Dampingi klien agar memiliki rasa percaya diri
dan terbuka pada keluarga
• Edukasi keluarga untuk memberikan support bagi
klien dlm upaya peningkatan QOL
Together,
We Are The
Solution

Matur
Nuwun