Anda di halaman 1dari 66

PROPOSAL LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY“M”DENGAN


PENERAPAN SENAM KEGEL PADA KEHAMILAN TM III DI PMB
HUSNIYATI PALEMBANG

NAMA : NANDA CINDRA LEKAH


400-17-050

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PALEMBANG


PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
TAHUN 2020
Latar Belakang
WHO
Tahun 2015 303.00 ibu meninggal selama masa kehamilan
hingga persalinan
KEMENKES
Menurut SDKI tahun 2015 AKI 305/100.000 KH
( Kelahiran Hidup )
SUMATERA SELATAN
Tahun 2017

PALEMBANG
Jumlah AKI tahun 2017 dikota palembang
sebanyak 7 orang dari 27.876 KH
Senam kegel juga berfokus pada otot pubococsigea
( otot panggul )di area perianal yaitu dengan otot dasar
panggul kuat, maka pada proses persalinan dapat
mempercepat proses pendorongan bayi, sehingga
dapat membantu proses persalinan dan mempercepat,
serta mencegah terjadinya kala II lama yang dapat
menyebabkan komplikasi pada ibu.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah Asuhan Kebidanan
Komprehensif pada Ny“M” dengan
penerapan Senam Kegel pada kehamilan
TM III menggunakan metode SOAP?

Tujuan Umum: Mahasiswa mampu melaksanakan


Asuhan Kebidanan yang Komprehensif secara
berkesinambungan sejak masa Hamil, Bersalin,
Nifas, dan Bayi Baru Lahir

Khusus: Mampu melaksanakan pengumpulan data pada subjektif


Mampu melaksanakan pengumpulan data objektif
Mampu menganalisis dan menentukan diagnosa
Mampu melakukan penatalaksanaan
Mampu melakukan evaluasi penerapan senam kegel pada masa kehamilan
Mendokumentasikan
Manfaat
Bagi PMB Husniyati Bagi Instituti Pendidikan
diharapkan dapat menjadi Laporan Tugas akhir ini
bahan evaluasi, informasi diharapkan dapat
dan masukan bagi tenaga menambah khasanah ilmu
kesahatan yang ada di lahan pengetahuan dan
praktik. digunakan sebagai bahan
referensi bagi mahasiswa .

Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Laporan Tugas Akhir ini meliputi asuhan kebidanan kehamilan,
bersalin, dan nifas, dan bayi baru lahir yang dilakukan secara berkesinambungan,
responden adalah Ny“M” hamil 25 minggu 7hari, adapun waktu melakukan studi
kasus dimulai dari Januari 2020 -Mei 2020.
Tinjauan Pustaka
KEHAMILAN PERSALINAN
1. Pengertian Kehamilan 1. Pengertian Persalinan
2. Pembagian Umur Kehamilan 2. Tanda-tanda Persalinan
3. Tanda Bahaya Pada Kehamilan 3. Tanda Bahaya Pada Persalinan

NIFAS
1. Pengertian Nifas
2. Kebutuhan Dasar Masa Nifas
3. Pandangan islam Tentang Masa Nifas

BAYI BARU LAHIR


1. Pengertian Bayi Baru Lahir
2. Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir
3. Kunjungan Bayi Baru Lahir
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi
Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai
KEHAMILAN fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan
ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau
implantasi

Persalinan adalah kejadian yang berakhir dengan


PERSALINAN pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir
cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta
dan selaput janin dari tubuh ibu

Masa nifas (puerperium) merupakan masa dimulai


NIFAS setelah plasenta lahir dan berakhir ketika ala-talat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum
hamil.

BAYI BARU LAHIR


Bayi Baru Lahir ( Neonatus ) adalah Bayi yang
berusia 0-28 hari
METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Sasaran

Waktu & Tempat

Teknik, Jenis Data, Instrumen Pengumpulan Data


TINJAUAN KASUS
Alasan Datang :
Ibu datang ke PMB pada tanggal 10
Pengkajian Dilakukan Pada: Januari 2020. Mengatakan ingin
memeriksakan kehamilannya, ibu
Hari, Tanggal: Jumat, 10 januari 2010
Pukul : 10:15 WIB
mengaku hamil 6 bulan anak ke tiga,
Tempat : PMB Husniyati Palembang gerakan janin masih dirasakan, belum
pernah keguguran dan tidak ada keluhan.

DATA SUBJEKTIF BIODATA

Nama Ibu : Ny.”M” Nama Suami : “Tn.”O”


Umur : 33 Tahun Umur :36 Tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Indonesia Suku/bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Gang. Aman.Rt 13, Kelurahan Talang Bubuk,Plaju
Data Kebidanan
Riwayat Haid
Menarche: 12 Tahun
Warna : Merah Kehitaman
Siklus : ±28 Hari
Jumblah : 4x ganti pembalut
Lamanya : ±7 Hari
Dismenorhoe : Tidak ada

Riwayat Perkawinan
Kawin : 1x dengan suami sekarang
Lamanya : 12 tahun
Umur waktu kawin : 20 tahun
NO UMUR JENIS DITLG PENYU THN NIFAS/ JK BB KET
KEHAMILAN PERS OLEH LIT PERSA LAKTA
ALIN LINAN SI
AN

1 Aterm spntn bidan Tdk ad 2008 baik pr 3200gr hdp


2 Aterm spntn bidan Tdk ad 2013 baik pr 3400gr hdp
3 ini - - - - - - - -

Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Riwayat Kehamilan Sekarang

Skrining Imunisasi TT
TT1 : sudah dilakukan pd anak prtama
GPA : G3P2A0 TT2 : 14 jan 20 dibidan
HPHT : 25-07-2019 ANC : 4x (di PMB)
TP : 02-04-2020 Tablet Fe : 50 tablet, yang sudah diminum
40 tablet
Usia Kehamilan : 27 minggu 1 hari
Keluhan selama kehamilan
TM1 : Mual
Obat yang di komsumsi : Asam folat, tablet Fe, B
kompleks
TM2 : TAK
Obat yang di komsumsi : Asam folat, tablet Fe
TM3 : -
Obat yang di komsumsi : Asam folat, Calk, tablet
Fe
Berapa kali gerakan janin dalam 24 jam : ± 10x/hari
Riwayat KB
Pernah mendengar tentang KB : Pernah
Pernah menjadi aksektor KB : Pernah
Jenis kontrasepsi yang digunakan : KB suntik 3 bulan
dan pil
Lamanya menjadi aksektor KB : 5 tahun
Keluhan selama menggunakan KB : Tidak Ada
Alasan berhenti menjadi aksektor KB : Ingin Punya Anak
Lagi

Data Kesehatan
Ibu dan Keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit
Menular, Hipertensi, Jantung, Ginjal, dan Ibu tidak
pernah menjalani Operasi
Data kebiasaan sehari-hari yang mempengaruhi
Pola Istirahat dan Aktivitas
kesehatan
Pola Nutrisi Tidur malam : ± 7 jam/
Makan : 3x sehari hari
Porsi : Sedang Tidur siang : ± 2 jam/
Jenis makan : Nasi, lauk-pauk, sayuran hari
Pagi : 1 piring nasi, 1 butir telur ceplok, Aktivitas : Melakukan
semangkuk sayur kangkung pekerjaan rumah tangga
Siang : 1 piring nasi, sepotong ikan kecil, Sepertimenyapu,mencuci,d
semangkuk sayur bayam an memasak
Malam : 1 piring nasi, sepotong ayam,
semangkuk sayur kangkung, 1 tahu goreng
Pantangan makanan : tidak ada
Minum : ± 8 gelas/hari
Jenis minum : air putih Pola Eliminasi
BAB
Frekuensi : 2x /hari
Personal Hygien BAK Warna : Kuning
Mandi : 2 x/hari Frekuensi : ≥ 5x / hari kecoklatan
Ganti pakaian dalam : Warna : Kuning jernih Penyulit : Tidak ada
3 x/hari Penyulit : Tidak ada
Gosok Gigi : 2 x/hari
Konsistensi : Lunak
Data Psikososial
Hubungan ibu dengan suami dan keluarga baik, pengamnilan keputusan
keluarga adalah suami, ibu berencana bersalin di PMB, adat kebiasaan yang
dilakukan dan kebiasaan minum alkohol/obat terlarang tiak ada.

DATA OBJEKTIF
Tanda-tanda Vital Inspeksi
TD : 110/80 mmHg Kepala
Pulse : 86 x/menit Rambut : Hitam, bersih, Tidak ada
Suhu : 36,8oC
ketombe, Tidak rontok
RR : 20 x/menit
KU : Normal
Hidung : Bersih, Tidak ada polip.
Kesadaran : Composmentis Mata : Bersih, Konjungtiva tidak anemis,
TB : 158 cm Sklera tidak ikterik
BB Mulut : Bersih, Tidak ada caries gigi,
Sebelum hamil : 50 kg Tidak ada sariawan
Saat hamil : 57 kg Muka : Tidak ada oedema, Tidak pucat,
Lila : 25 cm Tidak ada cloasma gravidarum
Leher
Pembengkaan kelenjar Tiroid : Abdomen
Tidak ada Pembesaran : Cukup simetris
Striae livide : Tidak ada
Pembekaan vena jugularis : Linea nigra : Ada
Tidak ada Striae albicans : Tidak ada
Luka bekas operasi : Tidak ada
Genita eksterna : Tidak dilakukan
Payudara Genitelia interna ( jika ada indikasi) :
Mamae : Simetris Tidak dilakukan
Areola Mamae : Extremitas Atas : Tidak ada
oedema, kuku bersih, tidak ada varises
Hyperpigmentasi Extremitas Bawah : Tidak ada
Puting Susu : Menonjol oedema, kuku bersih, tidak ada varises
Colostrums : Belum keluar
Palpasi
TFU setinggi pusat (Mcd=25cm), bagian atas fundus teraba bulat, lunak dan tidak
melenting (bokong), bagian kiri perut ibu teraba panjang, keras seperti papan
(punggung janin), bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin
(ekstremitas), bagian terbawah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala) dan
kepala belum masuk PAP.

TBBJ : (25-12)x155=1.835 gram

Auskultasi Pemeriksaan Penunjang


DJJ : (+) Ada USG : Tidak dilakukan
Frekuensi : 146 x/menit Laboratorium
Sifat : Kuat dan Teratur Darah
Lokasi/ punctum maksimumn : Sepusat HB : 12,7% dilakukan pada 14
di sebelah kiri perut ibu januari 2020 di bidan
  Golongan Darah : 0
Urine
Perkusi
Protein : Tidak dilakukan
Reflek Patella : ka(+)/ki (+) Glukosa : Tidak dilakukan
ANALIS DATA
Diagnosa :
G3P2A0 hamil 27 mgg 1 hari, janin tunggal hidup, presentasi
kepala.

PENATALAKSANAAN
1. MENJELASKAN HASIL PEMERIKSAAN KEHAMILAN BAHWA IBU DAN BAYI SAAT INI
DALAM KEADAAN SEHAT.
KU : NORMAL
KESADARAN : COMPOSMENTIS
TB : 158 CM
BB : 57 KG
LILA : 25 CM
TD : 110/70 MMHG
PULSE : 86 X/MENIT
SUHU : 36,8C
RR : 20 X/MENIT
(IBU MENGERTI AKAN HASIL PEMERIKSAANNYA).
2. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi 3 x sehari
seperti, nasi, sayuran hijau, ikan atau daging, susu, buah-buahan. Dan
menganjurkan ibu untuk meminum obat yang telah diberikan oleh bidan yaitu
tablet Fe ( 1 x 1 tab/hari)
(Ibu mau dan mengerti dengan anjuran bidan).

3. Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan perawatan payudara ibu setiap


mandi, dan menggunakan bra yang dapat menopang seluruh payudara ibu.
(Ibu mengerti dengan penjelasan bidan).

4. Menganjurkan kepada ibu untuk menjaga kebersihan diri terutama daerah


kemaluan mengganti pakaian dalam jika terasa lembab.
(Ibu mengerti dan akan melakukannya).

5. Menganjurkan kepada ibu untuk beristirahat yang cukup (minimal 2 jam tidur
pada saat siang hari dan 8 jam tidur pada saat malam hari)
(Ibu mengerti dengan penjelasan bidan)
6. Memberitahu kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan
seperti : Pendarahan, bengkak di kaki tangan atau wajah disertai sakit
kepala atau kejang, demam atau panas tinggi, air ketuban keluar sebelum
waktunya, bayi dalam kandungan geraknya berkurang atau tidak bergerak,
muntah terus, tidak mau makan. Jika terdapat salah satu tanda bahaya
diatas segera bawa dan periksakan ke tenaga kesehatan terdekat.
(Ibu mengerti penjelasan yang di berikan dan akan ke petugas kesehatan
jika ada keluhan yang termasuk tanda bahaya dalam kehamilan).

7. Memberitahu kepada ibu tentang tanda – tanda inpartu seperti: kepala


turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida, perut
kelihatan lebih melebar, sering BAK, serviks menjadi lembek dan keluar
lendir. Jika terdapat salah satu tanda tersebut segera periksakan ke tenaga
kesehatan terdekat.
(Ibu mengerti dengan penjelasan bidan)
Rencana Penatalaksanaan
1. Rencana Pengkajian Kebidanan
A. Melakukan pengumpulan data subjektif meliputi Nama,
Umur, Suku, Bangsa, Agama, Pekerjaan pendidikan,
Alamat, alasan datang, data kebidanan, riwayat
kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu, riwayat
kehmilan, persalinan dan nifas sekarang, riwayat KB, data
kesehatan, kebiasaan sehari-hari dan Data Psikososial.

B. Melakukan pengumpulan data objektif meiputi


pemeriksaan fisik pada ibu hamil, bersalin, nifas dan
neonatus: pemeriksaan kebidanan pada ibu hami,
bersalin, nifas dan neonatus: pemeriksaan penunjang dan
lain-lain.
2. Rencana Asuhan Kebidanan

a. Melakukan KIE tentang Fisiologis Kehamilan TM II


b. Melakukan KIE tentang Fisiologis Persalinan
c. Melakukan KIE tentang Fisiologis masa nifas
d. Melakukan KIE tentang Fisiologis Bayi Baru Lahir normal
e. Melakukan Senam Kegel pada asuhan kehamilan TM III

3. Rencana Evaluasi
a. Melakukan evaluasi terhadap asuhan kehamilan yang dilakukan
b. Melakukan evaluasi terhadap asuhan persalinan yang dilakukan
c. Melakukan evaluasi terhadap asuhan masa nifas yang dilakukan
d. Melakukan evaluasi terhadap asuhan bayi baru lahir yang
dilakukan
e. Melakukan kunjungan ulang
f. Melakukan kunjungan rumah.
LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY“M”DENGAN PENERAPAN SENAM


KEGEL PADA KEHAMILAN TM III DI PMB HUSNIYATI PALEMBANG TAHUN 2020

NAMA : NANDA CINDRA LEKAH


400-17-050

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PALEMBANG


PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
TAHUN 2020
Catatan perkembangan ANC kedua pd tanggal 14 feb 2020
S : Ibu datang untuk memeriksakan kehamilannya, ibu mengaku hamil 8 bulan anak
ketiga, mengeluh sering buang air kecil, tidak pernah keguguran, dan gerakan janin
masih dirasakan.

O : Keadaan umum ibu baik, Kesadaran composmentis, TD : 120/70 mmHg, Nadi


82x/m, Suhu 36,5ºC, Pernapasan 22x/m , BB 58 kg, DJJ: 36x/m Palpasi : TFU 2 jari
diatas pusat dan prosesus xiphoideus (Mcd= 27cm), bagian atas fundus teraba
bulat, lunak dan tidak melenting (bokong). Bagian kiri perut ibu teraba panjang,
keras seperti papan (punggung janin), Bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian
kecil janin (ekstermitas).Bagian terbawah janin teraba bulat, keras, melentimg
(kepala), belum masuk PAP
TBBJ : (TFU-N) x155= (27 -12) x155=1.833 gram

A : G3P2A0 hamil 29 mgg 1 hari,


janin tunggal hidup, persentasi
kepala
 Menjelaskan hasil pemeriksaan kehamilan bahwa ibu dan bayi saat
ini dalam keadaan sehat
 Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi vitamin yang diberikan oleh
bidan calk (1x1 tab/hari), fdtablet Fe (1x1 tab/hari), asam folat (1x1
tab/hari).
 Menjelaskan pada ibu cara mengkonsumsi tablet Fe yaitu 1 tablet
setiap hari. Dikonsumsi pada pagi hari. Setiap ibu hamil harus minum
tablet zat besi minimal 90 tablet.
 Mengingatkan kepada ibu cara merawat payudara pada usia
kehamilan 6-9 bulan yaitu dengan membersihkan puting susu dengan
air hangat ketika mandi
 Mengingatkan kembali kepada ibu tentang bahaya kehamilan
 Memberitahu ibu tentang tanda-tanda persalinan
 Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu lagi
atau saat ada keluhan
 Menganjurkan kepada ibu untuk melakukan senam kegel jika usia
kehamilan sudah memasuki 28 minggu
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Ny “M” G3P2A0 DI PMB Husniyati
Palembang pd tanggal 17 april Tahun 2020
GPA : G3P2A0
Alasan Datang
HPHT : 25-07-2019
Ibu datang ke PMB husniyati pada pukul TP : 02-04-2020
14;00 WIB, mengeluh sakit perut bagian Skrining Imunisasi TT
bawah menjalar kepinggang bagian TT1 : TT 1 sudah dilakukan
belakang sejak pukul 11:00 WIB dan pada saat anak pertama
keluar lendir bercampur darah dari TT2 : 14 januari 2020 dilakukan
kemaluan sejak pukul 15:00 WIB, dan dibidan
gerakan janin masih dirasakan. ANC : 6 kali di bidan
Tablet Fe : 90 tablet yang sudah
TM 1 : tidak ada diminum
Obat yang dikomsumsi : Asam folat, tablet
Fe, Bkompleks
TM 2 : Tidak ada keluhan Kapan mulai terasa kontraksi : 11.00
Obat yang dikomsumsi : Asam folat, WIB
tablet Fe Frekuensinya : 3 x 10 menit
TM 3 : sering BAK, nyeri pinggang Durasi : 40 detik
Obat yang di komsumsi : Asam folat, Calk, Kekuatannya : Kuat
tablet Fe dan teratur
gerakan janin dalam 24 jam : ± 10x/hari
Pengeluaran cairan pervaginam TD : 120/70 mmHg
Perdarahan Pervaginam : Tidak ada Pulse : 82 x/menit
Lendir darah : Ya, sejak pukul 03:00 WIB Suhu : 36,8oC
RR : 20 x/menit
KU : Normal
Makan terakhir : 08:00 WIB Kesadaran : Composmentis
Porsi : Sedang TB : 158 cm
Jenis makanan : 1 piring nasi, 1 potong ikan, Sebelum hamil : 50 kg Saat hamil 64:
1 mangkuk sayur bening kg
Minum air putih : 14:50 WIB Lila : cm

Rambut : Hitam, bersih, Tidak ada ketombe, Tidak rontok


Hidung : Bersih, Tidak ada polip.
Mata : Bersih, Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterik.
Mulut : Bersih, Tidak ada caries gigi, Tidak ada sariawan
Muka : Tidak ada oedema, Tidak pucat, Tidak ada cloasma gravidarum.
Tidak ada pembengkakan pada leher
Payudara
Mamae : Simetris
Areola Mamae : Hyperpigmentasi
Puting Susu : Menonjol
Palpasi
TFU 3 jari di atas pusat (Mcd = 32 cm), bagian atas fundus teraba bulat, lunak dan
tidak melenting (bokong), bagian kiri perut ibu teraba panjang, keras seperti papan
(punggung janin), bagian kanan perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin
(ekstremitas), bagian terbawah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala) dan
kepala sudah masuk PAP (3/5).
TBBJ : (TFU-N)×155= (32-11) x 155 = 3255 gram

DJJ : (+)
Frekuensi : 140 x/menit Sifat : Kuat dan Teratur
Lokasi : 3 jari di bawah pusat sebelah kiri perut ibu
Reflek Patella : Ka/ki (+)

Pemeriksaan dalam Pukul 15:00 WIB.


Portio : Tipis, lunak Pendataran : 70 %
Pembukaan : 7 cm Ketuban : Positif
Terbawah : Kepala Penunjuk : Ubun-ubun kecil kiri depan
Penurunan : Hodge III
Diagnosa :
G3P2A0 hamil 38 minggu 1 hari, inpartu kala 1 fase aktif, janin tunggal hidup,
presentasi kepala.
Penatalaksanaan Kala I
 DJJ : 140 x/menit
Pembukaan : 7 cm Terbawah : Kepala Ketuban : Utuh
 Melakukan inform choice dan inform concern kepada ibu dan
keluarga inform choice dan inform concern telah dilakukan.
 Mengobservasi KU dan TTV ibu, HIS, DJJ, dan kemajuan persalinan
 Menganjurkan ibu untuk mengkosongkan kandung kemih
 Menganjurkan ibu untuk makan dan minum pada saat tidak
kontraksi, agar ibu mendapatkan energy dan tubuh ibu tidak lemas.
 Menganjurkan ibu untuk banyak-banyak mengucapkan istigfar,
berzikir dan berdoa ke pada Allah SWT
 Menganjurkan ibu untuk memilih siapa yang akan mendampingi pada
saat persalinan.
 Menganjurkan ibu untuk memilih siapa yang akan mendampingi pada
saat persalinan.
Kala II pukul 17:05 WIB
S : Ibu mengatakan ingin meneran, merasa nyeri semakin kuat dan
semakin sering. Ibu merasa ingin buang air besar.
O : Keadaan umum ibu tampak sakit, TD 110/80 mmHg, Suhu 36,6oC,
Nadi 83x/m, RR 22x/m, Kontraksi uterus 5 x 10‟ durasi 47”, DJJ
149x/m, Portio tidak teraba, Pembukaan 10 cm, Pendataran 100%,
Ketuban pecah spontan, warna jernih, Terbawah kepala, Penunjuk
UUK kiri depan, Penurunan hodge IV (0/5).
A : G1P0A0 hamil 38 minggu 1 hari, inpartu kala II, janin tunggal hidup,
persentasi kepala.
P:
 Mengobservasi adanya tanda persalinan Kala II dan terlihat bahwa
telah ada tanda dan gejala kala II yaitu keinginan meneran, ada
tekanan anus, perineum menonjol dan vulva membuka.
 Mengajarkan teknik meneran yang baik, yaitu ibu boleh meneran
saat ada his dengan menarik nafas panjang dari hidung kemudian
meneran tanpa mengeluarkan suara dan dagu menempel di dada
• Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk
mematahka ampul oksitosin dan memasukkan alat suntik sekali pakai
3 ml ke dalam wadah partus set
• Memakai alat perlindungan diri lengkap seperti celemek, sepatu
kedap air.
• Melepaskan semua perhiasan, mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir
• Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi
dengan oksitosin dan letakkan kembali ke dalam wada partus set
• Memeriksa DJJ setelah kontraksi uterus selesai patikan DJJ dalam
batasnormal (120-160x/m).
• Menyiapkan posisi ibu untuk meneran melakukan pemimpinan
meneran apabila ibu sudah mempunyai dorongan meneran.
• Meletakkan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) diperut ibu,
jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm
• Meletakkan kain bersih yan dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu
• Meletakkan kain bersih yan dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu
• Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan
alat.
• Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan
• Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva
maka lindungi perineum dengan satu tangan kanan yang dilapisi
dengan kain bersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi
untuk menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala.
Anjurkan ibu untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan
dangkal. Setelah kepala lahir, periksa kemungkinan adanya lilitan tali
pusat.
• Menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara
spontan.
• Setelah kepala melakukan putar paksi luar, pegang secara biparietal.
Dengan lembut gerakan kepala ke arah bawah distal untuk
melahirkan bah depan dan kemudian gerakan ke atas distal untuk
melahirkan bahu belakang.
• Setelah bahu lahir, geser tangan bawah ke arah perineum ibu untuk
menyangga kepala, lengan dan siku sebelah bawah.
• Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah
bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungksi bawah
selipkanjari telunjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin.
• Pukul 17:15 WIB, bayi lahir spontan, menangis kuat, warna kulit
kemerahan, gerakan aktif,jenis kelamin : laki-laki, panjang badan 50 cm,
berat badan 4.100 garam, anus (+), cacat bawaan (-), nilai APGAR 8/9,
mengeringkam bayi dan membungkus bayi dari kepala sampai seluruh
tubuh untuk menjaga agar bayi tidak mengalami hopoterpi.

Kala III Pukul 18:00 WIB


S : Ibu mengatakan senang setelah melahirkan anak ketiganya, merasa
bersyukur karena jenis kelamin bayi sesuai dengan ibu dan keluarga dan
ibu mengatakan perutnya masih mules.
O : Keadaan umum tampak sakit ringan,Kesadaran Composmentis, Nadi
84x/m, Kontraksi baik, Kandung kemih tidak penuh.
A : P3A0 Kala III
• Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada janin kedua
•  Setelah persalinan, segera jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm
dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat kearah distal (ibu) dan jepit
kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama.
• Memberitahu bahwa plasenta akan lahir. Memberitahu ibu bahwa ia
akan di suntik oksitosin agar uterus berkontraksi dengan baik, dalam 1
menit setelah bayi lahir, berikan oksitosin 10 unit IM (intramuscular) di
1/3 bawah paha kanan bagian distal lateral.
• Mengkosongkan kandung kemih dengan cara keterisasi menggunakan
kateter nelaton.
• Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva.
• Meletakkan satu tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis,
untuk mendeteksi, tangan lain menegangkan tali pusat. Setelah uterus
berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan, sementara
tangan kiri menekan dengan hati-hati kearah dorsokranial. Minta ibu
meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai
dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan
tekanan dorsokranial).
• Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta
dengan hati-hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang plasenta
dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah jarum jam atau pilin
untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selapu
ketuban. Plasenta lahir pukul 18:00 WIB, berat 500 gram, PTP 50 cm.
• Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri
dengan menggosok fundus uteri dengan gerakan melingkar secara
lembut selama 15 detik
• Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan kedua tangan
untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah
lahir lengkap, dan masukkan ke dalam kantong plastic yang tersedia.
• Melakukan pemeriksaan laserasi. Ada laserasi derajat dua dan
melakukan heating pada otot perineum.
Kala IV Pukul 18:10 WIB
S : Ibu mengatakan senang setelah melahirkan. Ibu mengatakan perutnya masih
mules dan nyeri pada luka jahitan.
O : Keadaan umum baik, Kesadaran Composmentis, TD 110/80 mmHg, Nadi
83x/m, RR 23x/m, Suhu 36,7OC, TFU 2 jari dibawah pusat.
A : P3 A0 Kala IV
P:
• Memberitahu ibu bahwa saat ini ibu berada dalam kala IV yaitu kala
pengawasan.
• Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan
aktif
• Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda rahim berkontraksi yaitu ibu akan
merasa mules dan perut akan teraba keras. Rahim berkontraksi berguna untuk
mencegah perdarahan.
• Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling
sedikit 1 jam lalu lakukan penimbangan, pengukuran bayi, beri salep mata
antibiotok profilaksi dan vitamin K1 1 mg IM di paha kiri anterolateral. Setelah
1 jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan Hepatitis B di paha kanan
anterolateral.
• Memantau tekanan darah, nadi, tinggi fundus, kandung kemih, dan
darah yang keluar setiap 15 menit selama 1 jam pertama dan 30 menit
pada 1 jam kedua kala empat. Jika temuan yang abnormal, tingkatkan
frekuensi observasi dan penilaian kondisi ibu
• Membersihkan badan ibu dengan menggunakan air DTT, sisa cairan
ketuban, lendir dan darah. Membantu ibu memakai pakaian bersih.
• Menempatkan semua peralatan habis pakai ke dalam larutan klorin 0,5%
untuk dekontaminasi (10 menit). Kemudian mencucui dan bilas
peralatan setelah didekontaminasi.
• Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang
sesuai .
• Mendekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.
Melepaskan handscoon dan rendam dilarutan klorin 0,5%.
• Mencuci tangan dengan air mengalir dan mengeringkannya dengan
handukbersih.  
• Memastikan ibu merasa nyaman dan menganjurkan keluarga untuk
memberi ibu makan dan minum yang diinginkan.
• Melengkapi partograf (Tindakan telah dilakukan
Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui pada ibu nifas Ny “M” P3A0 pd
tgl 17 april 2020 Kunjungan Nifas I (6 jam post partum)

Ibu mengaku telah melahirkan anak


Jenis kelamin anak : Laki-laki
laki-laki, ibu mengeluh masih terasa
mules pada perut bagian bawah Keadaan anak : Baik
dan colostrum masih sedikit keluarKetuban pecah : Spontan
Jenis persalinan : Spontan Kala I : 4 jam
Waktu persalinan : 17 April 2019, Kala II : 10 menit
pukul 17:15 WIB Kala III : 15 menit
Paritas : anak ke 3 Kala IV : 2 jam
Episiotomi : Tidak dilakukan
Kala I : ± 25 cc
Kapan mulai ambulasi : 2 jam post Kala II : ± 70 cc
partum Kala III : ± 100 cc
Frekuensi : Mulai miring kiri dan Kala IV : ± 90 cc
kanan Jumlah perdarahan : 285 cc
Kapan Mulai Menyusui : 2 jam post Penyulit/komplikasi : Tidak ada
partum Tindakan pada masa persalinan : Tidak ada
Frekuensi : On demand
Tidak ada tanda bahaya post
partum
Makan terakhir : 2 jam setelah post partum
Jenis makan : sepiring nasi, semangkuk sayur, sepotong ikan
Tidur terakhir : 4 jam post partum
Lama tidur : ± 1 jam
Mobilisasi : Miring kiri, miring kanan, dan berjalan ke kamar mandi 2 jam
postpartum
Bab terakhir Kapan : 4 jam postpartum Frekuensi : 1x/hari Penyulit : Tidak ada
Warna : Kuning kecoklatan Konsistensi : Lunak
Bak terakhir 4 jam pospartum Frekuensi : 2x/hari Penyulit : Tidak ada Warna :
Kuning jernih
Warna Lochea : Merah Jumlah : 3x ganti pembalut Bau : Khas

KU : Baik Rambut : Hitam, bersih, tidak ada ketombe, tidak rontok


Hidung : Bersih, tidak ada polip
Kesadaran : Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Composmentis Mulut : Bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries
TD : 110/70 gigi
mmHg Muka : Tidak oedema, tidak pucat
Pulse : 80 x/menit Tidak ada pe,bengkakan pada leher
Kesimetrisan : Simetris Puting : Menonjol
Suhu : 36,7 o C Genetalia : Bersih,darah dan lendir berwarna merah
RR : 22 x/menit kehitaman
• j
Abdomen
TFU : 3 jari di bawah pusat Kontraksi : Baik
Konsistensi : Keras Lochea : Rubra
Laserasi : Ada, Derajat 1

Diagnosa
P3A0 postpartum 6 jam
PENATALAKSANAAN
KU : Baik TD : 110/70 mmHg
Pulse : 80 x/menit Suhu : 36,7o C
RR : 22 x/menit TFU : 3 jari di bawah pusat
Kontraksi : Baik Lochea : Rubra
Kandung kemih : Tidak penuh

Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yaitu makan nasi, sayur, lauk
pauk, buah, minum susu dan air putih yang cukup

Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi vitamin yang diberikan oleh bidan tablet Fe
(1x1 tab/hari) dan amoxcilin (3x1 tab/hari).
• Menganjurkan ibu untuk melakukan ambulasi dan mobilisasi dini seperti
miring ke kanan dan ke kiri, duduk, dan berjalan. Ambulasi dan mobilisasi
dini ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan mempercepat
proses pemulihan
• Mengajarkan ibu dan suami massase fundus uteri, jika terasa mulas dan
keras berarti baik, dan memberitahu ibu jika darah yang keluar dirasakan
banyak segera datang kembali
• Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri dan merawat payudaranya
agar tetap bersih serta memberitahu ibu cara cebok yang benar yaitu dari
arah depan ke belakang, membersihkan kemaluannya setiap kali habis BAK
atau BAB, mengkompres luka jahitan dengan kassa betadine, mengganti
pembalut jika sudah terasa penuh dan celana dalam apabila lembab/basah.
• Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kehangatan tubuh bayi dengan cara
membedong bayi dan jangan meletakkan bayi di bawah kipas angin / AC
dalam keadaan terbuka.
• Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif yaitu selama 6
bulan tanpa makanan dan minuman tambahan, serta menyusui bayinya
sesering mungkin yaitu ± 2 jam sekali atau saat bayinya ingin menyusu (on
demand).
• Mengajarkan ibu teknik menyusui yaitu posisi kepala bayi berada
disiku ibu dan bokong bayi disanggah oleh tangan ibu dengan badan
bayi lurus, seluruh areola masuk ke dalam mulut bayi.
• Mengajarkan ibu cara melakukan perawatan tali pusat bayi, yaitu
dengan membungkus tali pusat menggunakan kassa steril dan kering
tanpa dibubuhi apapun.
• Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya nifas
• Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi.

CATATAN PERKEMBANGAN PENDATAAN VIA ONLINE II pd tgl 24 april 20

S : pada tanggal 24 april 2020 pukul 02.00 wib dilakukannya


pemantauan via online, ibu mengatakan dalam keadaan baik dan
tidak ada keluhan.
O:-
A : P3A0 Post partum 6 hari
P:
 Menanyakan tentang kabar ibu dan anaknya
 Menanyakan tentang luka jahitan ibu dan hasilnya luka jahitan sudah
kering, jahitan tidak lepas
 Mengingatkan kembali pada ibu untuk terus memenuhi kebutuhan
nutrisi yaitu makan-makanan
 Memotivasi ibu agar selalu memberikan ASI nya
 Memberitahu ibu manfaat ASI eksklusif
 Memberikan penjelasan tentang tanda bahaya masa nifas
 Mengingatkan kembali kepada ibu untuk tetap melakukan senam kegel,
cara senam kegel yang baik dan benar dapat membuat jahitan luka lebih
merapat, meredakan hemoroid (Ambeien), membuat keluar urin lebih
teratur, untuk mengencangkan otot-otot kemaluan
 Pelaksanaan kunjungan nifas dapat dilakukan dengan metode kunjungan
rumah oleh tenaga kesehatan atau pemantauan menggunakan media
online (disesuaikan dengan kondisi daerah terdampak COVID-19), dengan
melakukan upaya-upaya pencegahan penularan COVID-19 baik dari
petugas, ibu dan keluarga.
 Khusus untuk ibu nifas, selalu cuci tangan setiap kali sebelum dan
sesudah memegang bayi dan sebelum menyusui. (Buku KIA hal. 28).
 Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang
belum dicuci
 Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
 Memberitahu ibu bahwa ada kunjungan rumah pada tanggal 14 Mei
2020

Kunjungan Nifas III (30 hari) PENDATAAN VIA ONLINE

S : pada tanggal 24 MEI 2020 pukul 03.00 wib dilakukannya


pemantauan via online, ibu mengatakan dalam keadaan baik dan
tidak ada keluhan
O:-
A : P3A0 Post partum 30 hari
P:
 Menanyakan kabar ibu dan perkembangan bayinya
 Menanyakan jahitan ibu apakah sudah lepas apa belum
 Mengingatkan kembali kepada ibu untuk istirahat dengan cukup, jika bayinya
tidur sebaiknya ibu juga tidur.
 Mengingatkan kembali kepada ibu untuk tetap makan-makanan yang bergizi
seimbang
 Mengingatkan kembali tentang bahaya masa nifas seperti Infeksi masa nifas
ditandai dengan kenaikan suhu yang lebih dari 38’0C (demam), perdarahan
yang banyak dari jalan lahir dll
 Pelaksanaan kunjungan nifas dapat dilakukan dengan metode kunjungan
rumah oleh tenaga kesehatan atau pemantauan menggunakan media online
(disesuaikan dengan kondisi daerah terdampak COVID-19), dengan
melakukan upaya-upaya pencegahan penularan COVID-19 baik dari petugas,
ibu dan keluarga
 Mengajurkan ibu untuk selalu cuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah
memegang bayi dan sebelum menyusui
 Pelayanan KB Pasca Persalinan tetap berjalan sesuai prosedur yang telah
ditetapkan sebelumnya
Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir dan Neonatus pada bayi Ny M

Nama Bayi : By “I” ANC : 6x di BPM Jenis persalinan


Umur : 6 jam TT1 : dilakukan pada Spontan
Tanggal lahir : 17 April 2019 anak pertama Ditolong oleh :
TT2 : 14 januari dilakukan Bidan
Jam lahir : 16:15 WIB
dibidan Ketuban pecah
Jenis kelamin : Laki-laki Spontan
BBL : 4.100 gram Kala I : 4 jam
Riwayat penyakit
PBL : 50cm kehamilan:Tidak ada Kala II : 10 menit
Kelahiran : Spontan Kala III : 15 menit
Kala IV : 2 jam
Tindakan
Nama Ibu : Ny. “M” Nama Suami :Tn. “0”
persalinan : Tidak
Umur : 33 Tahun Umur :36 tahun ada
Agama : Islam Agama :Islam Plasenta : Lengkap
Suku/bangsa : Indonesia Suku/bangsa : Indonesia Tali pusat : 50 cm
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Komplikasi : Tidak
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta ada
Alamat : Gg. Aman Kel. Talang Bubuk, Plaju.
Pemeriksaan umum
KU : Baik Kesadaran : Composmentis
Nadi : 129 x/menit RR : 45 x/menit
Temp : 36,70C PB : 50 cm
BB : 4.100 gram
Rambut : Hitam dan terdapat verniks
Muka : Kemerahan dan tidak ada kelainan
Mata : Normal Hidung : Normal
Mulut : Normal Telinga : Normal
Leher : Normal Dada : Simetris
Keadaan abdomen baik
Kulit : Kemerahan
Genitalia : Laki-laki
Keadaam : Baik Kebersihan : Bersih
Kesimetrusan : Simetris Skrotum : Testis berada di skrotum
Punggung dan anus
Gerakan pada panggul : Normal
Tulang belakang : Tidak ada benjolan Anus : (+)
Bahu lengan dan tangan
Kesimetrisan : Simetris
Gerakan : Aktif
Jumlah jari : Lengkap (10 Jari)
Refleks grasping : (+) ka / (+) ki Menggenggam saat disentuh telapak
tangan
Tungkai dan kaki
Bentuk : Simetris Pergerakan : Aktif
Jumlah Jari : Lengkap (10 Jari)
Refleks babinski : (+) ka / (+) ki Saat telapak kaki disentuh, jempol kaki
fleksi sementara jari- jari lain ekstensi
Refleks Walking : (-) ka / (-) ki Belum bisa melangkah
Sistem syaraf
Refleks moro : (+) Memeluk saat dikagetkan
Lingkar kepala
Circumferentia suboccipito bregmatica : 31 cm
Circumferentia Fronto occipito : 34 cm
Circumferentia Mento occipito : 35 cm
DMO : 13,5 cm
CFO : 12 cm Lila : 12 cm Lingkar Dada : 33 cm
Urine (BAK dalam 6 jam)
Frekuensi : 3xWarna : kuning jernih
Penyulit : tidak ada
Feaces (BAK dalam 6 jam)
Frekuensi : 1x Diagnosa Neonatus 6 jam
Warna : hitam kehijauan
Penyulit : tidak ada
Penatalaksanaan
 KU : Baik Nadi : 129 x/menit RR : 45 x/menit
Temp : 36,70C PB : 50 cm BB : 4.100 gram
 Mengingatkan kepada keluarga untuk mengadzankan dan iqomah
bayinya jika belum
 Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kehangatan tubuh
bayinya dengan cara membedong bayi
 Memberitahu ibu agar tidak membersihkan verniks atau yang seperti
lemak putih pada bayi
 Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI sesering mungin
 menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan
tanpa makanan dan minuman tambahan apapun.
 Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan pusar bayi dengan cara
mengganti kassa steril setiap habis mandi
 Memberikan imunisasi Hb0 secara IM di paha luar sebelah kanan bayi
 Menjadwalkan kunjungan ulang kepada ibu 1 minggu lagi untuk
mengontrol tali pusat bayi.
CATATAN PERKEMBANGAN VIA ONLINE II
Kunjungan neonatus II (6 hari) pd tanggal 24 april 2020
S : Ibu mengatakan keadaan bayinya baik, gerakan aktif, warna kulit
kemerahan, bayi semakin kuat menyusu, bayi mendapatkan cukup
ASI.
O:-
A : Neonatus 6 hari
P:
 Menganjurkan ibu untuk tidak membedong tetrlalu ketat, karena
akan menghambat gerakan bayi.
 Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kehangatan tubuh
bayinya dengan cara membedong bayi
 Mengingatkan kembali kepada ibu mengenai keuntungan ASI yaitu
gratis karena setiap ibu yang melahirkan memilikinya, bisa langsung
diberikan pada bayi
 Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya pada bayi
 Menganjurkan kepada ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari selama
5-10 menit pada pukul 07.00-08.00 WIB, agar bayi mendapatkan
suplai vitamin D
 Memberitahu ibu tentang imunisasi dasar pada BBL kepada ibu yaitu
bayinya akan diberikan imunisasi umur >7 hari Hepatitis B, umur 1
bulan BCG dan polio 1, umur 2 bulan DPT, HB1, Polio 2, umur 3 bulan
DPT, HB2, Polio 3, umur 4 bulan DPT, HB3, Polio 4 dan umur 9 bulan
Campak.
 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik
 Bayi baru lahir tetap mendapatkan pelayanan neonatal esensial saat
lahir (0 – 6 jam) seperti pemotongan dan perawatan tali pusat, inisiasi
menyusu dini, injeksi vitamin K1, pemberian salep/tetes mata
antibiotik dan pemberian imunisasi hepatitis B
 Pelayanan neonatal esensial setelah lahir atau Kunjungan Neonatal
(KN) tetap dilakukan sesuai jadwal dengan kunjungan rumah oleh
tenaga kesehatan dengan melakukan upaya pencegahan penularan
COVID-19 baik dari petugas ataupun ibu dan keluarga
 Ibu diberikan KIE terhadap perawatan bayi baru lahir termasuk ASI
ekslusif dan tanda – tanda bahaya pada bayi baru lahir (sesuai yang
tercantum pada buku KIA). Apabila ditemukan tanda bahaya pada
bayi baru lahir, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Khusus
untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), apabila
ditemukan tanda bahaya atau permasalahan segera dibawa ke
Rumah Sakit.
 Memberitahu ibu bahwa akan ada kunjungan rumah pada tanggal 14
Mei 2020.

Kunjungan neonatus III (30 hari) pd tanggal 24 mei 2020

S : Ibu mengatakan keadaan bayinya sehat dan baik,selalu memberikan


ASI yang cukup
O:-
A : Neonatus 30 hari
Penatalaksanaan
 Menanyakan kepaa ibu apakah bayinya kuat menyusu?
 Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kehangatan tubuh bayiny
 Mengingatkan kembali kepada ibu untuk menjaga kebersihan bayinya
 Mengingatkan kembali kepada ibu untuk tidak membubuhkan apapun
pada bekas tali pusat bayi yang telah puput, jaga agar tetap bersih dan
kering.
 Memberitahu kepada ibu bahwa bayinya harus di imunisasi BCG dan
Polio 1 di usia 1 bulan atau sesuai jadwal yang telah ditentukan
 
BAB V
PEMBAHASAN

penulis akan membahas tentang asuhan


kebidanan yang diberikan pada ibu hamil, bersalin,
nifas, dan bayi baru lahir yang dilaksanakan dari usia
kehamilan Trimester III yaitu 39 minggu sampai
dengan 4 minggu postpartum yang dimulai dari
tanggal 17 April 2020 – 14 Mei 2020 di BPM
Husniyati Palembang. Sebagai bahan perbandingan
antara teori dan kenyataan di lahan praktek.
KEHAMILAN
Pada kasus Ny.“M” telah dilakukan pengkaji biodata, identitas ibu
dan alasan kedatangannya, riwayat kehamilan sekarang dan
riwayat kebidanan yang lalu, riwayat kesehatan, riwayat sosial dan
ekonomi. Selain itu juga penulis mengkaji tentang pemeriksaan
umum seperti pemeriksaan tanda-tanda vital. Penulis juga perlu
mengkaji pemeriksaan kebidanan seperti inspeksi, palpasi,
auskultasi dan perkusi. Semua dilakukan secara sistematis
(Walyani, 2015).

Secara keseluruhan tidak ada kelainan maupun komplikasi yang


terjadi pada Ny.“M” selama kehamilan, hal ini dikarenakan
pemeriksaan ANC di BPM Husniyati telah sesuai dengan standar
asuhan pelayanan kebidanan dan Ny.“M” selalu memeriksakan
kehamilannya dan mau mengikuti anjuran- anjuran yang diberikan
oleh bidan sehingga tidak ditemukan kesenjangan antara teori
yang ada dengan kenyataan di PMB Husniyati Palembang
 Penulis mengajak Ny”M” sebagai objek untuk megambil studi kasus
dengan pemberian senam kegel di PMB Husniyati,ibu melakukan senam
kegel 2-3 kali seminggu dirumah. Panduan yang diberikan berupa lefleat
dan lembar ceklist untuk ibu, ibu merasakan ada sedikit perubahan yang
dirasakan yaitu mempercepat penyembuhan luka eposiotomi
 Senam kegel memiliki manfaat yang baik bagi ibu hamil dalam masa
kehamilan,senam kegel juga menjadi suatu olaraga untuk
mempersiapkan diri dalam proses persalinan dan sebagai metode untuk
merawat diri pasca persalinan, manfaat senam kegel sebelum
melahirkan yaitu membuat otot vagina lebih elastis untuk jalan lahir
dan mempercepat pemulihan vagina setelah melahirkan.
 Dalam masa kehamilan senam kegel bekerja sebagai bentuk persaiapan
fisik dalam menghadapi persalinan dimana otot vagina menjadi elastis
dan hal tersebut membuat persalinan menjadi lancar dan cepat. Dalam
pasca persalinan senam kegel menjadi perawatan atas perubahan fisik
yang terjadi secara ilmiah. Serta mencegah terjadinya resiko kebocoran
kandung kemih yang terjadi pada sebagian wanita setelah melahirkan,
karena adanya tekanan dan kontraksi pada jalan lahir.
PERSALINAN

 Episiotomi adalah insisi perinium untuk memperlebar ruang pada


lubang keluar jalan lahir sehingga memudahkan kelahiran anak.
(Oxorn,2010). Mengapa dilakukannya episiotomi pada ibu yaitu bayi
yang besar.

 terdapat robekan dijalan lahir derajat 2 yang mengenai mukosa


vagina, komisura posterior, kulit perinium dan otot perinium, jahit
menggunakan teknik penjahitan laserasi perinium. Tinggi fundus
uteri 2 jari dibawah pusat, pengeluaran lochea rubra, kandung kemih
tidak penuh. Hal ini sesuai berdasarkan teori Sulistyawati, (2012).
Nifas
 Lesarasi derajat dua merupakan luka robekan yang lebih dalam. Luka in
terutama menganai garis tengah dan melebar sampai corpus periium.
Acapkali musculus perinium transversus terus tersobek dan robekan
dapat turun tapi tidak mencapai spincter recti. Biasanya robekan
meluas ke atas disepanjang mukosa vagina dan jaringan submukosa.
Keadaan ini menimbulkan luka laserasi yang berbentuk segitiga anda
dengan dasar pada fourchette,salah satu apex pada vagina dan apex
lainnya didekat rectum.

 Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan penyembuhan luka perinium


pada ibu postpartum yang melakukan senam kegel dan tidak melakuka
senam kegel proses. Dimana pada ibu yang melakukan senam kegel
proses penyembuhannya lebih baik,artinya bahwa senam kegel dapat
mempercepat penyembuhan luka perinium pada ibu postpartum.
Selama masa nifas Ny.”M” mengalami kondisi yang normal, tidak ada
kesenjangan antara teori dengan kenyataan yang ada, asuhan yang
diberikan penulis sudah sesuai dengan teori Dewi, (2013) yang
mengatakan bahwa kunjungan nifas pertama 6-8 jam postpartum,
kunjungan kedua 6 hari postpartum, dan kunjungan ketiga 4 minggu
postpartum

Bayi Baru Lahir


Bayi Baru Lahir

Bayi Ny.“M” lahir spontan pada tanggal 17 April 2020


pukul 18.15 WIB. Bayi lahir spontan menangis, sehat tidak
ada cacat bawaan dengan jenis kelamin laki-laki, berat
badan 4.100 gram, panjang badan 50 cm, Suhu 36,70C ,
Pernapasan 45 x/m, lingkar kepala 34 cm, lingkar dada 33
cm, dan lingkar lengan 12 cm. Hal ini dikatakan normal
karena sesuai dengan teori Dewi, (2013) yang mengatakan
bahwa ciri-ciri bayi baru lahir normal antara lain : lahir
pada usia kehamilan aterm (37- 42 minggu), berat badan
bayi lahir normal adalah 2500-4000 gram, panjang badan
bayi baru lahir normal adalah 48-52 cm, Pernafasan 40 –
60 x/m, lingkar dada bayi 30-38 cm, lingkar kepala 33-35
cm dan lingkar lengan 11-12 cm.
BAB VI PENUTUP

KESIMPULAN
Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan normal
pada Ny.“M” selama hamil, bersalin, nifas dan bayi baru
lahir di PMB Husniyati, mulai usia kehamilan 27 minggu
1 hari sampai masa nifas dari hari pertama sampai 4
minggu post partum
Saran
Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan dapat
memperhatikan kegiatan mahasiswi dan
mendampingi mahasiswi saat melakukan asuhan
kebidanan sehingga permasalahan yang terjadi dapat
langsung dikoreksi dan diperbaiki. Dan diharapkan
perpustakaan dapat melengkapi referensi buku –
bukupenunjang yang literatur terbaru berhubungan
dengan pembuatan laporan studi kasus.
• Bagi Mahasiswa Diharapkan asuhan kebidanan ini dapat
bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam melaksanakan tugasnya dimasa yang
akan datang. Dan mahasiswa mampu belajar lebih banyak
tentang teori-teori dalam ilmu kebidanan yang telah
didapat selama pendidikan dan dapat mengamalkan ilmu-
ilmu yang diperoleh dengan sebaikbaiknya, serta dapat
bermanfaat bagi mahasiswa tingkat selanjutnya.

Bagi PMB Husniyati Dapat mempertahankan kualitas yang


telah dimiliki dan pelayanan terhadap kesehatan ibu hamil,
bersalin, nifas, dan bayi baru lahir sehingga menjadi klinik
yang lebih baik.

Anda mungkin juga menyukai