Anda di halaman 1dari 8

PERILAKU ORGANISASI

Sesi 4

Dosen Pengampu :

Meddy Nurpratama.,SE., MM.,CPHCM


NIDN : 0416059004
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi

Pendahuluan:

Istilah resiliensi sering sinonim dengan perseverance- kegigihan atau ketekunan,


survival- kemampuan bertahan,recovery- pulih dari kondisi yang tidak enak atau sakit, atau
high tolerence-tahan tahan terhadap cobaan atau tekanan. Intinya ingin menggambarkan
individu yang bisa bertahan, beradaptasi dalam menghadapi pengalaman yang sulit. Satu ciri
yang juga mendominasi istilah resiliensi juga adalah “bouce back”- bangkit dari kondisi penuh
tekanan dan menggambarkan karakter yang membangun daya daya adaptasi seseorang
(Luthans, Youssef, & Avolio, 2007).
Sebelum diadopsi oleh bidang keorganisasian, resiliensi menjadi tema bahasan ilmu
psikologi klinis perkembangan manusia. Bidang ilmu positive organizational schlarship (POS)
(Cameron& Caza, 2004) dan juga Positive Organizational Behavior (Luthans & Youssef, 2007)
termasuk yang memberikan perhatian pada bidang ilmu resiliensi.
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi

Tentang Positive Organizational Scholarship :

Resiliensi menjadi sebuah tema utama dalam mazhab positive organizational


scholarship atau POS. POS adalah salah satu mazhab yang berkembang sejalan dengan
perkembangan gerakan Psikologi Positif. POS fokus dalam tiga elemen penting, yakni
(Cameron, Dutton, & Quin, 2003) :
1.Fokus pada kinerja yang positive deviance- kesuksesan yang dihasilkan melampui norma-
norma atau kelaziman yang ada.
2. Berorientasi pada kekuatan bukan pada kelemahan, optimisme, bukan pesimisme
dan
komunikasi yang positif.
3. Fokus pada kebaikan dan kondisi terbaik karyawan karena keyakinan bahwa pada
dasarnya orang itu punya kekuatan.
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi

Resiliensi Dalam Positive Organizational Scholarship :

Ada beberapa ciri khusus konsep resiliensi dalam positive organizational scholarship (POS),
yang membedakannya dengan konsep resiliensi yang lain. Salah satu yang terpenting adalah asumsi
resiliensi adalah asumsi resiliensi yang lain. Salah satu yang terpenting adalahasumsi resiliensi merupakan
“state-like” ketimbang trait-like”. Trait-like itu adalah sifat dasar yang masih bisa diubah tapi sangat sedikit
sekali perubahannya. Sementara state-like, cenderung masih bisa diubah. Dengan pandangan ini, resiliensi
dianggap bisa dikelola, baik untuk tingkat individu maupun organisasi. Bagian berikut akan menggambarkan
bagaimana
karyawan menghadapi berbagai tantangan dalam pekerjaan, terutama yang terkait dengan pekerjaan yang
menuntut inovasi. Situasi dirasakan relevan karena pada dasarnya inovasi bertema perubahan, dan manajer
selalu memerlukan upaya perubahan.
Kalau mau berhasil, manajer harus bekerja keras untuk :
1.Berkreasi membuat upaya persuasifnya bisa unik, dan dapat menonjolkan pentingnya sebuah gagasan.
2.Mencoba mengintegrasikan minat kolega agar tetap antusias. Kalau bisa mengaitkan gagasan yang
diusulkan dengan strategi dan tujuan perusahaan. Begitupula mencoba menunjukan gagasan itu
sejalan dengan minat karyawan.
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi

Elemen Resiliensi :

Reasiliensi adalah kapasitas individu merespons kesulitan dalam pekerjaan yang


memperkuat dan membangun dirinya menjadi individu yang lebih baik. Menurut Amir dan
Standen (2012) kapasitas ini memiliki empat dimensi :
 Kegigihan (perseverance)
 Emosi positif
 Meaning making
 Komitmen untuk tumbuh (commitment to growth).
Bagian berikut memberi penjelasan atas keempat dimensi ini : Next Slide
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi
1. Kegigihan :
Kemauan bertahan dan berdisiplin dalam menghadapi kesulitan (perceived
control&responsbility). Ini elemen yang lazim dianggap sebagai bagian dari karakter utama resiliensi.
Individu yang penuh
kegigihan sekaligus biasanya juga mengandalkan diri sendiri (self-reliance).
2. Emosi Positif :
Emosi-emosi yang menggalakkan dan menjaga perasaan serta pandangan positif atas kesulitan.
Meski banyak penelitian yang mengungkap tentang mood yang positif berperan dalam berbagai pencapaian
positif karyawan, konsep yang disebut “broaden and build’’ dari Fredrickson kini sering digunakan . Broaden
di sni artinya “meluaskan’ cakupan pikiran, perhatian dan tindakan kita.
3. Meaning Making :
Secara aktif berefleksi dan menegaskan nilai-nilai dan tujuan pribadi dalam menghadapi
kesulitan. Studi-studi tentang bagaimana karyawan memberi makna atas pekerjaannya membantu
seseorang untuk
mengoptimalkan kebermaknaan dirinya.
4. Berkomitmen Untuk Tumbuh :
Elemen ini membuat orang bersedia menjalani kesulitan karena ia melihat itu sebagai tantangan
atau peluang untuk memperkuat dan mengembangkan diri. Kesulitan adalah jalur untuk meningkatkan
kemampuan mereka karena mereka bisa belajar dan berkembang.
Beberapa Implikasi Praktis :
Bab4. Menjadi Manajer yang Resiliensi
1.Membangun Kebiasaan Mental (Mental Habit)
Membangun kebiasaan mental adalah salah satu cara yang diperlukan untuk membangun resiliensi seseorang.
Banyak
latihan-latihan yang populer yang dapat diterapkan manajer untuk membangun kapasitas resiliensinya. Berikut
adalah
beberapa diantaranya :
2.Praktik Taking In the Good
Praktik ini dapat menjadi landasan bagi aktivitas-aktivitas lainnya. Strategi taking in the good didasari kenyataan
bahwa
kita selalu peka terhadap pengalaman negatif ketimbang positif. Konon ini ada hubungan nya dengan kerja otak
juga.
Pengalaman buruk lebih lama nempelnya, sering diingat dari pada yang baik.
•Praktik Gratitude
Bersyukur (gratitude) adalah antidote dari emosi negatif. Praktik bersyukur dapat menjadi penetralisir rasa iri dan
rasa
bermusuhan. Bukan sekedar mengatakan ‘terima kasih’, tapi juga menyampaikan rasa kagum, dan apresiasi atas
hidup
kita
•Savouring Joy
Savouring joy adalah aktivitas untuk memperlama sebuah kebahagiaan atau kenyamanan yang dirasakan
seseorang.
•Capitalizing
Berbagai kesuksesan dan pencapaian dengan orang lain membuat seseorang meningkat emosi positif dan
kesehatannya. Di sisi lain, ini juga memberi implikasi pada bagaimana kita memberi pujian atau ucapan selamat bagi orang
lain.
“TERIMA KASIH”
1955
Ada pertanyaan ??