Anda di halaman 1dari 31

Pengolahan tanah, penanaman dan pemeliharaan

tanaman jagung
oleh :

jumita roza
penyuluh pertanian pertama

BPP KEC. DUMAI TIMUR / DUMAI KOTA


JALAN. CENDRAWASIH KEL. LAKSAMANA KEC. DUMAI KOTA
2018
PENDAHULUAN

• Jagung (Zea mays L)


merupakan salah satu
tanaman pangan dunia yang
terpenting, selain gandum
dan padi.
• Jagung untuk konsumsi dan
bahan utama pakan ternak
• Kebutuhan jagung terus
meningkat hampir di setiap
tahun
Jagung menempati posisi
penting dalam perekonomian
nasional karena
merupakan sumber
karbohidrat dan bahan baku
industri pakan dan pangan
PRODUKSI
TANAMA
N JAGUNG

Sumber :
Badan Pusat Statistik dan
Direktorat Jenderal
Tanaman Pangan
Kandungan nutrisi dalam 100 gram jagung

No Nutrisi Kandungan Nutrisi

1 Energi 129 kal


2 Protein 4,2 g
3 Lemak 1,3 g
4 Karbohidrat 30,3 g

5 Serat 2,9 g
6 Kalsium 5g

7 Fosfor 108 mg
8 Zat besi 1,1 mg

9 Vitamin A 117 IU
Varietas Jagung Berdasarkan Sifat
Endosperma
1. Jagung mutiara (flint corn) – Zea mays indurata
Biji jagung tipe mutiara berbentuk bulat, licin, mengkilap dan keras karena bagian
pati yang keras terdapat di bagian atas dari biji. Pada waktu masak, bagian atas
dari biji mengkerut bersama-sama, sehingga menyebabkan permukaan biji bagian
atas licin dan bulat. Pada umumnya varietas lokal di Indonesia tergolong ke dalam
tipe biji mutiara. Sekitar 75% dari areal pertanaman jagung di Pulau Jawa bertipe
biji mutiara. Tipe biji ini disukai oleh petani karena tahan hama gudang.

2. Jagung gigi kuda (dent corn) – Zea mays identata


Bagian pati keras pada tipe biji dent berada di bagian sisi biji, sedangkan pati
lunaknya di tengah sampai ke ujung biji. Pada waktu biji mengering, pati lunak
kehilangan air lebih cepat dan lebih mengkerut dari pada pati keras, sehingga
terjadi lekukan (dent) pada bagian atas biji. Tipe biji dent ini bentuknya besar, pipih
dan berlekuk. Jagung hibrida tipe dent adalah tipe jagung yang populer di Amerika
dan Eropa. Di Indonesia, terutama di Jawa, kira-kira 25% dari jagung yang
ditanam bertipe biji semi dent (setengah gigi kuda).
3. Jagung manis (sweet corn) – Zea mays saccharata
Bentuk biji jagung manis pada waktu masak keriput dan transparan. Biji jagung
manis yang belum masak mengandung kadar gula lebih tinggi dari pada pati. Sifat
ini ditentukan oleh satu gen sugary (su) yang resesif. Jagung manis umumnya
ditanam untuk dipanen muda pada saat masak susu (milking stage).

4. Jagung berondong (pop corn) – Zea mays everta


Pada tipe jagung pop, proporsi pati lunak dibandingkan dengan pati keras jauh lebih
kecil dari pada jagung tipe flint. Biji jagung akan meletus kalau dipanaskan karena
mengembangnya uap air dalam biji. Volume pengembangannya bervariasi
(tergantung pada varietasnya), dapat mencapai 15-30 kali dari besar semula. Hasil
biji jagung tipe pop pada umumnya lebih rendah daripada jagung flint atau dent.

5. Jagung tepung (floury corn) -Zea mays amylacea


Zat pati yang terdapat dalam endosperma jagung tepung semuanya pati lunak,
kecuali di bagian sisi biji yang tipis adalah pati keras. Pada umumnya tipe jagung
floury ini berumur dalam (panjang) dan khususnya ditanam di dataran tinggi Amerika
Selatan (Peru dan Bolivia).
6. Jagung ketan (waxy corn) – Zea mays ceratina
Endosperma pada tipe jagung waxy seluruhnya terdiri dari amylopectine,
sedangkan jagung biasa mengandung ± 70% amylopectine dan 30% amylose.
Jagung waxy digunakan sebagai bahan perekat, selain sebagai bahan
makanan.

7. Jagung pod (pod corn) – Zea mays tunicata


Setiap biji jagung pod terbungkus dalam kelobot, dan seluruh tongkolnya juga
terbungkus dalam kelobot. Endosperma bijinya mungkin flint, dent, pop, sweet
atau waxy.
SYARAT TUMBUH
• Curah hujan antara 85 – 200 mm/bl
• Cukup sinar matahari
• Suhu optimum 23°C - 30°C
• Ph tanah antara 5.6 – 7.5
• Ketinggian antara 50 – 450 dpl
SYARAT PERTUMBUHAN

Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus


merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu
mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim
hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar
matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan
terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.
Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak
memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang
gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal.
pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik,
kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat
kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan
pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800
m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl
Sinar Matahari
Intensitas cahaya matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran
cahaya matahari yang intesif dan dapat
dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk
tanaman jagung, intensitas cahaya yang
banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain
untuk berfotosintesis, juga untuk berproduksi,
karena tanpa intensitas cahaya yang cukup,
bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.
SUHU
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada
dalam lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung
sangat perlu untuk diperhatikan, karena suhu yang tinggi
dan kering akan mengganggu kelangsungan proses
penyusunan makanan atau fotosintesis pada tanaman
jagung.

Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung


adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan
untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat
adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi,
sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk
pertumbuhan kecambahnya.
Derajat keasaman tanah (pH)
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya
kandungan unsure kimia dalam tanah serta kadar air dalam
tanah tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak
humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat
asam.

Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan kadar air


yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung
sebenarnya  toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi
pada lingkungan cukup baik, yaitu dengan kemampuan hidup
maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7
bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.
TAHAP-TAHAP PENANAMAN

• Menyiapkan benih
• Pengolahan lahan
• Penanaman
• Pemeliharaan tanaman
• pemanenan
MENYIAPKAN BENIH
• Benih diambil dari tanaman tongkol yang
baik dan sehat
• Daya tumbuh bisa lebih dari 90%
• Mempunyai potensi hasil yang tinggi
• Tahan terhadap hama dan penyakit
• Mempunyai tingkat keseragaman tanaman
yang tinggi.
PENGOLAHAN LAHAN
• Cara Pengolahan
tanah
• Waktu Tanam
Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman
sebelumnya, sisa tanaman yang cukup
banyak dibakar, abunya dikembalikan
ke dalam tanah, kemudian dicangkul
dan diolah dengan bajak. Tanah yang
akan ditanami dicangkul sedalam 15-20
cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m
dibuat saluran drainase sepanjang
barisan tanaman. Lebar saluran 25-30
cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini
dibuat terutama pada tanah yang
drainasenya jelek.Di daerah dengan pH
kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300
kg/ha) dengan cara menyebar kapur
merata/pada barisan tanaman, + 1
bulan sebelum tanam.
WAKTU TANAM
Waktu tanam yang tepat merupakan usaha
memperkecil kegagalan panen. Penanaman jagung
pada tanah tegal, biasanya dilakukan menjelang
musim hujan yaitu antara bulan September sampai
bulan November. Di tanah sawah, jagung biasa
ditanam secara bergantian atau bergilir dengan
tanaman padi sebagai tanaman pokok. Penanaman
jagung di tanah sawah ini pun ada 2 tanam, yaitu
menjelang musim hujan atau pada awal musim
penghujan dan setelah panen padi penanaman
musim hujan. Jadi berdasarkan perhitungan bulan
yaitu antara bulan September – Oktober dan antara
bulan Mei – Agustus.
PENANAMAN
• Waktu Tanam
Tanah tegal : antara
September – Nopember
atau antara Februari –
April.
Tanah sawah : antara
September – Oktober atau
Mei – Agustus.
Penanaman tanaman jagung
Penanaman jagung dilaksanakan pada
awal atau akhir musim hujan, sehingga
pada masa pertumbuhan tanaman
jagung masih tersedia air dari curahan
hujan.
Penanaman dilakukan dengan cara
mengisi lubang tanam dengan satu benih
jagung disertai dengan furadan 1 g tiap
lubang. Tak lupa pada setiap lubang
tanam ditutupi dengan jerami kering
terlebih dahulu baru ditutup kembali
dengan tanah.
Cara Menanam Jagung
• Membuat lubang
dengan tugal, biasanya
dengan kedalaman 2,5-
5cm.
• Masukan benih kedalam
lubang
• Jarak Tanam

Jarak Tanam Jumlah Tanaman Tiap Jumlah Tanaman tiap Ha


Lubang

100 x 40 2 50.000
75 x 25 1 60.000
75 x 20 1 65.000
60 x 60 2-3 55.112 – 82.668
60 x 30 2 110.000
60 x 25 2 133.332
60 x 20 2 165.000
60 x 15 1 110.000
60 x 10 1 165.000
50 x 20 2 200.000
50 x 10 1 200.000
PEMELIHARAAN
Penyiangan dan pembubunan

Dilakukan ketika jagung berumur 15 HST dan


30 HST.

Penyiangan untuk menghilangkan tanaman


penganggu ( gulma ).

Pembubunan untuk memperkokoh berdirinya


batang.
2. Pemupukan
• Waktu pemupukan : pupuk dasar dan susulan.
• Dosis Pemupukan :
Pupuk N : urea (45% ) 200-300 kg
Pupuk P : TSP ( 46% ) 75 – 100 kg
Pupuk : KCl ( 50% ) 50 kg

3. Pengairan
Dalam jumlah banyak saat perkecambahan dan
pembungaan.
PEMUPUKAN
Untuk aplikasi pemupukan dasar dapat digunakan acuan
sebagai berikut :

Dosis Pupuk Maro ( per ha)(Kg)


Urea TSP KCl
Dosis

Perendaman Benih - - -
Pupuk Dasar 120 80 25
2 minggu - - -
Susulan 1 (3 minggu) 115
4 minggu - - -
Susulan 2 (6 minggu) 115
HAMA DAN PENYAKIT
HAMA TANAMAN
• Lalat bibit (Atherigona exiga Sein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang
mengalam pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, tanaman kerdil atau mati.
Pengendalian : (1) Penanaman secara serempak (2) tanaman yang terserang
dicabut dan dibuang (3) Sanitasi lahan.
• Ulat grayak (Spodoptera litura)
Tanaman terpotong di bagian atas daun dan daun bisa menjadi habis. Ulat
grayak ni sangat ganas karena dalam semalam bisa menyerang tanaman dengan
luar biasa. Pencegahannya dengan pestisida baik kimia ataupun organik.
PANEN DAN PASCA PANEN
1. Ciri dan umur panen
Umur panen antara 86 – 96 hari setelah tanam
2. Cara panen
Putar tongkol dan klobotnya dan patahkan tongkol
jagung
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau
setelah pemetikan selesai agar kadar air dalam tongkol
dapat diturunkan sehingga jamur tidak tumbuh
SUMBER :

Syukur, M., A. Rifianto. 2013. Jagung dan Solusi Permasalahan


Budidaya. Jakarta. Penebar Swadaya.
Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian., 2007. Jagung
Hibrida Unggul Baru. http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/wr
294071.
https://sentrabudidaya.com/cara-menanam-jagung/.
SEKIAN
TERIMA KASIH