Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN KASUS

SEPSIS NEONATORUM

MARISKA NADA DEBORA (11.2017.238)


Tutor :
dr. Martaviani B, M.Kes, Sp.A
 
Moderator :
dr. Erita Ilyas, Sp. A
   
KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK
RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO
IDENTITAS PASIEN
Nama Pasien : An. A.K
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia / Tanggal Lahir : 27 hari / 20 Juli 2018
No. Rekam Medis : 89 – 97 – XX
Agama : Islam
Pekerjaan : Dibawah umur
Alamat : Jl. Mangga Besar
ANAMNESIS
 Alloanamnesis, tanggal 16 Agustus 2018; pukul 12.00 WIB
 Data dari : Rekam Medik

KELUHAN UTAMA
Sesak napas
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat lahir 1 hari
2 hari
3 hari 6 hari
perawat
(20 Juli perawat
an
an
perawa
tan
perawa
tan
2018)

Lahir bayi perempuan dari ibu (29 thn) G4P3A0 dengan berat lahir 930 gram dan kurang
bulan (28 minggu)
Sectio caesarea KPD 5 jam, air ketuban putih keruh dan berbau amis, presentasi kaki-
kepala, gameli.
APGAR Score 4-6
Bayi merintih, tidak langsung menangis, gerak tidak aktif, mukosa mulut sianosis dan
kemerahan, pada thorax tampak retraksi, sesak dan terdapat napas cuping hidung
Anus (+) dan tidak terdapat kelainan kongenital
Bayi kemudian dipasang CPAP FiO2 30% PEEP 7, umbilical infus dan OGT.
Bayi diberikan injeksi Neo K 1 mg IM, salep mata ODS Kemicetine, injeksi
ampicilin sulbactam 2x40 mg IV, injeksi gentamicin 1x5mg IV/36 jam. Bayi dicek
GDS one touch didapatkan hasil 9 mg/dL kemudian diberi D10% 2 cc, GDS
menjadi 60 mg/dL dan loading NaCl 10 cc dalam ½ jam.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir 1 hari 2 hari 3 hari 6 hari
perawa perawa
(20 Juli perawa
2018)
perawata tan
tan tan
n

Bayi stabil
Infus PG 1 31 ml/jam
CPAP FiO2 diturunkan menjadi 25% PEEP 5
Injeksi Aminophilin 2x2,3mg IV untuk mencegah Apnea of prematurity.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
1 hari 2 hari
lahir 3 hari 6 hari
(20 Juli
perawa
tan
perawat perawa perawa
2018) tan tan
an

•Kulit ikterik dari kepala sampai perut bagian atas (kramer 1-2)
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir
1 hari 2 hari
perawa
3 hari 6 hari
perawa
(20 Juli
2018)
tan tan perawa perawa
tan
tan

•CPAP diganti menjadi CNO FIO2 25% PEEP 5 untuk mencegah distress napas.
•OGT didapatkan residu berwarna coklat kehitaman, serta bayi tampak kembung
dan distensi, bayi diberikan injeksi Rantin 3x1mg IV.
•Hiperbilirubinemia dengan fototerapi 1 lampu
•Infus juga diganti menjadi PG 2 4,2cc/jam
•Bayi juga diberikan injeksi albumin 20% 3x6cc karena dari hasil pemeriksaan
laboratorium didapatkan albumin 1.9 mg/dL.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir
1 hari 2 hari 3 hari 6 hari
perawa perawa perawa
(20 Juli
tan tan tan
perawa
2018)
tan

CNO diganti menjadi HFN FiO2 25% flow 7.


Transfusi FFP 3x10 ml dan PRC 1x20 ml
Injeksi ceftazidime 2x50 mg dan injeksi amikin 1x7 mg/24 jam.
Riwayat Penyakit Sekarang
8 hari 16 hari
26 hari
perawat
perawata perawat
an
an
n

HFN 21% flow 7 turun bertahap menjadi flow 6,3


Kultur darah dan resistensi obat didapatkan hasil biakan Acinetobacter
baumanii dan pasien sensitif terhadap antibiotik meropenem 3x45 mg
Riwayat Penyakit Sekarang
8 hari 16 hari 26 hari
perawa
perawa perawata tan
tan
n

Myostatin 3x1cc untuk mencegah infeksi jamur


Probiotik interlac 1x5 tetes per oral
Riwayat Penyakit Sekarang
16 hari 26 hari
8 hari
perawa
perawa
tan
perawat
tan
an

Prokinetik erisanbe 3x0,5 cc


Injeksi aminofilin distop, dan ganti caffeine sitrat 22 mg (loading
dose) 24 jam kemudian caffeine sitrat 5,5 mg.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat
Tidak adaPenyakit Keluarga dan Lingkungan Sekitar

Riwayat ibu menderita DM, HT, asma, penyakit


jantung sebelum hamil disangkal
Riwayat Ibu menderita PMS selama kehamilan
Riwayat Ibu mengidap HbsAg (+) untuk jangka waktu lebih dari 6
atau pada saat proses persalinan disangkal
bulan dan tetap positif disangkal
Riwayat ayah merokok diakui
Nenek pasien menderita diabetes mellitus
Riwayat Ayah menderita PMS sebelum dan
selama istrinya hamil disangkal.
Riwayat ibu mendapat transfusi darah selama
kehamilan disangkal
Riwayat Kehamilan

Perempuan 29 tahun G4P3A0 hamil 28 minggu


 ANC rutin Bulan ke 1-5 kehamilan : 1x/bulan
Bulan ke 6-lahir : 2x/bulan
 Selama kehamilan tidak ada keluhan
 Riwayat sakit anemia dengan Hb 8,89 g/dL tidak ada riwayat transfusi darah
 Ibu hanya minum vitamin dan asam folat yang diberikan oleh dokter
Riwayat Kelahiran

Tempat
Keadaanbersalin : Rumah
setelah lahir : Bersalin RSPAD GS
• Penolong
 merintih : Dokter
• tidak langsung menangis
 Cara persalinan : SC (KPD 5 jam, air ketuban putih keruh dan berbau amis,
• presentasi
menangiskaki-kepala,
tidak adekuatgameli)
• gerak tidak aktif

• BBL
mukosa mulut: sianosis
930 gram (BBLASR)
• PB
 : 36 cm
thorax tampak retraksi, sesak, dan NCH (+)
• Masa
 CRT> gestasi
3 detik : kurang bulan (28 minggu)
Kelainan bawaan : tidak ada
APGAR Score : 4/6
Skor Downes
Tumbuh Kembang Riwayat imunisasi :-

 Mengikuti objek dengan mata : +


 Bereaksi terhadap suara/bunyi : +
Riwayat makan
ASI dan susu formula BBLR
Pemeriksaan Fisik
Pada tanggal 16/08/2018 jam 12.00 WIB
Pasien bayi perempuan usia 27 hari dengan :

 Berat badan : 1.080 gram


Keadaan
Panjang umum
badan : 38: tampak
cm sakit sedang, gerakan aktif, tangisan kuat
Frekuensi denyut jantung
Lingkar kepala : 27 cm : 140 x/menit, kuat angkat, isi cukup, irama regular dan
 Lingkar dada : 22 cm ekual pada keempat ekstremitas
 Suhu : 37.0°c diukur pada axilla
 Lingkar perut : 23 cm
 Pernapasan : 50x/menit, regular, tidak tampak retraksi, tipe
pernapasan
Lingkar bahu : 24 cm abdominothoraxal
 Saturasi oksigen : 97%
Refleks neonatus:
Refleks mencari (rooting) : (+)
Gizi (menurut grafik WHO untuk anak perempuan usia 0-5 tahun)
Refleks menggenggam (grasping) : (+)
BB/U : 1,08 / 27 = (-z-score < -3)
TB/U Refleks menghisap
: 38/ (sucking)
27 = (-z-score < -3) : (+)
IMT/U Refleks moro/ (0,38)2 = 7,4 (-z-score < -3)
: 1.080 : (+)
Kesimpulan : perawakan sangat pendek, gizi kurang/buruk
 
Kelenjar Getah Bening
Leher : tidak teraba pembesaran
 Kelainan Mukosa/Kulit/Subkutan
Submandibula Menyeluruh
: tidak teraba pembesaran
Pucat
Supraklavikula : tidak: teraba
tidak pucat
pembesaran
Sianosis
Axilla : tidak: teraba
tidak sianosis
pembesaran
Ikterik
Inguinal : tidak: teraba
tidak ikterik
pembesaran
Perdarahan
Lainnya : - : tidak ada perdarahan
Edema generalisata : tidak ada
Perabaan kulit : tidak teraba kasar, akral hangat
Turgor : baik
NEW BALLARD SCORE
-1 0 1 2 3 4 5
Pemeriksaan Penunjang
Resume
Bayi lahir dengan tindakan SC dari perempuan 29 tahun G4P3A0 atas
indikasi ketuban pecah dini 5 jam, janin presentasi kaki-kepala gameli, dengan
usia kehamilan 28 minggu dengan berat badan lahir 930 gram. Ketuban
berwarna putih keruh dan berbau amis. APGAR score 4/6, hasil skor downes
menunjukkan bayi mengalami gawat napas. Setelah lahir tanda-tanda vital bayi
adalah nadi 250x/menit, pernafasan 68x/menit, suhu 35°C, bayi merintih, tidak
langsung menangis, gerak tidak aktif, mukosa mulut sianosis dan kemerahan,
pada thorax tampak retraksi, sesak, sianosis dan terdapat napas cuping hidung.
Dari hasil pemeriksaan kultur darah didapatkan hasil biakan bakteri
Acinetobacter baumannii.
Diagnosis
DiagnosisBanding
kerja
 Sepsis neonatal ec Acinetobacter baumanii

 Neonatus kurang bulan- sesuai masa kehamilan

 Bayi berat lahir amat
BBLASR-Prematur, UGsangat
28 minggu
rendah (BBLASR)-Prematur, UG 28 minggu

 Apnea ofhipoglikemia
Riwayat Prematurity transien berulang

 Necrotizing
Riwayat AOPenterocolitis

 Respiratory
Riwayat NECDistress Syndrome ec prematuritas, HMD grade I

 GI Tract bleeding
Riwayat RDS ec prematuritas, HMD grade I

 Hipoglikemia
Riwayat GIT bleeding

 Hyperbilirubinemia
Riwayat hyperbilirubinemia

 Gangguan
Riwayat gangguan
pembekuanpembekuan
darah darah post transfusi
Pemeriksaan Anjuran
Pemeriksaan darah lengkap
Kultur darah
Kadar rasio IT
CRP
Cek fungsi hati
Cek fungsi ginjal
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
Medikamentosa

• Atasi kebutuhan
Rawat inkubator cairan
(jaga T150
36,5-37,5
cc/kgBB/hari.
o
C) tdd : IVFD PG 2 5ml/jam, ASI
• 12x11ml/OGT
Terapi O2
• Atasi
ASI oninfeksi
demand: inj meropenem 3x50 mg IV
•  Atasi AOP : Caffein citrate 1x5,5 mg puv p.o
• Cegah jamur sistemik : micostatin drop 3x1 cc
• Prokinetik : erisanbe 3x0,5ml p.o
• Probiotik : interlac 1x5 tetes p.o
Prognosis
◦ Quo ad Vitam : dubia ad bonam
◦ Quo ad Functionam : dubia ad bonam
◦ Quo ad Sanationam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
BKB-SMK
Definisi
Sepsis atau septikemia adalah kumpulan gejala klinis dari penyakit
infeksi berat, disertai respons sistemik berupa hipotermia atau
hipertermia, takikardi, hiperventilasi dan letargi.

Kriteria Definisi
Infeksi Terbukti infeksi (proven infection) bila ditemukan kuman
penyebab, atau tersangka infeksi (suspected infection) bila
terdapat sindrom klinis (gejala klinis dan penunjang lain)

Sepsis SIRS disertai infeksi yang terbukti atau tersangka

Syok Sepsis Sepsis dan disfungsi organ kardiovaskular


AWITAN TERJADINYA SEPSIS NEONATORUM

Early Onset Late Onset


Early Onset Late Onset
- < 72 jam - ≥ 72 jam
- < 72 jam - ≥ 72 jam
- berkaitan dengan infeksi - berkaitan dengan infeksi nosokomial /
- berkaitan dengan infeksi - berkaitan dengan infeksi nosokomial /
vertikal/maternal genital tract HAI – Hospital Acquired Infection)
vertikal/maternal genital tract HAI – Hospital Acquired Infection)
- biasanya menunjukkan gejala -BBLR, prematur, perawatan di ruang
- biasanya menunjukkan gejala -BBLR, prematur, perawatan di ruang
distress pernapasan intensif, menggunakan ventilasi mekanik
distress pernapasan intensif, menggunakan ventilasi mekanik
atau prosedur invasif lainya
atau prosedur invasif lainya

36 36
Epidemiologi
Di RSCM telah terjadi 3 kali perubahan pola kuman dalam 30 tahun terakhir. Di
Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM pada tahun
2003
Acinetobacter sp, Enterobacter sp, Pseudomonas sp.
Data terakhir bulan Juli 2004-Mei 2005 menunjukkan Acinetobacter
calcoacetius paling sering (35,67%), diikuti Enterobacter sp (7,01%), dan
Staphylococcus sp (6,81%).
Etiologi
SNAD
E.coli, klebsiella, Enterococcus, Group B
streptococcus, Coagulase negative staphylococci

SNAL
Pseudomonas, Klebsiella, MRSA, Coagulase
negative staphylococci, Acinetobacter sp.
Patofisiologi
• Antenatal (TORCH)
• Intranatal
 kuman naik mencapai korion dan amnion
 saat bayi melewati jalan lahir
• Pascanatal
Faktor Resiko
Faktor risiko
Faktor risiko ibu:
bayi:
KPD
Prematuritas
> 18 jam.dan
KPDBBL
>24 jam (meningkat sekitar 1% ) + korioamnionitis
(meningkat menjadi 4x)
Dirawat di RS
Infeksi dan demam (>38°C)
Prosedur invasif
Cairan ketuban hijau keruh dan berbau
Asfiksia neonatorum
Kehamilan multipel
Tidak diberi ASI
Persalinan dan kehamilan kurang bulan
Pemberian nutrisi parenteral
Faktor sosial ekonomi dan gizi ibu
Perawatan di bangsal intensif terlalu lama
Gambaran Klinis Sepsis Neonatorum
Lethargy, hipo/hipertermi
Gawat napas, apnea, takipnea
 Hipoglikemia,/hiperglikemia
Sianosis paling sering ditemui
 Pitched cry
Takikardia
 Irritable
Gejala gastrointestinal :
 Kejang
 muntah
 Pontanela menonjol atau penuh
 diare
 Hipotensi
 distensi abdomen
 Syok
 kesulitan minum
 Purpura, perdarahan GIT, DIC
 hepatomegali
 ikterus
Faktor Risiko Mayor Faktor Risiko Minor
Ketuban pecah > 24 jam Ketuban pecah > 12 jam
Ibu demam saat intrapartum, Ibu demam saat intrapartum,
suhu > 38 C suhu > 37,5 C
Korioamnionitis
Nilai APGAR rendah (menit
Denyut jantung janin ke -1 < 5, menit ke – 5 < 7)
menetap > 160 kali/menit
BBLSR < 1500 gr
Ketuban
berbau Usia gestasi < 37 minggu
Kehamilan ganda
Seorang bayi memiliki risiko sepsis bila
memenuhi 2 MAYOR atau 1 MAYOR + 2 Keputihan yang tidak diobati
MINOR
Pada pasien : 2 MAYOR + 4 MINOR ISK atau tersangka ISK yang
tidak diobati
Algoritme Sepsis Neonatorum (IDAI 2009)
Di Perjan RS Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO

Gejala klinis sepsis (+) Gejala klinis sepsis (-)

Antibiotik (+) Faktor risiko (+) Faktor risiko (-)


(sebelumnya dilakukan 1 mayor atau 2 minor
Septic Workup**)

Observasi
Periksa septic marker*

Normal Meragukan
Abnormal
(minimal 2 septic marker* (+))

Ulang septic marker* Ulang septic marker*


12 – 24 jam 12 – 24 jam

Normal Normal Abnormal Kultur AB

Observasi Stop bila


kultur (-)
Pemeriksaan Penunjang
Kultur darah  Gold standart  acuan pemberian antibiotik yang tepat
LAB
- Pewarnaan gram
- Leukositosis atau leukopenia < 5000 atau >30.000
- IT ratio > 0,2
- trombositopenia < 150.000
- peningkatan protein inflamasi, CRP> 15, prokalsitonin ≥2
- hipo/hiperglikemia, minimal 2 x pemeriksaan (> 180 mg/dL atau < 45 mg/dL)

Lumbal Punksi, foto polos abdomen, dan kultur urin  atas indikasi
Septic Marker
Hitung leukosit Hitung CRP (normal
( 5000 – trombosit 1.0 mg/dl atau
30.000/uL) ( >150.000/uL) 10 mg/l)

IT rasio yaitu rasio neutrofil imatur dengan


neutrofil total (normal : <0,2)

Septic
Septic marker +
Workup kultur
darah
Antibiotika lini pertama
Amoxyclav Gentamisin
◦ Dosis IV, IM : 50 mg/Kg/dose • Dosis iv, IM 5 mg/Kg/dose
◦ Usia Gestasi < 37 ≤28 hari  tiap 12 jam • Berat < 1200 g
• Usia ≤ 7 hari  48 jam
>28 hari  tiap 8 jam • Usia 8 sampai 30 hari  36 jam
◦ Usia Gestasi ≤ 7 hari  tiap 12 jam • Usia > 30 hari  24 jam
> 7 hari  tiap 8 jam • Berat ≥ 1200 g
• Usia ≤ 7 hari  36 jam
• Usia > 7 hari  24 jam
Antibiotika lini kedua
Piperacilin tazobactam
Dosis 50 mg/KgBB/dosis dapat ditingkatkan menjadi 75 mg/KgBB/dosis
◦ ≤ 7 hari  tiap 12 jam
◦ > 7 hari  tiap 6-8 jam
Amikasin
◦ Dosis : 7,5 mg/KgBB/dosis
◦ Usia gestasi < 28 minggu 36 jam
◦ Usia gestasi 28 sd 29 minggu 24 jam
◦ Usia gestasi 30 sd 35 minggu 18 jam
◦ Usia gestasi ≥ 36 minggu 12 jam
Antibiotika lini ketiga
Meropenem
Dosis 20 sampai 40 mg per KgBB/dosis
◦ Usia ≤7 hari tiap 12 jam
◦ Usia > 7 hari tiap 8 jam
Komplikasi
Meningitis
Hipoglikemia
Asidosis metabolik
Koagulopati
Gagal ginjal
Disfungsi miokard
Perdarahan intrakranial
60 % keadaan syok septik akan menimbulkan komplikasi Acute Respiratory
Distress Syndrome (ARDS).
Prognosis
Rasio kematian pada sepsis neonatorum :
• 2–4 kali lebih tinggi pada BKB dan BCB.
•sepsis awitan dini : 15 – 40 % pada infeksi SBG pada SAD adalah 2 – 30 %
•sepsis awitan lambat : 10 – 20 % pada infeksi SGB pada SAL kira – kira 2 %
Pencegahan
Perawatan antenatal : ANC berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit
infeksi yang di derita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera
terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin
Pada saat persalinan : dilakukan secara aseptik, tindakan intervensi pada ibu
dan bayi seminimal
Sesudah persalinan : rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya,
lingkungan dan peralatan tetap bersih, setiap bayi menggunakan peralatan
tersendiri, perawatan luka umbilikus secara steril, mencuci tangan, pemberian
antibiotik secara rasional
ANALISIS KASUS
○ Faktor Risiko ○ Gejala Klinis ○ Pemeriksaan Penunjang

 Denyut jantug janin - Merintih - Leukosit : 3910 ;


 Denyut jantug janin - - Merintih - Leukosit : 3910 ;
menetap > 160 Gerak tidak aktif 1660 ; 2720
- Gerak tidak aktif 1660 ; 2720
menetap > 160 - Mukosa mulut sianosis - Trombosit:
kali/menit - Mukosa mulut sianosis - Trombosit:
kali/menit - Retraksi sela iga 148.000;
 Ketuban berbau - Retraksi sela iga 148.000;
 Ketuban berbau - Takipnea - CRP : 1.8
 Nilai APGAR 4/6 - - Takipnea - CRP : 1.8
 Nilai APGAR 4/6 Napas cuping hidung
 BBLASR < 1000 gram - - Napas cuping hidung
Takikardia dan
 BBLASR < 1000 gram - Takikardia dan
 UG < 37 minggu - Hipotermia (suhu saat
 UG < 37 minggu - Hipotermia (suhu saat
 Kehamilan ganda lahir 35oCo )
 Kehamilan ganda lahir 35 C )
IBU : KPD 5 jam dengan ketuban
berwarna putih keruh dan berbau amis,
kehamilan multiple, persalinan dan Sepsis neonatorum ec - Hasil kultur :
kehamilan kurang bulan dan Acinetobacter
Acinetobacter baumanii
baumanii
BAYI : prematuritas dan BBLASR,
penggunaan alat, asfiksia neonatorum,
pemberian nutrisi parenteral
• Sebelum kultur :
 Injeksi ampicilin sulbactam 2x40 mg IV, injeksi gentamicin 1x5mg IV/36
jam
 Enam hari masa perawatan injeksi ceftazidime 2x50 mg dan injeksi amikin
1x7 mg/24 jam

• Setelah kultur:
 Injeksi meropenem 3x45 mg

• Untuk mengatasi masalah BBLR diberikan pengganti cairan berupa PG2 –


5 ml/jam, dan diberi ASI/PASI on demand