Anda di halaman 1dari 24

PENANAMAN BAWANG MERAH

oleh :
jumita roza
penyuluh pertanian pertama

BPP KEC. MEDANG KAMPAI


JALAN. KPT KEL. PELINTUNG KEC. MEDANG KAMPAI
2015
PENGOLAHAN TANAH
 Menciptakan lapisan olah yg gembur
 Memperbaiki draenase dan aerasi tanah
 Meratakan permukaan tanah
 Mengendalikan gulma
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah pada umumnya dimaksudkan untuk
menciptakan lapisan olah yang gembur dan cocok
untuk budidaya bawang merah . Adapun tahapan yang
harus dilakukan adalah:
- Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1
ton/ 1000 m2
- Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
- Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
- Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air
(canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
PENGOLAHAN TANAH LAHAN KERING

 Tanah di bajak/cangkul sedalam 20 cm


 Buat bedengan lebar 1 – 1,2 cm, tinggi
25 cm, jarak antar bedengan 30 – 40 cm,
panjang tergantung kondisi lahan
 Pada tanah ph < 5,6 pemberian
dolomit/kaptan 1 – 1,5 ton/ha
 Pemberian pupuk organik 5 – 10 ton per
ha
PENGOLAHAN TANAH
LAHAN BASAH

 TANAH DIOLAH 2 – 3 KALI SAMPAI GEMBUR


 BEDENGAN DIBUAT DG UKURAN 1,75 M,
KEDALAMAN PARIT 50 – 60 CM, LEBAR PARIT 40 –
50 CM, PANJANG DISESUAIKAN KONDISI LAHAN
 PADA TANAH PH < 5,6 PEMBERIAN
DOLOMIT/KAPTAN 1 – 1,5 TON/HA
 PEMBERIAN PUPUK ORGANIK 5 – 10 TON PER HA
POLA TANAM

• ROTASI BAWANG MERAH – PADI


• ROTASI BAWANG MERAH - TEBU
• TUMPANG GILIR (BAWANG MERAH DAN SAYUR-SAYURAN)
• TUMPANG SARI (BAWANG MERAH DAN CABAI)
PERSIAPAN BIBIT/BENIH

BIJI UMBI
Lanjutan
Penanaman
Sebelum dilakukan penanaman maka perlu
dilakukan perlakuan pemotongan ujung umbi. 
Pemotongan ujung umbi bibit ini dimaksudkan
untuk membuang penghambat tumbuh tunas
umbi yang  berada pada ujung umbi. 
• SEBELUM DITANAM KULIT LUAR UMBI YG
MENGERING DIBUANG/DIBERSIHKAN
• UMBI BIBIT YG SIMPANNYA KURANG DARI 2
BULAN, SAAT PENANAMAN DILAKUKAN
PEMOTONGAN UJUNG UMBI SEPANJANG 1/3
BAGIAN DARI TINGGI UMBI.
• TUJUAN PEMOTONGAN: UNTUK MEMPERCEPAT
TUMBUH TUNAS DAN MERANGSANG TUMBUH
UMBI SAMPING
TAHAP PENANAMAN
a. Pembuatan lubang tanam
Pembuatan lubang tanam  dengan menggunakan sosrok dengan
kedalaman disesuaIkan dengan panjang bibit, semakin panjang ukuran
bibit maka semakin dalam pembuatan lubang, demikian sebaliknya,
b. Perlakuan bibit.
Sebelum umbi dibenamkan dapat dilakukan pencampuran dengan
PGPR, 2 jam sebelum tanam   bibit bawang merah yang siap ditanam
disemprot  merata dengan larutan PGPR dengan dosis 10 cc/ltr air. Hal
ini digunakan sebagai perangsang tumbuh juga untuk mengendalikan
penyakit akar dan moler.
c. Pembenaman
Pembenaman umbi diupayakan sampai ¾ bagian umbi masuk kedalam
lubang yang telah disiapkan sebelumnya. Jarak tanam pada musim
kemarau 15 x 15 cm dan pada musim hujan 15 x 20 cm.
KEBUTUHAN UMBI BIBIT
 BERKISAR 600 – 1500 KG
 PETAKAN 1 M2 DG JARAK TANAM 15 X
20 CM DPT DITANAM 30 - 40 TANAMAN
 UNTUK 1 HA LAHAN DG EFISIENSI 65 %
DIPERLUKAN UMBI BIBIT:
6500 X 40 = 260.000 UMBI (260.000 X 5
GRAM=1300000 GR= 1.300 KG=1,3 TON
KERAPATAN TANAMAN
 UKURAN UMBI DAN JARAK TANAM
BERPENGARUH PD PRODUKSI UMBI
 PENGATURAN JARAK TANAM BERTUJUAN
UNTUK: MEMPERKECIL PERSAINGAN
DALAM MENGAMBIL UNSUR HARA, AIR,
DAN CAHAYA MATAHARI, SERTA
MEMUDAHKAN PEMELIHARAAN
TANAMAN
PENANAMAN BAWANG MERAH
• JARAK TANAM 20 X 15 CM ATAU 15 X 15 CM
• ALAT PEMBUAT LUBANG/GARITAN BERUPA
TUGAL ATAU SENDOK/SEKOP TANAH KECIL
• KEDALAMAN RATA-RATA SETINGGI UMBI
• UMBI DIMASUKKAN KELUBANG ATAU
GARITAN, UJUNG UMBI RATA DG PERMUKAAN
TANAH, DITUTUP TANAH HALUS/TIPIS.
5..Pemupukan
Dosis pemupukan bervariasi tergantung dengan situasi
setempat.

No Pemupukan Jenis Dosis Aplikasi


1. Pupuk Dasar Pupuk Kandang 2 – 5 ton/ha Sebelum/saat tanam
    Urea 20 – 40 kg/ha Sebelum/saat tanam
    ZA 70 – 150 kg/ha Sebelum/saat tanam
    SP 36 150 – 250 kg/ha Sebelum/saat tanam
    Atau    
    NPK (15-15-15) 200 kg/ha Sebelum/saat tanam
        
No Pemupukan Jenis Dosis Aplikasi
2. Susulan I Urea 50 – 90 kg/ha 14 hari setelah tanam
    ZA 100 – 200 kg/ha 14 hari setelah tanam
    KCl 100 – 140 kg/ha 14 hari setelah tanam
    Atau    
    NPK (15-15-15) 200 kg/ha 14 hari setelah tanam
         
3. Susulan II Urea 30 – 70 kg/ha 28 hari setelah tanam
    ZA 70 – 150 kg/ha 28 hari setelah tanam
    KCL 120 -  170 kg/ha 28 hari setelah tanam
    Atau    
    NPK (15-15-15) 150 kg/ha 28 hari setelah tanam
  Perawatan
Perawatan meliputi pembenahan bibit, penyiangan,
pendangiran, pembenahan tembok/galeng bedeng, pengairan  dan
pemberantasan OPT.
a. Pembenahan bibit
Pembenahan umbi bibit segera dilakukan jika terdapat bibit
yang tidak berada  pada lubang tanam akibat pendistribusian air,
atau bibit yang terbalik dan  bibit yang tidak dapat tumbuh karena
kesalahan pemotongan ujung (bodong), hal ini bibit dapat dipotong
ulang atau diganti bibit yang telah dipersiapkan sebelumnya.
b.Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan jika terdapat tumbuhan
pengganggu. Hal ini agar tanaman terlindungi dari gangguan
rumput-rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman
bawang merah.
c. Pendangiran
Pendangiran dilakukan dengan tujuan agar tanah
disekitar pertanaman tetap gembur sehingga
penetrasi akar menjadi mudah. Pendangiran
sebaiknya dilakukan pada fase pertumbuhan batang,
yaitu setelah tanaman berumur 20 hst, pendangiran
tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan
pemberian pupuk susulan ke II, agar pupuk terbenam
kedalam tanah.
d. Pembenahan tembok galeng
Pembenahan tembok galeng pd bedengan  perlu
dilakukan agar :
-   Mencegah erosi permukaan akar
-  Mencegah larutnya pupuk dari media tanam
-   Mencegah rusaknya petakan media tanam
Pembenahan tembok galeng ini perlu dilakukan setiap
saat terjadi kerusakan sampai menjelang masa panen.
e. Pengairan
Pemberian air dilakukan berdasar fase pertumbuhan
bawang merah.
1. Fase pertumbuhan awal  (0 – 10 hst)
Pada fase pertumbuhan awal pengairan
diberikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore
hari.  Penyiraman di pagi hari diusahakan sepagi
mungkin di saat daun bawang merah masih
kelihatan basah untuk mengurangi serangan
penyakit.  Penyiraman sore hari dapat dihentikan
jika prosentase tanaman tumbuh telah mencapai
lebih 90 %.
2. Fase pertumbuhan vegetativ (11 – 35 hst)
Penyiraman atau pengairan dilakukan satu hari
sekali yaitu pada pagi hari, dan jika ada hujan
rintik-rintik dan ada serangan thrips dilakukan
penyiraman pada siang hari.
3. Fase pembentukan umbi (36 – 50 hst)
Pada fase ini dibutuhkan air yang cukup
untuk pembentukan umbi, maka pada musim
kemarau perlu dilakukan pengairan sehari dua
kali, yaitu pada pagi dan sore hari.
4. Fase pematangan umbi (51 – 65 hst)
Pada fase ini tidak dibutuhkan banyak air
maka penyiraman dapat disesuaikan dengan
keadaan tanaman.
SUMBER
• Wibowo, S. 2007. Budidaya Bawang Merah.
Penebar Swadaya. Jakarta
• http://bali.litbang.pertanian.go.id/ind/index.p
hp/info-teknologi/632-teknologi-budidaya-
bawang-merah
TERIMA KASIH

TERIMA KASIH