Anda di halaman 1dari 17

GUILLAIN

BARE
SYNDROME
KELOMPOK 3
Etty Fadhilah (1702012405)
Evi Rofikah (1702012407)
Faradiba Rifqul .I (1702012408)
PENGERTIAN
 Guillain Bare Syndrome (GBS) adalah penyakit autoimun yang
menimbulkan peradangan dan kerusakan myelin ( material lemak, terdiri
dari lemak dan protein yang membentuk selubung pelindung di sekitar
beberapa jenis serat saraf perifer). Gejala dari penyakit ini mula-mula adalah
kelemahan dan mati rasa di kaki yang dengan cepat, menyebar
menimbulkan kelumpuhan.
MANIFESTASI KLINIS
 Gejala di awali dengan parestasia dan kelemahan otot kaki
 Berkembang ke ekstremitas atas, batang tubuh dan otot wajah
 Teserangnya syaraf kranial dengan adanya paralisi pada ocular , wajah , otot
orofaring, kesukaran berbicara, mengunyah dan menelan
 Disfunsi autonom merupakan komplikasi di antaraya dimanifestasikan oleh
gangguan frekuensi jantung dan ridme , peruhan tekanan darah( hipertensi
transien, hipotensi ortostatik). Disfungsi gastroin testinal, kelainan usus dan
gangguan fasomotor lainnya yang berfariasi.
 Terjadinya nyeri berat dan mennetap pada punggung dan daerah kaki
 Kehilangan sensasi terhadap posisi tubuh .
 Terjadinya gejala neurologic yaitu kadang kadang tampak seperti penyakit flu
ringan dan penyakit ini di kenal sebagai polyneuritis infeks akut , sekarang
nama ini secara umum telah di kenal dan di duga sebagi reaksi imun yang
salah
 Terjadinya gejala motoric
KLASIFIKASI

DEMIELINAS
AKSONAL
I

Bentuk demileinasi adalah inflamasi demielinasi polineuropati akut Acute Inflammatory


Demyelinating Plyneuropathi (AIDP) yaitu perdangan demielinasi yang menyebabkan
penyakit pada persyarafan.

Subtipe lainnya dari GBS adalah degenerasi agsonal primer keadaan ini di kenal sebagai
neuropati motor aksonal akut Acute Motor Axsonal Neutopathi ( AMAN ). GBS aksonal
hampir jarang menyebabkan deficit sensorik.
PATOFISIOLOGI

 Kelemahan dan paralisis yang terjadi pada GBS di sebabkan karena


hilangnya myelin , material yang membungkus syaraf . hialngnya
myelin ini di sebut demyelinisasi yang menyebabkan penghantaran
impuls oleh syaraf tersebut menjadi lambat atau berhenti sama
seklai. GBS menyebabkan inflamasi dan destruksi dari myelin dan
menyerang beberapa syaraf oleh karna itu GBS di sebut juga Acute
Inflammantory Delimeinating Polyradiculoneuropathi (AIDP).
PENATALAKSANAAN
 Saat ini, di ketahui tidak ada terapi khusus yang dapat
menyembuhkan penyakit GBS. Penyakit ini pada sebagian besar
penserita dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang di
berikan lebih bersifat simptomatis. Tujuan dari terapi adalah untuk
mengurangi tingkat keparahan penyakit dan untuk mempercepat
proses penyembuhan penderita . meskipun di katakana sebagian
besar dapat sembuh sendiri, perlu di pikirkan mengenai waktu
perawatan yang lama dan juga masih tingginya angka kecacatan/
gejala sisa pada penderita, sehingga terapi tetap harus di berikan
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN
Pengkajian
Identitas : nama, umur, pekerjaan, alamat, jenis kelamin, suku/bangsa,
agama
Pola-pola pengkajian
Pola Persepsi Kesehatan dan Pemeliharaan Kesehatan
Keadaan sebelum sakit
Tanyakan mengenai vaksinasi yang di dapatkan pasien, lingkungan,
kebiasaan merokok, pernah melakukan check up klinis sebelumnya, dan
upaya yang dilakukan mempertahankan hygiene.
Riwayat Penyakit Saat ini
Keluhan utama : kelemahan otot, nyeri, kesulitan bernapas, serta
kelumpuhan otot.
Riwayat Penyakit yang pernah dialami
Tanyakan pada pasien apakah sering mengalami flu atau penyakit lain
berhubungan dengan saluran napas, cerna, atau penyakit lain. Seperti
HIV,Hepatitis dll
Riwayat Kesehatan Keluarga
Tanyakan apakah ada keluarga pasien mengidap penyakit serupa
Pola Nutrisi dan Metabolik
Gejala : kesulitan dalam menguyah dan menelan. Tanda : gangguan pada
reflex menelan
Pola Eliminasi
Gejala : adanya perubahan pola eliminasi
Tanda : kelemahan pada otot-otot abdomen, hilangnya sensasi anal atau
berkemih dan reflex sfingter
Pola Aktivitas dan Latihan
Gejala : adanya kelemahan dan paralisis secara simetris yang biasanya
dimulai dari ekstremitas bagian bawah dan selanjutnya berkembang
dengan cepat ke arah atas. Kesulitan dalam bernapas, napas pendek
menyebabkan sulit beraktivitas. Perubahan tekanan darah
(hipertensi/hipotensi) menganggu latihan.
Tanda : kelemahan otot, paralisis flaksid (simetris), cara berjalan tidak
mantap. Pernapasan perut, menggunakan otot bantu napas, tampak
sianosis/pucat, takikardi/bradikardi, distrimia.
Pola Persepsi Kognitif
Gejala : kebas, kesemutan yang dimulai dari kaki atau jari-jari kaki dan
selanjutnya terus naik, perubahan rasa terhadap posisi tubuh, vibrasi,
sensasi nyeri, sensasi suhu, dan perubahan dalam ketajaman penglihatan.
Tanda : hilangnya/menurunnya reflex tendon dalam, hilangnya Tinus otot,
adanya masalah dengan keseimbangan. Lalu, adanya kelemahan pada
otot-otot wajah, terjadi proses kelopak mata. Kehilangan kemampuan
untuk berbicara.
Pola Peran dan Hubungan dengan Sesama
Tanda : kehilangan kemampuan untuk berbicara dan berkomunikasi
Pola Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap stress
Gejala : perasaan cemas dan terlalu berkonsentrasi pada Masalah yang
dihadapi Tanda : tampak takut dan bingung
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Pola Napas Tidak Efektif b.d Paralisis Otot


Pernapasan (D.0005)
 Gangguan Persepsi Sensori b.d Paralisis Okuler
(D.0035)
 Konstipasi b.d Kehilangan Sensasi Dan Reflex
Sfingter (D.0049)
TERIMAKASIH