Anda di halaman 1dari 22

A S U H A N K E P E R AWA T A N

PA D A PA S I E N I B U H A M I L
P E N D E R I TA

DISUSUN OLEH:
HIV AIDS
KELOMPOK 2

1. N A N D A F A S I C H A T U L I M A N I A ( 1 1 3 0 1 1 9 0 0 6 )
2. L I L I K W A R Y A N T I (1130119013)
3. M O H . M U K S I N (1130119021)
4. A V I V A R O C H M A T U L A I N I (1130119023)
HIV/AIDS
Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS)
merupakan sindrom immuno defisiensi dari penyakit yang
disebabkan oleh Human Immuno Deficiency Virus (HIV)
yang dapat menyebabkan melemahnya sitem imun (Corwin,
2007).

Muncul sindrom ini erat hubungannya dengan


berkurangnya zat kekebalan tubuh yang prosesnya tidaklah
terjadi seketika melainkan 5-10 tahun setelah seseorang
terinfeksi HIV.
PENYEBAB HIV/AIDS

Ada dua jenis HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2:


Kedua jenis HIV tersebut ditransmisikan dengan cara yang sama dan terkait
infeksi oportunistik yang serupa, meskipun mereka berbeda dalam efisiensi
transmisi dan tingkat perkembangan penyakit.

1. HIV-1 merupakan penyebab mayoritas infeksi di dunia, sedangkan


2. HIV-2 banyak ditemukan di Afrika Barat kurang mudah menular dan
berkembang lebih lambat menjadi AIDS dari pada HIV-1. Seseorang bisa
terinfeksi HIV kedua jenis secara bersamaan (UNICEF, 2009: Price, 2006).
CARA PENULARAN

Cara penularan HIV/AIDS menurut Black & Hawks (2009):


1. Kegiatan Seksual
Penularan ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman antara orang
dengan HIV/AIDS dengan orang lain yang sehat
2. Terpapar darah dan cairan tubuh klien HIV/AIDS
Melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian tanpa disterilkan.
3. Secara vertikal dari ibu kepada bayi yang dikandungnya
Penularan ini dapat terjadi selama kehamilan, proses melahirkan per vaginam dan
selama periode post partum melalui proses menyusui.
PENULARAN SECARA PERINATAL

1. Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan HIV pada bayi yang dikandungnya
2. Penularan dari terjadi terutama pada saat proses melahirkan, karena pada saat itu
terjadi kontak secara langsung antara ibu dengan bayi sehingga virus dari ibu dapat
menular pada bayi
3. Bayi juga tertular HIV dari ibu sewaktu berada dalam kandungan atau juga melalui
ASI
4. Ibu dengan HIV dianjurkan untuk PASI
M A N I F E S TA S I K L I N I S H I V / A I D S

1) Fase Infeksi Akut (Window Period)


• Fese ini terjadi setelah terinfeksi, melewati fase infeksi primer. Rentang waktu kira-kira 1-6
bulan. Fase ini asimptomatik dengan berkembangnya HIV di dalam tubuh. Gejala lainnya
yaitu limfadenopati meluas menjadi persisten. Fase ini tidak dapat dilakukan tes HIV
disebabkan karena belum terdeteksi virus HIV, sehingga seseorang dapat melakukan
aktivitas normal tanpa gejala sisa.
2) Fase Asimptomatik
• Rentang waktu fase ini sekitar 2-10 sejak terinfeksi. Fase kedua mulai terjadi penurunan
berat badan, infeksi saluran pernafasan atas yang berulang, herpes zooster, ulkus mulut
berulang, dermatitis seboroik, dan infeksi jamur kuku.
3) Fase Simptomatik
• Fase ketiga ini terjadi penurunan berat badan > 10% lebih dari satu bulan diare kronis tanpa penyebab,
demam bisa intermitten atau tetap selama sebulan lebih, kandidiasis oral persisten, tuberkulosis paru,
infeksi yang berat (empiema, meningitis, infeksi tulang atau sendi, pneumonia), infeksi mulut, serta
penurunan komponen darah.

4) AIDS
• Fase ini mencapai akhir dari kondisi seseorang yang terkena HIV/AIDS yaitu penurunan berat badan
<10% dari berat badan semula, disertai salah satu dari diare kronik tanpa penyebab yang jelas > 1 bulan
kejadian, kelemahan kronik, dan demam yang berkepanjangan tanpa diketahui penyebabnya serta
komplikasi lainnya yang semakin membuat menurunnya kondisi seseorang.
GEJALA HIV/AIDS
Gejala minor
a. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
b. Dermatitis generalist
Gejala mayor c. Adanya herpes zoster yang berulang
a. BB menurun lebih dari 10% d. Kandidiasis orofaringeal
dalam 1 bulan e. Herpes simplex kronik progresif

b. Diare kronik yang berlangsung f. Limfadenopati generalist


g. Infeksi jamur berulang pada kelamin
lebih dari 1 bulan
wanita
c. Penurunan kesadaran dan adanya
h. Retinitis Cytomegalovirus
gangguan neurologis
d. Demensia / HIV Ensefalopati
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Tes untuk diagnosa infeksi HIV : Tes untuk deteksi gangguan system imun :
a. Hematokrit
a. ELISA
b. LED
b. Western blot
c. CD4 limfosit
c. P24 antigen test d. Rasio CD4/CD limfosit
d. Kultur HIV e. Serum mikroglobulin B2
f. Hemoglobulin
PENATALAKSANAAN

1. Pengendalian infeksi oportunistik. Bertujuan menghilangkan, 5. Menghindari infeksi lain, karena infeksi dapat
mengendalikan dan pemulihan infeksi opurtuniti, nosokomial mengaktifkan sel T dan mempercepat replikasi HIV.
atau sepsis, tindakan ini harus di pertahankan bagi pasien di
lingkungan perawatan yang kritis.
6. Rehabilitas. Bertujuan untuk memberi dukungan mental-
2. Terapi AZT (Azidotimidin). Obat ini menghambat replikasi
psikologis, membantu mengubah perilaku risiko tinggi
antiviral HIV dengan menghambat enzim pembalik
menjadi perilaku kurang berisiko atau tidak berisiko,
transcriptase.
mengingatkan cara hidup sehat dan mempertahankan kondisi
3. Terapi antiviral baru. Untuk meningkatkan aktivitas system
tubuh sehat.
imun dengan menghambat replikasi virus atau memutuskan
rantai reproduksi virus pada proses nya. Obat-obat ini
adalah : didanosina, ribavirin, diedoxycytidine, recombinant 7. Pendidikan. Untuk menghindari alkohol dan obat terlarang,
CD4 dapat larut.
makan makanan yang sehat, hindari stres, gizi yang kurang,
4. Vaksin dan rekonstruksi virus, vaksin yang digunakan adalah
obat-obatan yang mengganggu fungsi imun.
interveron.
PENCEGAHAN

1. Penggunaan obat Antiretroviral selama


kehamilan, saat persalinan dan untuk bayi yang
baru dilahirkan.
2. Penanganan obstetrik selama persalinan
3. Penatalaksanaan selama menyusui
ASUHAN KEPERAWATAN HIV AIDS
PADA IBU HAMIL
PENGKAJIAN
1. Biodata Klien
2. Riwayat Kesehatan
3. Menstruasi
4. Reproduksi
5. Keluhan utama
6. Data Psikologi
• Kondisi ibu hamil dengan HIV/AIDS takut akan penularan pada bayi yang
dikandungnya. Bagi keluarga pasien cenderung untuk menjauh sehingga akan
menambah tekanan psikologi pasien.
PEMERIKSAAN FISIK
Brain
Breating

• Kaji pernafasan ibu hamil, apabila ibu telah terinfeksi sistem Tingkat kesadaran ibu hamil dengan HIV/AIDS
pernafasan maka sepanjang jalur pernafasan akan mengalami terkadang mengalami penurunan karena proses
gangguan. Misal RR meningkat, terdapat sputum, batuk. penyakit. Hal itu dapat disebabkan oleh gangguan
Blood imunitas pada ibu hamil.
• Pemeriksaan darah meliputi pemeriksaan virus HIV/AIDS.
Bowel
Penurunan sel T limfosit; jumlah sel T4 helper; jumlah sel
• Keadaan sistem pencernaan pada ibu hamil akan
T8 dengan perbandingan 2:1 dengan sel T4; peningkatan
mengalami gangguan. Kebanyakan gangguan tersebut
nilai kuantitatif P24 (protein pembungkus HIV); peningkatan
kadar Ig G, Ig M dan Ig A; reaksi rantai polymerase untuk adalah diare yang lama. Hal itu disebabkan oleh
mendeteksi DNA virus dalam jumlah sedikit pada infeksi sel penurunan sistem imun yang berada di tubuh,
perifer monoseluler; serta tes PHS (pembungkus hepatitis B sehingga bakteri yang ada di saluran pencernaan akan
dan antibodi, sifilis, CMV mungkin positif). mengalami gangguan dan dapat menyebabkan infeksi
saluran pencernaan.
Bone
• Kaji respon klien, apakah mengalami kesulitan bergerak, reflek pergerakan. Pada
ibu hamil kebutuhan akan kalsium meningkat, periksa apabila ada resiko
osteoporosis. Hal itu dapat memperburuk dengan bumil HIV/AIDS
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Bersihan jalan nafas tidaak efektif berhubungan dengan spasme jalan nafas
2. Resiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan tubuh
(penurunan hemoglobin, imunosupresi)
3. Intolerans     aktivitas   berhubungan    dengan     kelemahan,  pertukaran
oksigen, malnutrisi,kelelahan
INTERVENSI KEPERAWATAN

Dx 1: Bersihan jalan nafas tidaak efektif • Intervensi


berhubungan dengan spasme jalan nafas 1. Monitor pola nafas
• Tujuan : setelah dilakukan Tindakan 2. Monitor bunyi nafas tambahan
keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan 3. Monitor sputum
bersihan jalan nafas smenjadi efektif 4. Pertahankan kepatenan jalan nafas
• Kriteria hasil: 5. Posisikan semifowler
• Bersihan jalan nafas: 6. Beri minum hangat
1. Produksi sputum menurun 7. Anjurkan asupan cairan 2000ml/hari
2. Frekuendi nafas membaik 8. Ajarkan teknk batuk efektif
3. Pola nafas membaik 9. Kolaborasi pemberian bronkodilator
• Dx 2: Resiko infeksi berhubungan
• Intervensi:
dengan ketidakadekuatan pertahanan
1. Monitor tanda dan gejala infeksi local dan sistemik
tubuh (penurunan hemoglobin, 2. Batasi jumlah pengunjung
imunosupresi) 3. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan
pasien dan lingkungan pasien
• Tujuan : setelah dilakukan Tindakan
4. Pertahankan teknik aseptic pada pasien beresiko
keperawatan resiko infeksi dapat tinggi
menurun 5. Jelaskan tanda dan gejala infeksi

• Kriteria hasil: 6. Ajarkan mencuci tangan dengan benar


7. Anjurkan untuk meningkatkan asupan nutrisi
1. Demam menurun
8. Anjurkan untuk meninkatkan asupan cairan
2. Kadar sel darah putih membaik 9. Kolaborasi pemberian imunisasi
3. Nafsu makan membaik
IMPLEMENTASI

Dx 1: Bersihan jalan nafas tidaak efektif berhubungan dengan spasme jalan nafas
1. Memonitor pola nafas
2. Memonitor bunyi nafas tambahan
3. Memantau adaya suptum atau tidak sputum
4. Memasang O2 3 lpm
5. Memposisikan semifowler
6. Memberikan minum hangat
7. Menganjurkan asupan cairan 2000ml/hari
8. Mengajarkan teknk batuk efektif
9. Kolaborasi pemberian bronkodilator
Dx 2: Resiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan tubuh (penurunan
hemoglobin, imunosupresi)

1. Memonitor tanda dan gejala infeksi local dan sistemik


2. Membatasi jumlah pengunjung
3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
4. Pertahankan teknik aseptic pada pasien beresiko tinggi
5. Menjelaskan tanda dan gejala infeksi
6. Mengajarkan mencuci tangan dengan benar
7. Menganjurkan untuk meningkatkan asupan nutrisi
8. Menganjurkan untuk meninkatkan asupan cairan
9. Kolaborasi pemberian imunisasi
EVALUASI

Mendokumentasikan keadaan pasien saat ini, keluhan apa


saja yang masih dirasakan, melanjutkan intervensi
keperawatan yang belum teratasi
TERIMA KASIH