Anda di halaman 1dari 21

SUMBER DAY

GENETIK BAHAN
PANGAN
KELOMPOK 7
DEWI SUCI P 24020117140046
TRI SAPTI A 24020117140050
KENCANA AYUDYA 24020117140066
ZAHROTUL MUNIROH 24020117130062
AMELIA FEBRIA S. 24020117120014
1 SDG BAHAN PANGAN

. A SDG PETERNAKAN

OVERVIEW B. SDG PERTANIAN

.C SDG PERKEBUNAN

.D SDG PERIKANAN

2 .
DASAR HUKUM/UUD YANG
BERKAITAN
.
SUMBER DAYA GENETIK
PANGAN
• Sumber Daya Genetik Pangan merupakan material-material genetic dari
tumbuhan, hewan maupun makhluk hidup lainnya yang mempunyai
kemampuan untuk mewariskan sifat sebagai bahan pangan untuk makhluk
hidup lainnya
• Berdasarkan laporan pencapaian Indonesia pada AICHI Target diketahui
bahwa sejak tahun 2014 teridentifikasi 470 sumber daya genetik lokal
memiliki potensi sumber pangan.
SDG PETERNAKAN
SDG PERTANIAN
SDG PERKEBUNAN
SDG PERIKANAN
• Melalui pengembangan sumber daya genetik diharapkan pemanfaatan
tumbuhan dan satwa liar secara berkelanjutan di kawasan konservasi
dapat terwujud, yaitu tercapainya konservasi keanekaragaman hayati,
pembangunan berkelanjutan, serta pemerataan keuntungan secara adil
dan seimbang diantara masyarakat dan para pihak (stakeholders) yang
terlibat.
A SUMBER DAYA GENETIK PETERNAKAN

Sumber daya genetik (SDG) ternak dibagi menjadi tiga, yaitu:


1. SDG ternak asli: ternak yang asal-usulnya berasal murni dari
Indonesia,
2. SDG ternak lokal: ternak hasil persilangan yang telah beradaptasi dan
berkembangbiak dengan baik pada lingkungannya sampai saat ini,
3. SDG ternak introduksi adalah SDG ternak yang dimasukkan dari luar
negeri, baik yang sudah maupun yang belum terbukti dapat
beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia.
• Menurut Bank data global untuk sumberdaya genetik ternak (Global
Databank for Animal Genetic Resources) di seluruh dunia terdapat 7.616
breed (FAO, 2007).
• Sebanyak 20% atau sekitar 1.491 breed ternak dikategorikan dalam
kondisi “resiko”.
• Indonesia mempunyai puluhan breed ternak asli dan lokal, seperti sapi
(Jabres, Bali, Madura, Aceh, Pesisir, Galekan, dll.), kerbau (Pampangan,
Sumbawa, Tedong, Munding, Kalang, Kalang, Moa, dll), kambing (PE,
Kacang, Jawarandu, Gembrong, Kosta, Marica, Samosir, Gembrong,
Kejobong, dll.), domba (DEG, DET, Dombos, Dombat, Garut, dll..), itik
(Tegal, Magelang, Pengging, Mojosari, Bali, Pitalah, dll.), ayam (Kedu,
Pelung, Nunuk, Kokok Balenggek, Sentul, dll.), kuda (Sumba, Sumbawa,
Makassar, dll.).
Domba Garut Kambing Senduro

Sapi Bali Kerbau Sumbawa


• FAKTOR MENURUNNYA JUMLAH TERNAK

1. Ekspolitasi yang berlebihan tanpa memperhatian


keberadaannya,
2. Kebijakan pemerintah terkait pembatasan import ternak,
3. Kurang atau tidak adanya kebijakan konservasi dan
pengembangan ternak,
4. Ekspor ternak asli ataupun lokal yang termasuk kategori
grade tinggi hanya karena mengejar target pendapatan asli
daerah (PAD),
5. Kasus alam yang tidak dapat ditangani oleh manusia
(bencana alam).
B SUMBER DAYA GENETIK PERTANIAN

• Memiliki arti yang sangat penting dalammendukung pemenuhan


kebutuhan pangan baik secara langsung (dijadikan sebagai bahan
pangan) maupun tidak langsung (untuk dilakukan pemuliaan tanaman).

• UU yang mengatur tentang SDG tanaman untuk pangan dan pertanian


adalah UU No.4 tahun 2006 tentang pengesahan international Treaty
on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA).
• Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki potensi sumber daya genetik padi
yang sangat beragam.

• Lebih dari 17 ribu sumber daya genetik padi di


miliki Indonesia, di mana sekitar 10 ribu di ant
aranya telah dikoleksi dan disimpan dengan ba
ik. Sekitar 3.500 aksesi telah dikarakterisasi da
n digunakan sebagai sumber gen atau tetua dal
am perakitan varietas unggul padi
C SUMBER DAYA GENETIK PERIKANAN

• Secara umum dimaksudkan untuk kepentingan penyediaan


pangan bagi manusia
• UU yang mengaturnya adalah UU No. 9 Tahun 1985 tentang
Perikanan.
• the Committee on Fisheries (COFI), komite yang secara
permanen menangani masalah perikanan dunia
• Ikan cakalang merupakan salah satu ika
n yang banyak dijadikan sebagai bahan
pangan.
• Keragaman genetik ikan cakalang ditem
ukan berkisar antara 800-1.000 dengan
jumlah 28 jaringan haplotipe.
D SUMBER DAYA GENETIK PERKEBUNAN

• Yaitu material genetic dari tanaman perkebunan seperti kopi,


pisang teh, dan sebagainya yang mampu mewariskan sifat serta
tetap mempertahankan sifatnya sebagai bahan pangan
Contoh :
1. Pengoleksian plasma nutfah tanaman kebun untuk program
pemuliaan tanaman
2. Persilangan materi genetic antar 2 jenis
tanaman kebun (mangga apel)
DASAR HUKUM ATAU UNDANG
UDANG YANG MENGATUR
• Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang
Pangan, Pasal 1 yang berisi antara lain;
• Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk
pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan,
dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan
sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk
bahan ambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang
digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan
makanan atau minuman.
• Pangan Pokok adalah Pangan yang diperuntukkan sebagai makanan
utama sehari-hari sesuai dengan potensi sumber daya dan kearifan
lokal.
• Perdagangan Pangan adalah setiap kegiatan atau serangkaian
kegiatan dalam rangka penjualan dan/atau pembelian Pangan,
termasuk penawaran untuk menjual Pangan dan kegiatan lain yang
berkenaan dengan pemindahtanganan Pangan dengan memperoleh
imbalan.
• Ekspor Pangan adalah kegiatan mengeluarkan Pangan dari daerah
pabean negara Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat,
perairan, dan ruang udara di atasnya, tempat-tempat tertentu di Zona
Ekonomi Eksklusif, dan landas kontinen
• Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012
tentang Pangan, Pasal 4 yang berisi tentang tujuan penelenggaraan
pangan ;
• meningkatkan kemampuan memproduksi Pangan secara mandiri
• mewujudkan tingkat kecukupan Pangan, terutama Pangan Pokok
dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan
masyarakat
• meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas Pangan di
pasar dalam negeri dan luar negeri;
• meningkatkan kesejahteraan bagi Petani, Nelayan, Pembudi Daya
Ikan, dan Pelaku Usaha Pangan
• melindungi dan mengembangkan kekayaan sumber daya Pangan
nasional.
• Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012
tentang Pangan, Pasal 34 yang berisi tentang ekspor pangan ;
• Ekspor Pangan dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan
konsumsi Pangan di dalam negeri dan kepentingan nasional.
• Ekspor Pangan Pokok hanya dapat dilakukan setelah terpenuhinya
kebutuhan konsumsi Pangan Pokok dan Cadangan Pangan Nasional.
• Pasal 36 tentang impor pangan;
• Impor Pangan hanya dapat dilakukan apabila Produksi Pangan
dalam negeri tidak mencukupi dan/atau tidak dapat diproduksi di
dalam negeri.
• Impor Pangan Pokok hanya dapat dilakukan apabila Produksi
Pangan dalam negeri dan Cadangan Pangan Nasional tidak
mencukupi.
• Kecukupan Produksi Pangan Pokok dalam negeri dan Cadangan
Pangan Pemerintah ditetapkan oleh menteri atau lembaga
pemerintah yang mempunyai tugas melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang Pangan.
• Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-
ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan
• Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi
Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
• Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budi
Daya Tanaman
• Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina
Hewan, Ikan dan Tumbuhan
• Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan
• Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indoesia Nomor 1
Tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras
KESIMPULAN
• Sumber Daya Genetik Bahan Pangan di
Indonesia sangat melimpah yang mencakup
peternakan, pertanian, perikanan, perkebunan.
Untuk menjaga agar bahan pangan tersebut
tetap lestari dan tetap dapat memnuhi
kebutuhan dalam negri, terdapat Undang
undang atau dasar hukum yang mengaturnya,
agar tidak terjadi eksploitasi dalam negeri
maupun luar negeri.
THANK YOU