Anda di halaman 1dari 32

MANAGEMENT KONTROL

INFEKSI SILANG
PADA
PEMBELAJARAN KLINIK
DI ERA NEW NORMAL

Oleh :
DR. drg. I Gst Agung Ayu Dharmawati, M.Biomed
Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar
LATAR BELAKANG:

 Virus Sars-Cov2 penyebab dari Covid-19, penyebarannya disebabkan oleh kontak


dekat antara orang yang terinfeksi dengan orang lain melalui droplet pada saat batuk,
bersin atau berbicara (CDC, 2019).
 Virus ini terbukti dapat bertahan dalam aerosol selama berjam-jam, dan pada
beberapa permukaan selama berhari-hari.

 Praktek kedokteran gigi banyak menggunakan peralatan dan instrumen bedah yang
berputar, seperti handpieces atau scaler ultrasonik dan water syringe. Instrumen-
instrumen ini menciptakan semprotan (spray) yang mengandung partikel-partikel
droplet, saliva, darah, mikroorganisme, dan debris (aerosol).
Sebagai sumber penyebaran untuk terjadinya infeksi silang.

 CDC, 2020; Corona Virus Disease 2019; Guidance for Dental Setting; Interm Infection Prevention and Control Guidance for Dental Setting
During the COVID-19 Response, Update 17 Juny 2020.
RUTE PENYEBARAN INFEKSI SILANG DI PERAWATAN GIGI

Peng X, et al. Transmission routes of2019nCov and controls in dental practice. Int J Oral Sci.2020;12(9):1-6.
MANAGEMENT
PEMBELAJARAN KLINIK
DI MASA NEW NORMAL
UNTUK
MENCEGAH PENYEBARAN INFEKSI

1. Managemen Pasien.
2. Managemen Fasilitas dan Peralatan
3. Managemen Administrasi Ruangan dan Kerja
Praktek
4. Managemen Penanganan Limbah Infeksi
Lakukan sekrining pasien sebelum perawatan, hubungi pasien melalui
telepon untuk mengetahui kondisinya sehubungan dengan gejala Covid-19.
Jika pasien ada gejala sebaiknya perawatan ditunda sampai pasien
MANAGEMENT PASIEN

pulihada lembaran yg harus ditanyakan oleh mahasiswa kpd pasien


melalui vidcall
Meminta pasien untuk membatasi jumlah pengantar.
 Menanyakan pasien apakah ada keluarga atau
kenalannya yang positif Covid-19.
 Menanyakan apakah pasien pernah kontak dengan orang
yang positif Covid-19.

Mengatur jadwal pertemuan pasien supaya tidak terjadi penumpukan diruang


tunggu dan perawatan.

 
Beritahu kepada pasien selama kunjungan harus menggunakan masker,
menjalani sekrining gejala Covid-19, diantaranya:
 Demam , batuk, sesak nafas/susah bernafas, kelelahan, sakit kepala, hilangnya rasa dan
bau, sakit tenggorokan, nyeri otot, hidung tersumbat atau berair, mual atau muntah, diare.
 Menggunakan kembali masker setelah selesai perawatan.

CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting;
Pastikan semua pasien mematuhi protokol kesehatan; menggunakan
masker, kebersihan tangan; cuci tangan/handsanitizer, etiket batuk, bersin
dan etika di ruang tunggu.
MANAGEMEN FASILITAS DAN PERALATAN

Pada pintu masuk, ruang tunggu dan tempat-tempat strategis dipasang


gambar-gambar, petunjuk dan instruksi tentang kebersihan tangan
(bagaimana cara mencuci tangan, kapan), etiket batuk, cara pemakaian
masker yang benar, phsycal distancing.

Menyediakan fasilitas cuci tangan, tisu, tempat pembuangan sampah


dengan injakan kaki, handsanitizer berbasis alkohol 60-95%, di setiap
pintu masuk, ruang tunggu dan pintu masuk perawatan.

Pasang penghalang fisik (misalnya kaca, penghalang plastik) di area


penerimaan untuk membatasi kontak erat antara bagian personal triage
dengan pasien.

CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting;
Tempatkan jarak kursi antara pengunjung setidaknya 6 kaki (2m).
MANAGEMEN FASILITAS DAN PERALATAN

Jauhkan segala benda-benda seperti majalah, hiasan dinding dan benda lain
yang sering disentuh dan tidak mungkin untuk dibersihkan secara teratur
atau didesinfeksi di ruang tunggu.

Minimalkan jumlah orang diruang tunggu: pasien boleh menunggu diluar


fasilitas dan akan dihubungi melalui ponsel ketika giliran untuk dirawat.

Minimalkan jumlah kelompok dari mahasiswa praktek dan diatur jarak


antar kelompok, sesuaikan waktu yang diperlukan untuk membersihkan
dan desinfeksi ruangan.

CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting;
Penempatan Pasien:
 Idealnya satu kamar untuk satu ruang perawatan pasien.
 Untuk fasilitas perawatan gigi dengan ruangan paralel, harus memenuhi
MANAJEMEN RUANGAN DAN

persyaratan:

a. Setidaknya berjarak 6 kaki (2m) antara kursi.


KERJA PRAKTEK

b. Adanya sekat antara kursi yang satu dengan lainnya


dari lantai sampai ke langit-langit sehingga mudah
dibersihkan dan efektif untuk sistem Hepa filter udara.
c. Posisi operator harus sejajar dengan arah aliran udara.
d. Gunakan unit penyaringan udara Hepa untuk
mengurangi konsentrasi aerosol diruangan.
e. Pertimbangkan penggunaan UVGI pada ruangan
ruangan harus dalam keadaan kosong.

Volume pasien harus diperhatikan untuk memberi waktu pembersihan dan


desinfeksi ruangan, sebelum masuk pasien berikutnya.

CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting, Upadate 17 Juny,
2020.
Ilustrasi by Fredi FS. 2020. Modifikasi ruang praktek mengurangi transmisi penyakit Era
Covid-19
Pasien dianjurkan berkumur – kumur :
 10ml Povidon Iodin 0,5% (diencerkan 1:20 steril water)-
direkomendasikan.
MANAJEMEN RUANGAN DAN

 PVI 0,23% sama efektifnya dengan ethanol 70% untuk


menginaktivasi SARS-CoV secara in vitro >99,99%
 Untuk tindakan beresiko tinggi: dikumur – kumur dan gargle @ 30
KERJA PRAKTEK

detik setiap 2-3 jam.


Mady et al, Oral Oncol. 2020 Jun; 105: 104724. Consideration of povidone-iodine as a public health intervention
for COVID-19: Utilization as “Personal Protective Equipment” for frontline providers exposed in high-risk head and
neck and skull base oncology care
O’Donnel et all., Function, 2020, 1(1):zqaa002: Potential Role of Oral Rinses Targeting the Viral Lipid Envelope in SARS-
CoV-2 Infection

Hindari tindakan yang menghasilkan aerosol, prioritaskan teknik restorasi


minimal invasif (instrumen tangan saja).

Jika harus melakukan tindakan dengan aerosol: lakukan dengan 4 handed


dentistry, high vacum evacuation suction dan rubber dam untuk
menimalkan droplet dan aerosol.
CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting, Upadate 17 Juny,
2020.
ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD)
Penggunaan APD ada 4 unsur
yang harus dipatuhi:

1. Pertimbangan indikasi penggunaan: resiko terpapar,


dinamika transmisi.
2. Cara MEMAKAI yang BENAR.
3. Cara MELEPAS yang BENAR.
4. Cara MENGUMPULKAN setelah dipakai.

Kemenkes RI, 2020. Juknis Penggunaan APD Dalam Menghadapi Wabah Covid-19
Gugus Tugas Percepatan Covid-19, 2020. Standar APD untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia.
MASKER
GOWN/JUBAH
Penanganan Gaun reusable, Coverall, Apron:
Gaun dapat digunakan setelah pencucian dan desinfeksi:
 Pencucian gaun dilakukan pada suhu 57.2oC – 71oC selama 25 menit.
 Desinfektan yg digunakan adalah klorin dengan konsentrasi 1 : 99

SARUNG TANGAN
 Idealnya: tahan robek, tahan bocor, biocompatibility, pas pada tangan.
 Bahan: lateks karet, polyvinyl chloride, nitrile, polyurethane.
 Cuci tangan sebelum dan setelah memakai sarung tangan.

Gugus Tugas Percepatan Covid-19, 2020. Standar APD untuk Penanganan Covid-19
di Indonesia.
REUSE GOGGLES DAN FACE SHIELD:

Pencucian dan desinfeksi dengan cara:


 Bagian dalam face shield atau pelindung wajah dibersihkan dengan kain
yang sudah dicelupkan ke deterjen.
 Bagian luar dibersihkan dengan kain bersih yang sudah dicelupkan ke
klorin, bilas dengan air besrsih atau alkohol.
 Keringkan dengan dijemur atau dengan lap bersih.
TUTUP
KEPALA

Spesifikasi Penutup Kepala:

1. Sekali pakai (single use)


2. Tahan cairan (fluid resistant)
3. Dapat disesuikan dan tidak mudah bergerak setelah disesuaikan.
4. Menutupi wajah dan panjangnya mencapai bagian atas gaun.
SEPATU BOT

Spesifikasi:

 Nonslip, memiliki sol PVC yang sepenuhnya tersegel.


 Berukuran lebih tinggi dari tepi bawah gaun.
 Warna terang dapat mendeteksi kemungkinan kontaminasi.
 Terdapat berbagai ukuran untuk meningkatkan kenyamanan dan
menghindari trauma kaki.
PEMASANGAN APD

Cuci tangan Ganti baju kerja Cover shoes Gaun Hazmat

Masker
Apron N95/masker Goggles Faceshiled
bedah

Cuci Tangan Sarung Tangan pendek Sarung Tangan panjang


PELEPASAN APD

Sarung tangan Gaun


Cuci Tangan Apron
panjang Hamzat

Cuci
Tangan
Pelindung Face Cover
kepala Goggle
Shield shoes

Cuci Sarung
Masker Masker Cuci
tangan
Tangan Bedah N95 pendek Tangan

Mandi
DESINFEKSI
RUANGAN
Dilakukan setiap selesai mengerjakan pasien
Menggunakan alkohol 70%, Sodium hypochlorite 1% atau Quarternary
ammonium 7-9%.
Pelaksanaannya:
 Dari area minimal kontaminasi ke kontaminasi berat.
 Dari atas ke bawah.
 Dari areal dalam ke areal luar
 Areal yang sering terpapar/dipegang spt gagang pintu,
wastafel didesinfeksi setiap 2 jam.
Pembersihan dan desinfeksi ruangan beresiko tinggi dilakukan sekitar
30 menit.

CDC; 2020; Coronavirus Disease 2019(Covid-19); Symptoms of Coronavirus; Guidance for Dental Setting,
Upadate 17 Juny, 2020.
Kotak Hitam untuk Limbah Domestik
MANAGEMEN PENANGANAN

Kotak Orange untuk Limbah Kimia atau Farmasi


LIMBAH INFEKSI

Kotak Kuning untuk Limbah Infeksius dan Benda Tajam

Kotak Merah untuk Limbah Radio Aktif


SEKIAN
DAN
#pakaimasker TERIMAKASI
#cucitangandgnsabun
#phisicaldistancing
H
#stopcovid-19