Anda di halaman 1dari 19

PEMICU 1

Kelompok 10

RAHANG AYAH BERBUNYI

1
 Tim Penyusun
Ketua : Gabriel Jonathan Panggabean 170600198
Sekretaris : Ariny Putri Armelia 170600191
 Nama anggota :

Livita 170600081
Shabrina Prisnanda 170600082
Mella Ratnasari Sinaga 170600083
Cindy Loreta 170600084
Joswin 170600085
Saswendra Felmi 170600086
Faiza Albi 170600087
Adzimatinur Pratiwi 170600089
Patrick Christofer 170600090
Finna 170600192
Dwita Apriza 170600194
Siska Triamenda 170600195
Femy Nawia 170600196
Wellman Pratama Malau 170600197
Aliftia Nur Salsabilla 170600199
Bryan Julio Hasim 170600200 2
Nama Pemicu : Rahang Ayah Berbunyi
Penyusun : Drg M. Zulkarnain, M. Kes, Dr. Wilda Hafni Lubis, drg. M.
Si, Yendriwati, drg., M. Kes
Hari/ Tanggal : Rabu, 19 Februari 2020
Jam : 07.30-09.30 WIB

Pasien laki-laki berusia 58 tahun datang ke RSGM USU ingin


berkonsultasi karena rahangnya sering terasa capek diikuti dengan
telinga kanan dan kiri berdengung. Sudah terjadi sejak 6 bulan yang
lalu. Hasil anamnesis, pasien tidak menderita penyakit sistemik, tetapi
sulit makan karena giginya banyak yang ompong dan belum pernah
memakai gigi tiruan. Hasil pemeriksaan ekstra oral, sewaktu
membuka/menutup mulut rahang berbunyi, dan rahang bawah lebih
maju dari rahang atas. Juga dikeluhkan sudut mulut sering perih
sebelah kiri dan kanan. Hasil pemeriksaan klinis adalah :
1. Gigi yang hilang : 14, 15, 17, 18, 24, 26, 27, 28, 34, 35, 36, 37, 38,
44, 45, 46, 47, 48.
2. Pada pemeriksaan TMJ : Kliking, palpasi sakit
3. Sudut mulut terdapat fisur dan eritema bilateral
4. Ditemukan plak dan kalkulus hampir pada seluruh gigi yang tersisa
5. Gigi yang tersisa pada RA & RB mengalami atrisi ± 2mm 3
1.Jelaskan akibat dari kehilangan gigi
(kasus tersebut) terhadap :

Gigi Tetangga Tulang Alveolus Oklusi TMJ

4
GIGI
TETANGGA
Pada kasus, gigi yang mengalami rotasi dan migrasi adalah
gigi 16, 13, 23, 25, 34, 43.
kehilangan titik kontak sehingga terjadi diastema dan
bergesernya midline. Hal ini menyebabkan mudahnya
terjadi penumpukan sisa-sisa makanan dan akan
menyebabkan risiko karies dan penyakit periodontal.
•Pada kasus , dapat dilihat bahwa gigi 16 dan 25 tidak
lagi memiliki kontak gigi 46 dan 35 sehingga gigi 16
dan 25 yang tidak memiliki gigi antagonisnya lagi
dapat erupsi berlebihan (elongasi)
• Adanya edentulus pada bagian posterior rahang atas dan rahang
bawah sehingga hubungan gigi anterior rahang atas dan rahang
bawah menjadi edge to edge yang menyebabkan gigi anterior
rahang atas menjadi atrisi.
5
TULANG ALVEOLUS
 Pada edentulus terjadi proses resorpsi tulang.
Selama proses resorpsi tulang alveolus ini linggir
alveolus akan semakin menyampit dan lebih
pendek

OKLUSI
 Kehilangan gigi posterior juga dapat menyebabkan
perubahan tinggi gigitan (Vertikal Dimensi)

TMJ
 Menurunkan efisiensi pengunyahan karenaterjadi
kebiasaan mengunyah yang buruk. Penutupan
berlebih serta hubungan rahang yang eksentrik dapat
menyebabkan gangguan pada struktur sendi rahang
6
2.Jelaskan patogenese terjadinya rasa
perih pada sudut mulut pada kasus
diatas.

7
 Pasien banyak kehilangan gigi posterior
 Terjadi penurunan / kurangnya vertikal dimensi
 Seterusnya akan membentuk lipatan-lipatan pada
sudut mulut pasien
 Lipatan tersebut menjadi tempat berakumulasi
saliva
 Lembab
 Habitat sempurna untuk candida albicans(agen
penginfeksi)
 Awalnya jaringan mukokutan disudut mulut
menjadi merah, lunak dan berulserasi
 Berjalannya waktu akan terbentuk fisur yang
dalam, merah dan meluas lalu mengalami ulserasi
 Menimbulkan rasa sakit/perih pada sudut mulut
8
3. Apakah diagnosis kasus sudut mulut
tersebut dan bagaimana rencana
perawatannya.

9
Diagnosis : Angular Cheilitis

Angular cheilitis disebabkan oleh karena


adanya penurunan vertikal dimensi yang
disebabkan keadaan edentulus yang
dimiliki pasien

Gambaran klinis :
 Terdapat rasa sakit , gatal serta terbakar ,juga
eritema pada susdut mulut secara bilateral
 Lesinya meluas dari batas vermilion border ke
kulit sehingga membentuk fisur pada sudut mulut
 Lesinya berbentuk triangular
 Achtinis Cheilitis biasanya diikuti dengan
keterbatasan pergerakan bibir akibat timbulnya
rasa sakit.
10
Rencana perawatan :

 Edukasi pasien
Pasien perlu diberitahukan tentang : etiologi,rencana
perawatan dan prognosisnya
 Intruksi pasien
Pasien diinstruksikan agar tidak menjilat sudut bibir
yang terdapat lesi
 Terapi pasien
- Pemberian obat antifungal seperti miconazole 2%
- Dibuatkan protesa

11
4.Jelaskan patogenesis kelainan pada kasus
diatas menyebabkan rahang capek dan
rahang berbunyi.

12
 Kehilangan gigi posterior menjadikan tekanan lebih
besar terjadi pada sendi akibat penggunaan gigi
anterior yang mengubah vertikal dimensi.
 Vertikal dimensi yang turun menyebabkan dislokasi
diskus kondilus bergerak ke depan mendorong
diskus ke anterior yang menyebabkan terjadinya
lipatan pada diskus Pada keadaan tertentu
dimana diskus tidak dapat didorong lagi, kondilus
akan melompati lipatan tersebut dan akan terus
bergerak kebawah permukaan diskus menyebabkan
rahang yang terasa lelah karena penambahan beban
pada sendi serta bunyi klik yang disebabkan oleh
lompatan diskus tersebut

13
5.Jelaskan patogenesis terjadinya
telinga berdengung pada kasus
diatas.

14
 Telinga berdengung atau tinitus dapat terjadi akibat perubahan
fungsional sitsem stomatognasi. Patofisiologi tinitus yang
disebabkan TMD dijelaskan dengan resptor kraniofasial
mosiseptive yang banyak atau gaya mekanis yang merubah
jaringan sekitar akibat prosesus inflamatori dan iskemia.

 Ada 3 teori tentang mengapa masalah pada TMJ dapat


menyebabkam tinitus :
1. Otot mastikasi dekat dengan beberapa otot yangmasuk ke
dalam telinga tengah (tensorti tympani muscle ) dan dapat
memengaruhi pendengaran sehingga timbul lah tinitus
2. Adanya koneksi direk antara ligamen yang melekat satunya
deng asatu sapplayma tulang pendengran yang berada pada
telinga tengah.
3. Nerve supplay dari TMJ memiliki koneksi dengan bagian
otak yang berperan pada pendengaran dan interpretasi suara

15
6.Jelaskan diagnosis dan rencana
perawatan pada kehilangan gigi
sebagian!

16
 Gigi yang hilang : 14, 15, 17, 18, 24, 26, 27, 28, 34,
35, 36, 37, 38, 44, 45, 46, 47, 48

Diagnosa kasus :
Menurut Kennedy : Rahang atas kelas 1 modifikasi 2
Rahang bawah kelas 1
Menurut Applegate : Rahang atas kelas 1 modifikasi 1
Rahang bawah kelas 1

17
 Rencana Perawatan
Fase II
Fase I

•Preprosthetic Fase III


•Evaluasi data
diagnostik treatment dengan
•Treatment emergency melakukan scalling •Mendesain gigi
Relief of pain dan dan penambalan gigi tiruan , yang
infeksi (perawatan pada yang atrisi
Angular Cheilitis)
digunakan berupa
•Melakukan GTSL akrilik.
•Menentukan tipe gigi
tiruan yang akan dibuat pencetakan
•Motivasi pasien •Motivasi pasien

Fase VI
Fase IV
•Insersi GTSL
Fase V
•Pembuatan •Evaluasi dan kontrol
berkala
cetakan fisiologis •Pembuatan Gigi •Edukasi pasien
•Preparasi Tiruan Sebagian bagaimana cara
restorasi gigi membuka serta melepas
Lepasan. •Dan instruksi pasien
penyangga untuk selalu
•Motivasi pasien memelihara GTSL.

18
19