Anda di halaman 1dari 31

KONSEP DASAR

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN


DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN

1
ANATOMI FISIOLOGI
SISTEM ENDOKRIN
Sistem Endokrin berkaitan
dg HORMON
Pelepasan Hormon :
Dikontrol oleh
1. Secara kimiawi
Mekanisme feedback negatif :

suatu kondisi kelebihan hormon


2. Kontrol Neural
- sistem saraf pusat dan otonom
- stimulus disampaikan ke
bagian 2
SISTEM ENDOKRIN ( HORMON )
Hipothalamus
 Bagian otak ang terletak diantara cerebrum dan batang otak
 Fungsi :
1. Pusat kontrol fungsi autonomik
2. Berkoordinasi dengan sistem saraf dan endokrin untuk menghambat atau
stimulasi sel endokrin di kelenjar pituitari untuk pengaturan produksi
hormon
3. Sekresi hormon
4. Regulasi temperatur tubuh
5. Pusat emosi dan perilaku, pusat rasa haus dan rasa lapar
1.KELENJAR HIPOFISIS
( PITUITARY )
 MASTER OF GLAND
 Terdiri atas 3 lobus :
a. Lobus anterior (Adenohypofise)
b. Lobus intermediet
c. Lobus posterior (Neurohypofise)
a.Hipofise Anterior
 Melepaskan : GH, TSH, ACTH, Prolactin,
Gonadotropin Hormon.
a. GH (Growth Hormon) / Somatotropik

• Fungsi Utama : pertumbuhan tulang 


bertambah panjang
• Pengaruhnya dr bayi s.d. pubertas
• Defisiensi GH menimbulkan cebol dan tidak
ada perkembangan seksual
 Gejala hipersekresi GH pada masa sebelum pubertas :
1. Postur raksasa
2. Osteoporosis
3. Kelemahan otot
4. Hiperatropi jantung
5. Lidah membesar
6. Organ-organ membesar(hati dan paru)
7. Hipertensi
8. Pria menjadi impoten
9. Wanita mengalami amenorea
a. Hipofise Anterior

b. TSH ( Tiroid Stimulating Hormon)


• Jaringan sasarannya : tiroid
• Fungsi : merangsang pembentukan kelenjar
gondok & kontrol produksi dan sekresi T3 & T 4

c. ACTH (Adeno CorticoTropic Hormon)


• Mengontrol adrenal menghasilkan hormonnya
• Jaringan sasaran : korteks adrenal
a. Hipofise Anterior

d. Prolaktin / Mammotropik Hormon


• Sasaran : kelenjar mammae
• Fungsi : merangsang kelenjar mammae dan
sekresi ASI
• Jaringan sasaran yg lain : Ovarium untuk
memelihara corpus luteum dan sekresi
progesteron
• Hipersekresi  Wanita : amenore
Laki-laki : Gynecomastia
a. Hipofise Anterior

e. Gonadotropin Hormon
 FSH : Follicle Stimulating Hormon
- sasaran : ovarium dan testis
- fungsi : merangsang perkembangan organ sex primer :

wanita : folikel pd ovarium ;


laki-laki : spermatogenesis/merangsang testis
menghasilkan sperma
 LH : Luteinizing Hormon
- sasaran : ovarium dan testis
- pd wanita : dengan estrogen merangsang ovulasi &
pembentukan progesteron
- pd laki-laki : merangsang testis menghasilkan
b. Hipofisis Intermediet
(tengah)
 Jaringan sasaran : sel melanosit pada kulit
 Menghasilkan MSH ( pengaturan pigmen kulit )
 Merangsang melanosit yang mempengaruhi
pigmentasi kulit
c. Hipofisis posterior (Belakang)
Neurohypofise
Menghasilkan :
1). Oksitosin
- Jaringan sasaran : Uterus dan glandula mammae
- Uterus : merangsang kontraksi uterus saat
persalinan
- Glandula mammae : ejeksi ASI
2). ADH ( vasopresin )
- Me volume urine dan me tekanan darah
- Jaringan sasaran : ginjal di bagian distal, tubulus
dan duktus seminiferus
- ADH me  vasokontriksi arteri  pe tekanan
darah.
2. KELENJAR THYROID/GONDOK
Struktur :
 Letak di bagian anterior leher
 Pd orang dewasa beratnya + 18 gr
 Thyroid :
- Sel Follicular : Thyroid ( T-4), Triiodothyronin (T-3)
- Sel Parafollicular: Hormon Thyrocalcitoni (Calcitonin)
 Menghasilkan tiroksin
- Kalsitonin --- pengaturan kadar kalsium
- Hipotyroid --- kretinisme, kecerdasan kurang dan
miksedema
- Hipertyroid --- morbus basedowi /hipermetabolisme
3. KELENJAR ADRENAL
3. KELENJAR ADRENAL

A. Bagian Kortex
- Mineralkortikoid --- mengontrol Kadar
cairan tubuh dg mensekresi Aldosteron .
- Glukokortikoid ---- mengontrol
metabolisme glukosa, protein, lemak
- Androgen ---- mengontrol ciri kelamin
sekunder laki-laki
3. KELENJAR ADRENAL

B. Bagian medula
- Adrenalin/Epineprin
- Noradrenalin/Norepineprin
Untuk:
• Mengatur kadar gula dalam darah
• Relaksasi otot polos pada tenggorok sehingga
melapangkan pernafasan
• Mengatur aktivitas jantung dan penyempitan
pambuluh darah
• Sekresi di bawah kendali Sistem saraf simpatis
• Sekresi meningkat pada : stres, emosi, marah, takut,
kerja fisik, suhu lingkungan rendah, hypoglikemia
4. KELENJAR PANKREAS
Struktur :
- Sebelah retroperitoneal lambung
- Mempunyai fungsi eksokrin dan
endokrin
* Eksokrin: enzim pencernaan
* Endokrin : pulau langerhans 
mempunyai 3 sel :
 = sekresi glukagon
 = sekresi insulin
 = sekresi somatostatin
- Insulin & glukagon : metabolisme
KH, protein dan lemak
- Somatostatin : menghambat sekresi
insulin dan glukagon
4. KELENJAR PANKREAS

FUNGSI :
1. Glukagon 2. Insulin
- fungsi utama : me - fungsi utama : me kadar
kadar gula darah gula darah dg cara: me
- pengeluaran di diffusi glukosa ke dalam
stimulasi oleh ber < sel
nya kadar glukosa - insulin akan disekresi
darah banyak u/ merespon pe
- Organ target utama : kadar gula drh
hati me - kelainan yg dpt
glykogenolisis ditimbulkan o/ insulin :
(glikogen mjd a. Hipersekresi insulin 
glukosa). hypoglikemia
- dlm metabolisme b. Hiposekresi insulin 
lemak : me  lypolisis hyperglikemia
5. KELENJAR GONAD
Pada Pria
- Testis menghasilkan androgen
- H.androgen (testosteron)
diproduksi o/ sel2 interstitial
leydig pd tubulus seminiferus
- Mulai dihasilk’ pd saat janin 7
mg & berhenti pd saat bayi 1
bulan
- Pubertas: aktif kembali dan
androgen diproduksi kembali.
5. KELENJAR GONAD

EFEK TESTOSTERON :
a. Merangsang diferensiasi & perkembangan alat
genital ke arah pria (janin)
b. Mempengaruhi sifat kelamin sekunder dlm
perkembangan bentuk tubuh, perkembangan alat
genital pria dan distribusi rambut tubuh

* Sifat anabolik : merangsang pertumbuhan dan


menutup garis epifisis tulang
5. KELENJAR GONAD

Pada wanita :
 Ovarium  estrogen & progesteron
 Hormon estrogen dibentuk o/ sel2 granulosa
folikel dan sel2 lutein kopus luteum
 Hormon progesteron dibentuk o/ sel lutein
 Estrogen & progesteron mempengaruhi sifat
kelamin sekunder wanita/proses laktasi &
penyiapan endometrium u/ menerima ovum
5. KELENJAR GONAD
5. KELENJAR GONAD

EFEK ESTROGEN
a. Pada alat genital
• meningkatkan motilitas tuba
• mempersiapkan endometrium
• memperthnkan keasaman vagina
b. Pada kelenjar mammae merangsang
pertumbuhan duktus laktiferus dan pigmentasi
areola mammae
c. Pada perkembangan sifat sekunder :
mempengaruhi bentuk tubuh & distribusi
rambut, suara tetap kecil dan tinggi.
6. KELENJAR PARATIROID
A. Struktur
- Berisi 4 kelenjar kecil yg saling berdekatan.
- Terletak pd permukaan posterior kel. Thyroid
- Hormon yg dihasilkan adalah PTH (Parath
hormon)
- Organ targetnya : tulang, ginjal dan GI tract

B. Fungsi
- Metabolisme kalsium & fosfor
- Me pelepasan kalsium dr tulang
- Me absorbsi kalsium (Ca) di GI Tract
ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
- Kapan ciri seks sekunder mulai tampak
- Adakah perubahan pigmentasi kulit
- Apakah pernah mengalami perubahan rasa
panas/dingin bila berada di lingkungan baru
- Perubahan dalam aktivitas
- Perasaan malas dan cepat lelah
- Perubahan dalam nafsu makan
- Perubahan dalam BB
- Perasaan haus dan banyak minum
- Perubahan pola pikir, perubahan suara
ASUHAN KEPERAWATAN
2. Riwayat masa lalu
- Ditekankan pd riwayat tumbang : pertambahan
tinggi badan
- Pertumbuhan slm tahun pertama kehidupan
- Pertumbuhan selama pubertas
3. Riwayat Sosial Budaya
- tempat tinggal
- gaya hidup
- pekerjaan
4. Riwayat Psikologis
- perilaku pasien
- mekanisme koping
- reaksi pasien dan keluarga thd masalah yg dihadapi
 Aktivitas
Lelah, nyeri otot, tidak mampu beraktifitas dan bekerja, peningkatan
denyut jantung/nadi pada aktivitas yang minimal, penurunan ROM,
penurunan inisiatif , gangguan konsentrasi
 Kardiovaskuler
Hipotensi postural, takikardia
 Eliminasi
Perubahan pola berkemih
 Makanan/cairan
hilang nafsu makan, mual/muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat
badan, kulit kering, turgor tidak elastis
 Neurosensori
Pusing, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, gangguan penglihatan,
disorientasi, konvulsi
 Nyeri/kenyamanan
Nyeri kepala, nyeri otot, distensi abdomen, wajah meringis dengan
palpasi, tampak berhati-hati
 Pernapasan
Batuk, sputum purulen, dispnea,suara napas tambahan krakles, ronki
Masalah Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan
2. Gangguan menelan
3. Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
5. Gangguan eliminasi urin
6. Intoleransi aktivitas
7. Ketidak efektifan pola napas
8. Ketidak efektifan perfusi jaringan
9. Ketidak efektifan jalan napas
10. Gangguan rasa nyaman
Masalah Keperawatan
11. Nyeri
12. Mual
13. Ansietas
14. Kerusakan integritas kulit
15. Resiko cedera
16. Defisiensi pengetahuan
TERIMA KASIH