Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
SEPSIS NEONATORUM
KELUHAN UTAMA
Sesak napas
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat lahir 1 hari
2 hari
3 hari 6 hari
perawat
(20 Juli perawat
an
an
perawa
tan
perawa
tan
2018)
Lahir bayi perempuan dari ibu (29 thn) G4P3A0 dengan berat lahir 930 gram dan kurang
bulan (28 minggu)
Sectio caesarea KPD 5 jam, air ketuban putih keruh dan berbau amis, presentasi kaki-
kepala, gameli.
APGAR Score 4-6
Bayi merintih, tidak langsung menangis, gerak tidak aktif, mukosa mulut sianosis dan
kemerahan, pada thorax tampak retraksi, sesak dan terdapat napas cuping hidung
Anus (+) dan tidak terdapat kelainan kongenital
Bayi kemudian dipasang CPAP FiO2 30% PEEP 7, umbilical infus dan OGT.
Bayi diberikan injeksi Neo K 1 mg IM, salep mata ODS Kemicetine, injeksi
ampicilin sulbactam 2x40 mg IV, injeksi gentamicin 1x5mg IV/36 jam. Bayi dicek
GDS one touch didapatkan hasil 9 mg/dL kemudian diberi D10% 2 cc, GDS
menjadi 60 mg/dL dan loading NaCl 10 cc dalam ½ jam.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir 1 hari 2 hari 3 hari 6 hari
perawa perawa
(20 Juli perawa
2018)
perawata tan
tan tan
n
Bayi stabil
Infus PG 1 31 ml/jam
CPAP FiO2 diturunkan menjadi 25% PEEP 5
Injeksi Aminophilin 2x2,3mg IV untuk mencegah Apnea of prematurity.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
1 hari 2 hari
lahir 3 hari 6 hari
(20 Juli
perawa
tan
perawat perawa perawa
2018) tan tan
an
•Kulit ikterik dari kepala sampai perut bagian atas (kramer 1-2)
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir
1 hari 2 hari
perawa
3 hari 6 hari
perawa
(20 Juli
2018)
tan tan perawa perawa
tan
tan
•CPAP diganti menjadi CNO FIO2 25% PEEP 5 untuk mencegah distress napas.
•OGT didapatkan residu berwarna coklat kehitaman, serta bayi tampak kembung
dan distensi, bayi diberikan injeksi Rantin 3x1mg IV.
•Hiperbilirubinemia dengan fototerapi 1 lampu
•Infus juga diganti menjadi PG 2 4,2cc/jam
•Bayi juga diberikan injeksi albumin 20% 3x6cc karena dari hasil pemeriksaan
laboratorium didapatkan albumin 1.9 mg/dL.
Riwayat Penyakit Sekarang
Saat
lahir
1 hari 2 hari 3 hari 6 hari
perawa perawa perawa
(20 Juli
tan tan tan
perawa
2018)
tan
• Atasi kebutuhan
Rawat inkubator cairan
(jaga T150
36,5-37,5
cc/kgBB/hari.
o
C) tdd : IVFD PG 2 5ml/jam, ASI
• 12x11ml/OGT
Terapi O2
• Atasi
ASI oninfeksi
demand: inj meropenem 3x50 mg IV
• Atasi AOP : Caffein citrate 1x5,5 mg puv p.o
• Cegah jamur sistemik : micostatin drop 3x1 cc
• Prokinetik : erisanbe 3x0,5ml p.o
• Probiotik : interlac 1x5 tetes p.o
Prognosis
◦ Quo ad Vitam : dubia ad bonam
◦ Quo ad Functionam : dubia ad bonam
◦ Quo ad Sanationam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
BKB-SMK
Definisi
Sepsis atau septikemia adalah kumpulan gejala klinis dari penyakit
infeksi berat, disertai respons sistemik berupa hipotermia atau
hipertermia, takikardi, hiperventilasi dan letargi.
Kriteria Definisi
Infeksi Terbukti infeksi (proven infection) bila ditemukan kuman
penyebab, atau tersangka infeksi (suspected infection) bila
terdapat sindrom klinis (gejala klinis dan penunjang lain)
36 36
Epidemiologi
Di RSCM telah terjadi 3 kali perubahan pola kuman dalam 30 tahun terakhir. Di
Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM pada tahun
2003
Acinetobacter sp, Enterobacter sp, Pseudomonas sp.
Data terakhir bulan Juli 2004-Mei 2005 menunjukkan Acinetobacter
calcoacetius paling sering (35,67%), diikuti Enterobacter sp (7,01%), dan
Staphylococcus sp (6,81%).
Etiologi
SNAD
E.coli, klebsiella, Enterococcus, Group B
streptococcus, Coagulase negative staphylococci
SNAL
Pseudomonas, Klebsiella, MRSA, Coagulase
negative staphylococci, Acinetobacter sp.
Patofisiologi
• Antenatal (TORCH)
• Intranatal
kuman naik mencapai korion dan amnion
saat bayi melewati jalan lahir
• Pascanatal
Faktor Resiko
Faktor risiko
Faktor risiko ibu:
bayi:
KPD
Prematuritas
> 18 jam.dan
KPDBBL
>24 jam (meningkat sekitar 1% ) + korioamnionitis
(meningkat menjadi 4x)
Dirawat di RS
Infeksi dan demam (>38°C)
Prosedur invasif
Cairan ketuban hijau keruh dan berbau
Asfiksia neonatorum
Kehamilan multipel
Tidak diberi ASI
Persalinan dan kehamilan kurang bulan
Pemberian nutrisi parenteral
Faktor sosial ekonomi dan gizi ibu
Perawatan di bangsal intensif terlalu lama
Gambaran Klinis Sepsis Neonatorum
Lethargy, hipo/hipertermi
Gawat napas, apnea, takipnea
Hipoglikemia,/hiperglikemia
Sianosis paling sering ditemui
Pitched cry
Takikardia
Irritable
Gejala gastrointestinal :
Kejang
muntah
Pontanela menonjol atau penuh
diare
Hipotensi
distensi abdomen
Syok
kesulitan minum
Purpura, perdarahan GIT, DIC
hepatomegali
ikterus
Faktor Risiko Mayor Faktor Risiko Minor
Ketuban pecah > 24 jam Ketuban pecah > 12 jam
Ibu demam saat intrapartum, Ibu demam saat intrapartum,
suhu > 38 C suhu > 37,5 C
Korioamnionitis
Nilai APGAR rendah (menit
Denyut jantung janin ke -1 < 5, menit ke – 5 < 7)
menetap > 160 kali/menit
BBLSR < 1500 gr
Ketuban
berbau Usia gestasi < 37 minggu
Kehamilan ganda
Seorang bayi memiliki risiko sepsis bila
memenuhi 2 MAYOR atau 1 MAYOR + 2 Keputihan yang tidak diobati
MINOR
Pada pasien : 2 MAYOR + 4 MINOR ISK atau tersangka ISK yang
tidak diobati
Algoritme Sepsis Neonatorum (IDAI 2009)
Di Perjan RS Dr. CIPTOMANGUNKUSUMO
Observasi
Periksa septic marker*
Normal Meragukan
Abnormal
(minimal 2 septic marker* (+))
Lumbal Punksi, foto polos abdomen, dan kultur urin atas indikasi
Septic Marker
Hitung leukosit Hitung CRP (normal
( 5000 – trombosit 1.0 mg/dl atau
30.000/uL) ( >150.000/uL) 10 mg/l)
Septic
Septic marker +
Workup kultur
darah
Antibiotika lini pertama
Amoxyclav Gentamisin
◦ Dosis IV, IM : 50 mg/Kg/dose • Dosis iv, IM 5 mg/Kg/dose
◦ Usia Gestasi < 37 ≤28 hari tiap 12 jam • Berat < 1200 g
• Usia ≤ 7 hari 48 jam
>28 hari tiap 8 jam • Usia 8 sampai 30 hari 36 jam
◦ Usia Gestasi ≤ 7 hari tiap 12 jam • Usia > 30 hari 24 jam
> 7 hari tiap 8 jam • Berat ≥ 1200 g
• Usia ≤ 7 hari 36 jam
• Usia > 7 hari 24 jam
Antibiotika lini kedua
Piperacilin tazobactam
Dosis 50 mg/KgBB/dosis dapat ditingkatkan menjadi 75 mg/KgBB/dosis
◦ ≤ 7 hari tiap 12 jam
◦ > 7 hari tiap 6-8 jam
Amikasin
◦ Dosis : 7,5 mg/KgBB/dosis
◦ Usia gestasi < 28 minggu 36 jam
◦ Usia gestasi 28 sd 29 minggu 24 jam
◦ Usia gestasi 30 sd 35 minggu 18 jam
◦ Usia gestasi ≥ 36 minggu 12 jam
Antibiotika lini ketiga
Meropenem
Dosis 20 sampai 40 mg per KgBB/dosis
◦ Usia ≤7 hari tiap 12 jam
◦ Usia > 7 hari tiap 8 jam
Komplikasi
Meningitis
Hipoglikemia
Asidosis metabolik
Koagulopati
Gagal ginjal
Disfungsi miokard
Perdarahan intrakranial
60 % keadaan syok septik akan menimbulkan komplikasi Acute Respiratory
Distress Syndrome (ARDS).
Prognosis
Rasio kematian pada sepsis neonatorum :
• 2–4 kali lebih tinggi pada BKB dan BCB.
•sepsis awitan dini : 15 – 40 % pada infeksi SBG pada SAD adalah 2 – 30 %
•sepsis awitan lambat : 10 – 20 % pada infeksi SGB pada SAL kira – kira 2 %
Pencegahan
Perawatan antenatal : ANC berkala, imunisasi, pengobatan terhadap penyakit
infeksi yang di derita ibu, asupan gizi yang memadai, penanganan segera
terhadap keadaan yang dapat menurunkan kesehatan ibu dan janin
Pada saat persalinan : dilakukan secara aseptik, tindakan intervensi pada ibu
dan bayi seminimal
Sesudah persalinan : rawat gabung bila bayi normal, pemberian ASI secepatnya,
lingkungan dan peralatan tetap bersih, setiap bayi menggunakan peralatan
tersendiri, perawatan luka umbilikus secara steril, mencuci tangan, pemberian
antibiotik secara rasional
ANALISIS KASUS
○ Faktor Risiko ○ Gejala Klinis ○ Pemeriksaan Penunjang
• Setelah kultur:
Injeksi meropenem 3x45 mg