Anda di halaman 1dari 29

FIMOSIS

Presentasi Kasus oleh dr Sri Mulyani


Dokter Internsip Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan
September 2018 – September 2019
ILUSTRASI
KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama :An. M.H
Tanggal lahir : 23 Agustus 2015
Umur : 3 tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat Tempat Tinggal : Buaran, Pekalongan
Agama : Islam
Pembiayaan : Pribadi
Tanggal Masuk : 13 juli 2019
Ruang Rawat : Ruang Mina
ANAMNESIS
A. Keluhan Utama
Tidak Bisa BAK
B. Riwayat Penyakit Sekarang
An.MH datang ke IGD Rs siti khodijah diantar oleh orang tuanya dengan keluhan
tidak bisa BAK sejak jam 12.00 siang.Sebelumya BAK tidak lancar hanya menetes dan
sakit bila mengedan, ayahnya mengatakan nyeri berulang bila kencing hingga menangis
terutama setiap mau keluar kencing. Keluhan disertai dengan kulit penis tidak dapat ditarik
kepangkal penis, dan ujung penis menggembung setiap buang air kecil, hal ini dialami ­±
sejak 2 hari yang lalu, orang tua pasien baru mengetahui kejadian tersebut, demam (-).
Warna urin jernih (+), darah (-), BAB (+) dalambatas normal.
C. Riwayat Penyakit Dahulu

tidak ada
D. Penyakit Keluarga

Disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 GCS : E4V5M6
 Tanda Vital :
N : 99 x/menit,
RR : 22x/menit
S : 36,7
BB : 11 Kg
Mata
Abdomen Anemis (-/-), Ikterik (-/-)
Inspeksi:Datar
Auskultasi:Bising usus(+) N
Perkusi:Timpani
Palpasi:Nyeri tekan (-) vu
(+)ada tpi tidaK PENUH
Paru - paru
Vesikuler (+/+), Ronkhi (-/-),
Wheezing (-/-)

Ekstremitas Jantung
Akral Hangat (+/+/+/+), Oedem BJ I – II regular, Bising (-), Letak
(-/-/-/-), CRT < 2 detik jantung Normal
DIAGNOSIS BANDING
1. Parafimosis
2. Balanosistitis
3. Balanitis Xerotica Obliterans
STATUS LOKALIS
*INSPEKSI : TAMPAK KULIT PENIS MENUTUPI KEPALA PENIS, TIDAK TAMPAK EDEM, TAMPAK KEMERAHAN

*PALPASI : TERABA GLAND PENIS, TIDAK TERASA NYERI TEKAN, KULIT PENIS TIDAK DAPAT DI RETRAKSI KE
PANGKAL PENIS, TERDAPAT PERLENGKETAN PROPUSIUM DENGAN GLAN PENIS.
 Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hemoglobin 10.9 gr/dL 12.0 – 16.0

Leukosit 10.7 rb/ul 4.8 – 10.8

Trombosit 308 rb/ul 150 – 450

Hematokrit 31 % 37.0 – 47.0

Eritrosit 4.15 jt/ul 4.20 – 5.40

MCV 74.5 /mm3 79 – 99

MCH 26.3 Pg 27.0 – 31.0

MCHC 35.3 % 33.0 – 37.0


Neutrofil Segmen 54.3 % 50 – 70

Neutrofil Batang 3 % 2–6

Limfosit 40.6 % 25 – 40
Eosinofil 9.9 % 2–4
Basofil 0.6 % 0–1
Monosit 5.9 % 2–8
Neutropil segmen 40.3 % 50 – 70
HBsAg Non reaktif   Non Reaktif

Anti HIV Non Reaktif   Non Reaktif

 PTT 9.7 detik 9,3-11,4


 APTT 30.10 detik 24,5-32,8
DIAGNOSIS
 Fimosi
PENATALAKSANAAN
 - Inf. RL 10 tpm
 - pasang DC No.8
 - program Op besok malam
 -puasakan

 - Cek Darah lengkap


PROGNOSIS
 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad functional : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia ad bonam
PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal/Hari Subjektif Objektif Planning/ Terapi
perawatan/Jam
13/07/2019/ 21.10 BAK tidak lancar dari jam KU : Tampaksakitsedang,rewel Lapor dr. Edi Anggoro, Sp.B
12.00 siang,nyeri saat
mengedan HR 99 x/mt - Inf. RL 10 tpm
RR 20 x/menit
- pasang DC No.8
S 36.4
- program Op besok malam
SpO2 99%
-puasakan
Inspeksi :tampak kulit penis menutupi kepala
penis, tidak tampak edem, tampak kemerahan.
Palpasi : teraba gland penis, tidak terasa nyeri Cek darah lengkap
tekan, kulit penis tidak dapat di retraksi ke pangkal
penis, terdapat perlengketan

14/07/2019/10.00 BAK tidak lancar KU: Tampak sakit,anak rewel Visite dr. Edi anggoro, sp.b
Hr :90x/menit
Rencana operasi jam 11.00
Rr :22x/menit
Konsul anastesi
S :36,7
Ivfd D5 ¼ NS 10tpm
Spo2 : 99%
Inj.anbacin 2x200mg

Amoxsicillin syr 4x1cth

Paracetamol syr 2x1cth


14/07/2019 Masih belum bisa Buang air KU/Kes : CM Konsul dr. Triyogo, sp.An
kecil ,BAK menetes Tanda Vital
HR : 94x/menit 1.Persiapkan rencana Operasi
RR : 20 x/menit Puasakan
S : 36,4oC

Rencana post operasi


Pasca operasi: 1. Rawat inap
Fimosis
14/07/2019/13. Post operasi 2. Diet: nasi, minum bebas
30 -Exporasi penis 3. Terapi injeksi: inj. Anbacim 2x200mg
-Dorsosirkumsisi
3. Terapi oral
-amoxsicillin 4x1cth
-paracetamol 2x1cth
4.Terapi cairan: Ivfd D5 ¼ NS 10 Tpm
5. lain-lain: Awasi nadi,RR, tiap jam sampai
sadar betul

Paien BLPL
15/072019 Nyeri past operasi,
10.00 sudah bisa BAK --Bisa berobat jalan
-- Kontrol kepoli Bedah
-obat pulang
-Amoxsicillin syr 4x1cth
-Paracetamol syr 2x1cth
ANATOMI
Penis : corpus penis, glans penis, sulcus
Penis : corpus penis, glans penis, sulcus
coronal glans penis, dan preputium
coronal glans penis, dan preputium

• Corpora cavernosa penis = a.profunda penis


Corpora cavernosa penis = a.profunda penis

• corpus spongiosum penis = a.bulbi penis dan
• corpus spongiosum penis = a.bulbi penis dan
a.dorsalis penis
a.dorsalis penis
• Vena = v. pudenda interna
• Vena = v. pudenda interna
• innervasi = n.pudendus dan plexus
• innervasi = n.pudendus dan plexus
pelvicus
pelvicus

18
DEFINISI

kelainan dimana prepusium penis yang tidak dapat di retraksi


(ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. preputium
melekat pada bagian glans dan mengakibatkan tersumbatnya
lubang saluran kencing, sehingga bayi dan anak menjadi
kesulitan dan rasa kesakitan pada saat buang air kecil.

EPIDEMIOLOGI

banyak
banyak terjadi
terjadi pada
pada bayi
bayi atau
atau anak-anak
anak-anak hingga
hingga mencapai
mencapai
usia
usia 33 atau
atau 44 tahun.
tahun. Sedangkan
Sedangkan sekitar
sekitar 1-5%
1-5% kasus
kasus terjadi
terjadi
sampai
sampai pada
pada usia
usia 16
16 tahun
tahun

19
ETIOLOGI

-Genetik
-di dapat : infeksi atau benturan, prepusium
kehilangan kemampuan peregangan, dan cedera
iatrogenic dari retraksi preputium secara paksa
(trauma)
-Hygiene buruk

20
KLASIFIKASI
 KONGENITAL / FISIOLOGIS
Pseudofimosis
Karena faktor perlengketan antara kulit penis bagian depan dengan glans penis → muara
pada ujung kulit kemaluan seakan-akan terlihat sempit.

21
 PATOLOGIS
True fimosis
Ketidakmampuan untuk menarik preputim setelah sebelumnya yang dapat ditarik kembali
Kebersihan (higiene) yang buruk, peradangan kronik glans penis dan kulit preputium
(balanoposthitis kronik), atau penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction)

22
A= Full Phimosis (gland tidak bisa ditarik ke belakang)
B= Relative Phimosis (hanya OUE yang nampak)
C= Relative Phimosis (gland nampak setengah)
D= Relative Phimosis (gland nampak seperempat)
Manifestasi Klinis
1. Kulit penis tidak bisa ditarik ke arah Proksimal
2. Mengejan dan menangis saat BAK
3. Air seni yang tidak lancar
4. Demam
5. Ujung kemaluan menggembung saat mulai
miksi (balloning)
6. Iritasi pada penis

24
PATOFISOLOGI Ruang antar prepusium
dengan glans penis tidak
berkembang dengan baik

Prepusium tidak Gangguan aliran


Prepusium tetap melekat
bisa diretraksi urin
dengan glans penis

Smegma sulit Turbulensi urin di


dibersihkan dan Menutupi
ruang antara
tertimbun orifisium uretra
prepusium dan glans
eksterna

Korpus
smegma
Saluran miksi Balloning (prepusium
terhambat menggembung saat
berkemih karena desakan
urin)

Sulit BAK
Retensi urin Nyeri
Pancaran urin
Edema
mengecil
Infeksi uretra
Media infeksi

1.Postitis Mediator kimia


Reaksi inflamasi
2.Balanitis (Prostlgandin, bradikinin)

3.Balanopostitis
DIAGNOSIS BANDING

1. Parafimosis 3. Balanitis Xerotica Obliterans

2. Balanopostitis
KOMPLIKASI

1. Ketidaknyamanan atau nyeri saat berkemih


2.Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium yang kemudian terkena
infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut.
3. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.
4. Infeksi pada pada glans penis (balanitis), prepusium (postitis), atau keduanya
(balanopostitis)
5. Infeksi saluran kemih (ISK)
PENATALAKSANAAN
Medis konservatif
 Siruksisi dengan teknik  salep kortikoid (0,05-
Dorsumsis 0,1%) 2 x sehari selama 4-
6 mgg
 Terapi peregangan
 Menjaga kebersihan
bokong dan penis
THANK YOU

29