Anda di halaman 1dari 19

BENIGN PAROXYSMAL

POSITIONAL VERTIGO
ALFINDY PERDINAN - 1940312083
DR.JACKY MUNILSON, SPTHT-KL (K), FICS
PENDAHULUAN

• Vertigo didefinisikan sebagai persepsi subjektif dari gerakan rotasi atau translasi tanpa adanya stimulus
eksternal.
• Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) → penyakit pada organ vestibular perifer yang paling
umum dan ditandai dengan sensasi berputar transien mendadak yang disertai dengan nistagmus yang
khas.
• Gejala dipicu oleh perubahan posisi kepala.
• Penelitian cross-sectional di Eropa → prevalensi BPPV seumur hidup menjadi 2,4%, dan pada penelitian
lainnya didapatkan insiden menjadi 10,7 hingga 64 kasus per 100.000 per tahun.
• Dipengaruhi oleh penuaan → onset puncaknya terjadi pada dekade kelima dan keenam kehidupan.
• Wanita : laki-laki = 2 - 3 : 1
PENDAHULUAN

• Biaya perawatan kesehatan yang cukup besar yaitu sekitar $ 2 miliar per tahun di Amerika Serikat.
• Keterlambatan diagnosis dan pengobatan BPPV cukup sering terjadi dan berdampak pada finansial dan
kualitas hidup pada pasien dan pengasuh.
• Sebuah penelitian cross-sectional terhadap 100 pasien lansia didapatkan bahwa pada mereka dengan
gejala yang tidak berhubungan dengan gangguan keseimbangan, 9% memiliki BPPV yang sebelumnya
tidak diketahui.
• Selanjutnya, pada suatu penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 10% hingga 20% pasien
mendapatkan pengobatan yang tepat.
• Mengetahui Benign
Tujuan
Paroxysmal Positional Vertigo.
• Menambah wawasan
Manfaat khususnya tentang Benign
Paroxysmal Positional Vertigo
• Studi kepustakaan dengan
Metode merujuk pada berbagai
literatur.
ANATOMI
ORGAN
VESTIBULAR
Labirin
1. Labirin statis : utrikulus dan
sakulus
 Makula
 Sel rambut
 Otolith/otokonis :
endapan kalsium
2. Labirin kinetik : tiga kanalis
semisirkularis
 Ampula
 Sel reseptor
keseimbangan
 Kupula

5
FISIOLOGIS ORGAN VESTIBULAR

• Sebagai transduser : mengubah energi mekanik akibat gerakan otolit dan endolimfa
menjadi energi biolistrik  informasi perubahan posisi tubuh

Memberi informasi mengenai semua gerak


tubuh yang sedang berlangsung
FISIOLOGIS ORGAN VESTIBULAR

Gerakan atau perubahan kepala dan tubuh  perpindahan cairan


endolimfa di labirin  silia sel rambut menekuk  permeabilitas
membran sel berubah  ion kalsium akan masuk ke dalam sel 
depolarisasi  pelepasan neutransmitter eksitator  impuls ke saraf
aferen ke pusat keseimbangan di otak
DEFINISI

• Gangguan keseimbangan yang ditandai dengan adanya sensasi berputar dari


dunia sekelilingnya atau dirinya sendiri yang berputar dan bersifat episodik
yang diprovokasi oleh gerakan kepala. Kondisi ini terjadi ketika Kristal kalsium
karbonat di utrikulus terlepas dan masuk ke dalam salah satu atau lebih
kanalis semi sirkularis vestibuler sehingga terjadi rangsangan gangguan
keseimbangan.
EPIDEMIOLOGI

• Pusing, termasuk vertigo, menyerang 15% hingga 20% orang dewasa setiap
tahun berdasarkan penelitian epidemiologi.
• Prevalensi kejadian BPPV seumur hidup secara khusus ditemukan 2,9%, dan
insiden meningkat seiring bertambahnya usia karena degenerasi membran
otolitik.
• Usia penderita BPPV biasanya pada usia 50-70 tahun, paling banyak adalah
diatas 51 tahun. Jarang ditemukan pada orang berusia kurang dari 35 tahun
bila tidak didahului riwayat trauma kepala.
ETIOLOGI

• idiopatik (50%)
• trauma kepala (17%)
• neuritis vestibularis (15%)
• Penyebab lain :migraine, implantasi gigi dan operasi telinga, dapat
juga sebagai akibat dari posisi tidur yang lama.
PATOFISIOLOGI

Kupulolitiasis Kanalitiasis
• Otokonia (kristal kalsium • Otolith (kalsium karbonat) dari
karbonat) lepas dari membran makula pada utrikulus lepas
otolit di utriculus dan sakulus, dan bergerak dalam lumen
kemudian menempel di kupula salah satu kanal semisirkular.
• Pergerakan otolith
menyebabkan pergerakan
endolimfa  menstimulasi
ampula pada kanal tsb 
vertigo
• Otolith 85-95% di kanalis
semisrkularis posterior
MANIFESTASI KLINIS

 Rasa pusing berputar hebat saat mengubah posisi kepala terhadap gravitasi
 Berlangsung lebih kurang satu menit
 Disertai mual, muntah, keringat dingin
 Intensitas vertigo semakin lama semakin berkurang atau menghilang ->
Kanalolitiasis
 Intensitas vertigo tidak berkurang ->Kupulolitiasis
DIAGNOSIS - ANAMNESIS

• Pasien biasanya mengeluh vertigo dengan onset akut kurang dari 10-30 detik akibat perubahan posisi
kepala dan tidak disertai dengan gejala tambahan selain mual pada beberapa pasien.
• Posisi yang dapat memprovokasi timbulnya gejala diantaranya berbalik di tempat tidur pada posisi
lateral, bangun dari tempat tidur, melihat ke atas dan belakang, dan membungkuk.
• Beberapa pasien yang rentan terhadap motion sickness mungkin akan merasa mual dan pusing selama
berjam-jam setelah serangan vertigo
• Jika pasien melaporkan episode vertigo spontan, atau vertigo yang berlangsung lebih dari 1 atau 2
menit, atau jika episode vertigo tidak pernah terjadi di tempat tidur atau dengan perubahan posisi
kepala, maka kita harus mempertanyakan diagnosis dari BPPV.3,7
DIAGNOSIS – PEMERIKSAAN FISIK
Tes Dix-Hallpike : Untuk Tes Kalori : 2 macam air : Supine Roll :Bila tes Dix-
memprovokasi serangan vertigo 30ºC dan 44ºC, untuk Hallpike (-), melihat BPPV
dan melihat nystagmus melihat nistagmus kanal lateral/horizontal
TATALAKSANA
• Non Farmakologi
1. Manuver Epley
2. Manuver Semont
3. Mnanuver Lampert
KEBERHASILAN TERAPI

1. Asimptomatis : pasien tidak lagi mengeluhkan rasa pusing


berputar
2. Perbaikan : keluhan vertigo telah berkuang 70 % secara subjektif,
pasien mampu melakukan aktivitas yang sebelumnya dihindari.
3. Tidak ada perbaikan : keluhan vertigo yang dirasakan berkurang
<70% dan nystagmus muncul dengan intensitas yang sama.
TATALAKSANA
Farmakologi
1. Suppresant vestibular, obat yang digunakan adalah golongan benzodiazepine (diazepam,
clonazepam) dan antihistamine (meclizine, dipenhidramin).
2. Benzodiazepines dapat mengurangi sensasi berputar namun dapat mengganggu kompensasi
sentral pada kondisi vestibular perifer.
3. Antihistamine mempunyai efek supresif pada pusat muntah sehingga dapat mengurangi mual dan
muntah karena motion sickness. Harus diperhatikan bahwa benzodiazepine dan antihistamine
dapat mengganggu kompensasi sentral pada kerusakan vestibular sehingga penggunaannya
diminimalkan

Pembedahan
• Singular neurectomy dan oklusi kanalis semisirkularis posterior
KOMPLIKASI
• BPPV persisten yang berat dapat menyebabkan
muntah, penderita mungkin beresiko mengalami
dehidrasi
KESIMPULAN
• Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan bentuk dari vertigo posisional.
• Definisi vertigo posisional adalah sensasi berputar yang disebabkan oleh perubahan posisi kepala.
• Sedangkan BPPV didefinisikan sebagai gangguan yang terjadi di telinga dalam dengan gejala vertigo
posisional yang terjadi secara berulang-ulang dengan tipikal nistagmus paroksimal.
• Usia penderita BPPV biasanya pada usia 50-70 tahun, paling banyak adalah diatas 51 tahun. Jarang
ditemukan pada orang berusia kurang dari 35 tahun bila tidak didahului riwayat trauma kepala.
• Benign Paroxysmal Positional Vertigo adalah suatu penyakit yang dapat sembuh secara spontan dalam
beberapa bulan.
• Namun telah banyak penelitian yang membuktikan dengan pemberian terapi dengan manuver reposisi
partikel/ Particle Repositioning Maneuver (PRM) dapat secara efektif menghilangkan vertigo pada BPPV,
meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi risiko jatuh pada pasien