Anda di halaman 1dari 19

PERSENTASI KASUS

“PERDARAHAN POSTPARTUM”
Oleh : Gianina Yogy Hemastuti
Sekilas kasus.

• Ny . ER
• Usia 26 tahun
• Kaliwilut, Kaliagung, Sentolo
• Ibu rumah tangga
• No RM 035xxx
• Data anamnesis (12/04/2019) jam 07.30
keluhan : perdarahan dari jalan lahir

RPS : keluar gumpalan darah sejak pagi (1,5


jam SMRS). Nyeri perut (+) pusing (+) lemas
(+). Pasien P2A0 postpartum spontan
tanggal 03/04/2019 di RSUD NAS. Sudah
ganti pembalut sebanyak 2kali, darah penuh.

RPD : Abortus (-) alergi (-) hipertensi (-) DM (-)


RPK : alergi (-) hipertensi (-) DM (-)
Data anamnesis.

Riw penggunaan kontrasepsi (-)


Riw pernikahan : saat usia 22 tahun

Riw menstruasi : menarche usia 13 th,


siklus teratur, lama menstruasi 5-7 hari
Riw persalinan terakhir : spontan, tidak
diinduksi
• Pemeriksaan fisik
(12/04/2019)

Status generalis
Kep : Normochepal (+)
Mata : CA (+/+), SI (-/-)
Leh : Inn ttb
Thorax : Cor : S1S2 reg (+/+)
Pulmo : SDV (+/+), Rh (-/-),
Wheezing (-/-)
Abd : Supel (+), BU (+) normal,
nyeri tekan (-)
Ekst : Akral hangat (+), edema
(-)
Status obstetrik.

TFU : Setinggi pusat


Inspeksi : Vulva/uretra tenang, tak
tampak perdarahan, tak tampak
laserasi
Inspekulo : Portio terbuka, licin (+),
fluor (-) fluksus (+)
VT : Ostium terbuka satu jari,
fundus uteri setinggi pusat, massa
adnexa (-), parametrium lemas
Temuan lab.
USG.
• Sisa plasenta (+)
Diagnosis.
P2 postpartum spontan; Nifas hari ke-9
dengan permasalahan :
• Perdarahan postpartum sekunder ec.
plasenta restan
• Subinvolusi uteri ec. susp. metritis
• Anemia mikrositik hipokromik ec. susp.
defisiensi besi, dd : Thalassemia
• Leukositosis ec. susp. metritis
Tatalaksana.

• Kuretase CITO
• Drip oksitosin 10 IU dalam RL 500cc;
20 tpm
• Transfusi PRC 2 kolf
Follow up.
Status generalis
13/04/2019 Mata : CA (+/+) SI (-/-)
Leher : dbn
Thorax :
• S/ lemas (+) masih keluar
cor : S1-S2 reg, bising (-)
darah dari jalan lahir.
pulmo : SDV (+) Wh (-) Rh
Nyeri perut (-)
(-)
  Abd : supel (+) BU (+) N
• O/ KU baik, CM Eks : akral hangat (+)
TD : 110/70 mmHg edema(-)
HR : 82 x/menit
RR : 21 x/menit Status obstetrik
T : 36.7 0C TFU : 2 jari di bawah pusat
Inspeksi : V/U tenang,
perdarahan (-) laserasi (-)
Follow up. (13/04/2019)
 
A/ P2 postpartum spontan; P/
Nifas hari ke-10 dg - Tranfusi PRC 2 kolf
permasalahan : - Inj cefotaxim 1 g/12 jam
- Drip oksitosin 10 IU
• post kuretase ec. sisa dalam 500 cc RL 20tpm
plasenta - Inj metilergometrin 0.2 mg
• subinvolusi uteri ec. susp. per 8 jam
metritis - Paracetamol oral 500
mg/8jam
• anemia mikrositik - Metronidazole 500 mg/8jam IV
hipokromik ec. susp. - Sulfat ferosus 2x1 tab
defisiensi besi, dd :
Thalasemia
• leukositosis ec. susp.
metritis
Follow up.
14/04/2019

S/ lemas (+), masih keluar flek darah

O/ KU baik, CM
• TD : 90/70 mmHg
• HR : 80 x/menit
• RR : 21 x/menit
• T : 36.90C Status generalis
• Mata : CA (+/+) SI (-/-)
• Leher : dbn
• Thorax :
cor : S1-S2 reg, bising (-)
pulmo : SDV (+) Wh (-) Rh (-)
• Abd : supel (+) BU (+) N
• Eks : akral hangat (+) edema (-)
Status obstetrik
• TFU : 3 jari di bawah pusat
• Inspeksi : V/U tenang, perdarahan (-) laserasi (-)
Follow up. 14/04/2019
A/ P2 postpartum spontan;
Nifas hari ke-11 dengan
permasalahan: P/
• post kuretase ec. sisa - cefadroxil oral 500
plasenta mg/12 jam
• subinvolusi uteri ec. susp. - Drip oksitosin 10 IU
metritis dalam 500 cc RL dan
metilergometrin 0.2 mg;
• anemia mikrositik
20 tpm per 8 jam
hipokromik ec. susp. - Paracetamol oral 500
defisiensi besi mg/8jam
• leukositosis ec. susp. - Infus metronidazole 500
metritis mg/8jam
Sulfat ferosus 2x1tab
Follow up. 15/04/2019

Status generalis
Mata : CA (+/+) SI (-/-)
• S/ tak ada keluhan Leher : dbn
Thorax :
• O/ KU baik, CM cor : S1-S2 reg, bising (-)
TD : 100/70 mmHg pulmo : SDV (+) Wh (-) Rh (-)
HR : 80 x/menit Abd : supel (+) BU (+) N
RR : 20x/menit Eks : akral hangat (+) edema (-)
T : 36.80C • Status obstetrik
TFU : 4 jari di bawah pusat
Inspeksi : V/U tenang, perdarahan
(-) laserasi (-)
Follow up. 15/04/2019
A/ P2 postpartum spontan;
Nifas hari ke-12 dengan
permasalahan :
• post kuretase ec. sisa P/ BLPL, obat oral :
plasenta - cefadroxil 2x500 mg
• subinvolusi uteri ec. susp. - metronidazole 3x500 mg
metritis (dalam perbaikan) - paracetamol 3x500 mg
• anemia mikrositik - sulfat ferosus 2x1 tab
hipokromik ec. susp. - misoprostol 3x0.2 mg
defisiensi besi
• leukositosis ec. susp.
metritis
Edukasi.
• Diet TKTP
• Gunakan pembalut biasa bila masih terjadi
perdarahan pasca kuret.
• Konsumsi obat antinyeri bila perlu
• Istirahat selama 1 hingga 2 hari pasca kuretase
Daftar pustaka.
1. Cunningham, G. 2018. Obstetri William vol. 1 ed 25.
Jakarta : EGC
2. Leveno J, K. 2009. Obstetri William Panduan
Ringkas. Jakarta : EGC
3. Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan Ed. 4.
Jakarta : Bina Pustaka
4. Prawirohardjo, S. 2010. Buku Acuan Nasional
Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : YBP-SP
Terima kasih.