Anda di halaman 1dari 10

PESAWAT C-ARM

AHMAD FATHONI
(P22040118004)
PENGERTIAN PESAWAT C-ARM
Pesawat rongent C ARM adalah pesawat rontgen yang digunakan di ruang op
erasi untuk memeriksa kondisi pasient sebelum dioperasi dan sesudah operas
i, terutama pada operasi pemasangan pen untuk menyambung tulang yang pat
ah. Peawat rontgen ini dinamakan C ARM karena tempat dudukan tabung ront
gen dan image intensifier berbentuk huruf C, sehingga tabung rontgen dan ima
ge intensifier berhadapan lurus dalam satu sumbu. Jadi pasien yang akan di op
erasi tidur di meja operasi dapat ditempatkan diantara tabung rontgen dan ima
ge intensifier. Pesawat C ARM ini dapat untuk flouroskopi dan juga untuk Tadio
graphi.
FUNGSI C-ARM
Digunakan untuk melihat gambar atau obyek dari pasien yang akan dilihat langsung de
ngan cara floroscopi dengan bantuan layar monitor. Berfungsi untuk menunjang proses
pelayanan medis pada penanganan penyakit organ dalam, tulang, dan tindakan operasi.
Hal itu merupakan keunggulan teknologi C-Arm ini. Dengan menggunakan alat terseb
ut, letak benda atau obyek pemeriksaan yang berada di dalam tubuh dengan mudah da
pat dideteksi, bahkan dapat dilihat langsung secara real time. Uniknya lagi, teknologi
C-Arm ini mampu menampilkan objek secara tiga dimensi, sehingga dapat dilihat den
gan lebih jelas dan utuh dari berbagai sisi dan posisi. Kecanggihannya ini, C-Arm dapa
t meminimalkan kesalahan dalam memprediksi letak objek, diagnosa, dan tindakan me
dis lainnya. Yang paling mengesankan, alat ini dapat memperlihatkan proses pelaksana
an tindakan medis dan operasi tulang atau bagian dalam organ tubuh manusia lainnya s
ecara langsung (real time) sehingga proses operasi dan tindakan medis yang dilakukan
dapat berjalan dengan mudah, akurat, aman, dan nyaman.
TAMPILAN PHISIC C-ARM
KETERANGAN:
• Display monitors : Menampilkan hasil pengambilan gambar, dan
proses editing
• Image intensifier : Mengubah sinar x menjadi cahaya tampak dan
memperkuat berkaas-berkas cahaya sehingga gambar yang dihasil
kan lebih tajam
• Detektor : Terbuat dari crystals iodide (CsI) yang mempunyai sifat
memendarkan cahaya apabila terkena radiasi sinar-X. Absorpsi da
ri detektor sebesar 60% dari radiasi sinar-X.
• X-Ray Tube : Penghasil sinar x
• C-arm motion : Untuk menggerakkan lengan dari pesawat C-arm
• Colimator : Untuk menentukan luas penyinaran sinar x
• TV camera : Mengubah cahaya tampak menjadi sinyal listrik
• Control table : Untuk pemilihan mode c-arm difungsikan sebagai f
luoroscopy atau radiologi, pemilihan kV dan mA
KOMPONEN C-ARM
• X-ray tube dan generator
Tabung sinar-X fluoroskopi sangat mirip desainnya dengan tabung sinar-X diagnostik konvesional kecuali ba
hwa tabung sinar-X fluoroskopi dirancang untuk dapat mengeluarkan sinar-X lebih lama dari pada tube diagnostik
konvensional dengan mA yang jauh lebih kecil. Dimana tipe tabung diagnostik konvensional memiliki range mA
antara 50-1200 mA sedangkan range mA pada tabung sinar-X fluoroskopi antara 0,5-5,0 mA. Sebuah Intensification
Tube (talang penguat) dirancang untuk menambah kecerahan gambar secara elektronik Pencerah gambar mo
dern sekarang ini mampu mencerahkan gambar hingga 500-8000 kali lipat.
• Image Intensifier
Semua sistem fluoroskopi menggunakan Image Intisifier yang menghasilkan gambar selama fluoroskopi den
gan mengkonversi low intensity full size image ke high-intensity minified image. Image Intisifieradalah alat ya
ng berupa detektor dan PMT (didalamnya terdapat photocatoda, focusing electroda, dinode, dan output phosp
or).Untuk melakukan fluoroskopi dalam kamar dengan keadaan terang dan tanpa perlu adaptasi gelap.
• Sistem Monitoring dan Video
Beberapa viewing system telah mampu mengirim gambar dari output screen menuju alat penampil gambar (Vie
wer). Dikarenakan output phospor hanya berdiameter 1 inch (2,54 cm), gambar yang dihasilkan relatif kecil, karena
itu harus diperbesar dan di monitor oleh sistem tambahan. Termasuk diantaranya Optical Mirror, Video, Cine
dan sistem spot film. Beberapa dari sistem penampil gambar tersebut mampu menampilkan gambar bergerak s
ecara langsung (Real-Time Viewing) dan beberapa yang lainnya untuk gambar diam (Static Image).
BLOK DIAGRAM
CARA KERJA
• Xray tube menembakkan sinar X yang menembus pasien
• Sebagian diserap tubuh dan sebagian diteruskan ke image intensifier
• Oleh image intensifier Sinar X dirubah menjadi cahaya tampak
• Yang kemudian cahaya tampak akan dirubah menjadi sinyal listrik,lalu akan teruskan ke tv camera
• Video atau CCD camera yang dihasilkan dari tv camera akan dirubah ke ADC dan Digital image yg akan la
nsung muncul di monitor.
SPESIFIKASI TEKNIK PESAWAT C-ARM
Teknik
Sinar X-ray yang dilepaskan akan menembus bagian tubuh pasien yang diperiksa. Kemudian, akan
menciptakan suatu gambar pada detektor. Gambaran bagian tubuh pasien, kemudian akan ditransmisi
kan pada monitor. Pada monitor, jaringan, atau organ dalam, atau, zat kontras, atau alat medis yang d
imasukkan kedalam tubuh pasien, dapat terlihat pergerakannya secara detail. Jadi, bagian tubuh yang
bersifat radio-opaque, atau yang diberikan zat pewarna, atau kontras, dapat divisualisasi.
Tergantung jenis prosedural pemeriksaan, pasien dapat diminta menggerakkan bagian tubuh tertentu,
atau ubah posisi, atau menahan napas untuk beberapa saat secara interval, selama prosedur berlangsu
ng.
Pesawat sinar-X untuk pemeriksaan umum secara rutin harus mempunyai spesifikasi:
•Daya generator paling rendah 5 kW (lima kilowatt)
•Kuat arus tabung paling rendah 50 mA (limapuluh miliamper)
•Tegangan tabung dapat dioperasikan hingga 100 kV (seratus kilovolt)
VIDEO
TERIMA KASIH