Anda di halaman 1dari 58

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Keseimbangan Asam & Basa

1
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Pendahuluan
• Derajat keasaman, merupakan sifat kimia dari
darah dan cairan tubuh.
• Satuan derajat keasaman adalah pH:
– pH 7,0 adalah netral
– pH > 7,0 adalah basa (alkali)
– pH < 7,0 adalah asam.

2
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Asam kuat memiliki pH sangat rendah (hampir


1,0)
• Basa kuat  pH sangat tinggi (diatas 14,0).
• Darah memiliki pH antara 7,35 - 7,45.
• Perubahan pH  efek serius terhadap
beberapa organ.

3
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Pengertian
• Asam adalah zat yang dapat memberikan ion
H+ ke zat lain (disebut sebagai donor proton) ;
Exp ;
– Asam hidroklorida (HCL), yang berionasi dalam air
membentuk ion- ion hidrogen (H+) dan ion klorida
(CL-)
– asam karbonat (H2CO3) berionisasi dalam air
membentuk ion H+ dan ion bikarbonat (HCO3-).
4
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Basa adalah zat yang dapat menerima ion H+


dari zat lain (disebut sebagai akseptor proton).
Exp;
– ion bikarbonat (HCO3-), bergabung dengan satu ion
hidrogen untuk membentuk asam karbonat
(H2CO3).
– (HPO4) , menerima satu ion hidrogen untuk
membentuk (H2PO4).

5
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

– Protein dalam tubuh juga berfungsi sebagai basa


karena beberapa asam amino yang membangun
protein dengan muatan akhir negatif siap
menerima ion-ion  hidrogen.
– Protein hemoglobin dalam sel darah merah dan
protein dalam sel-sel tubuh yang lain merupakan
basa-basa tubuh yang paling penting.

6
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Kebanyakan asam dan basa dalam cairan


ekstraseluler yang berhubungan dengan
pengaturan asam basa normal adalah asam
dan basa lemah.

7
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Keseimbangan Asam & Basa


• Keadaan dimana konsentrasi H+ yang
diproduksi ~ konsentrasi H+ yang dikeluarkan
oleh sel.
• Keseimbangan asam-basa  pengaturan
konsentrasi H+ dalam cairan tubuh

8
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• H+ sbg hasil dari metabolisme:


C6H12O6 + O2  CO2 + H2O  H2CO3  H+ + HCO3-

• [H+] dlm plasma  pH plasma darah = 7,4


• Sistem dapar (buffer) menghambat perubahan
pH yang besar (jika ada penambahan asam /
basa)

9
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• pH darah manusia normal berkisar antara 7.35- 7.45.


• Tubuh mempertahan keseimbangan asam dan basa
 proses metabolisme dan fungsi organ berjalan
optimal.
• Keseimbangan asam basa diatur sistem organ yakni
paru dan ginjal.
– Paru berperan dalam pelepasan (eksresi CO2)
– ginjal berperan dalam pelepasan asam.

10
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk


mengendalikan keseimbangan asam-basa
darah:
1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal,
sebagian besar dalam bentuk amonia. 

11
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam


darah sebagai pelindung terhadap perubahan
yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah.

• Penyangga pH yang paling penting dalam darah


adalah bikarbonat (suatu komponen basa) berada
dalam kesetimbangan
dengan karbondioksida (suatu komponen asam).
12
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam


aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak
bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida.
• Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam
aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak
karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat

13
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

3. Pembuangan karbondioksida.

• Karbondioksida adalah hasil tambahan penting


dari metabolisme oksigen dan terus menerus
yang dihasilkan oleh sel.
• Darah membawa karbondioksida ke paru-paru
dan kemudian dikeluarkan (dihembuskan).

14
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah


karbondioksida yang dihembuskan dengan
mengendalikan kecepatan dan kedalaman
pernafasan.
– Pernafasan meningkat  CO2 darah menurun 
darah menjadi lebih basa.
– Pernafasan menurun  CO2 darah meningkat 
darah menjadi lebih asam.

15
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Kelainan pada satu / lebih mekanisme


pengendalian ph tersebutmenyebabkan ggn
asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.

16
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Beberapa prinsip yang perlu diketahui :
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Asidosis , kondisi pH < 7.35


• Alkalosis bila pH > 7.45
• CO2 (karbondioksida) adalah gas dalam darah yang
berperan sebagai komponen asam (komponen
respiratorik). Normalnya = 40 mmHg.
• HCO3 (bikarbonat) berperan sebagai komponen
basa (komponen metabolik). Normalnya = 24 mEq/L.
• Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk
penting dari adanya masalah metabolisme yang
serius.
17
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Symptoms
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Faktor yang
UNIVERSITAS Mempengaruhi Keseimbangan
NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Asam dan Basa


1. Sistem Buffer
• Sistem penyangga asam basa kimiawi
• Segera bergabung dengan asam/basa
mencegah perubahan konsentrasi H+ yang
berlebihan (menetralisir).
• Fungsi utama adalah mencegah perubahan
pH.

19
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Tidak dapat mencegah perubahan pH di cairan


ekstraseluler yang disebabkan karena
peningkatan CO2.
• Berfungsi bila system respirasi dan pusat
pengendali system pernafasan bekerja normal
• Kemampuannya pada tersedianya ion
bikarbonat.

20
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Ada 4 sistem buffer:
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

1. Asam karbonat: Bikarbonat


 sistem dapar di CES untuk perubahan yang
disebabkan oleh non-bikarbonat
2. Protein
 sistem dapar di CIS & CES
3. Hemoglobin
 sistem dapar di eritrosit untuk perubahan asam
karbonat
4. Phosphat
 sistem dapar di ginjal dan CIS

21
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Asam dan Basa.......

2. Sistem Paru
• Mengendalikan CO2 & kandungan asam
karbonik  Dibawah kendali medula otak.
• Asidosis metabolik, frekuensi pernapasan
meningkat  eliminasi karbon dioksida >>
(mengurangi kelebihan asam).
• Alkalosis metabolik , frekuensi pernapasan
diturunkan penahanan karbondioksida
(untuk meningkatkan beban asam).

22
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Asam dan Basa.......

3. Ginjal
• Membuang kelebihan asam , >> dalam
bentuk amonia. 
• Mengatur jumlah asam/ basa yang dibuang,
(berlangsung beberapa hari).

23
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Keseimbangan ion H+
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

24
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Mekanisme Regulasi Keseimbangan Asam-


Basa

• Sistem dapar, mengatasi ketidakseimbangan asam-


basa sementara
• Ginjal: meregulasi keseimbangan H+ 
menghilangkan ketidakseimbangan kadar H+ secara
lambat; terdapat sistem dapar fosfat & amonia
• Paru-paru: berespons scr cepat thd perubahan kadar
H+ dalam darah & mempertahankan kadarnya
sampai ginjal menhilangkan ketidakseimbangan.

25
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Regulasi Pernapasan dlm Keseimbangan


Asam-Basa
• Kadar CO2 meningkat  pH menurun
• Kadar CO2 menurun  pH meningkat
• Kadar CO2 & pH merangsang kemoreseptor yg
kemudian akan mempengaruhi pusat pernapasan
 hipoventilasi meningkatkan kadar CO2
dlm darah
 hiperventilasi menurunkan kadar CO2
dlm darah

26
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Regulasi Pernapasan dlm Keseimbangan


Asam-Basa

27
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Regulasi Ginjal dlm


Keseimbangan Asam-Basa

• Sekresi H+ ke dalam filtrat &


reabsorpsi HCO3- ke CES pH
ekstrasel meningkat
• HCO3- di dlm filtrat diabsorbsi

28
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Laju sekresi H+ meningkat akibat penurunan


pH cairan tubuh /peningkatan kadar
aldosteron
• Sekresi H+ dihambat jika pH urin < 4,5

29
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Gangguan Keseimbangan
Asam-Basa
1. Asidosis respiratori
hipoventilasi  retensi CO2 H2CO3H+
2. Alkalosis respiratori
hiperventilasi CO2 banyak hilangH2CO3  H+ 

Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik


terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru /
kelainan pernafasan.

30
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

3. Asidosis metabolik
Diare, DM HCO3-  PCO2   H+
4. Alkalosis metabolik
muntah  H+  HCO3- PCO2 

Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik


disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam
pembentukan dan pembuangan asam atau
basa oleh ginjal.

31
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
1. Asidosis respiratori
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Disbt jg Hiperkapnia asidosis


• Keasaman darah berlebihan karena
penumpukan CO2 dalam darah, akibat fungsi
paru-paru yang buruk / pernafasan lambat.
• Kecepatan & kedalaman pernafasan
mengendalikan jumlah CO2 dalam darah.
• Tingginya CO2 dalam darah merangsang
otak  pernafasan menjadi lebih cepat dan
lebih dalam.
32
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Penyebab
• Emfisema
• Bronkitis kronis
• Pneumonia berat
• Edema pulmoner
• Asma.
• narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan
pernafasan
• Penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan
gangguan terhadap mekanisme pernafasan.
• Apnea tidur
33
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Gejala
• Sakit kepala, mengantuk.
• Napas pendek, penglihtan buram
• Keadaannya memburuk  mengantuk
berlanjut menjadi stupor (penurunan
kesadaran) dan koma.
• Ginjal berusaha mengkompensasi asidosis
dengan menahan bikarbonat (memerlukan
waktu beberapa jam bahkan beberapa hari).

34
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
2. Alkalosis Respiratorik
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Keadaan dimana darah menjadi basa karena


pernafasan cepat dan dalam, sehingga
menyebabkan kadar CO2 dalam darah
menjadi rendah.

35
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Penyebab
• Pernafasan cepat dan dalam (hiperventilasi),
menyebabkan terlalu banyaknya jumlah
karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah.
Exp : Kecemasan.
– rasa nyeri
– sirosis hati
– kadar oksigen darah yang rendah
– demam
– overdosis aspirin.

36
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Gejala
•  Cemas dapat menyebabkan rasa gatal
disekitar bibir dan wajah.
• Keadaan makin memburuk  kejang otot dan
penurunan kesadaran.

37
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
3. Asidosis Metabolik
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Keasaman darah berlebihan, ditandai dengan


rendahnya kadar bikarbonat dalam darah.
• Pernafasan menjadi lebih dalam & lebih cepat
 usaha tubuh menurunkan kelebihan asam
dalam darah dengan cara menurunkan jumlah
karbon dioksida.

38
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Ginjal berusaha mengkompensasi dengan cara


mengeluarkan lebih banyak asam dalam air
kemih.  

39
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

Penyebab :
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

1. Konsumsi asam /suatu bahan yang diubah


menjadi asam, bila dimakan dianggap beracun.
Contoh;
– metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen
glikol), Overdosis aspirin .
2. Tubuh menghasilkan asam lebih banyak melalui
metabolisme /akibat beberapa penyakit.
• Exp ; DM tipe I , syok stadium lanjut.
3. Ginjal tidak mampu membuang asam dalam
jumlah yang semestinya.
40
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Penyebab utama dari asidois metabolik:


• Gagal ginjal
• Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk
ginjal)
• Ketoasidosis diabetikum
• Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)

41
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis


salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid
atau amonium klorida
• Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui
saluran pencernaan karena diare, kolostomi.

42
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Gejala
• Ringan, tidak menimbulkan gejala
• Mual, muntah dan kelelahan.
• Pernafasan lebih pendek dan cepat
• Denyut jatung meningkat

43
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Memburuk  kelelahan luar biasa,


mengantuk, semakin mual dan kebingungan.
• Asidosis semakin memburuk  tekanan darah
turun, syok, koma dan kematian.

44
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
4. Alkalosis Metabolik
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Keadaan dimana darah dalam keadaan basa


karena tingginya kadar bikarbonat.

45
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Penyebab
• Kehilangan terlalu banyak asam.
– Contoh ; kehilangan asam lambung selama
periode muntah berkepanjangan / asam lambung
disedot dengan selang lambung.
• Konsumsi terlalu banyak basa dari bahan-
bahan seperti soda bikarbonat.

46
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Kehilangan Na+ / K+ dalam jumlah banyak


mempengaruhi kemampuan ginjal dalam
mengendalikan keseimbangan asam basa
darah.

47
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Penyebab utama alkalosis metabolik:


• Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam
etakrinat)
• Kehilangan asam karena muntah /
pengosongan lambung
• Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma
Cushing / akibat penggunaan kortikosteroid).

48
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Gejala
• Iritabilitas (mudah tersinggung)
• otot berkedut dan kejang otot / tanpa gejala
sama sekali.
• Berat  kontraksi (pengerutan) dan spasme
(kejang) otot berkepanjangan (tetani).

49
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 50
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 51
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Kompensasi Sistem Pernafasan terhadap Asidosis Metabolik
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 52
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Kompensasi Ginjal terhadap Asidosis


Respiratorik

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 53
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

INTERPRETASI
UNIVERSITAS NU SURABAYA
AGD
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

Lihat pH darah

pH < 7,35 pH > 7,45

ASIDOSIS ALKALOSIS

Lihat pCO2 Lihat HCO3-

< 40mmHg > 40 mmHg < 24 mM > 24 mM

METABOLIK RESPIRATORIK RESPIRATORIK METABOLIK

54
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

TERKOMPENSASI atau TIDAK?


• Lihat pH kembali
– jika mendekati kadar normal (7,35-
7,45)  terkompensasi
– jika belum mendekati normal 
tidak terkompensasi atau
terkompensasi sebagian

55
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

• Jika asidosis respiratorik dgn HCO3- < 24 mM 


terkompensasi sebagian
• Jika asidosis metabolik dgn pCO2 < 40 mmHg 
terkompensasi sebagian
• Jika alkalosis respiratorik dgn HCO3- > 24 mM 
terkompensasi sebagian
• Jika alkalosis metabolik dgn pCO2 > 40 mmHg 
terkompensasi sebagian

56
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

TERIMA KASIH

57
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NU SURABAYA
Menyiapkan Generasi Rahmatan Lil’alamin

LATIHAN Asidosis metabolik


• pH 7.32, PCO2 40, HCO3 19 tdk terkompensasi

• pH 7.55, PCO2 20, HCO3 22 Alkalosis respiratorik


tdk terkompensasi

• pH 7.55, PCO2 37, HCO3 30 Alkalosis metabolik


tdk terkompensasi

• pH 7.49, PCO2 35, HCO3 29 Alkalosis metabolik


tdk terkompensasi
• pH 7.30, PCO2 50, HCO3 29 Asidosis respiratorik
terkompensasi sebagian
• pH 7.43, PCO2 53, HCO3 30 Alkalosis metabolik
terkompensasi
• pH 7.44, PCO2 38, HCO3 26 normal

• pH 7.43, PCO2 32, HCO3 20 Alkalosis respiratorik


terkompensasi
58